Tag Archives: Afrika Selatan

Orang Indonesia Korban Apartheid di District Six


District Six atau Distrik Enam (Indonesia) atau Distrik Ses (Afrika) bukan sembarang distrik. Ini wilayah bersejarah yang menumbuhkan komunitas warga coloured (berwarna) yang di dalamnya banyak keturunan Indonesia, begitu juga budaya indahnya. Namun, pemerintah apartheid mengusir mereka hingga menghancurkan perasaan, kemapanan, juga keutuhan mereka.

Areal ini terletak di Cape Town, Afrika Selatan. Di tempat itu orang-orang coloured yang sebagian besar mantan budak ditempatkan. Maklum, semasa apartheid, ada pemisahan permukiman berdasarkan ras dan warna kulit.

Nama District Six diberikan pemerintahan kulit putih pada 1867. Distrik ini dibatasi Sir Lowry Road di utara, Tennant Road di barat, De Waal Drive di selatan, dan Cambridge Street di timur.

Menjelang akhir abad ke-19, distrik ini sudah menjadi daerah yang amat ramai dan berkembang. Jumlah penduduknya sepersepuluh dari populasi di Cape Town. Penduduk yang dominan adalah Cape Malay atau coloured people. Dan, di antara warga Cape Malay itu, keturunan bekas budak dan tahanan politik Indonesia sangat dominan. Selain itu, penduduknya ada sedikit kulit hitam keturunan suku Xhosa, kulit putih, dan India.

Setelah Perang Dunia II, District Six sudah menjadi kosmopolitan. Lalu, tiba-tiba pada 11 Februari 1966, pemerintah mendeklarasikan District Six sebagai daerah khusus orang kulit putih lewat dekrit Group Areas Act. Penduduknya yang Cape Malay atau coloured dan hitam harus pindah. Ini membuat seluruh warga geram.

Sutradara David Kramer dan Taliep Petersen menggambarkan keresahan warga District Six dengan baik dalam opera mereka berjudul District Six. Opera ini mengambil setting pada 1967 ketika awal perpindahan diumumkan dan penduduk mulai didata pemerintah kulit putih.

Perpindahan kemudian dimulai pada 1968. Menjelang 1982, sudah ada 60.000 orang yang dipindah paksa ke Cape Flats, sejauh 25 kilometer dari District Six.

Alasan pemerintah waktu itu, District Six sudah berkembang menjadi daerah kriminal. Banyak perjudian, peredaran obat terlarang, dan kumuh. Namun, warga yakin bahwa alasan sebenarnya karena kulit putih ingin menempati District Six yang letaknya strategis dan sudah menjadi kota yang berkembang.

Banyak cerita duka dan nestapa pada periode pemindahan. Pemerintah aparheid tak peduli dengan protes warga. Mereka membuldozer rumah-rumah warga hingga rata. Hanya ada beberapa bangunan yang dipertahankan.

Ini duka yang terus diingat warga coloured atau Cape Malay. Dan, sebagian dari mereka punya darah Indonesia.

“Anda orang Indonesia harus tahu District Six. Ini tanah kebanggaan kami yang pernah direnggut dan menggoreskan banyak luka,” kata Chris Mullins (54), warga coloured asal Cape Town yang mengalami perpindahan itu.

“District Six adalah rumah kami, tetapi pemerintah apartheid kemudian mengusir kami ke daerah terpencil,” lanjutnya.

Setelah tumbangnya apartheid pada 1994, partai berkuasa African National Congress mengembalikan District Six kepada pemiliknya. Warga Cape Malay pun sebagian menemukan lagi tempatnya. Menjelang tahun 2003, pembangunan perumahan dimulai. Sebanyak 24 rumah akan menjadi milik orang yang berumur 80 tahun ke atas. Nelson Mandela, Presiden Afsel saat itu, menyerahkan sendiri kunci rumah secara simbolis kepada Ebrahim Murat (87) dan Dan Ndzabela (82). Tahun berikutnya, sekitar 1.600 keluarga dijadwalkan kembali ke District Six.

District Six menjadi bagian dari kisah pilu korban apartheid. Luka itu begitu dalam, hingga kisahnya masih diingat warga coloured atau Cape Malay. Bahkan, sebagian kisah itu terabadikan di dalam Museum District Six.

“Saya tak pernah melupakan kisah District Six. Anak saya pun tahu meski dia tak mengalaminya. Maka, saya selalu menyimpan semua lagu dan video yang bercerita atau berhubungan dengan District Six,” tutur Chris Mullins yang dengan baik hati memberi kopi semua koleksinya tentang District Six kepada Kompas.com.

Karim lain lagi. Bapak berumur 35 tahun ini masih kecil ketika terjadi perpindahan warga District Six. Namun, dia ikut merasakan luka yang dalam setelah tahu cerita dari orangtua atau tetangganya.

“Ceritakan kisah District Six ini kepada teman-teman Anda jika sudah pulang ke Indonesia,” kata Karim kepada Kompas.com dalam suatu percakapan tanggal 7 Juli 2010 lalu.

Dicopas dari Kompas.com

Tinggalkan komentar

Filed under Internasional

Benda-benda Serba Emas Dari Afrika Selatan di Bagi-bagikan


Penyerang Uruguay Diego Forlan hari Minggu secara mengejutkan mendapat penghargaan “the Golden Ball” (Bola Emas) sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2010.

Penyerang Atletico Madrid itu mengemas lima gol dalam turnamen tersebut, sementara negaranya menduduki posisi keempat setelah dikalahkan Jerman dalam pertandingan perebutkan posisi ketiga, Sabtu.

Mantan pemain Manchester United itu mendapatkan suara 23,4 persen yang diberikan media yang meliput turnamen tersebut, dengan Wesley Sneijder dari Belanda yang menjadi runners-up turnamen tersebut, mendapat 21,8 suara, dan David Villa dari Spanyol yang menjadi juara Piala Dunia 2010, meraih 16,9 persen.

“Penghargaan yang saya peroleh ini berkat teman-teman satu tim saya,” kata Forlan di Twitternya, suatu jejaring yang memuat foto dimana ia berdiri bersama rekan-rekan satu timnya.

“Foto ini diambil sebelum mereka melempar saya ke kolam renang,” katanya menjelaskan.

Penampilan Uruguay di Piala Dunia tersebut merupakan penampilan terbaik negara tersebut dalam 40 tahun.

Forlan menggantikan Zinedine Zidane yang dinyatakan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2006, meskipun ia mendapat kartu merah saat tim Prancis yang diperkuatnya dikalahkan Italia di final.

Kemenangan Forlan tersebut mengejutkan karena lima pemain yang tampil di pertandingan final hari Minggu (Villa, Xavi, Andres Iniesta dari Spanyol dan Arjen Robben dan Sneijder dari Belanda) semua masuk dalam daftar 10 calon.

Thomas Mueller diberi dua alasan untuk merayakan kemenangannya setelah pemain muda Jerman itu dinyatakan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia dan meraih penghargaan Sepatu Emas (the Golden Boot) sebagai pemain pencetak gol terbanyak turnamen tersebut.

Pemain depan Bayern Munchen berusia 20 tahun tersebut di turnamen tersebut mencetak lima gol, jumlah gol yang sama dengan yang dicetak Forlan, Sneijder, dan Villa.

Ia diberi penghargaan Sepatu Emas karena ia memasok tiga asis yang lebih banyak dibanding dengan para saingannya.

Mueller dipilih sebagai pemain muda terbaik turnamen tersebut oleh Kelompok Studi Teknik FIFA, mengalahkan pemain sayap Ghana Andre Ayew dan pemain depan Meksiko Giovani dos Santos.

Iker Casillas dari Spanyol dinyatakan sebagai penjaga gawang terbaik setelah timnya menjadi juara Piala Dunia dengan mengalahkan Belanda 1-0 di pertandingan final.

Casillas, yang dua kali menggagalkan usaha Robben untuk mencetak gol pada kedudukan masih 0-0, mendapat pengharagaan Sarung Tangan Emas (the Golden Glove) FIFA setelah gawangnya hanya kebobolan dua kali.

Spanyol mendapatkan penghargaan “Fair Play” untuk rekor disiplin terbaik.

Dicopas dari ANTARANews

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Prediksi : Afrika Selatan Melanjutkan Sejarah dengan 1 Gol


TAPI SETAHUN TERAKHIR, AFSEL BERUBAH TOTAL. TAK PERNAH KALAH DI 12 PERTANDINGAN SEJAK DITANGANI KEMBALI CARLOS ALBERTO PARREIRA ADALAH SALAH SATU BUKTINYA. PADA PERTANDINGAN PERTAMA PIALA DUNIA 2010 TIM ’BAFANA BAFANA’ JUGA TIDAK AKAN KALAH, MESKIPUN HANYA DENGAN HASIL IMBANG 1 – 1 LAWAN MEKSIKO.

Di tengah euforia pembukaan Piala Dunia 2010–yang ditandai pertandingan Afrika Selatan versus Meksiko di Soccer City Stadium, Johannesburg, Jumat malam–memang ada pertanyaan yang menggelitik. Apakah Afsel bisa meneruskan tren tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama? Seberapa jauh Afsel bisa melaju? Apakah mereka bisa meneruskan tren tuan rumah setidaknya lolos sampai babak kedua? Atau justru mereka akan jadi tuan rumah pertama yang gagal?

Fakta dan sejarah mencatat; 1. Tidak pernah ada tuan rumah yang kalah di pertandingan pertama. 2. Tidak pernah ada tuan rumah yang gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Bagaimana dengan Afsel?

Sejak Uruguay 1930 sampai Jerman 2006–18 Piala Dunia–data menunjukkan tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama yang mereka lakoni; 12 kali menang dan 6 kali seri. Selama itu juga tak ada tuan rumah yang gagal di putaran pertama. Enam diantaranya bahkan menjadi juara; Uruguay (1930, 1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), dan Prancis (1998).

Dengan peringkat 83 versi FIFA, Afsel menjadi tuan rumah dengan ranking terendah sejak 1930. Apalagi di Grup A mereka harus bergabung dengan tim-tim yang berada di atas peringkat mereka. Selain Meksiko yang punya talenta pemain, di grup ini juga bercokol mantan juara dunia Uruguay, dan Prancis eks-juara lainnya yang juga runner-up empat tahun lalu.

Prestasi Afsel di Piala Dunia belum bisa dibanggakan. Bafana Bafana baru dua kali berhasil lolos ke putaran final, yaitu di Piala Dunia 1998 Perancis dan Piala Dunia 2002 di Jepang/Korea Selatan. Hasilnya, keduanya rontok di fase grup dengan rekor 2 kali kalah, 3 kali seri, dan hanya sekali menang.

Satu-satunya kemenangan didapatkan ketika gol tunggal Siyabonga Nomvethe menjebol gawang Slovenia di Daegu World Cup Stadium, Daegu, Korea Selatan. Empat tahun lalu mereka bahkan tak sanggup lolos ke Jerman.

Tapi setahun terakhir, Afsel berubah total. Tak pernah kalah di 12 pertandingan sejak ditangani kembali Carlos Alberto Parreira adalah salah satu buktinya. “Semua orang harus menghormati kami. Kami siap bertarung. Kami akan menghadapi semua pertandingan seperti partai final. Kami akan bertarung habis-habisan di semua pertandingan,” kata Parreira.

Parreira boleh menghibur diri. Satu persoalan, amunisi pemain yang dimiliki pelatih yang mengantar negaranya Brasil juara di Piala Dunia 1994, minim sekali. Dari 23 pemain, hanya 7 yang merumput di liga asing. Sisanya, 16 pemain, berlaga di kompetisi domestik. Barangkali hanya nama Steven Pienaar (Everton) dan Bernard Parker (FC Twente) yang cukup dikenal.

Persoalan lain, ya tentunya, Meksiko. Penampilan El Tri tengah menanjak. Mereka mengalahkan juara bertahan Italia 2-1, satu dari delapan kemenangan di 12 uji coba. Pelatih Javier Aguierre bahkan kebingungan memilih siapa penyerang yang akan dimainkannya lantaran banyak banyaknya striker dengan kualitas bagus.

Beberapa prediksi menyebutkan Aguierre akan memainkan pola 4-3-3. Bek Rafael Marquez (Barcelona) dan Carlos Salcido (PSV) akan mengawal lini belakang. Playmaker Andres Guardado (Deportivo la Coruna) mengatur serangan di tengah. Plus trio Giovani Dos Santos (Tottenham Hotspur), Carlos Vela (Arsenal), dan Javier ‘Chicarito’ Hernandez mengisi barisan penyerang. Nama terakhir adalah top skorer Liga Meksiko musim lalu dan musim depan akan jadi penghuni baru Manchester United.

Dengan reputasi tampil 13 kali di Piala Dunia, termasuk dua kali sebagai tuan rumah (1970 dan 1986), Tim Sombrero jelas lebih diunggulkan ketimbang tuan rumah.

Sekarang kita berandai-andai. Kalaupun Afsel mendapat poin dari Meksiko, dua mantan juara, Uruguay (16 Juni) dan Prancis (22 Juni) sudah menunggu. Catatn Uruguay; juara dunia dua kali, tampil di 10 kali Piala Dunia, juara Coppa America 14 kali, dan peringkat 16 dunia.

Prancis? Meski penampilan mereka belakangan ini mendapat sorotan tajam, juara dunia 1998 serta Euro 1984 dan 2000 ini adalah peringkat 9 dunia. Thierry Henry, Franck Ribery, Patrice Evra, Florent Malouda, Nicolas Anelka, dan Yoann Gourcuff berada di jajaran skuad Les Blues.

Rasanya, melihat data di atas tak sulit bagi kita untuk memperkirakan seberapa jauh Afsel bakal melangkah di Piala Dunia kali ini. Tapi ingat, ini adalah sepak bola, apapun bisa terjadi. Hal-hal lain–sejarah, dukungan penonton, dan jangan lupa keberuntungan–kadang mempengaruhi. Yang pasti, di antara tiupan Vuvuzela–terompet khas penonton Afsel–pesta dunia sudah dimulai.

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2010


Berikut jadwal lengkap Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, termasuk skema babak gugur sampai putaran final

Grup A:
11 Juni 2010
21:00 Afrika Selatan v Meksiko, Soccer City, Johannesburg
12 Juni 2010
01:30 Uruguay v Prancis, Cape Town Stadium, Cape Town

17 Juni 2010
01:30 Afrika Selatan v Uruguay, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
17 Juni 2010
18:30 Prancis v Meksiko, Peter Mokaba Stadium, Polokwane

22 Juni 2010
21:00 Meksiko v Uruguay, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
21:00 Prancis v Afrika Selatan, Free State Stadium, Bloemfontein

Grup B:
12 Juni 2010
18:30 Argentina v Nigeria, Ellis Park Stadium, Johannesburg
21:00 Korea Selatan v Yunani, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

17 Juni 2010
21:00 Argentina v Korea Selatan, Soccer City, Johannesburg
18 Juni 2010
01:30 Yunani v Nigeria, Free State Stadium, Bloemfontein

23 Juni 2010
01:30 Yunani v Argentina, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
01:30 Nigeria v Korea Selatan, Moses Mabhida Stadium, Durban

Grup C:
13 Juni 2010
01:30 Inggris v Amerika Serikat, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
13 Juni 2010
18:30 Aljazair v Slovenia, Peter Mokaba Stadium, Polokwane

18 Juni 2010
21:00 Inggris v Aljazair, Cape Town Stadium, Cape Town
19 Juni 2010
01:30 Slovenia v Amerika Serikat, Ellis Park Stadium, Johannesburg

23 Juni 2010
21:00 Amerika Serikat v Aljazair, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
21:00 Slovenia v Inggris, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

Grup D:
13 Juni 2010
21:00 Jerman v Australia, Moses Mabhida Stadium, Durban
14 Juni 2010
01:30 Serbia v Ghana, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

18 Juni 2010
18:30 Jerman v Serbia, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
19 Juni 2010
18:30 Ghana v Australia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

24 Juni 2010
01:30 Australia v Serbia, Mbombela Stadium, Nelspruit
01:30 Ghana v Jerman, Soccer City, Johannesburg

Grup E:
14 Juni 2010
18:30 Belanda v Denmark, Soccer City, Johannesburg
21:00 Jepang v Kamerun, Free State Stadium, Bloemfontein

19 Juni 2010
21:00 Belanda v Jepang, Moses Mabhida Stadium, Durban
20 Juni 2010
01:30 Kamerun v Denmark, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

25 Juni 2010
01:30 Denmark v Jepang, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
01:30 Kamerun v Belanda, Cape Town Stadium, Cape Town

Grup F:
15 Juni 2010
01:30 Italia v Paraguay, Cape Town Stadium, Cape Town
15 Juni 2010
18:30 Selandia Baru v Slowakia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

20 Juni 2010
18:30 Italia v Selandia Baru, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Slowakia v Paraguay, Free State Stadium, Bloemfontein

24 Juni 2010
21:00 Paraguay v Selandia Baru, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
21:00 Slowakia v Italia, Ellis Park Stadium, Johannesburg

Grup G:
15 Juni 2010
21:00 Brasil v Korea Utara, Ellis Park Stadium, Johannesburg
16 Juni 2010
01:30 Pantai Gading v Portugal, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

21 Juni 2010
01:30 Brasil v Pantai Gading, Soccer City, Johannesburg
21 Juni 2010
18:30 Portugal v Korea Utara, Cape Town Stadium, Cape Town

25 Juni 2010
21:00 Korea Utara v Pantai Gading, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Portugal v Brasil, Moses Mabhida Stadium, Durban

Grup H:

16 Juni 2010
18:30 Spanyol v Swiss, Moses Mabhida Stadium, Durban
21:00 Honduras v Cili, Mbombela Stadium, Nelspruit

21 Juni 2010
21:00 Spanyol v Honduras, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
22 Juni 2010
01:30 Cili v Swiss, Ellis Park Stadium, Johannesburg

26 Juni 2010
01:30 Swiss v Honduras, Free State Stadium, Bloemfontein
01:30 Cili v Spanyol, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

16 Besar
26 Juni 2010, 21:00
Juara Grup A v Peringkat Kedua Grup B, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 49)

27 Juni 2010, 01:30
Juara Grup C v Peringkat Kedua Grup D, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg (Partai 50)

27 Juni 2010, 21:00
Juara Grup D v Peringkat Kedua Grup C, Free State Stadium, Bloemfontein (Partai 51)

28 Juni 2010, 01:30
Juara Grup B v Peringkat Kedua Grup A, Soccer City, Johannesburg (Partai 52)

28 Juni 2010, 21:00
Juara Grup E v Peringkat Kedua Grup F, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 53)

29 Juni 2010, 01:30
Juara Grup G v Peringkat Kedua Grup H, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 54)

29 Juni 2010, 21:00
Juara Grup F v Peringkat Kedua Grup E, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria (Partai 55)

30 Juni 2010, 01:30
Juara Grup H v Peringkat Kedua Grup G, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 56)

Perempat-Final
2 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 53 v Pemenang Partai 54, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 57)

3 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 49 v Pemenang Partai 50, Soccer City, Johannesburg (Partai 58)

3 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 52 v Pemenang Partai 51, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 59)

4 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 55 v Pemenang Partai 56, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 60)

Semi-final
7 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 58 v Pemenang Partai 57, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 61)

8 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 59 v Pemenang Partai 60, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 62)

Perebutan Juara Ketiga
11 Juli 2010, 01:30
Tim Kalah Partai 61 v  Tim Kalah Partai 62, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 63)

Final
12 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 61 v Pemenang Partai 62, Soccer City, Johannesburg (Partai 64)

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga