Tag Archives: Spanyol

Warga Amerika Menemukan Eropa 500 Tahun Sebelum Columbus


Christopher Columbus, penjelajah warga Italia penemu benua Amerika bukanlah orang pertama yang menemukan dunia baru. Sebab ada seorang warga Amerika yang sudah menjelajah ke Eropa lima abad sebelum Columbus itu.

Kesimpulan itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan dari Universitas Spanyol. Hasil temuan itu dilansir sejumlah media massa di Eropa dan Amerika.

Para ahli itu menegaskan bahwa penjelajahan dunia pertama yang diklaim oleh Columbus dari Eropa ke arah Timur, dan berhasil menemukan benua Amerika. Tapi itu bukan temuan pertama sebab penjelajahan lain dari arah sebaliknya — dari Amerika ke Eropa -jauh sebelum Columbus menemukan Amerika.

Para peneliti itu menelusuri jejak genetik asli sebuah keluarga di Islandia. Peneliti percaya bahwa warga Amerika pertama tiba di Eropa sekitar abad ke sepuluh. Sekitar lima ratus tahun sebelum Columbus melakukan penjelajahan dan menemukan benua Amerika pada 1492. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Sains

Piala Dunia FIFA 2010 : Spanyol Juara!


Andres Iniesta mengantar Spanyol menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka dengan menciptakan satu-satunya gol empat menit sebelum babak perpanjangan waktu berakhir pada pertandingan final melawan Belanda di Soccer City, Johannesburg, Minggu.

Pemain Barcelona tersebut menemukan ruang di kotak penalti Belanda dan melepaskan tembakan yang tidak dapat dihentikan penjaga gawang Maarten Stekelenburg.

Dalam pertandingan selama dua jam, juara Eropa itu memiliki peluang lebih baik sementara Belanda harus kehilangan pemain Belakang John Heitinga yang diganjar kartu merah dan juga tujuh pemain lainnya mendapat kartu kuning.

“Luar biasa,” kata Iniesta. “Alangkah gembiranya, terutama saat anda melihat bagaimana kami memenanginya.”

“Tidak ada kata yang bisa menggambarkan apa yang saya rasakan setelah gol saya. Saya memikirkan keluarga saya dan semua orang yang saya cintai. Tapi kemenangan ini adalah buah dari kerja keras,” katanya.

Pada pertandingan tersebut, Spanyol kembali mencadangkan Fernando Torres hingga babak kedua perpanjangan waktu saat Spanyol memilih untuk mempertahankan David Villa sendirian di depan.

Tapi bagaimanapun penampilan Torres pada pertandingan tersebut berakhir dengan catatan yang jauh lebih bahagia dengan umpan silang dia menyebabkan kekacauan pertahanan Belanda, yang membuat Iniesta bisa memanfaatkan peluangnya.

Villa sudah menyumbang lima dari tujuh gol Spanyol dalam langkah ke final, tapi justru Sergio Ramos yang terlihat seperti akan membuat Spanyol unggul.

Sundulan pemain belakang itu dari tendangan bebas Xavi pada menit kelima memaksa penyelamatan gemilang dari penjaga gawang Stekelenburg dan arahan bola menyilang ke depan mulut gawang harus dipantulkan oleh Heitinga.

Di pihak lain, Dirk Kuyt melepaskan tembakan dari jarak 25 yard namun dapat diselamatkan Iker Casillas. Namun dengan Villa sesaat kemudian melepaskan tembakan voli, Spanyol terlihat lebih baik untuk merancang keunggulan.

Namun irama permainan mereka menjadi kacau saat pertandingan berubah menjadi kasar setelah seperempat jam. Wasit asal Inggris Howard Webb mengeluarkan kartu kuning pada Robin van Persie, Carles Puyol, Mark van Bommel, dan Ramos secara hampir beruntun dan kartu kuning kelima yang seharusnya bisa langsung kartu merah dikeluarkan pada Nigel de Jong yang melakukan pelanggaran pada dada Xabi Alonso.

Arjen Robben memaksa Casillas melakukan penyelamatan signifikans pertamanya.

Spanyol kembali meneruskan tekanan setelah turun minum dan bek kiri Joan Capdevila membuang peluang bagus untuk membuat timnya unggul saat dia gagal meneruskan jentikan Puyol dari sepak pojok Xavi.

Xavi mendapat peluang dari tendangan bebas namun Belanda yang menikmati peluang pada babak kedua saat umpan Wesley Sneijder membelah pertahanan tengah Spanyol dan mengantar Robben berhadapan langsung dengan Casillas.

Penjaga gawang Spanyol itu memilih untuk menjangkau bola namun ke arah yang salah tapi tembakan Robben masih bisa diselamatkan oleh kakinya.

Cesc Fabregas, yang masuk pada babak perpanjangan waktu, mendapat umpan dari Iniesta tapi tembakannya mengenai kaki Stekelenburg. Navas juga nyaris menciptakan gol namun tembakannya melesat di sisi gawang setelah dipantulkan van Bronckhorst.

Kartu merah yang terlihat tidak dapat dihindarkan pada pertandingan itu akhirnya dikeluarkan pada awal babak kedua perpanjangan waktu, saat Heitinga diganjar kartu kuning kedua, karena menarik Iniesta saat dia mengejar umpan Xavi yang akan membuat dia bebas di kotak penalti.

