Tag Archives: Sepakbola

Rahma Azhari Penuhi Janji Untuk Upload yang Lebih Hot


Para pengguna Twitter di Indonesia tengah heboh dengan beredarnya foto-foto Rahma Azhari dengan Pelatih Filipina. Dalam foto itu, Rahma memang tampak lengket sekali dengan Simon McMenemy. Keduanya pun langsung jadi trending topics di Indonesia.

Foto tersebut muncul di timeline Twitter Rahma Azhari yang di-retweet dia dari salah satu kawannya. Tampak Rahma menggunakan busana ketat warna biru berdiri di antara dua pria. Salah satu adalah sang pelatih yang begitu mesra tangannya merangkul tubuh Rahma. Ada juga foto kedua. Kali ini McMenemy merangkul pundak Rahma dan seorang perempuan lainnya. Foto ketiga, cuma berdua, Rahma dirangkul McMenemy. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Selebritis

Doa Buat Timnas …..


Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur

Maskapai Garuda Indonesia menambah enam penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia, dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (25/12). Demikian dikatakan petugas Posko Natal dan Tahun Baru Bandara Internasional Soekarno Hatta Alif Purnama.

Liputan 6 via Yahoo! Indonesia News baru ke Elsaelsi’s Blog – 2 jam, 43 menit yang lalu

Suporter Timnas Terus Mengalir ke Kuala Lumpur

Pendukung Timnas Indonesia secara bergelombang datang ke Bandar Udara Soekarno-Hatta Tanggerang, Banteng, Sabtu (25/12). Mereka berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menyaksikan final Piala AFF 2010 antara Indonesia melawan Malaysia.

Liputan 6 via Yahoo! Indonesia News baru ke Elsaelsi’s Blog – 2 jam, 44 menit yang lalu Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga

Final Terbrutal Sepanjang Masa


Afrika Selatan menorehkan rekor baru: Partai Final Terkotor Sepanjang Masa. Kerasnya laga memaksa Wasit Howard Webb asal Inggris mengeluarkan 14 kartu kuning dan satu kartu merah.

Belanda tersiram sembilan kartu, termasuk kartu kuning kedua sekaligus merah bagi bek John Heitinga. Adapun Spanyol lima kartu. Catatan ini jauh melampaui rekor sebelumnya, enam kartu kuning yang dilayangkan Wasit Romuald Arppi Filho asal Brasil saat memimpin partai pamungkas Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Jerman Barat.

Kerasnya permainan Belanda, yang berhasil menyulut emosi Spanyol, membuat wasit tidak punya pilihan. Hujan kartu kuning diawali penyerang Belanda Robin van Persie saat pertandingan baru berlangsung 15 menit. Carles Puyol, yang menekel Arjen Robben dari belakang, menyusul satu menit kemudian.

Saat jeda, sudah lima pemain diganjar peringatan. Termasuk tindakan horor Nigel de Jong yang melompat sambil menendang dada Xabi Alonso di menit 28. “Para pemain benar-benar menyulitkan Mr Webb! Namun hingga kini dia masih menangani pertandingan dengan OK,” tulis Bek Inggris Rio Ferdinand di Twitter.

Di babak kedua, wasit berpangkat sersan di Kepolisian Yorkshire itu kembali bekerja keras dan bolak-balik mengeluarkan kartu kuning dari sakunya. Satu diantaranya untuk protes keras Robben. Menjelang akhir babak kedua, sayap kanan Belanda ini mendapat kesempatan emas dengan berhadap-hadapan dengan kiper Iker Casillas. Puyol menariknya dari belakang, namun Robben tidak terjatuh.

Webb memberikan advantage dan tidak menghentikan permainan karena Robben berada di posisi memungkinkan untuk mencetak gol. Keputusan itu diprotes Robben. “Saya tidak bisa bergerak karena kiper sudah terlalu dekat,” ujar bintang 26 tahun itu.

Menurutnya, keputusan itu mengubah jalannya pertandingan. “Pelanggaran Puyol patut diganjar kartu kuning kedua dan memberikan kami tendangan bebas,” kata Robben.

Alih-alih, malah Belanda yang diganjar kartu merah. Heitinga, yang kalah cepat, terpaksa menjatuhkan Andres Iniesta di menit 109. Bolongnya lini pertahanan memudahkan Iniesta mencetak gol kemenangan, tujuh menit kemudian. Webb mengacuhkan protes Pasukan Oranye, yang hanya menyisakan Kiper Maarten Stekelenburg dan pengatur serangan Wesley Sneijder sebagai pemain yang tidak tercatat di kartu.

Pelatih Belanda Bert van Marwijk menolak tudingan bermain kasar, walaupun juga mengakui ada beberapa tekel horor seperti yang dilakukan De Jong. “Itu bukan gaya kami, tapi kami bertanding untuk menang,” katanya.

Menurutnya, tensi tinggi selalu muncul di partai puncak, terlebih di Final Piala Dunia. “Emosi pemain selalu tinggi,” ujar Van Marwijk. Sang pelatih menyorot kepemimpinan wasit. Webb, yang dibantu hakim garis Darren Cann dan Michale Mullarkey, merupakan pengadil di partai perdana Spanyol di Afrika Selatan.

Partai itu mengejutkan dunia dengan keoknya Juara Eropa. Media Spanyol menjadikan Webb sebagai kambing hitam karena mengesahkan gol Swiss yang berbau off-side. “Marahnya publik Spanyol berdampak pada kepemimpinannya di partai ini,” kata Van Marwijk.

Menurut Dirk Kuyt, wasit terlalu gampang melayangkan kartu kuning untuk Belanda. “Itu menghilangkan kesempatan kami meraih piala,” katanya. Senada, Robben menuding Webb tak layak memimpin pertandingan pemuncak itu. “Final Piala Dunia membutuhkan wasit kelas dunia,” ujarnya.

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Benda-benda Serba Emas Dari Afrika Selatan di Bagi-bagikan


Penyerang Uruguay Diego Forlan hari Minggu secara mengejutkan mendapat penghargaan “the Golden Ball” (Bola Emas) sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2010.

Penyerang Atletico Madrid itu mengemas lima gol dalam turnamen tersebut, sementara negaranya menduduki posisi keempat setelah dikalahkan Jerman dalam pertandingan perebutkan posisi ketiga, Sabtu.

Mantan pemain Manchester United itu mendapatkan suara 23,4 persen yang diberikan media yang meliput turnamen tersebut, dengan Wesley Sneijder dari Belanda yang menjadi runners-up turnamen tersebut, mendapat 21,8 suara, dan David Villa dari Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia 2010, meraih 16,9 persen.

“Penghargaan yang saya peroleh ini berkat teman-teman satu tim saya,” kata Forlan di Twitternya, suatu jejaring yang memuat foto dimana ia berdiri bersama rekan-rekan satu timnya.

“Foto ini diambil sebelum mereka melempar saya ke kolam renang,” katanya menjelaskan.

Penampilan Uruguay di Piala Dunia tersebut merupakan penampilan terbaik negara tersebut dalam 40 tahun.

Forlan menggantikan Zinedine Zidane yang dinyatakan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2006, meskipun ia mendapat kartu merah saat tim Prancis yang diperkuatnya dikalahkan Italia di final.

Kemenangan Forlan tersebut mengejutkan karena lima pemain yang tampil di pertandingan final hari Minggu (Villa, Xavi, Andres Iniesta dari Spanyol dan Arjen Robben dan Sneijder dari Belanda) semua masuk dalam daftar 10 calon.

Thomas Mueller diberi dua alasan untuk merayakan kemenangannya setelah pemain muda Jerman itu dinyatakan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia dan meraih penghargaan Sepatu Emas (the Golden Boot) sebagai pemain pencetak gol terbanyak turnamen tersebut.

Pemain depan Bayern Munchen berusia 20 tahun tersebut di turnamen tersebut mencetak lima gol, jumlah gol yang sama dengan yang dicetak Forlan, Sneijder, dan Villa.

Ia diberi penghargaan Sepatu Emas karena ia memasok tiga asis yang lebih banyak dibanding dengan para saingannya.

Mueller dipilih sebagai pemain muda terbaik turnamen tersebut oleh Kelompok Studi Teknik FIFA, mengalahkan pemain sayap Ghana Andre Ayew dan pemain depan Meksiko Giovani dos Santos.

Iker Casillas dari Spanyol dinyatakan sebagai penjaga gawang terbaik setelah timnya menjadi juara Piala Dunia dengan mengalahkan Belanda 1-0 di pertandingan final.

Casillas, yang dua kali menggagalkan usaha Robben untuk mencetak gol pada kedudukan masih 0-0, mendapat pengharagaan Sarung Tangan Emas (the Golden Glove) FIFA setelah gawangnya hanya kebobolan dua kali.

Spanyol mendapatkan penghargaan “Fair Play” untuk rekor disiplin terbaik.

Dicopas dari ANTARANews

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Jika Desainer Dadakan Merancang Topi


Topi adalah suatu jenis pakaian yang digunakan di kepala. Topi biasanya memiliki pucuk tinggi dengan satu atau dua tepi. Topi dapat diletakkan di kepala atau, pada beberapa jenis topi pada perempuan, dilengkapi dengan penyemat topi.

Dalam perhelatan akbar sepakbola dunia di Afrika Selatan, telah melahirkan ide-ide besar para suporter sepakbola sebagai desainer topi dadakan. Berikut dua puluh macam topi yang dipakai penonton Piala Dunia FIFA 2010 :

Source : br

Postingan Terkait :

Aksesoris Fesyen Para Netter
Foto : Pasha Menikahi Adelia
Barbie Hsu, Bintang Meteor Garden Itu Menapak Karir dari Presenter TV
Foto: Facebook Segera Ucapkan Selamat Tinggal
Foto-foto Dewi Perssik yang Bikin Heboh
Foto-foto Perkawinan Clinton
Kumpulan Foto-foto Gempa dan Tsunami Jepang
Foto Pernikahan Bintang Meteor Garden Barbie Hsu
West Sumatera’s Tourism


Jika Anda Menyukai Postingan ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini

Tinggalkan komentar

Filed under Foto

Holland Wereldkampioen 2010 (Belanda Juara Dunia 2010)


Belanda boleh dibilang telah melanggar pantangan dengan menjual bendera tanda juara jauh sebelum final melawan Spanyol digelar.

“Harapan adalah induk dari pikiran,” kata Paul de Jager, manajer umum Shipmate Flag, perusahaan yang memproduksi bendera edisi khusus 2010 yang bertuliskan kata-kata : “Holland Wereldkampioen 2010 (Belanda Juara Dunia 2010).
Hampir 1.000 lembar bendera berukuran 1 x 1,5 meter itu telah terjual sejak pemasarannya dilakukan, sehari setelah Belanda mengalahkan Uruguay 3-2 di semifinal dan memastikan tempat di final untuk kali pertama dalam 32 tahun terakhir sekaligus ketiga setelah 1974 dan 1978.

“Benar, kami memang sedikit mengambil risiko, tapi keyakinan kami (terhadap tim Belanda) sangat kuat!” kata De Jager, yang perusahaannya terletak di sebelah barat kota pelabuhan Rotterdam.

Perusahaan lainnya yang terletak di sebelah utara Belanda kini tengah memproduksi bendera juara versi mereka sendiri dan telah berhasil menjualnya hingga 9.000 lembar dari 12.000 yang diproduksi.

Tindakan itu diyakini makin memperkuat ancaman kemalangan terhadap Belanda dan memperbesar peluang Spanyol jadi pemenang.

“Semua orang merasa optimistis, semua orang percaya (Belanda akan menang). Tim ini sangat bagus, semangatnya juga bagus… itulah sebabnya kami percaya,” kata Elizabeth Visser, juru bicara produsen bendera, Dokkumer Vlaggen Centrale.

“Menyenangkan bagi para fans untuk lebih dulu memiliki bendera ini di rumah, bahkan sebelum final,” tambahnya.

“Kmai telah mengambil risiko. Kalau saja kemarin tim ini kalah dari Uruguay (di semifinal), kami pasti terpaksa mendaur ulang ribuan bendera.”

Hampir dapat dipastikan itulah yang dilakukan para fans Belanda yang marah jika tim kesayangan mereka akhirnya kalah dari Spanyol di final nanti.

Dicopas dari YahooSport

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Paul si Gurita Peramal Menjagokan Spanyol, Anda?


Prediksi Paul si Gurita menjadi hal yang paling ditunggu jelang pertandingan final antara Belanda dan Spanyol di Soccer City Stadium, Johannesburg di akhir pekan. Hewan yang diklaim ajaib dan sakti itu pun menunjukkan aksinya.

Saat diturunkan bendera dari dua tim finalis, Belanda dan Spanyol, di mana hal ini ditayangkan langsung oleh stasiun televisi di segala penjuru Eropa, Paul langsung ‘memilih’ Spanyol sebagai pemenang duel tersebut.

Namun ada hal yang lain dari biasanya ditunjukkan Paul. Gurita berusia dua tahun ini hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk memprediksi siapa yang bakal memenangi laga antara Spanyol dan Belanda. Padahal sebelumnya, Paul butuh waktu sekitar 70 menit untuk membuat keputusan.

“Dia memilih dengan cepat. Sepertinya Spanyol akan meraih kemenangan dengan meyakinkan,” ungkap jurubicara Sea Life di Oberhausen, Tanja Munzig, yang dikutip Reuters.

Bagi Paul sendiri, memilih pemenang pertandingan di antara tim di luar Jerman merupakan yang pertama baginya. Sebelumnya, dia hanya ‘ditugasi’ memprediksi antara tim Jerman dan tim lawan. Namun pengelola Sea Life membuat pengecualian untuk kali ini.

Pilihan Paul tersebut disiarkan secara langsung melalui berbagai stasiun televisi di seantero Eropa. Gurita paling terkenal sedunia tersebut terlihat duduk di sebuah kotak yang ditandai dengan bendera Spanyol beberapa menit sebelum mengambil sebutir kerang dan melahapnya.

Paul Si Gurita mengabaikan kotak yang ditandai dengan bendera Belanda. Hal tersebut menyiratkan Paul Si Gurita memilih Spanyol bakal menjuarai Piala Dunia 2010.

Sebelumnya, Paul Si Gurita memprediksikan Jerman menang melawan Argentina, Inggris, Australia, dan Ghana. Paul juga meramalkan Jerman kalah dari Spanyol dan Serbia.

Selain meramalkan final Piala Dunia 2010, Paul Si Gurita juga memprediksikan Jerman menang melawan Uruguay pada perebutan tempat ketiga pada Sabtu besok.

Dicopas dari TempoInteraktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Paul Octopus vs Mani the Parrot = Spanyol vs Belanda


Ketika Paul gurita di akuarim Sea Life Oberhausen meramalkan Jerman akan kalah dari Serbia di penyisihan grup, tidak seorangpun warga Jerman yang kesal. Namun sejak ramalan hewan tak bertulang belakang itu tepat ketika meramal Spanyol bakal mendepak Die Manschaft dari semi final sontak Paul menjadi hewan paling diburu.

“Lemparkan Paul di wajan penggorengan,” tulis harian Berlin, merangkum keinginan seluruh rakyat Jerman yang lebih menginginkan Paul menjadi santapan di atas piring.

Kini kemungkinannya akan terbalik. Warga Spanyol kemungkinan akan memburu Mani, seekor burung kakatua yang meramalkan Belanda akan mengalahkan Spanyol pada babak final untuk meraih gelar pertama Piala Dunia.

Mani sehari-hari menjadi asisten tuannya seorang peramal. Peramal itu yakin jika tebakan hewan peliharaannya jitu. “Saya yakin 100 persen, apapun yang dipilih Mani akan tepat,” kata peramal yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Mani terbiasa membantu memprediksi hubungan cinta maupun keuangan para pelanggannya. Namun kali ini ia menebak tim Oranye yang akan meraih gelar. Keluar dari sangkarnya dengan langkah yang gontai, Mani berjalan ke depan dan memilih kartu putih di depannya yang di belakangnya terdapat bendera Belanda. Di sebelahnya padahal terdapat kartu putih berbendera Spanyol.

Sebaliknya, Paul Si Gurita mengabaikan kotak yang ditandai dengan bendera Belanda. Hal tersebut menyiratkan Paul Si Gurita memilih Spanyol bakal menjuarai Piala Dunia 2010.

Laga final akan digelar di Soccer City, Johannesburg hari Minggu. Wasit Inggris Howard Webb akan memimpin laga ini.

Berikut link video Mani ketika memilih Belanda yang akan memenangkan Piala Dunia 2010.

http://media.brisbanetimes.com.au/national/selections/mani-the-parrot-tips-holland-1683104.html?&exc_from=strap

Dicopas dari TempoInteraktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Johan Cruyff dan Paul Octopus Sependapat, Belanda Kalah!


Salah satu legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff yang kini menetap di Spanyol dan secara terbuka mengatakan berpihak pada gaya sepakbola Spanyol dibanding Belanda saat ini mengatakan, dirinya akan sangat menikmati kemenangan Spanyol, bila tim itu berhasil menaklukkan Belanda sambil memuji Spanyol sebagai tim yang paling “komplet” di Piala Dunia kali ini.

Cruyff yang sudah terang-terangan mengkritik gaya Belanda racikan Bert van Marwijk mengatakan “Kalau anda memainkan sepakbola menyerang, seperti yang dilakukan Spanyol, anda punya kesempatan lebih besar untuk menang. Dan bila anda memilih bermain dengan serangan balik melawan tim yang berambisi untuk menguasai bola anda pantas untuk menderita.”

“Penasihat lepas” Barcelona itu tidak lupa menyertakan tim Catalan itu ke dalam spekulasinya soal Belanda versus Spanyol dengan mengatakan “Saat anda menonton Spanyol anda menonton Barcelona, anda menonton Xavi (Hernandez), (Andres) Iniesta, (Sergio) Busquets, dan Pedro (Rodriguez) di lapangan tengah, pemain-pemain yang selalu mengejar bola dan akan menekan jauh ke depan untuk merebut kembali penguasaan saat mereka kehilangan bola.”

Jauh sebelum final, yaitu sesaat setelah Spanyol mengungguli Jerman Xavi Hernandez langsung melontarkan teror komentar ke arah Belanda yang berbunyi “Mari nikmati (pertandingan) final nanti. Bila kita bermain pada hari minggu seperti kita bermain pada hari ini, kita akan memiliki peluang besar. Kita harus membuat karakter dan gaya sepakbola kita berkuasa atas mereka.”

Dicopas dari TempoInteraktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Setelah Benar 100%, Gurita Jerman Kembali Memprediksi


Seperti diposting di blog ini, seekor gurita di Jerman yang diberi nama Paul menjadi pusat perhatian setelah sukses memprediksi dengan akurat hasil-hasil pertandingan tim nasional Jerman di Piala Dunia 2010.

Dua kotak plastik berisi makanan dimasukkan ke dalam tangki akuarium Paul di Sea Life — sebuah tempat rekreasi mirip Sea World — di kota Oberhausen, sebelah barat Jerman. Salah satu kotak dihiasi dengan bendera Jerman dan kotak lainnya dengan bendera negara lawan. Kotak yang dibuka pertama oleh Paul dinyatakan sebagai prediksinya tentang pemenang pertandingan tersebut.

Sejauh ini, prediksi Paul di Piala Dunia 2010 masih memiliki tingkat keakuratan 100 persen karena dia telah memperkirakan kemenangan Jerman atas Australia dan Ghana di fase grup. Bahkan dia juga sudah memprediksi Jerman akan kalah dari Serbia.

Selanjutnya, sebelum pertandingan 16 besar melawan Inggris, Paul yang ironisnya lahir di Inggris, hanya membutuhkan waktu delapan detik untuk menentukan Jerman yang akan keluar sebagai pemenang.

Tapi terakhir, peramal berkaki delapan ini membutuhkan satu jam untuk memprediksikan hasil pertandingan perempat-final Jerman vs Argentina, yang menurutnya akan dimenangkan Der Panzer.

Dengan lamanya waktu yang dibutuhkan Paul untuk prediksi kali ini, mungkin saja pertandingan tersebut akan diakhiri dengan perpanjangan waktu, atau bahkan adu penalti. Bagaimanapun, pelatih Argentina Diego Maradona tidak akan melemparkan handuk sebelum pertandingan, karena prediksi Paul terbukti pernah salah sebelumnya. Saat perhelatan Euro 2008, tingkat keakuratan gurita jantan ini ‘hanya’ 80 persen.

Spanyol Kalahkan Jerman

Nah, kini Paul kembali membuat prediksi saat Jerman — tim negaranya — bertemu Spanyol di semifinal, Kamis dini hari. Hasilnya, ia memprediksikan Jerman kalah di tangan Spanyol!

Jangan terlalu serius… Paul bisa saja salah. Ketika memprediksikan partai final Euro 2008, juga antara Jerman dan Spanyol, Paul memilih Jerman. Ternyata Spanyol yang menang 1-0.

Penghuni Sea Life Aquarium di Oberhausen, Jerman itu, memang tengah ngetop. Ia beberapa kali selalu berhasil menebak hasil pertandingan yang dilakoni Jerman, termasuk saat kalah dari Serbia. Selasa kemarin, dua kotak yang ditempeli bendera Jerman dan Spanyol, dimasukkan dalam kotak Paul. Si gurita memilih nangkring di kotak yang berbendera Spanyol.

“Paul memilih Spanyol sebagai pemenang,” kata juru bicara Sea Life Aquarium, Daniel Fey, pada AP. “Tapi Paul pernah sekali salah juga ketika pertandingan Jerman dan Spanyol. Saya harap dia salah kali ini.”

Percaya? Tunggu malam ini aja deh….

Dicopas dari Yahoo!OLAHRAGA

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Indonesia Menuju Piala Dunia FIFA!


Gaung Piala Dunia 2010 Afrika Selatan menjejakkan sesak bagi banyak pecinta sepak bola Indonesia. Selain karena “Tim Merah Putih” tak tampil di sana, jalan ke arah sana pun tak kunjung terang.

Namun, sama seperti bulatnya bola yang tak dibentuk oleh rusuk batasan, segelap apa pun keadaan sekarang, kesempatan dan harapan ke sana selalu ada. Bila generasi sekarang belum bisa menjanjikan apa-apa, anak-anak adalah jawabannya.

Melihat sekitar 400 anak usia 15-19 tahun yang tampil di babak kualifikasi putaran ketiga Piala Nike 2010 di Taman Menteng, Indonesia sepatutnya yakin mampu tampil di Piala Dunia, suatu saat nanti, tanpa harus menjadi tuan rumah.

Memang, dari anak-anak itu, belum ada yang menunjukkan bakat seperti Park Ji-Sung. Namun, mengingat aturan main yang unik, bakat itu bukannya tak mereka miliki, tetapi tak bisa mereka tampilkan.

Dalam kompetisi itu, tim bertanding dengan lima pemain saja di lapangan berukuran 20 x 12 meter dengan mulut gawang berukuran 1 x 0,60 meter. Waktu pertandingan ditetapkan hanya lima menit. Setiap tim yang kalah akan langsung tersingkir dan tim yang menang akan terus bertanding.

Dengan segala keterbatasan itu, wajar bila “Park-Park” Indonesia belum bisa unjuk gigi. Yang jelas, anak-anak memiliki sesuatu yang menjadikan Park mampu bersaing dengan pemain-pemain Eropa atau Amerika Latin, yaitu semangat, sikap pantang menyerah, dan sportivitas.

Anak-anak ini bukannya tidak tahu bahwa kompetisi yang mereka ikuti berhadiah tur ke markas raja Piala Dunia, Brasil, selama enam hari. Namun, itu tak membuat mereka menghalalkan segala cara untuk menang. Setiap laga usai, mereka berjabat tangan dengan lawan, meski selama laga empat terjadi benturan fisik cukup serius.

Kebesaran hati anak-anak juga tampak, ketika ada satu tim yang berisi pemain berpostur besar bertemu tim dengan pemain berukuran tubuh lebih mungil. Dalam setiap perebutan bola, tak ada keraguan bagi “si kecil” untuk tetap menempel ketat “si besar”.

Ketika pertandingan usai, mereka tetap mengembangkan senyum seakan-akan tak ada yang kalah atau menang. Bagi yang kalah, mereka tetap keluar lapangan sambil bercanda. Meski menyesali kekalahan, mereka tak saling menyalahkan.

Para pemain juga tak pernah kehilangan semangat untuk bertanding. Dengan sistem pertandingan yang memungkinkan setiap tim bermain lebih dari sekali, para peserta berusaha memaksimalkan setiap kesempatan bertemu musuh berbeda untuk mengukur kemampuan diri.

Kualifikasi di Taman Menteng ini adalah putaran ketiga dari empat putaran kualifikasi. Sebelumnya, kompetisi serupa digelar di Lapangan Pacuan Kuda, Jakarta Timur dan Museum Fatahillah, Jakarta Pusat. Tim yang gagal bisa kembali mengikuti kualifikasi sampai putaran terakhir digelar di Lapangan Blok S.

Sistem seperti itu juga telah memperlihatkan betapa anak-anak Indonesia punya semangat untuk memperbaiki diri. Imam, misalnya, kapten tim Blacksweet 1 Tangerang sudah mengikuti kompetisi ini sejak di Lapangan Fatahillah. Karena belum berhasil, ia mencoba lagi di Taman Menteng.

Ternyata, usahanya belum menghasilkan tiket grand final. Ia pun mengaku ingin kembali tampil di Lapangan Blok S, hari Minggu besok.

“Enggak apa-apa. Saya cuma senang bermain bola. Kebetulan kompetisi ini gratis, jadi saya mau coba terus sampai benar-benar mentok,” ujar Imam.

“Kalau bisa sampai Monas dan menang, ya alhamdullilah, kalau enggak ya enggak apa-apa. Bisa dapat banyak teman baru saja sudah senang,” tambahnya.

Imam hanyalah satu dari 400 anak-anak yang mengikuti kompetisi seperti itu. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta, bisa dibayangkan, ada berapa juta anak bersemangat seperti Imam.

Dengan jumlah sebesar itu, pasti ada anak-anak bersemangat dan bertalenta serupa Cesc Fabregas, Fernando Torres, Carlos Tevez, Cristiano Ronaldo, Luis Fabiano, Wesley Sneijder, Park Ji-Sung, atau banyak pemain top dunia lainnya.

Dan dengan begitu pula, harapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia, selain dengan cara menjadi tuan rumah, akan selalu menyala.

Bila lahan sepak bola negeri sekarang ini tandus, maka percayalah itu akan menjadi subur suatu hari nanti. Bila saat ini sepak bola Indonesia seperti lahan tak bertuan, maka percayalah akan ada manusia bijaksana yang akan menggarapnya dengan ketulusan, kesetiaan, dan kebanggaan.

Sampai saat itu tiba, Tanah Air ini akan tetap setia melahirkan benih-benih unggul sehingga meski akan ada banyak benih bagus tergerus, setidaknya, Indonesia tak akan pernah kehilangan kesempatan panen pada musim pertama.

Yang jelas, entah generasi yang mana, akan ada anak-anak Indonesia yang siap dan sanggup menancapkan Merah Putih dan membuat Indonesia Raya berkumandang di lapangan hijau mana saja di dunia ini.

Kunjungan ke Brasil bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak Indonesia sebelum mulai menuliskan masa depan sepak bola negeri ini.

Dicopas dari KOMPAS.com

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Brazil Kalahkan Belanda Lewat Penalti


Belanda adalah salah satu yang memainkan sepakbola dengan baik, tapi belum pernah menjadi juara dunia. Jika ingin memenangkannya kali pertama di Afrika Selatan, mereka harus lebih dulu mengalahkan Brasil — juara lima kali.

Sebelum menghadapi Brasil di Port Elizabeth, Belanda harus lebih dulu menyelesaikan konflik internalnya. Brasil mulai terobsesi menjadi negara pertama yang meraih trofi Piala Dunia di empat benua.

Brasil tiga kali memenangkan Piala Dunia di benua Amerika; Cili 1962, Meksiko 1970, dan AS 1994. Sekali di Eropa; Swedia 1958, dan Asia; Korea/Jepang 2002.

Sebelum fokus mengejar obsesi itu, Brasil ingin lebih dulu mengejar semifinal ke-11 di Piala Dunia. Sedangkan Belanda ingin meraih semifinal kali kedua sejak 1998.

Brasil meneghentikan langkah Belanda di perempat final Piala Dunia 1994, dengan mengalahkannya 3-2. Empat tahun kemudian Brasil mengubur mimpi Belanda mencapai final kali ketiga lewat adu penalti.

Bagi pemain Brasil, pertemuan dengan Belanda seharusnya terjadi di final, bukan saat ini. Robinho menyebut ini pertemuan klasik sepakbola.

Carlos Dunga, pelatih Brasil, tidak ingin melihat hasil laga timnya atas Belanda di masa lalu. Rekor Belanda saat ini jauh lebih baik, dengan tak terkalahkan di 23 laga terakhir.

“Kami tahu Belanda adalah tim tersulit yang akan kami hadapi,” kata Dunga.

“Gaya bermain mereka relatif sama dengan sepakbola Amerika Latin. Mereka tidak bermain bertahan, dan mengandalkan bola-bola panjang,” lanjutnya.

Belanda, masih menurut Dunga, memiliki kualitas teknis. Brasil siap menghadapinya.

Belanda mencapai perempat final dengan mengalahkan Slovakia 2-1, dalam laga tak menyakinkan. Arjen Robben mencetak gol pembuka, dan menjadi indikasi winger Bayern Munich telah benar-benar siap berlaga di level tertinggi.

Johan Cruyff, legenda sepakbola Belanda, mengkritik gaya bemain Oranje. Menurutnya, Belanda kehilangan total football dan sepakbola indah.

Gelandang Mark van Bommel mengatakan; “Kami ingin memainkan sepakbola indah, tapi tidak selalu bisa. Yang penting saat ini adalah kami bisa mencapai perempat final. Kami tahu apa yang sedang kami lakukan.”

Pelatih Bert van Marwijk dibuat sibuk dengan pertikaian Wesley Sneijder dan Robin van Persie. Striker Arsenal itu mengatakan bukan dirinya yang harus diganti saat melawan Slovakia, tapi Sneijder.

Van Marwijk ingin menyelesaikan masalah ini sebelum laga melawan Brasil. Masalah lainnya adalah menambal lini belakang yang rapuh, dan membuat Maarten Stekelenburg jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain Slovakia.

Di kubu Brasil, Dunga kemungkinan tidak bisa memainkan tiga gelandangnya; Elano, Ramires, dan Felipe Melo, yang mengalami cedera dan terkena larangan berlaga.

Brasil
07-06-2010 Tanzania 1 – 5 Brasil
16-06-2010 Brasil 2 – 1 Korut
21-06-2010 Brasil 3 – 1 Pantai Gading
25-06-2010 Portugal 0 – 0 Brasil
29-06-2010 Brasil 3 – 0 Cili

Belanda
05-06-2010 Belanda 6 – 1 Hongaria
14-06-2010 Belanda 2 – 0 Denmark
19-06-2010 Belanda 1 – 0 Jepang
25-06-2010 Kamerun 1 – 2 Belanda
28-06-2010 Belanda 2 – 1 Slowakia

Situasi Belanda

Belanda tak punya masalah cedera. Arjen Robben kemungkinan akan menjadi starter, dan pelatih Bert van Marwijk tidak akan mengubah line up. Van Marwijk dipastikan masih akan bermain dengan formasi 4-3-2-1, dengan Mark van Bommel dan Nigel De Jong menjadi dua central defender.

Arjen Robben dan Dirk Kuyt akan bermain melebar di kedua sisi pertahanan Brasil. Wesley Sneijder di belakang striker tunggal Robin van Persie.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Stekelenburg, Van der Wiel, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst; Van Bommel, De Jong; Robben, Sneijder, Kuyt; Van Persie

Situasi Brasil

Carlos Dunga punya masalah dengan cedera pemain. Ramires terkena dua akumulai kartu. Elano belum berlatih. Felipe Melo telah berlatih normal, tapi diragukan bisa menjadi starter. Daniel Alves akan menggantikan Elano. Salah satu dari Josue atau Kleberson akan menggantikan Ramires.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Bastos; Gilberto Silva, Josue; Alves, Kaka, Robinho; Luis Fabiano

Pemain Layak Diamati

Arjen Robben: Winger Belanda ini tidak terlalu banyak memainkan perannya di penyisihan grup. Dia masih cedera ketika diturunkan saat laga melawan Slovakia, tapi bisa mencetak gol. Robben ditempatkan di ranking lima dalam Castrol Ranking. Ia akan menjadi senjata utama Belanda menghadapi Brasil.

Robinho: Mantan pemain Real Madrid yang sejauh ini tampil mengesankan di Piala Dunia 2010. Ia masih bisa tampil jauh lebih baik lagi, dan banyak yang memperkirakan saat inilah Robinho memperlihatkan kepiawaiannya sebagai destroyer lini belakang lawan.

Prediksi : Belanda 2-2 Brasil

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Prediksi Seekor Gurita, Jerman Akan Mengalahkan Argentina


Seekor gurita (octopus), yang mungkin punya kekuatan batin, jago memilih pemenang dalam laga Piala Dunia 2010. Gurita berusia 2 tahun yang dinamai Paul itu lahir di Inggris dan kini hidup di sebuah akuarium di Jerman. Ia sudah 100 persen tepat meramalkan beberapa pertandingan.

Gurita berkaki delapan penghuni Sea Life di barat Kota Oberhausen, Jerman, itu kini menjadi oracle pesohor untuk empat babak sejauh ini, termasuk prediksi jitunya pada babak eliminasi Ahad lalu saat Jerman mengalahkan Inggris.

Selasa lalu, Paul diberi pilihan makanan dua kontainer plastik berbeda–salah satu wadah itu ada bendera Argentina dan satunya lagi bendera Jerman. Paul membuka wadah pertama yang berbendera Jerman. Dia bergerak hati-hati dan menghabiskan waktu sekitar 45 menit sebelum akhirnya memakan makanan dalam wadah. Itu menunjukkan Jerman berjuang keras untuk menang dalam perpanjangan waktu atau bahkan adu penalti.

Pekan lalu, Paul mengabaikan kontainer berbendera Inggris dan langsung “memilih” wadah berbendera Jerman–terbukti sebagai petunjuk Jerman bakal menang meyakinkan.

“Paul butuh waktu sangat lama dalam pikirannya hari ini untuk Argentina melawan Jerman,” ujar juru bicara Sea Life, Tanja Munzig, Selasa lalu. “Bahkan, setelah membuka wadah berbendera Jerman, dia berdiam lama sebelum masuk dan memakan kerang.”

Munzig membantah anggapan bahwa wadah-wadah itu dicurangi. Jenis makanan itu identik dan wadah tersebut selaras dengan urutan FIFA. Argentina berada di sisi kiri pada Selasa (karena pertandingan Sabtu nanti Argentina vs Jerman), sedangkan Inggris berada di sisi kanan pekan lalu (Jerman vs Inggris). “Tak ada trik, makanan di wadah-wadah itu sama dan semua dalam dua kontainer itu sama persis kecuali benderanya,” dia menegaskan. Anda percaya?

Dicopas dari TEMPO Interaktif

1 Komentar

Filed under Copy Paste

VUVUZELA, Terompet Paling Terkenal di Dunia


Ini Piala Dunia pertama yang pertandingannya konstan diiringi suara lebah. Jutaan lebah. Mirip lalat juga. Bukan karena stadion letaknya dengan tempat pembuangan akhir sampah di Afrika Selatan, tapi bunyi dengung itu berasal dari vuvuzela, semacam terompet khas sana. Bahannya dari plastik. Ketika berbunyi berbarengan sestadion, suaranya luar biasa bising.

Nah, jadilah vuvuzela kontroversial. Ada yang bilang vuvuzela bisa merusak pendengaran, karena bunyi bising konstan menderu gendang telinga. Ada juga yang khawatir tak bisa mendengar pengumuman bila, amit-amit, stadion harus dievakuasi. Ruth MecNerney, dokter asal Inggris, kepada AP mengatakan vuvuzela berpotensi menyebarkan virus demam dan flu, “Mengingat banyaknya udara yang ditiupkan lewat vuvuzela,” kata dia.

Kebisingan vuvuzela juga bisa mengganggu pemain. Pelatih harus berteriak lebih keras ke anak-anak yang tengah merumput di lapangan. Tim Denmark misalnya, jadi tak bisa berkomunikasi. “Kami harus menggunakan kontak mata,” kata kiper Thomas Sorensen.

Kata Sorensen, apa pun yang ia teriakkan kepada para bek tak bisa terdengar. Bermain untuk Stoke City di Inggris, ia sudah terbiasa dengan kebisingan chant para pendukung. Tapi vuvuzela, wah beda lagi. Ah, mungkin itu sebabnya dua kali bola nyelonong ke gawangnya saat melawan Belanda.

Tapi, keinginan sejumlah pihak untuk menyingkirkan bahkan melenyapkan vuvuzela dari ritual Piala Dunia, setidaknya di Afrika Selatan, segera pupus. Dengan alasan vuvuzela adalah ikon sepakbola setempat, maka Presiden FIFA Sepp Blatter pun menegaskan menolak permintaan melarang vuvuzela.

Demikian juga dengan Panitia penyelenggara Piala Dunia 2010 yang menyatakan tidak akan melarang Vuvuzela (terompet khas Afrika Selatan) selama turnamen.

“Vuvuzela tidak akan pernah dilarang. Semua orang di dunia menyukai vuvuzela dan hanya sebagian kecil yang menentangnya. Tidak pernah ada pemikiran panitia untuk melarang vuvuzela selama turnamen,” kata juru bicara panitia penyelenggara Piala Dunia 2010, Rich Mkhondo.

Keberadaan terompet vuvuzela menjadi kontroversial sejak turnamen Piala Konfederasi tahun lalu, dimana beberapa pemain mengaku mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain karena bunyi terompet yang nyaring.

“Lihatlah vuvuzela sebagai kebudayaan Afsel dan cara mereka memeriahkan Piala Dunia 2010. Tolong hormati vuvuzela sebagaimana anda menghormati budaya kami,” kata Mkhondo yang menambahkan vuvuzela juga digunakan suporter negara lain dalam menyemangati tim kesayangannya.

Di sebuah wawancara, pemain tengah Spanyol Andres Iniesta diminta mencoba vuvuzela. Ragu-ragu, ia mencoba. Sudah siap ia mengumandangkan bunyi membahana kepada pemirsa televisi yang menanti-nanti dengan cemas (mungkin). Tapi hasilnya, bah, bunyi ‘ngok’ pun tak keluar.

Iniesta menyerah! Ia memulangkan si vuvuzela ke tangan pembawa acara, yang dengan mudah membunyikan vuvuzela. Sebagai seorang atlet dengan determinasi tinggi, Iniesta tentu mencoba untuk kedua kalinya. Pfhuuuuuttt!!! Lagi-lagi ia gagal.

Vuvuzela vs Iniesta? 2-0!

Sejak Piala Dunia dibuka tanggal 11 Juni lalu, permintaan untuk Vuvuzela meningkat tajam di seluruh Afrika Selatan. “Sepertinya publisitas negatif menguntungkan kami,” kata Brandon Bernado pemilik situs vuvuzela.co.za dan pabrik yang bisa memproduksi 10.000 vuvuzela sehari.

“Produk kami sangat laris. Setiap kali kami membuat vuvuzela lagi, keesokan paginya semua sudah terjual,” katanya.

Menurut pencipta vuvuzela Neil van Schalkwyk yang membuat terompet ini tujuh tahun lalu, industri vuvuzela saat ini bernilai sekitar 50 juta Rand atau sekitar 6,45 juta dolar AS untuk wilayah Afrika Selatan dan Eropa.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Prediksi FIFA World Cup 2010 : Dengan Argentina di Final, Brazil Juara!


PEREMPAT FINAL

Prediksi Bagian Satu

2 Juli 2010

Belanda v Brazil, 2 – 2

(Brazil menang melalui tendangan penalti)

Uruguay v Ghana, 1 – 2

Prediksi Bagian Dua

3 Juli 2010

Argentina v Jerman, 3 – 1

Paraguay v Spanyol, 1 – 2

SEMI FINAL

Prediksi Bagian Dua

6 Juli 2010

Ghana v Brazil, 0 – 1

Prediksi Bagian Satu

7 Juli 2010

Argentina v Spanyol, 3 – 1

Prediksi Perebutan TEMPAT KETIGA

Spanyol v Ghana, 1 – 2

Prediksi Pertandingan FINAL

FIFA World Cup 2010

Brazil v Argentina, 2 – 1

7 Komentar

Filed under Olahraga

Prediksi : Afrika Selatan Melanjutkan Sejarah dengan 1 Gol


TAPI SETAHUN TERAKHIR, AFSEL BERUBAH TOTAL. TAK PERNAH KALAH DI 12 PERTANDINGAN SEJAK DITANGANI KEMBALI CARLOS ALBERTO PARREIRA ADALAH SALAH SATU BUKTINYA. PADA PERTANDINGAN PERTAMA PIALA DUNIA 2010 TIM ’BAFANA BAFANA’ JUGA TIDAK AKAN KALAH, MESKIPUN HANYA DENGAN HASIL IMBANG 1 – 1 LAWAN MEKSIKO.

Di tengah euforia pembukaan Piala Dunia 2010–yang ditandai pertandingan Afrika Selatan versus Meksiko di Soccer City Stadium, Johannesburg, Jumat malam–memang ada pertanyaan yang menggelitik. Apakah Afsel bisa meneruskan tren tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama? Seberapa jauh Afsel bisa melaju? Apakah mereka bisa meneruskan tren tuan rumah setidaknya lolos sampai babak kedua? Atau justru mereka akan jadi tuan rumah pertama yang gagal?

Fakta dan sejarah mencatat; 1. Tidak pernah ada tuan rumah yang kalah di pertandingan pertama. 2. Tidak pernah ada tuan rumah yang gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Bagaimana dengan Afsel?

Sejak Uruguay 1930 sampai Jerman 2006–18 Piala Dunia–data menunjukkan tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama yang mereka lakoni; 12 kali menang dan 6 kali seri. Selama itu juga tak ada tuan rumah yang gagal di putaran pertama. Enam diantaranya bahkan menjadi juara; Uruguay (1930, 1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), dan Prancis (1998).

Dengan peringkat 83 versi FIFA, Afsel menjadi tuan rumah dengan ranking terendah sejak 1930. Apalagi di Grup A mereka harus bergabung dengan tim-tim yang berada di atas peringkat mereka. Selain Meksiko yang punya talenta pemain, di grup ini juga bercokol mantan juara dunia Uruguay, dan Prancis eks-juara lainnya yang juga runner-up empat tahun lalu.

Prestasi Afsel di Piala Dunia belum bisa dibanggakan. Bafana Bafana baru dua kali berhasil lolos ke putaran final, yaitu di Piala Dunia 1998 Perancis dan Piala Dunia 2002 di Jepang/Korea Selatan. Hasilnya, keduanya rontok di fase grup dengan rekor 2 kali kalah, 3 kali seri, dan hanya sekali menang.

Satu-satunya kemenangan didapatkan ketika gol tunggal Siyabonga Nomvethe menjebol gawang Slovenia di Daegu World Cup Stadium, Daegu, Korea Selatan. Empat tahun lalu mereka bahkan tak sanggup lolos ke Jerman.

Tapi setahun terakhir, Afsel berubah total. Tak pernah kalah di 12 pertandingan sejak ditangani kembali Carlos Alberto Parreira adalah salah satu buktinya. “Semua orang harus menghormati kami. Kami siap bertarung. Kami akan menghadapi semua pertandingan seperti partai final. Kami akan bertarung habis-habisan di semua pertandingan,” kata Parreira.

Parreira boleh menghibur diri. Satu persoalan, amunisi pemain yang dimiliki pelatih yang mengantar negaranya Brasil juara di Piala Dunia 1994, minim sekali. Dari 23 pemain, hanya 7 yang merumput di liga asing. Sisanya, 16 pemain, berlaga di kompetisi domestik. Barangkali hanya nama Steven Pienaar (Everton) dan Bernard Parker (FC Twente) yang cukup dikenal.

Persoalan lain, ya tentunya, Meksiko. Penampilan El Tri tengah menanjak. Mereka mengalahkan juara bertahan Italia 2-1, satu dari delapan kemenangan di 12 uji coba. Pelatih Javier Aguierre bahkan kebingungan memilih siapa penyerang yang akan dimainkannya lantaran banyak banyaknya striker dengan kualitas bagus.

Beberapa prediksi menyebutkan Aguierre akan memainkan pola 4-3-3. Bek Rafael Marquez (Barcelona) dan Carlos Salcido (PSV) akan mengawal lini belakang. Playmaker Andres Guardado (Deportivo la Coruna) mengatur serangan di tengah. Plus trio Giovani Dos Santos (Tottenham Hotspur), Carlos Vela (Arsenal), dan Javier ‘Chicarito’ Hernandez mengisi barisan penyerang. Nama terakhir adalah top skorer Liga Meksiko musim lalu dan musim depan akan jadi penghuni baru Manchester United.

Dengan reputasi tampil 13 kali di Piala Dunia, termasuk dua kali sebagai tuan rumah (1970 dan 1986), Tim Sombrero jelas lebih diunggulkan ketimbang tuan rumah.

Sekarang kita berandai-andai. Kalaupun Afsel mendapat poin dari Meksiko, dua mantan juara, Uruguay (16 Juni) dan Prancis (22 Juni) sudah menunggu. Catatn Uruguay; juara dunia dua kali, tampil di 10 kali Piala Dunia, juara Coppa America 14 kali, dan peringkat 16 dunia.

Prancis? Meski penampilan mereka belakangan ini mendapat sorotan tajam, juara dunia 1998 serta Euro 1984 dan 2000 ini adalah peringkat 9 dunia. Thierry Henry, Franck Ribery, Patrice Evra, Florent Malouda, Nicolas Anelka, dan Yoann Gourcuff berada di jajaran skuad Les Blues.

Rasanya, melihat data di atas tak sulit bagi kita untuk memperkirakan seberapa jauh Afsel bakal melangkah di Piala Dunia kali ini. Tapi ingat, ini adalah sepak bola, apapun bisa terjadi. Hal-hal lain–sejarah, dukungan penonton, dan jangan lupa keberuntungan–kadang mempengaruhi. Yang pasti, di antara tiupan Vuvuzela–terompet khas penonton Afsel–pesta dunia sudah dimulai.

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2010


Berikut jadwal lengkap Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, termasuk skema babak gugur sampai putaran final

Grup A:
11 Juni 2010
21:00 Afrika Selatan v Meksiko, Soccer City, Johannesburg
12 Juni 2010
01:30 Uruguay v Prancis, Cape Town Stadium, Cape Town

17 Juni 2010
01:30 Afrika Selatan v Uruguay, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
17 Juni 2010
18:30 Prancis v Meksiko, Peter Mokaba Stadium, Polokwane

22 Juni 2010
21:00 Meksiko v Uruguay, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
21:00 Prancis v Afrika Selatan, Free State Stadium, Bloemfontein

Grup B:
12 Juni 2010
18:30 Argentina v Nigeria, Ellis Park Stadium, Johannesburg
21:00 Korea Selatan v Yunani, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

17 Juni 2010
21:00 Argentina v Korea Selatan, Soccer City, Johannesburg
18 Juni 2010
01:30 Yunani v Nigeria, Free State Stadium, Bloemfontein

23 Juni 2010
01:30 Yunani v Argentina, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
01:30 Nigeria v Korea Selatan, Moses Mabhida Stadium, Durban

Grup C:
13 Juni 2010
01:30 Inggris v Amerika Serikat, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
13 Juni 2010
18:30 Aljazair v Slovenia, Peter Mokaba Stadium, Polokwane

18 Juni 2010
21:00 Inggris v Aljazair, Cape Town Stadium, Cape Town
19 Juni 2010
01:30 Slovenia v Amerika Serikat, Ellis Park Stadium, Johannesburg

23 Juni 2010
21:00 Amerika Serikat v Aljazair, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
21:00 Slovenia v Inggris, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

Grup D:
13 Juni 2010
21:00 Jerman v Australia, Moses Mabhida Stadium, Durban
14 Juni 2010
01:30 Serbia v Ghana, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

18 Juni 2010
18:30 Jerman v Serbia, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
19 Juni 2010
18:30 Ghana v Australia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

24 Juni 2010
01:30 Australia v Serbia, Mbombela Stadium, Nelspruit
01:30 Ghana v Jerman, Soccer City, Johannesburg

Grup E:
14 Juni 2010
18:30 Belanda v Denmark, Soccer City, Johannesburg
21:00 Jepang v Kamerun, Free State Stadium, Bloemfontein

19 Juni 2010
21:00 Belanda v Jepang, Moses Mabhida Stadium, Durban
20 Juni 2010
01:30 Kamerun v Denmark, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

25 Juni 2010
01:30 Denmark v Jepang, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
01:30 Kamerun v Belanda, Cape Town Stadium, Cape Town

Grup F:
15 Juni 2010
01:30 Italia v Paraguay, Cape Town Stadium, Cape Town
15 Juni 2010
18:30 Selandia Baru v Slowakia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

20 Juni 2010
18:30 Italia v Selandia Baru, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Slowakia v Paraguay, Free State Stadium, Bloemfontein

24 Juni 2010
21:00 Paraguay v Selandia Baru, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
21:00 Slowakia v Italia, Ellis Park Stadium, Johannesburg

Grup G:
15 Juni 2010
21:00 Brasil v Korea Utara, Ellis Park Stadium, Johannesburg
16 Juni 2010
01:30 Pantai Gading v Portugal, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

21 Juni 2010
01:30 Brasil v Pantai Gading, Soccer City, Johannesburg
21 Juni 2010
18:30 Portugal v Korea Utara, Cape Town Stadium, Cape Town

25 Juni 2010
21:00 Korea Utara v Pantai Gading, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Portugal v Brasil, Moses Mabhida Stadium, Durban

Grup H:

16 Juni 2010
18:30 Spanyol v Swiss, Moses Mabhida Stadium, Durban
21:00 Honduras v Cili, Mbombela Stadium, Nelspruit

21 Juni 2010
21:00 Spanyol v Honduras, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
22 Juni 2010
01:30 Cili v Swiss, Ellis Park Stadium, Johannesburg

26 Juni 2010
01:30 Swiss v Honduras, Free State Stadium, Bloemfontein
01:30 Cili v Spanyol, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

16 Besar
26 Juni 2010, 21:00
Juara Grup A v Peringkat Kedua Grup B, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 49)

27 Juni 2010, 01:30
Juara Grup C v Peringkat Kedua Grup D, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg (Partai 50)

27 Juni 2010, 21:00
Juara Grup D v Peringkat Kedua Grup C, Free State Stadium, Bloemfontein (Partai 51)

28 Juni 2010, 01:30
Juara Grup B v Peringkat Kedua Grup A, Soccer City, Johannesburg (Partai 52)

28 Juni 2010, 21:00
Juara Grup E v Peringkat Kedua Grup F, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 53)

29 Juni 2010, 01:30
Juara Grup G v Peringkat Kedua Grup H, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 54)

29 Juni 2010, 21:00
Juara Grup F v Peringkat Kedua Grup E, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria (Partai 55)

30 Juni 2010, 01:30
Juara Grup H v Peringkat Kedua Grup G, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 56)

Perempat-Final
2 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 53 v Pemenang Partai 54, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 57)

3 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 49 v Pemenang Partai 50, Soccer City, Johannesburg (Partai 58)

3 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 52 v Pemenang Partai 51, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 59)

4 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 55 v Pemenang Partai 56, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 60)

Semi-final
7 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 58 v Pemenang Partai 57, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 61)

8 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 59 v Pemenang Partai 60, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 62)

Perebutan Juara Ketiga
11 Juli 2010, 01:30
Tim Kalah Partai 61 v  Tim Kalah Partai 62, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 63)

Final
12 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 61 v Pemenang Partai 62, Soccer City, Johannesburg (Partai 64)

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga