Tag Archives: Belanda

Johan Cruyff dan Paul Octopus Sependapat, Belanda Kalah!


Salah satu legenda sepakbola Belanda Johan Cruyff yang kini menetap di Spanyol dan secara terbuka mengatakan berpihak pada gaya sepakbola Spanyol dibanding Belanda saat ini mengatakan, dirinya akan sangat menikmati kemenangan Spanyol, bila tim itu berhasil menaklukkan Belanda sambil memuji Spanyol sebagai tim yang paling “komplet” di Piala Dunia kali ini.

Cruyff yang sudah terang-terangan mengkritik gaya Belanda racikan Bert van Marwijk mengatakan “Kalau anda memainkan sepakbola menyerang, seperti yang dilakukan Spanyol, anda punya kesempatan lebih besar untuk menang. Dan bila anda memilih bermain dengan serangan balik melawan tim yang berambisi untuk menguasai bola anda pantas untuk menderita.”

“Penasihat lepas” Barcelona itu tidak lupa menyertakan tim Catalan itu ke dalam spekulasinya soal Belanda versus Spanyol dengan mengatakan “Saat anda menonton Spanyol anda menonton Barcelona, anda menonton Xavi (Hernandez), (Andres) Iniesta, (Sergio) Busquets, dan Pedro (Rodriguez) di lapangan tengah, pemain-pemain yang selalu mengejar bola dan akan menekan jauh ke depan untuk merebut kembali penguasaan saat mereka kehilangan bola.”

Jauh sebelum final, yaitu sesaat setelah Spanyol mengungguli Jerman Xavi Hernandez langsung melontarkan teror komentar ke arah Belanda yang berbunyi “Mari nikmati (pertandingan) final nanti. Bila kita bermain pada hari minggu seperti kita bermain pada hari ini, kita akan memiliki peluang besar. Kita harus membuat karakter dan gaya sepakbola kita berkuasa atas mereka.”

Dicopas dari TempoInteraktif

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Brazil Kalahkan Belanda Lewat Penalti


Belanda adalah salah satu yang memainkan sepakbola dengan baik, tapi belum pernah menjadi juara dunia. Jika ingin memenangkannya kali pertama di Afrika Selatan, mereka harus lebih dulu mengalahkan Brasil — juara lima kali.

Sebelum menghadapi Brasil di Port Elizabeth, Belanda harus lebih dulu menyelesaikan konflik internalnya. Brasil mulai terobsesi menjadi negara pertama yang meraih trofi Piala Dunia di empat benua.

Brasil tiga kali memenangkan Piala Dunia di benua Amerika; Cili 1962, Meksiko 1970, dan AS 1994. Sekali di Eropa; Swedia 1958, dan Asia; Korea/Jepang 2002.

Sebelum fokus mengejar obsesi itu, Brasil ingin lebih dulu mengejar semifinal ke-11 di Piala Dunia. Sedangkan Belanda ingin meraih semifinal kali kedua sejak 1998.

Brasil meneghentikan langkah Belanda di perempat final Piala Dunia 1994, dengan mengalahkannya 3-2. Empat tahun kemudian Brasil mengubur mimpi Belanda mencapai final kali ketiga lewat adu penalti.

Bagi pemain Brasil, pertemuan dengan Belanda seharusnya terjadi di final, bukan saat ini. Robinho menyebut ini pertemuan klasik sepakbola.

Carlos Dunga, pelatih Brasil, tidak ingin melihat hasil laga timnya atas Belanda di masa lalu. Rekor Belanda saat ini jauh lebih baik, dengan tak terkalahkan di 23 laga terakhir.

“Kami tahu Belanda adalah tim tersulit yang akan kami hadapi,” kata Dunga.

“Gaya bermain mereka relatif sama dengan sepakbola Amerika Latin. Mereka tidak bermain bertahan, dan mengandalkan bola-bola panjang,” lanjutnya.

Belanda, masih menurut Dunga, memiliki kualitas teknis. Brasil siap menghadapinya.

Belanda mencapai perempat final dengan mengalahkan Slovakia 2-1, dalam laga tak menyakinkan. Arjen Robben mencetak gol pembuka, dan menjadi indikasi winger Bayern Munich telah benar-benar siap berlaga di level tertinggi.

Johan Cruyff, legenda sepakbola Belanda, mengkritik gaya bemain Oranje. Menurutnya, Belanda kehilangan total football dan sepakbola indah.

Gelandang Mark van Bommel mengatakan; “Kami ingin memainkan sepakbola indah, tapi tidak selalu bisa. Yang penting saat ini adalah kami bisa mencapai perempat final. Kami tahu apa yang sedang kami lakukan.”