Spanyol tidak dapat memanfaatkan tendangan bebas, tapi akhirnya Iniesta memastikan apa yang selayaknya mereka dapatkan.

Dicopas dari ANTARA/AFP

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Johan Cruyff dan Paul Octopus Sependapat, Belanda Kalah!


Salah satu legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff yang kini menetap di Spanyol dan secara terbuka mengatakan berpihak pada gaya sepakbola Spanyol dibanding Belanda saat ini mengatakan, dirinya akan sangat menikmati kemenangan Spanyol, bila tim itu berhasil menaklukkan Belanda sambil memuji Spanyol sebagai tim yang paling “komplet” di Piala Dunia kali ini.

Cruyff yang sudah terang-terangan mengkritik gaya Belanda racikan Bert van Marwijk mengatakan “Kalau anda memainkan sepakbola menyerang, seperti yang dilakukan Spanyol, anda punya kesempatan lebih besar untuk menang. Dan bila anda memilih bermain dengan serangan balik melawan tim yang berambisi untuk menguasai bola anda pantas untuk menderita.”

“Penasihat lepas” Barcelona itu tidak lupa menyertakan tim Catalan itu ke dalam spekulasinya soal Belanda versus Spanyol dengan mengatakan “Saat anda menonton Spanyol anda menonton Barcelona, anda menonton Xavi (Hernandez), (Andres) Iniesta, (Sergio) Busquets, dan Pedro (Rodriguez) di lapangan tengah, pemain-pemain yang selalu mengejar bola dan akan menekan jauh ke depan untuk merebut kembali penguasaan saat mereka kehilangan bola.”

Jauh sebelum final, yaitu sesaat setelah Spanyol mengungguli Jerman Xavi Hernandez langsung melontarkan teror komentar ke arah Belanda yang berbunyi “Mari nikmati (pertandingan) final nanti. Bila kita bermain pada hari minggu seperti kita bermain pada hari ini, kita akan memiliki peluang besar. Kita harus membuat karakter dan gaya sepakbola kita berkuasa atas mereka.”

Dicopas dari TempoInteraktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Setelah Benar 100%, Gurita Jerman Kembali Memprediksi


Seperti diposting di blog ini, seekor gurita di Jerman yang diberi nama Paul menjadi pusat perhatian setelah sukses memprediksi dengan akurat hasil-hasil pertandingan tim nasional Jerman di Piala Dunia 2010.

Dua kotak plastik berisi makanan dimasukkan ke dalam tangki akuarium Paul di Sea Life — sebuah tempat rekreasi mirip Sea World — di kota Oberhausen, sebelah barat Jerman. Salah satu kotak dihiasi dengan bendera Jerman dan kotak lainnya dengan bendera negara lawan. Kotak yang dibuka pertama oleh Paul dinyatakan sebagai prediksinya tentang pemenang pertandingan tersebut.

Sejauh ini, prediksi Paul di Piala Dunia 2010 masih memiliki tingkat keakuratan 100 persen karena dia telah memperkirakan kemenangan Jerman atas Australia dan Ghana di fase grup. Bahkan dia juga sudah memprediksi Jerman akan kalah dari Serbia.

Selanjutnya, sebelum pertandingan 16 besar melawan Inggris, Paul yang ironisnya lahir di Inggris, hanya membutuhkan waktu delapan detik untuk menentukan Jerman yang akan keluar sebagai pemenang.

Tapi terakhir, peramal berkaki delapan ini membutuhkan satu jam untuk memprediksikan hasil pertandingan perempat-final Jerman vs Argentina, yang menurutnya akan dimenangkan Der Panzer.

Dengan lamanya waktu yang dibutuhkan Paul untuk prediksi kali ini, mungkin saja pertandingan tersebut akan diakhiri dengan perpanjangan waktu, atau bahkan adu penalti. Bagaimanapun, pelatih Argentina Diego Maradona tidak akan melemparkan handuk sebelum pertandingan, karena prediksi Paul terbukti pernah salah sebelumnya. Saat perhelatan Euro 2008, tingkat keakuratan gurita jantan ini ‘hanya’ 80 persen.

Spanyol Kalahkan Jerman

Nah, kini Paul kembali membuat prediksi saat Jerman — tim negaranya — bertemu Spanyol di semifinal, Kamis dini hari. Hasilnya, ia memprediksikan Jerman kalah di tangan Spanyol!

Jangan terlalu serius… Paul bisa saja salah. Ketika memprediksikan partai final Euro 2008, juga antara Jerman dan Spanyol, Paul memilih Jerman. Ternyata Spanyol yang menang 1-0.

Penghuni Sea Life Aquarium di Oberhausen, Jerman itu, memang tengah ngetop. Ia beberapa kali selalu berhasil menebak hasil pertandingan yang dilakoni Jerman, termasuk saat kalah dari Serbia. Selasa kemarin, dua kotak yang ditempeli bendera Jerman dan Spanyol, dimasukkan dalam kotak Paul. Si gurita memilih nangkring di kotak yang berbendera Spanyol.

“Paul memilih Spanyol sebagai pemenang,” kata juru bicara Sea Life Aquarium, Daniel Fey, pada AP. “Tapi Paul pernah sekali salah juga ketika pertandingan Jerman dan Spanyol. Saya harap dia salah kali ini.”

Percaya? Tunggu malam ini aja deh….

Dicopas dari Yahoo!OLAHRAGA

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste