Tag Archives: Piala Dunia

Holland Wereldkampioen 2010 (Belanda Juara Dunia 2010)


Belanda boleh dibilang telah melanggar pantangan dengan menjual bendera tanda juara jauh sebelum final melawan Spanyol digelar.

“Harapan adalah induk dari pikiran,” kata Paul de Jager, manajer umum Shipmate Flag, perusahaan yang memproduksi bendera edisi khusus 2010 yang bertuliskan kata-kata : “Holland Wereldkampioen 2010 (Belanda Juara Dunia 2010).
Hampir 1.000 lembar bendera berukuran 1 x 1,5 meter itu telah terjual sejak pemasarannya dilakukan, sehari setelah Belanda mengalahkan Uruguay 3-2 di semifinal dan memastikan tempat di final untuk kali pertama dalam 32 tahun terakhir sekaligus ketiga setelah 1974 dan 1978.

“Benar, kami memang sedikit mengambil risiko, tapi keyakinan kami (terhadap tim Belanda) sangat kuat!” kata De Jager, yang perusahaannya terletak di sebelah barat kota pelabuhan Rotterdam.

Perusahaan lainnya yang terletak di sebelah utara Belanda kini tengah memproduksi bendera juara versi mereka sendiri dan telah berhasil menjualnya hingga 9.000 lembar dari 12.000 yang diproduksi.

Tindakan itu diyakini makin memperkuat ancaman kemalangan terhadap Belanda dan memperbesar peluang Spanyol jadi pemenang.

“Semua orang merasa optimistis, semua orang percaya (Belanda akan menang). Tim ini sangat bagus, semangatnya juga bagus… itulah sebabnya kami percaya,” kata Elizabeth Visser, juru bicara produsen bendera, Dokkumer Vlaggen Centrale.

“Menyenangkan bagi para fans untuk lebih dulu memiliki bendera ini di rumah, bahkan sebelum final,” tambahnya.

“Kmai telah mengambil risiko. Kalau saja kemarin tim ini kalah dari Uruguay (di semifinal), kami pasti terpaksa mendaur ulang ribuan bendera.”

Hampir dapat dipastikan itulah yang dilakukan para fans Belanda yang marah jika tim kesayangan mereka akhirnya kalah dari Spanyol di final nanti.

Dicopas dari YahooSport

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Indonesia Menuju Piala Dunia FIFA!


Gaung Piala Dunia 2010 Afrika Selatan menjejakkan sesak bagi banyak pecinta sepak bola Indonesia. Selain karena “Tim Merah Putih” tak tampil di sana, jalan ke arah sana pun tak kunjung terang.

Namun, sama seperti bulatnya bola yang tak dibentuk oleh rusuk batasan, segelap apa pun keadaan sekarang, kesempatan dan harapan ke sana selalu ada. Bila generasi sekarang belum bisa menjanjikan apa-apa, anak-anak adalah jawabannya.

Melihat sekitar 400 anak usia 15-19 tahun yang tampil di babak kualifikasi putaran ketiga Piala Nike 2010 di Taman Menteng, Indonesia sepatutnya yakin mampu tampil di Piala Dunia, suatu saat nanti, tanpa harus menjadi tuan rumah.

Memang, dari anak-anak itu, belum ada yang menunjukkan bakat seperti Park Ji-Sung. Namun, mengingat aturan main yang unik, bakat itu bukannya tak mereka miliki, tetapi tak bisa mereka tampilkan.

Dalam kompetisi itu, tim bertanding dengan lima pemain saja di lapangan berukuran 20 x 12 meter dengan mulut gawang berukuran 1 x 0,60 meter. Waktu pertandingan ditetapkan hanya lima menit. Setiap tim yang kalah akan langsung tersingkir dan tim yang menang akan terus bertanding.

Dengan segala keterbatasan itu, wajar bila “Park-Park” Indonesia belum bisa unjuk gigi. Yang jelas, anak-anak memiliki sesuatu yang menjadikan Park mampu bersaing dengan pemain-pemain Eropa atau Amerika Latin, yaitu semangat, sikap pantang menyerah, dan sportivitas.

Anak-anak ini bukannya tidak tahu bahwa kompetisi yang mereka ikuti berhadiah tur ke markas raja Piala Dunia, Brasil, selama enam hari. Namun, itu tak membuat mereka menghalalkan segala cara untuk menang. Setiap laga usai, mereka berjabat tangan dengan lawan, meski selama laga empat terjadi benturan fisik cukup serius.

Kebesaran hati anak-anak juga tampak, ketika ada satu tim yang berisi pemain berpostur besar bertemu tim dengan pemain berukuran tubuh lebih mungil. Dalam setiap perebutan bola, tak ada keraguan bagi “si kecil” untuk tetap menempel ketat “si besar”.

Ketika pertandingan usai, mereka tetap mengembangkan senyum seakan-akan tak ada yang kalah atau menang. Bagi yang kalah, mereka tetap keluar lapangan sambil bercanda. Meski menyesali kekalahan, mereka tak saling menyalahkan.

Para pemain juga tak pernah kehilangan semangat untuk bertanding. Dengan sistem pertandingan yang memungkinkan setiap tim bermain lebih dari sekali, para peserta berusaha memaksimalkan setiap kesempatan bertemu musuh berbeda untuk mengukur kemampuan diri.

Kualifikasi di Taman Menteng ini adalah putaran ketiga dari empat putaran kualifikasi. Sebelumnya, kompetisi serupa digelar di Lapangan Pacuan Kuda, Jakarta Timur dan Museum Fatahillah, Jakarta Pusat. Tim yang gagal bisa kembali mengikuti kualifikasi sampai putaran terakhir digelar di Lapangan Blok S.

Sistem seperti itu juga telah memperlihatkan betapa anak-anak Indonesia punya semangat untuk memperbaiki diri. Imam, misalnya, kapten tim Blacksweet 1 Tangerang sudah mengikuti kompetisi ini sejak di Lapangan Fatahillah. Karena belum berhasil, ia mencoba lagi di Taman Menteng.

Ternyata, usahanya belum menghasilkan tiket grand final. Ia pun mengaku ingin kembali tampil di Lapangan Blok S, hari Minggu besok.

“Enggak apa-apa. Saya cuma senang bermain bola. Kebetulan kompetisi ini gratis, jadi saya mau coba terus sampai benar-benar mentok,” ujar Imam.

“Kalau bisa sampai Monas dan menang, ya alhamdullilah, kalau enggak ya enggak apa-apa. Bisa dapat banyak teman baru saja sudah senang,” tambahnya.

Imam hanyalah satu dari 400 anak-anak yang mengikuti kompetisi seperti itu. Mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 230 juta, bisa dibayangkan, ada berapa juta anak bersemangat seperti Imam.

Dengan jumlah sebesar itu, pasti ada anak-anak bersemangat dan bertalenta serupa Cesc Fabregas, Fernando Torres, Carlos Tevez, Cristiano Ronaldo, Luis Fabiano, Wesley Sneijder, Park Ji-Sung, atau banyak pemain top dunia lainnya.

Dan dengan begitu pula, harapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia, selain dengan cara menjadi tuan rumah, akan selalu menyala.

Bila lahan sepak bola negeri sekarang ini tandus, maka percayalah itu akan menjadi subur suatu hari nanti. Bila saat ini sepak bola Indonesia seperti lahan tak bertuan, maka percayalah akan ada manusia bijaksana yang akan menggarapnya dengan ketulusan, kesetiaan, dan kebanggaan.

Sampai saat itu tiba, Tanah Air ini akan tetap setia melahirkan benih-benih unggul sehingga meski akan ada banyak benih bagus tergerus, setidaknya, Indonesia tak akan pernah kehilangan kesempatan panen pada musim pertama.

Yang jelas, entah generasi yang mana, akan ada anak-anak Indonesia yang siap dan sanggup menancapkan Merah Putih dan membuat Indonesia Raya berkumandang di lapangan hijau mana saja di dunia ini.

Kunjungan ke Brasil bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak Indonesia sebelum mulai menuliskan masa depan sepak bola negeri ini.

Dicopas dari KOMPAS.com

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Brazil Kalahkan Belanda Lewat Penalti


Belanda adalah salah satu yang memainkan sepakbola dengan baik, tapi belum pernah menjadi juara dunia. Jika ingin memenangkannya kali pertama di Afrika Selatan, mereka harus lebih dulu mengalahkan Brasil — juara lima kali.

Sebelum menghadapi Brasil di Port Elizabeth, Belanda harus lebih dulu menyelesaikan konflik internalnya. Brasil mulai terobsesi menjadi negara pertama yang meraih trofi Piala Dunia di empat benua.

Brasil tiga kali memenangkan Piala Dunia di benua Amerika; Cili 1962, Meksiko 1970, dan AS 1994. Sekali di Eropa; Swedia 1958, dan Asia; Korea/Jepang 2002.

Sebelum fokus mengejar obsesi itu, Brasil ingin lebih dulu mengejar semifinal ke-11 di Piala Dunia. Sedangkan Belanda ingin meraih semifinal kali kedua sejak 1998.

Brasil meneghentikan langkah Belanda di perempat final Piala Dunia 1994, dengan mengalahkannya 3-2. Empat tahun kemudian Brasil mengubur mimpi Belanda mencapai final kali ketiga lewat adu penalti.

Bagi pemain Brasil, pertemuan dengan Belanda seharusnya terjadi di final, bukan saat ini. Robinho menyebut ini pertemuan klasik sepakbola.

Carlos Dunga, pelatih Brasil, tidak ingin melihat hasil laga timnya atas Belanda di masa lalu. Rekor Belanda saat ini jauh lebih baik, dengan tak terkalahkan di 23 laga terakhir.

“Kami tahu Belanda adalah tim tersulit yang akan kami hadapi,” kata Dunga.

“Gaya bermain mereka relatif sama dengan sepakbola Amerika Latin. Mereka tidak bermain bertahan, dan mengandalkan bola-bola panjang,” lanjutnya.

Belanda, masih menurut Dunga, memiliki kualitas teknis. Brasil siap menghadapinya.

Belanda mencapai perempat final dengan mengalahkan Slovakia 2-1, dalam laga tak menyakinkan. Arjen Robben mencetak gol pembuka, dan menjadi indikasi winger Bayern Munich telah benar-benar siap berlaga di level tertinggi.

Johan Cruyff, legenda sepakbola Belanda, mengkritik gaya bemain Oranje. Menurutnya, Belanda kehilangan total football dan sepakbola indah.

Gelandang Mark van Bommel mengatakan; “Kami ingin memainkan sepakbola indah, tapi tidak selalu bisa. Yang penting saat ini adalah kami bisa mencapai perempat final. Kami tahu apa yang sedang kami lakukan.”

Pelatih Bert van Marwijk dibuat sibuk dengan pertikaian Wesley Sneijder dan Robin van Persie. Striker Arsenal itu mengatakan bukan dirinya yang harus diganti saat melawan Slovakia, tapi Sneijder.

Van Marwijk ingin menyelesaikan masalah ini sebelum laga melawan Brasil. Masalah lainnya adalah menambal lini belakang yang rapuh, dan membuat Maarten Stekelenburg jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain Slovakia.

Di kubu Brasil, Dunga kemungkinan tidak bisa memainkan tiga gelandangnya; Elano, Ramires, dan Felipe Melo, yang mengalami cedera dan terkena larangan berlaga.

Brasil
07-06-2010 Tanzania 1 – 5 Brasil
16-06-2010 Brasil 2 – 1 Korut
21-06-2010 Brasil 3 – 1 Pantai Gading
25-06-2010 Portugal 0 – 0 Brasil
29-06-2010 Brasil 3 – 0 Cili

Belanda
05-06-2010 Belanda 6 – 1 Hongaria
14-06-2010 Belanda 2 – 0 Denmark
19-06-2010 Belanda 1 – 0 Jepang
25-06-2010 Kamerun 1 – 2 Belanda
28-06-2010 Belanda 2 – 1 Slowakia

Situasi Belanda

Belanda tak punya masalah cedera. Arjen Robben kemungkinan akan menjadi starter, dan pelatih Bert van Marwijk tidak akan mengubah line up. Van Marwijk dipastikan masih akan bermain dengan formasi 4-3-2-1, dengan Mark van Bommel dan Nigel De Jong menjadi dua central defender.

Arjen Robben dan Dirk Kuyt akan bermain melebar di kedua sisi pertahanan Brasil. Wesley Sneijder di belakang striker tunggal Robin van Persie.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Stekelenburg, Van der Wiel, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst; Van Bommel, De Jong; Robben, Sneijder, Kuyt; Van Persie

Situasi Brasil

Carlos Dunga punya masalah dengan cedera pemain. Ramires terkena dua akumulai kartu. Elano belum berlatih. Felipe Melo telah berlatih normal, tapi diragukan bisa menjadi starter. Daniel Alves akan menggantikan Elano. Salah satu dari Josue atau Kleberson akan menggantikan Ramires.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Bastos; Gilberto Silva, Josue; Alves, Kaka, Robinho; Luis Fabiano

Pemain Layak Diamati

Arjen Robben: Winger Belanda ini tidak terlalu banyak memainkan perannya di penyisihan grup. Dia masih cedera ketika diturunkan saat laga melawan Slovakia, tapi bisa mencetak gol. Robben ditempatkan di ranking lima dalam Castrol Ranking. Ia akan menjadi senjata utama Belanda menghadapi Brasil.

Robinho: Mantan pemain Real Madrid yang sejauh ini tampil mengesankan di Piala Dunia 2010. Ia masih bisa tampil jauh lebih baik lagi, dan banyak yang memperkirakan saat inilah Robinho memperlihatkan kepiawaiannya sebagai destroyer lini belakang lawan.

Prediksi : Belanda 2-2 Brasil

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Prediksi Seekor Gurita, Jerman Akan Mengalahkan Argentina


Seekor gurita (octopus), yang mungkin punya kekuatan batin, jago memilih pemenang dalam laga Piala Dunia 2010. Gurita berusia 2 tahun yang dinamai Paul itu lahir di Inggris dan kini hidup di sebuah akuarium di Jerman. Ia sudah 100 persen tepat meramalkan beberapa pertandingan.

Gurita berkaki delapan penghuni Sea Life di barat Kota Oberhausen, Jerman, itu kini menjadi oracle pesohor untuk empat babak sejauh ini, termasuk prediksi jitunya pada babak eliminasi Ahad lalu saat Jerman mengalahkan Inggris.

Selasa lalu, Paul diberi pilihan makanan dua kontainer plastik berbeda–salah satu wadah itu ada bendera Argentina dan satunya lagi bendera Jerman. Paul membuka wadah pertama yang berbendera Jerman. Dia bergerak hati-hati dan menghabiskan waktu sekitar 45 menit sebelum akhirnya memakan makanan dalam wadah. Itu menunjukkan Jerman berjuang keras untuk menang dalam perpanjangan waktu atau bahkan adu penalti.

Pekan lalu, Paul mengabaikan kontainer berbendera Inggris dan langsung “memilih” wadah berbendera Jerman–terbukti sebagai petunjuk Jerman bakal menang meyakinkan.

“Paul butuh waktu sangat lama dalam pikirannya hari ini untuk Argentina melawan Jerman,” ujar juru bicara Sea Life, Tanja Munzig, Selasa lalu. “Bahkan, setelah membuka wadah berbendera Jerman, dia berdiam lama sebelum masuk dan memakan kerang.”

Munzig membantah anggapan bahwa wadah-wadah itu dicurangi. Jenis makanan itu identik dan wadah tersebut selaras dengan urutan FIFA. Argentina berada di sisi kiri pada Selasa (karena pertandingan Sabtu nanti Argentina vs Jerman), sedangkan Inggris berada di sisi kanan pekan lalu (Jerman vs Inggris). “Tak ada trik, makanan di wadah-wadah itu sama dan semua dalam dua kontainer itu sama persis kecuali benderanya,” dia menegaskan. Anda percaya?

Dicopas dari TEMPO Interaktif

1 Komentar

Filed under Copy Paste