Pelatih Bert van Marwijk dibuat sibuk dengan pertikaian Wesley Sneijder dan Robin van Persie. Striker Arsenal itu mengatakan bukan dirinya yang harus diganti saat melawan Slovakia, tapi Sneijder.

Van Marwijk ingin menyelesaikan masalah ini sebelum laga melawan Brasil. Masalah lainnya adalah menambal lini belakang yang rapuh, dan membuat Maarten Stekelenburg jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain Slovakia.

Di kubu Brasil, Dunga kemungkinan tidak bisa memainkan tiga gelandangnya; Elano, Ramires, dan Felipe Melo, yang mengalami cedera dan terkena larangan berlaga.

Brasil
07-06-2010 Tanzania 1 – 5 Brasil
16-06-2010 Brasil 2 – 1 Korut
21-06-2010 Brasil 3 – 1 Pantai Gading
25-06-2010 Portugal 0 – 0 Brasil
29-06-2010 Brasil 3 – 0 Cili

Belanda
05-06-2010 Belanda 6 – 1 Hongaria
14-06-2010 Belanda 2 – 0 Denmark
19-06-2010 Belanda 1 – 0 Jepang
25-06-2010 Kamerun 1 – 2 Belanda
28-06-2010 Belanda 2 – 1 Slowakia

Situasi Belanda

Belanda tak punya masalah cedera. Arjen Robben kemungkinan akan menjadi starter, dan pelatih Bert van Marwijk tidak akan mengubah line up. Van Marwijk dipastikan masih akan bermain dengan formasi 4-3-2-1, dengan Mark van Bommel dan Nigel De Jong menjadi dua central defender.

Arjen Robben dan Dirk Kuyt akan bermain melebar di kedua sisi pertahanan Brasil. Wesley Sneijder di belakang striker tunggal Robin van Persie.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Stekelenburg, Van der Wiel, Heitinga, Mathijsen, Van Bronckhorst; Van Bommel, De Jong; Robben, Sneijder, Kuyt; Van Persie

Situasi Brasil

Carlos Dunga punya masalah dengan cedera pemain. Ramires terkena dua akumulai kartu. Elano belum berlatih. Felipe Melo telah berlatih normal, tapi diragukan bisa menjadi starter. Daniel Alves akan menggantikan Elano. Salah satu dari Josue atau Kleberson akan menggantikan Ramires.

Prakiraan Susunan Pemain (4-2-3-1): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Bastos; Gilberto Silva, Josue; Alves, Kaka, Robinho; Luis Fabiano

Pemain Layak Diamati

Arjen Robben: Winger Belanda ini tidak terlalu banyak memainkan perannya di penyisihan grup. Dia masih cedera ketika diturunkan saat laga melawan Slovakia, tapi bisa mencetak gol. Robben ditempatkan di ranking lima dalam Castrol Ranking. Ia akan menjadi senjata utama Belanda menghadapi Brasil.

Robinho: Mantan pemain Real Madrid yang sejauh ini tampil mengesankan di Piala Dunia 2010. Ia masih bisa tampil jauh lebih baik lagi, dan banyak yang memperkirakan saat inilah Robinho memperlihatkan kepiawaiannya sebagai destroyer lini belakang lawan.

Prediksi : Belanda 2-2 Brasil

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Kelok Sembilan : Mega Proyek yang (Mungkin) Akan Menjadi Objek Wisata Baru, Berapa Biayanya?


Mandaki jalan ka Payokumbuah

Baranti tantang kelok sambilan

Ondeh, baranti tantang kelok sambilan

Dimalah hati indah karusuah

Sadang basayang adiak bajalan

Ondeh, sadang basayang adiak bajalan….

Itulah lirik lagu dari tape bus umum yang kami (aku dan putra sulungku) tumpangi dalam perjalanan dari Bukittinggi ke Riau pada tanggal 13 Mei yang lalu. Kami berangkat dari Bukittinggi selepas maghrib, karena sebelumnya baru sekitar jam 15.00 WIB sore dari Lubuk Sikaping, Pasaman.

Perjalanan yang diguyur hujan pada malam hari itu seolah tak memberikan kesan apa-apa, karena memang tak ada yang bisa dilihat dalam kegelapan, kecuali sibuknya keadaan lalu lintas di bawah penerangan cahaya lampu mobil yang melewati jalan. Keadaan yang telah memaksa kami untuk tertidur.

Sekitar pukul 22.00 WIB malam itu, aku tersentak dari tidur sesaat. Mobil telah berhenti, para penumpang sudah pada terbangun, ternyata kami telah sampai di ruas dengan medan terberat sekaligus paling menarik antara Padang – Pekanbaru, yakni Kelok Sembilan. Dengan sebuah rutinitas yang tak dapat dielakkan, macet!

Kelok Sembilan adalah ruas jalan sempit (bottleneck) menuju Riau di dekat Lubuk Bangku, Kabupaten 50 Kota Sumatera Barat. Selain sempit, juga berliku-liku tajam.

Bangsa kolonial Belanda pasti tidak akan menduga bahwa hasil karyanya berupa “Kelok Sembilan” yang berada di ruas jalan yang menghubungkan Riau – Sumatera Barat  itu keberadaannya masih sangat berarti hingga sekarang. Setiap kendaraan yang menempuh rute Pekanbaru – Padang, pasti akan melewati Kelok Sembilan. Jalur ini merupakan yang paling dekat untuk menghubungkan kedua kota yang berjarak lebih kurang 350 km ini. Sedangkan Kelok Sembilan sendiri berada pada jarak 180 km dari arah Pekanbaru, yang letaknya di celah-celah pebukitan.

Bagi masyarakat Riau dan Sumatera Barat, nama ruas jalan Kelok Sembilan itu tidak asing lagi. Ruas jalan itu dinamakan Kelok Sembilan, karena memiliki belokan (bahasa Minang : kelok = belok) ke kiri dan ke kanan sebanyak sembilan belokan. Kalau dilihat dari atas, belokannya merupakan zig zag.

Ruas jalan itu sendiri dari dulu hingga sekarang cukup ditakuti para sopir yang menggunakan jalur tersebut, karena dinilai sangat berbahaya. Dengan lebar jalan lebih kurang enam meter dan punya kemiringan yang cukup tajam, jelas jalan ini bisa menimbulkan bahaya bagi kendaraan yang melewatinya. Jika sopir tidak ekstra hati-hati, kendaraan bisa masuk jurang dan terjatuh ke belokan berikutnya yang kedalamannya mencapai 40 meter, yang akan langsung hancur, karena terjun bebas dan terhempas di atas jalan beraspal.

Makanya setiap kendaraan tidak bisa melaju begitu saja di ruas jalan ini, tapi harus pelan-pelan dan sangat waspada, terutama setiap berada di belokan yang menanjak tajam. Begitu pula saat berpapasan dengan kendaraan lain, kendaraan yang datang dari atas harus berhenti untuk memberikan kesempatan kendaraan yang menanjak melewatinya.

Berhawa Sejuk

Namun dibalik kerawanan itu, Kelok Sembilan menyimpan pesona tersendiri. Letaknya yang di celah-celah bukit dengan hutan belantara membuat suasana di sekitarnya menjadi sangat asri dan terasa sejuk.

Soalnya sinar matahari hanya bisa menembus tempat tersebut mulai dari sekitar pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB. Sebelum itu, tempat tersebut selalu sejuk. Apalagi jika malam hari di musim hujan sebagaimana yang kami rasakan. Letaknya yang berada pada ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut membuat udaranya terasa dingin. Jika pada malam hari suhu udara disini bisa mencapai 17 derajat celcius. Sebuah suhu yang tergolong sangat dingin bagi bangsa yang tinggal di daerah tropis.

Jika di siang hari, liuk-liuk yang dimiliki Kelok Sembilan membuat tempat ini sangat menarik untuk dinikmati. Menikmati pemandangan di sekitar Kelok Sembilan ini bisa dilakukan dari ruas jalan paling atas. Di belokan paling atas ini terdapat pinggang jalan yang luas cukup. Disitu kita bisa berdiri untuk melihat bentuk Kelok Sembilan secara utuh.

Dari atas itu, bisa dilihat jelas puluhan kendaraan berjalan meliuk-liuk hilir mudik di ruas jalan mengikuti kelokan dari jalan tersebut. Dari situ juga bisa menikmati hutan yang belum terjamah yang tumbuh di lereng-lereng bukit yang mengapit Kelok Sembilan. Disamping itu juga bisa dilihat ujung belokan yang terletak sekitar 100 meter di bawah.

Setidaknya sejak tiga abad silam, perdagangan dari pedalaman Minangkabau ke Sumatera Timur telah melalui jalur ini. Kelok Sembilan ini dibangun oleh Belanda tahun 1932, bayangkan saja, pada tahun 1932, Belanda telah mampu menaklukkan garangnya alam Sumatera Barat untuk sarana jalan. Padahal pada zaman itu belum ada eskapator atau peralatan berat lainnya untuk mengerjakannya. Semuanya masih mempergunakan peralatan sederhana dengan teknologi pas-pasan. Tentu saja pembukaan Kelok Sembilan merupakan sebuah pembangunan jalan yang banyak memakan korban. Kelok sembilan sama beratnya dengan Kelok 44 di Maninjau, kelok di pendakian Sitinjau Laut antara Padang dengan Solok serta pendakian di Silaiang Kariang, Padangpanjang. Sumatera Barat memang kaya dengan jalan berkelok-kelok.

Jalan Layang

Saat ini rute Pekanbaru-Padang yang melewati ruas jalan Kelok Sembilan itu menjadi satu-satunya pilihan bagi setiap kendaraan yang menempuh rute tersebut. Makanya tidak heran setiap harinya tidak kurang 6.800 unit kendaraan melewatinya. Bahkan pada hari libur jumlahnya bisa menjadi dua kali lipat atau sekitar 11.350 per hari.

Masih sempitnya ruas jalan itu, tidak heran pada saat-saat tertentu terjadi kemacetan. Seperti yang kualami pada malam hari Kamis, tanggal 13 Mei itu. Tak jarang setiap musim mudik lebaran pasti akan terjadi kemacetan lalu lintas di sekitar ruas jalan Kelok Sembilan. Setiap terjadi kemacetan, kendaraan bisa tertahan berjam-jam lamanya.

Karena posisi Kelok Sembilan yang berfungsi sebagai faktor penentu mulusnya hubungan lalulintas darat Padang-Pekanbaru, maka Pemerintah Sumatera Barat memandang perlu untuk membuat sebuah jembatan layang di situ, yang dimaksudkan untuk mengatasi masalah kemacetan. Sehingga sejak beberapa tahun yang lalu, telah dilakukan studi kelayakan pembangunan jalan layang Kelok Sembilan, dengan perkiraan dana sekitar  Rp 2,2 miliar

Pembangunan jalan nasional kelok sembilan yang menghubungkan antara Padang – Pekanbaru ini dalam pengerjaannya baru rampung sekitar 60 persen dan masih membutuhkan dana sekitar Rp126,244 miliar lagi. Total dana yang dibutuhkan untuk proyek itu saat ini adalah Rp256 miliar, setelah terjadi kenaikan harga bahan-bahan bangunan akhir-akhir ini.

Jalan Layang Kelok Sembilan dalam pembangunannya terdiri dari enam jembatan dengan panjang jembatan secara keseluruhan 711 meter. Sedangkan jalan penghubung panjangnya mencapai 1.350 meter, jembatan layang yang dirancang itu keloknya juga sembilan. Mega proyek yang dalam rencananya diharapkan dapat diselesaikan pada tahun 2011 (namun ternyata belum!)  akan sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat Sumatera Barat.

Keberadaan jalan layang ini nantinya akan memperlancar arus di sekitar itu. Jalan layang yang merupakan buhul liat Padang-Pekanbaru yang mulai diurai itu bakal bisa dilewati dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Jadi kendaraan tidak perlu lagi beringsut-ingsut di ruas jalan Kelok Sembilan yang sempit tersebut.

Jalan layang kelok sembilan adalah impian. Impian berjuta-juta orang di Sumbar dan Riau. Dan impian itu kini akan terujud. Kini, jika kita melakukan perjalanan dari Padang menuju Pekanbaru atau sebaliknya, sejumlah kesibukan pekerja akan terlihat di beberapa tempat, terutama di Kelok Sembilan.

Perencanaan dan pembangunan Kelok Sembilan merupakan hasil karya para insiyur anak bangsa. Pembangunan ini merupakan pembangunan infrastuktur dengan mempergunakan biaya yang luar biasa.

Kelak, di tengah rimba belantara Padang – Pekanbaru akan membentang jembatan layang nan rancak, di bawahnya tetap terlihat jalan Kelok Sembilan tua membentang, seperti mengukir sejarah kedua daerah, Riau – Sumatera Barat.


Artinya,  setelah dibangun jalan layang, fungsi Kelok Sembilan tidak akan dihilangkan. Ruas jalan Kelok Sembilan tetap dihidupkan, terutama bagi para wisatawan. Sebab bagaimanapun historis dan keelokkan Kelok Sembilan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Makanya kekhawatiran sebagian orang bahwa Kelok Sembilan akan tinggal nama dan menjadi kenangan, tidak akan terjadi. Malahan dengan adanya jalan layang tersebut, kelestarian Kelok Sembilan akan bisa terus terjaga. Sebab nantinya Kelok Sembilan tidak lagi terlalu berat menerima beban yang makin meningkat akibat semakin padatnya arus lalu lintas disana.

Disarikan dari berbagai sumber

Gambar dan media lain yang digunakan mungkin memiliki hak cipta dan belum mendapat izin dari pemiliknya


Jika Anda Menyukai Cerita ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini

22 Komentar

Filed under Pariwisata