Category Archives: Umum

Sisi Seksualitas Buya Hamka


Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), dikukuhkan negara—melalui Pemerintah sebagai  Pahlawan Nasional. Masyarakat Sumbar secara propinsial, dan Minangkabau secara kultural, tentu mengapresiasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Putra sulung  Dr. Haji Abdul Karim Amrullah (Dr. Haka) tersebut. Soalnya, selain dijuluki ulama kharismatik dan substansialistik (faqihun wa al-hakimun), Hamka juga dikenal sebagai sastrawan, budayawan, pujangga, dan sejarawan. Tidak saja di Indonesia, nama besar dan pengaruh beliau bahkan menjamah sampai ke Malaysia, Singapura dan Thailand. Dalam kancah transformasi Islam, kiat-kiat yang  dihidangkan beliau tidaklah meledak-ledak—seperti segelintir pemuka agama (rijalu ad-da’wah) di alam kontemporer yang kian merangkak maju kini. Melainkan sarat informatif, persuasif, edukatif dan argumentatif (bi al-hikmah, wa al-maui’zhah wa al-mujadalah/QS. An-nahal ayat 125). Dan, bila tokoh yang  lahir pada 17 Februari 1908 itu, menyuarakan dimensi dakwah berupa tanzhir (khabar pertakut), tanpa tergelicik pada pola-pola eufemisme dibalutnya dengan bahasa santun, sejuk, bersahabat, dan gampang dimengerti.

Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Umum

Cara Mengunduh File dari Ziddu.com


Postingan Elsaelsi’s Blog yang Diminati

Video KDRT : Seorang Hakim Memukul Anak Perempuannya yang Cacat (844 hits)
Seorang Guru Ketahuan Masturbasi Saat Mengajar (365 hits)
Tunjangan Sertifikasi Guru Segera Dibayarkan (145 hits)
Barbie Hsu, Bintang Meteor Garden Itu Menapak Karir dari Presenter TV (125 hits)
Ketika Cinta Itu Tak Bernafas Lagi (125 hits)
Internet Dalam Bahaya! (120 hits)
Pelajaran Bagi Umat Islam dari Novelis Murtad Salman Rushdie (115 hits)
11-11-11-11 (112 hits)

Untuk mengurangi beban bandwith blog ini, akhirnya aku menaruh file-file lampiran di situs hosting file semacam 4Shared dan Ziddu. Bagi yang belum terbiasa tentu akan mengalami sedikit kesulitan untuk mendapatkan file yang dibutuhkan, seperti data peserta PLPG Sertifikasi Guru 2011. Untuk itu di sini akan kupaparkan secara sederhana proses pengunduhan (download) file dari Ziddu.com.

Ketika kita mengklik  sebuah tautan (link) yang mengarah ke file data peserta PLPG Sertifikasi Guru 2011 ataupun file-file lain di blog ini, maka kita akan dibawa ke halaman sebuah situs host yakni Ziddu.com dimana file tersebut disimpan.

Baca lebih lanjut

79 Komentar

Filed under Tips, Umum

Informasi Sertifikasi Guru 2011 PSG Rayon 141 Universitas Muhammadiyah Surakarta


Postingan Elsaelsi’s Blog yang Diminati

Video KDRT : Seorang Hakim Memukul Anak Perempuannya yang Cacat (844 hits)
Seorang Guru Ketahuan Masturbasi Saat Mengajar (365 hits)
Tunjangan Sertifikasi Guru Segera Dibayarkan (145 hits)
Barbie Hsu, Bintang Meteor Garden Itu Menapak Karir dari Presenter TV (125 hits)
Ketika Cinta Itu Tak Bernafas Lagi (125 hits)
Internet Dalam Bahaya! (120 hits)
Pelajaran Bagi Umat Islam dari Novelis Murtad Salman Rushdie (115 hits)
11-11-11-11 (112 hits)

Dengan ini diberitahukan bahwa Panitia Sertifikasi Guru tahun 2011 akan melaksanakan kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Tahap  I pada 27 Juni s.d 6 Juli 2011 bertempat di SMA Muhammadiyah 2 Klaten di Delanggu.

Adapun hal-hal terkait dengan pelaksanaan PLPG Tahap 1, silahkan didownload disini. Baca lebih lanjut

14 Komentar

Filed under Sertifikasi Guru, Umum

Pembalasan Pertama Osama Bin Laden Menewaskan 80 Orang


Sepasang pembom bunuh diri Taliban menyerang polisi paramiliter rekrutan pemerintah setelah menjalani pelatihan, menewaskan 80 orang dalam tindakan pembalasan pertama atas serangan AS yang membunuh Osama bin Laden.

Dalam klaim pertanggung jawaban, Al Qaida menyatakan bahwa kemarahan kelompok militan di Pakistan tertuju kepada militer karena telah gagal untuk menghentikan serangan Amerika di negaranya..

Juru bicara Taliban Pakistan menyatakan bahwa peledakan bom ini dilakukan untuk membalas kematian Osama Bin Laden dalam serangan tentara Amerika Serikat pada tanggal 2 Mei 2011 di Abbottabad. Dan memperingatkan bahwa kelompok itu juga merencanakan serangan terhadap kepentingan Amerika di Pakistan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Di Kotaku Pelaksanaan Earth Hour Paling Sukses Seluruh Dunia


Apa sih istimewanya Earth Hour (60+) 2011 di Indonesia? Atau lebih tepatnya di Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, salah satu bagian dari wilayah Republik Indonesia dimana aku secara langsung berpartisipasi? Atau seharusnya dengan bangga bisa kukatakan bahwa di tempatku berdomisili itulah peringatan Earth Hour 2011 paling sukses dilaksanakan di seluruh dunia. Sehingga aku baru bisa menulisnya lebih dari 24 jam setelah waktu pelaksanaannya.

Pertanyaan dan pernyataan itu berangkat dari sebuah pengalaman yang baru saja menimpaku. Sebuah peristiwa yang sedikit banyaknya punya kaitan dengan hari istimewa yang baru saja berlalu : Earth Hour. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Lingkungan, Umum

Video Earth Hour : Satu Jam Tanpa Listrik Untuk Bumi


Kemarin, hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011 pada jam 20.30 sampai 21.30, sebuah kepedulian terhadap bumi dilaksanakan secara serentak di berbagai belahan dunia, hanya dengan mematikan listrik selama satu jam telah diwujudkan satu sumbangan berarti berupa pengurangan polusi yang punya andil besar terhadap pemanasan global dan cuaca ekstrim yang mengancam bumi. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Bank Nagari Umumkan Hasil Performance Test


Pada penerimaan pegawai Bank Nagari (dh. BPD Sumatera Barat) yang diumumkan kepada publik pada tanggal 24 Februari 2011, pelamar harus mengikuti tahapan test yang salah satunya adalah Performance Test, sebagaimana pernah kuberitahukan melalui postingan Daftar Peserta Performance Test Bank Nagari di blog ini. Uji penampilan dimaksud telah dilaksanakan pada tanggal 19-20 Maret 2011 yang lalu, dengan diikuti hampir 6 ribu orang dari seluruh kualifikasi yang ditawarkan.

Menurut Divisi Sumber Daya Manusia yang menangani proses rekruitmen ini melalui pengumuman di situs http://www.rekruitmen-banknagari.com, bahwa hasil uji penampilan atau Performance Test yang telah dilaksanakan di Kampus Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta Jl. Gajah Mada No. 19 Gunung Pangilun Padang Baca lebih lanjut

16 Komentar

Filed under Bank, Umum

Peserta PLPG Kementerian Agama Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya


PLPG DEPAG TAHAP 1 TAHUN 2010

Sehubungan dengan pelaksanaan PLPG Kementerian Agama tahap 1 (04 – 12 Agustus 2010), maka kami mengharapkan Bapak/Ibu/Saudara (daftar nama peserta terlampir) untuk memenuhi undangan PLPG sesuai SK Peserta PLPG dalam lampiran. Tempat , waktu dan lokasi pelaksanaan PLPG bisa diunduh pada lampiran.

Lampiran Ukuran
SK PLPG_Kemenag1.pdf 279.21 KB
Jadwal_PLPG_Kemenag1.pdf 264.4 KB
Peserta_PLPG_Kemenag1.pdf 97.62 KB
Denah_Lokasi_PLPG.pdf 118.03 KB

PLPG DEPAG TAHAP 2 TAHUN 2010

Sehubungan dengan pelaksanaan PLPG Kementerian Agama tahap 2 (14 – 22 Agustus 2010), maka kami mengharapkan Bapak/Ibu/Saudara (daftar nama peserta terlampir) untuk memenuhi undangan PLPG sesuai SK Peserta PLPG dalam lampiran. Tempat , waktu dan lokasi pelaksanaan PLPG bisa diunduh pada lampiran.

Lampiran Ukuran
SK PLPG_Kemenag2.pdf 299.76 KB
Lampiran_1.pdf 281.3 KB
Peserta_PLPG_Kemenag2.pdf 122.4 KB

PLPG DEPAG TAHAP 3 TAHUN 2010

Sehubungan dengan pelaksanaan PLPG Kementerian Agama tahap 3 (24 Agustus – 01 September 2010), maka kami mengharapkan Bapak/Ibu/Saudara (daftar nama peserta terlampir) untuk memenuhi undangan PLPG sesuai SK Peserta PLPG dalam lampiran. tempat, waktu dan lokasi pelaksanaan PLPG bisa diunduh pada lampiran.

Lampiran Ukuran
SK PLPG Kemenag_3.pdf 132.07 KB
Peserta_PLPG_Kemenag3.pdf 95.18 KB

Postingan terkait :

Pengumuman PLPG Tahap 2 Tahun 2010 PSG Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Tahun 2010 Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Informasi Sertifikasi Guru Kuota 2010 Rayon 05 Universitas Riau

Pengumuman PLPG Tahap 3 Tahun 2010 PSG Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Panggilan MPLPG Angkatan 4 Kuota 2010 Rayon 06 UNP

RALAT Jadwal Pelaksanaan PLPG 2010 Rayon 34 UnPas

Informasi Sertifikasi Guru Tahun 2010 PSG Rayon 10 Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Diknas Kuota 2010 Rayon 7 Unila

Sertifikasi Guru Kuota Tahun 2010

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru Tahun 2010 PSG Rayon 7 Universitas Lampung

Pangggilan MPLPG Angkatan 3 Kuota 2010 Rayon 06 UNP

Daftar Peserta PLPG Tahap 4 Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Undangan Peserta PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 46 Universitas Muhammadiyah Makassar

Daftar Panggilan Peserta PLPG Tahap I PSG Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

Pengumuman PLPG Tahap 2 Kuota 2010 PSG Rayon 13 Universitas Negeri Surakarta

Pengumuman Pelaksanaan PLPG Kuota 2010 Tahap 2 PSG Rayon 12 UNNES Semarang

Pengumuman Portofolio Sertifikasi Guru PSG Rayon 11 Universitas Negeri Yogyakarta

Pemanggilan Peserta PLPG Tahap I Tahun 2010 PSG Rayon 44 Universitas Muhammadiyah Malang

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru Dalam Jabatan PSG Rayon 44 Universitas Muhammadiyah Malang

Daftar Peserta Tahap 1 dan Tempat Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Daftar Peserta Tahap 2 dan Tempat Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Daftar Peserta Tahap 3 dan Tempat Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Pengumuman Peserta PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahap 4 Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Pengumuman Peserta PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahap 3 Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Jadwal Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Peserta PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahap 2 Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Tahun 2010 Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Pengumuman Peserta PLPG Sertifikasi Guru Tahap 3-4 PSG Rayon 13 UNS Surakarta

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Tahap 1 Kuota 2010 PSG Rayon 13 UNS Surakarta

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Kemenag dan Diknas Kuota 2010 PSG Rayon 14 UNESA Surabaya

Link tentang Sertifikasi Guru Tahun 2010 Semua Rayon Se-Indonesia

Panggilan MPLPG Angkatan II PSG Rayon 06 UNP (Kuota 2010 dan 2009)

Pemanggilan MPLPG Angkatan I Diknas 2010 PSG Rayon 06 UNP

Daftar Nama Peserta Sertifikasi Guru Kuota 2009 Yang Direncanakan Menjadi Luncuran Ke Kuota 2010

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Peserta Sertifikasi Guru Diknas Kuota 2010 PSG Rayon 06 UNP

1 Komentar

Filed under Sertifikasi Guru, Umum

Pangdam Udayana Meloncat dari Pesawat Sebelum Jatuh


Kegiatan “Terbang Gembira atau Joy Flight ” di Bandara Ngurah Rai, berakhir sedih. Satu dari empat pesawat yang mengikuti kegiatan tersebut, pesawat jenis KT-1 B Woong Bee milik TNI-AU yang ditumpangi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto bersenggolan dengan pesawat lain dan jatuh kemudian terbakar di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis sekitar pukul 15.30 Wita. Pesawat itu jatuh saat hendak landing di bandara, Kamis. Sebelumnya, pesawat itu terbang dan melakukan gerakan aerobatik bersama empat pesawat lainnya.

Pesawat ini rencananya terbang dengan rute Ngurah Rai, Tanah Lot, Gianyar, Padang Bai, Uluwatu kembali di Ngurah Rai.

Terbang Gembira atau Joy Flight yang diselenggarakan oleh Pangkalan TNI AU Ngurah Rai dalam rangka memperkenalkan pesawat KT-1 B Woong Bee kepada Muspida Bali. Pesawat yang akan digunakan untuk mendidik instruktur penerbang Angkatan Udara.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto dikabarkan selamat dari kecelakaan itu setelah terlempar dengan kursi pelontar dan terjun dengan payung parasut.

Mayor Pnb Andi Wijanarko, pilot pesawat berkode Jupiter 630 itu juga selamat setelah terlontar dan menggunakan parasut sebelum pesawat jatuh dan terbakar. Dikabarkan bahwa sesudah jatuh ke seberang Ngurah Rai, ada bunyi ledakan beberapa kali dan terlihat asap tebal.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

VUVUZELA, Terompet Paling Terkenal di Dunia


Ini Piala Dunia pertama yang pertandingannya konstan diiringi suara lebah. Jutaan lebah. Mirip lalat juga. Bukan karena stadion letaknya dengan tempat pembuangan akhir sampah di Afrika Selatan, tapi bunyi dengung itu berasal dari vuvuzela, semacam terompet khas sana. Bahannya dari plastik. Ketika berbunyi berbarengan sestadion, suaranya luar biasa bising.

Nah, jadilah vuvuzela kontroversial. Ada yang bilang vuvuzela bisa merusak pendengaran, karena bunyi bising konstan menderu gendang telinga. Ada juga yang khawatir tak bisa mendengar pengumuman bila, amit-amit, stadion harus dievakuasi. Ruth MecNerney, dokter asal Inggris, kepada AP mengatakan vuvuzela berpotensi menyebarkan virus demam dan flu, “Mengingat banyaknya udara yang ditiupkan lewat vuvuzela,” kata dia.

Kebisingan vuvuzela juga bisa mengganggu pemain. Pelatih harus berteriak lebih keras ke anak-anak yang tengah merumput di lapangan. Tim Denmark misalnya, jadi tak bisa berkomunikasi. “Kami harus menggunakan kontak mata,” kata kiper Thomas Sorensen.

Kata Sorensen, apa pun yang ia teriakkan kepada para bek tak bisa terdengar. Bermain untuk Stoke City di Inggris, ia sudah terbiasa dengan kebisingan chant para pendukung. Tapi vuvuzela, wah beda lagi. Ah, mungkin itu sebabnya dua kali bola nyelonong ke gawangnya saat melawan Belanda.

Tapi, keinginan sejumlah pihak untuk menyingkirkan bahkan melenyapkan vuvuzela dari ritual Piala Dunia, setidaknya di Afrika Selatan, segera pupus. Dengan alasan vuvuzela adalah ikon sepakbola setempat, maka Presiden FIFA Sepp Blatter pun menegaskan menolak permintaan melarang vuvuzela.

Demikian juga dengan Panitia penyelenggara Piala Dunia 2010 yang menyatakan tidak akan melarang Vuvuzela (terompet khas Afrika Selatan) selama turnamen.

“Vuvuzela tidak akan pernah dilarang. Semua orang di dunia menyukai vuvuzela dan hanya sebagian kecil yang menentangnya. Tidak pernah ada pemikiran panitia untuk melarang vuvuzela selama turnamen,” kata juru bicara panitia penyelenggara Piala Dunia 2010, Rich Mkhondo.

Keberadaan terompet vuvuzela menjadi kontroversial sejak turnamen Piala Konfederasi tahun lalu, dimana beberapa pemain mengaku mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain karena bunyi terompet yang nyaring.

“Lihatlah vuvuzela sebagai kebudayaan Afsel dan cara mereka memeriahkan Piala Dunia 2010. Tolong hormati vuvuzela sebagaimana anda menghormati budaya kami,” kata Mkhondo yang menambahkan vuvuzela juga digunakan suporter negara lain dalam menyemangati tim kesayangannya.

Di sebuah wawancara, pemain tengah Spanyol Andres Iniesta diminta mencoba vuvuzela. Ragu-ragu, ia mencoba. Sudah siap ia mengumandangkan bunyi membahana kepada pemirsa televisi yang menanti-nanti dengan cemas (mungkin). Tapi hasilnya, bah, bunyi ‘ngok’ pun tak keluar.

Iniesta menyerah! Ia memulangkan si vuvuzela ke tangan pembawa acara, yang dengan mudah membunyikan vuvuzela. Sebagai seorang atlet dengan determinasi tinggi, Iniesta tentu mencoba untuk kedua kalinya. Pfhuuuuuttt!!! Lagi-lagi ia gagal.

Vuvuzela vs Iniesta? 2-0!

Sejak Piala Dunia dibuka tanggal 11 Juni lalu, permintaan untuk Vuvuzela meningkat tajam di seluruh Afrika Selatan. “Sepertinya publisitas negatif menguntungkan kami,” kata Brandon Bernado pemilik situs vuvuzela.co.za dan pabrik yang bisa memproduksi 10.000 vuvuzela sehari.

“Produk kami sangat laris. Setiap kali kami membuat vuvuzela lagi, keesokan paginya semua sudah terjual,” katanya.

Menurut pencipta vuvuzela Neil van Schalkwyk yang membuat terompet ini tujuh tahun lalu, industri vuvuzela saat ini bernilai sekitar 50 juta Rand atau sekitar 6,45 juta dolar AS untuk wilayah Afrika Selatan dan Eropa.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Prediksi : Brasil vs Korea Utara, Angka Penuh Untuk Sebuah Nama Besar


Dua kali menghadapi tim-tim Asia di Piala Dunia, Brasil selalu bisa melesakkan empat gol; mengalahkan Cina 4-0 di Piala Dunia 2002, dan mempecundangi Jepang 4-1 di Piala Dunia 2006.

Brasil tak pernah kalah di laga pembuka Piala Dunia dalam 76 tahun. Spanyol menjadi satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Brasil di laga pembuka Piala Dunia, yaitu tahun 1934.

Namun Carlos Dunga, pelatih Brasil, tak ubahnya menghadapi sekumpulan orang misterius ketika menghadapi Korea Utara di Ellis Park. Bukan tidak mungkin laga ini menjadi mimpi buruk bagi Brasil.

Brasil kerap kesulitan menghadapi tim-tim yang bermain ultra-defensif. Sepanjang kualifikasi, Brasil tiga kali dipaksa bermain tanpa gol oleh Bolivia, Kolombia, dan Venezuela, di depan publiknya.

Dunga memperkirakan Korut, penghuni ranking terendah yang hadir di Piala Dunia 2010, akan menggunakan pendekatan sama. Terlebih, 80 persen pemain yang dibawa Korut ke Afrika Selatan berbasis di dalam negeri.

Kim Jong-hun, pelatih Korut, lebih misterius lagi. Ia tertutup bagi pers, dan tak banyak mengumbar kata. Laga pemanasan Korut juga tak banyak mendapat liputan media, sehingga Brasil harus banyak belajar dari tim-tim yang pernah menghadapinya.

Yang diketahui Dunga terbatas pada satu hal; Korut memiliki kenangan manis di Piala Dunia 1966, ketika menyingkirkan Italia, dan bermain luar biasa sebelum dikalahkan Portugal 5-3 di perempat final.

Masukan bagi Dunga datang dari Gerardo Martino, pelatih Paraguay. Menurut Martino, Korut adalah yang mampu bertahan dengan sangat baik, sangat cepat melakukan serangan balik, dan menyulitkan lawan di semua lini.

Sven-Goran Eriksson, pelatih Pantai Gading, punya kesan sama. Menurutnya, terlalu sedikit orang tahu tentang Korut, tapi mampu bermain dengan baik. Korut, lanjut Eriksson, memiliki sekumpulan pemain tak kenal lelah.

Hasil laga persahabatan Korut memang tidak mengesankan, tapi itu bukan alasan bagi Brasil untuk meremehkannya. Berbeda dengan Korut, hasil laga persahabatan Brasil sangat mengesankan, tapi tidak ada jaminan Tim Samba bisa menduplikasinya di laga pertama Grup G.

Brasil
15-10-2009 Brasil 0 – 0 Venezuela
15-11-2009 Brasil 1 – 0 Inggris
17-11-2009 Oman 0 – 2 Brasil
03-03-2010 Irlandia 0 – 2 Brasil
02-06-2010 Zimbabwe 0 – 3 Brazil

Korea Utara
18-03-2010 Meksiko 2 – 1 Korea Utara
22-04-2010 Afsel 0 – 0 Korea Utara
15-05-2010 Paraguay 1 – 0 Korea Utara
26-05-2010 Yunani 2 – 2 Korea Utara
06-06-2010 Nigeria 3 – 1 Korea Utara

Situasi Brasil
Julio Cesar kembali ke bawah mistar, setelah absen dalam laga persahabatan melawan Tanzania akibat cedera punggung. Satu-satunya yang membuat pening pelatih Carlos Dunga adalah memilih antara Elano dan Ramires.

Elano lebih berpengalaman. Ramirez punya bakat, dan berpotensi bersinar sejak laga pertama. Dunga tidak ingin ambil risiko dengan meninggalkan Elano. Ia menjadikannya sebagai starter. Ramires akan diberi kesempatan beberapa menit di babak kedua.

Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos, Felipe Melo, Gilberto Silva, Elano, Kaka, Robinho, Luis Fabiano.

Situasi Korea Utara
Pelatih Kim Jong-hun hanya akan kehilangan Kim Yong-jun, yang terkena larangan berlaga. Ia tidak terlalu gundah, karena Korut sama sekali tidak kehilangan kekuatan. An Yong-hak dan Jong Tae-se akan menjadi tumpuan negeri Stalinist terakhir di muka bumi.

Korut relatif hanya mengandalkan kekuatan mental, dan motivasi mengikuti jejak saudara mereka; Korsel, yang meraih kemenangan pertama. Serta memori 1966. Pilihan bagi Korut adalah meladeni kelebihan teknik Brasil dengan pendekatan fisik.

Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Ri Myong-guk, Ri Kwang-chon, Nam Song-chol, Pak Chol-jin, Ri Jun-il, Ji Yun-nam, Mun In-guk, An Yong-hak, Pak Nam-chol, Hong Yong-jo, Jong Tae-se.

Pemain Layak Diamati

Luis Fabiano: Memang sulit menyebut siapa pemain Brasil layak diamati dalam laga ini. Namun Luis Fabiano berpeluang mengawali upayanya meraih Golden Boot, dengan mengemas dua atau tiga gol pada laga perdana.

Jong Tae-Se: Publik Semenanjung Korea, bahkan seluruh Asia, menyebutnya Asian Rooney. Ia telah membuktikan kualitasnya ketika dua kali membobol gawang Yunani, dan sekali ke gawang Nigeria. Jika lini belakang Brasil mengabaikannya, Jong Tae-se akan menambah koleksi golnya.

Prediksi
Laga ini bukan tidak mungkin menjadi World Cup’s all-time shock bagi Brasil. Namun, siapa berani memprediksi Brasil akan tersungkur. Castrol World predictor memperkirakan peluang Brasil memenangkan laga mencapai 80 persen, meski Korut akan bermain ultradefensif.

Elsaelsi : Brasil 2 – 0 Korut

Goal.com

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Penyebar Video Porno Ariel – Luna Maya Telah Tertangkap Identitasnya Melalui Alamat IP


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Polri telah berhasil mengidentifikasi pemosting pertama video porno mirip artis. “Kami bekerja sama dengan kepolisian sudah menemukan siapa yang memposting video tersebut,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Jumat (11/6).

Ia mengatakan, pihaknya bekerja secara maraton dalam beberapa waktu terakhir untuk mengungkap pelaku pemosting video porno mirip artis yang mengundang keresahan masyarakat itu. Gatot menambahkan, pihaknya juga telah memasang target sebelum Piala Dunia 2010 selesai kasus itu telah rampung. “Kami target sebelum Piala Dunia selesai, sudah kami serahkan kepada kepolisian,” katanya.

Gatot juga menegaskan, setelah pihaknya memberikan referensi maka kewenangan untuk melakukan tindakan penegakan hukum ada pada pihak kepolisian. “Ranah kami adalah pada siapa yang mendeliver, mengupload pertama bukan pada siapa pemainnya,” katanya

Pihaknya telah berhasil mengungkap pemosting video porno mirip artis itu pada Kamis kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. “Video diposting pada enam hari lalu dan posting pertama dilakukan pada 10 hari lalu oleh “somebody different”,” kata Gatot. Ia memastikan pelaku pemostingan video porno bukan hanya satu orang. Dan sampai saat ini pihaknya masih berkonsentrasi pada video porno versi satu dan dua.

Gatot menjelaskan, dari alamat Internet Protocol (IP) dapat diketahui bahwa pemostingan dilakukan di Indonesia dari alamat yang berbeda sehingga kemungkinan dilakukan oleh lebih dari satu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku tergabung dalam sindikat tertentu. “Pemerintah tidak sedang diam saja, kami melakukan proteksi dan untuk itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat,” katanya.

Liputan 6.com

1 Komentar

Filed under Umum

UNTUK RACHEL CORRIE


Salah satu dari flotilla enam kapal yang mencoba menembus blokade Israel di Gaza itu, dan diserang marinir Israel hingga sekitar sembilan korban tewas, diberi nama “Rachel Corrie”.

Tulisan ini dimuat kembali untuk mengenang pengorbanan mereka, orang-orang asing, dari pelbagai agama dan tanah air, yang mati untuk rakyat Palestina.

***

Rachel Corrie yang ada di surga, selalu kembalilah namamu. Semoga selalu kembali ingatan kepada seseorang yang bersedia mati untuk orang lain dalam umur 23 tahun, seseorang yang memang kemudian terbunuh, seakan-akan siap diabaikan di satu Ahad yang telah terbiasa dengan kematian.

Hari itu 16 Maret yang tak tercatat. Hari selalu tak tercatat dalam kehidupan orang Palestina, orang-orang yang tahu benar, dengan ujung saraf di tungkai kaki mereka, apa artinya “sementara”.

Juga di Kota Rafah itu, di dekat perbatasan Mesir, tempat hidup 140 ribu penghuni-yang 60 persennya pengungsi-juga pengungsi yang terusir berulang kali dari tempat ke tempat. Pekan itu tentara Israel datang, seperti pekan lalu, ketika 150 laki-laki dikumpulkan dan dikurung di sebuah tempat di luar permukiman. Tembakan dilepaskan di atas kepala mereka, sementara tank dan buldoser menghancurkan 25 rumah kaca yang telah mereka olah bertahun-tahun dan jadi sumber penghidupan 300 orang-orang-orang yang sejak dulu tak punya banyak pilihan.

Tentara itu mencari “teroris”, katanya, dan orang-orang kampung itu mencoba melawan, mungkin untuk melindungi satu-dua gerilyawan, mungkin untuk mempertahankan rumah dan tanah dari mana mereka mustahil pergi, karena tak ada lagi tempat untuk pergi.

Saya bayangkan kini Rachel Corrie di surga, sebab hari itu ia, seorang perempuan muda dari sebuah kota yang tenang di timur laut Amerika Serikat, memilih nasibnya di antara orang-orang di Rafah itu: mereka yang terancam, tergusur, tergusur lagi, dan tenggelam. Hari itu ia melihat sebuah buldoser tentara Israel menderu. Sebuah rumah keluarga Palestina hendak dihancurkan. Dengan serta-merta ia pun berlutut di lumpur. Ia mencoba menghalangi.

Tapi jaket jingga terang yang ia kenakan hari itu tak menyebabkan serdadu di mobil perusak itu memperhatikannya. Prajurit di belakang setir itu juga tak mengacuhkan orang-orang yang berteriak-teriak lewat megafon, mencoba menyetopnya. Buldoser itu terus. Tubuh itu dilindas. Tengkorak itu retak. Saya bayangkan Rachel Corrie di surga setelah itu; ia meninggal di Rumah Sakit Najar.

***

Rachel yang di surga, selalu kembalilah namamu. Korban dan kematian di hari ini menjadikan kita sebaya rasanya. Kau terbunuh di sebuah masa ketika tragedi dibentuk oleh berita pagi, dan makna kematian disusun oleh liputan yang datang dan pergi dengan sebuah kekuasaan yang bernama CNN. Tahukah kau, di seantero Amerika Serikat, tanah airmu, tak terdengar gemuruh suara protes yang mengikuti jenazahmu?

Tentu kita maklum, bukan singkat ingatan semata-mata yang menyebabkan sikap acuh tak acuh setelah kematianmu di hari itu. Bayangkanlah betapa akan sengitnya amarah orang dari Seattle sampai dengan Miami, dari Gurun Mojave sampai dengan Bukit Capitol, seandainya kau, seorang warga negara Amerika, tewas di tangan seorang Palestina yang melempar batu.

Tapi kau tewas di bawah buldoser tentara Israel; kau berada di pihak yang keliru, anakku. Itulah memang yang diutarakan beberapa orang di negerimu ketika mereka menulis surat ke The New York Times. Mereka menyalahkanmu. Sebab kau datang, bersama tujuh orang Inggris dan Amerika lain, untuk menjadikan tubuhmu sebuah perisai bagi keluarga-keluarga Palestina yang menghadapi kekuatan besar pasukan Israel di kampung halaman mereka.

Kau melindungi teroris, kata mereka. Meskipun sebenarnya kau datang dari Olympia, di dekat Teluk Selatan Negara Bagian Washington, bergabung dengan International Solidarity Movement, untuk mengatakan: “Ini harus berhenti.”

Kau salah, Rachel, kata mereka. Tapi kenapa? Dalam sepucuk e-mail bertanggal 27 Februari 2003 yang kemudian diterbitkan di surat kabar The Guardian, kau menulis, “Kusaksikan pembantaian yang tak kunjung putus dan pelan-pelan menghancurkan ini, dan aku benar-benar takut…. Kini kupertanyakan keyakinanku sendiri yang mendasar kepada kebaikan kodrat manusia. Ini harus berhenti.”

Saya bayangkan Rachel di surga, saya bayangkan ia agak sedih. Ia dalam umur yang sebenarnya masih pingin pergi dansa, punya pacar, dan menggambar komik lagi untuk teman-teman sekerjanya. Tapi di sini, di Rafah, ada yang ingin ia stop; bersalahkah dia? Beberapa kalimat dalam surat kepada ibunya menggambarkan perasaannya yang intens: “Ngeri dan tak percaya, itulah yang kurasakan. Kecewa.”

Ia kecewa melihat “realitas yang tak bermutu dari dunia kita”. Ia kecewa bahwa dirinya ikut serta di kancah realitas itu. “Sama sekali bukan ini yang aku minta ketika aku datang ke dunia ini,” tulisnya. “Bukan ini dunia yang Mama dan Papa inginkan buat diriku ketika kalian memutuskan untuk melahirkanku.”

Apa yang mereka inginkan, Rachel, dan apa yang kau minta?

Berangsur-angsur kau pun tahu: kau tak menghendaki sebuah rumah yang begitu nyaman, begitu “Amerika”, hingga si penghuni tak menyadari sama sekali bahwa ia sebenarnya berpartisipasi secara tak langsung dalam sesuatu yang keji, yakni “dalam pembantaian”.

***

Itulah sebabnya kau berangkat ke Palestina. “Datang ke sini adalah salah satu hal yang lebih baik yang pernah kulakukan,” begitu kau tulis pada 27 Februari 2003. “Maka jika aku terdengar seperti gila, atau bila militer Israel meninggalkan kecenderungan rasialisnya untuk tak melukai orang kulit putih, tolong, cantumkanlah alasan itu tepat pada kenyataan bahwa aku berada di tengah pembantaian yang juga aku dukung secara tak langsung, dan yang pemerintahku sangat ikut bertanggung jawab.”

Ia menuduh dirinya sendiri ikut bersalah. Tapi ia meletakkan kesalahan yang lebih besar pada pemerintahnya.

Rasanya ia betul. Saya kira ia bahkan bisa juga menggugat jutaan orang Amerika lain yang senantiasa membenarkan apa yang dilakukan Ariel Sharon-hingga dalam keadaan perang dengan Irak sekalipun, dari Washington, DC, datang tawaran satu triliun dolar untuk bantuan militer langsung kepada Israel, di celah-celah berita tentang orang Palestina yang ditembak dan dihalau, di antara kabar tentang anak-anak Palestina yang tewas. Bukan main-cuma beberapa hari setelah seorang Amerika tewas ditabrak buldoser di Kota Rafah!

Jika ada kepedihan hati di sana, kau pasti mengetahuinya lebih intim, Rachel. Dari lumpur Kota Rafah itu kau pasti mengerti apa yang jarang dimengerti orang Amerika: kekerasan bisa muncul di puing-puing itu, sebagai bagian dari usaha untuk, seperti kau katakan dalam suratmu, “melindungi fragmen apa pun yang tersisa”.

Kau akan bisa menunjukkan bahwa Usamah bin Ladin dan Saddam Hussein, dengan wajah mereka yang setengah gelap, menjadi penting karena mereka bisa bertaut dengan gaung Palestina di mana segalanya telah direnggutkan. Sampai hari ini, yang terdengar sebenarnya adalah sebuah gema dari geram bertahun-tahun yang terkadang kacau, terkadang keras, dan senantiasa kalah.

Senantiasa kalah-di Yerusalem, di Kabul, di Bagdad.

Tapi adakah kalah segala-galanya? Tidak, kau pasti akan bilang, semoga tidak. Dalam suratmu bertanggal 28 Februari, kau ceritakan kepada ibumu sesuatu yang menyebabkan engkau merasa lebih mantap sedikit, di antara perasaan pahitmu menyaksikan hidup yang dibangun oleh ketidakadilan. Tak semuanya ternyata hanya ngeri, tak percaya, dan kecewa. Di celah-celah luka yang merundung penghuni Palestina yang kau kenal di Rafah, kau menemukan sesuatu yang tidak pernah kau lihat dalam hidupmu sebelumnya: “…satu derajat kekuatan dan kemampuan dasar manusia untuk tetap menjadi manusia”. Dan kau punya sepatah kata untuk itu: dignity.

Tapi apa kiranya yang bisa didapat dari dignity, dari harga diri, yang menyebabkan manusia tak melata di atas debu sebelum menggadaikan segala-galanya? Tak banyak, juga sangat banyak.

Yang lemah akan tetap roboh. Tapi di depan tubuh yang tergeletak di lumpur, tubuh yang terjerembap dan menuding ketidakadilan, kemenangan sang superkuat sekalipun akan terhenti: ia hanya ibarat sebuah buldoser yang sekadar menghancurkan. Genggaman itu kosong. Penaklukan itu ilusi.

Ya, Rachel yang ada di surga, semoga namamu selalu akan kembali. Kini memang saya bimbang. Tapi masih ingin saya percaya bahwa tak mustahil akan ada sebuah ruang di mana yang lemah tak terusir, dan yang lain bisa sewaktu-waktu berteriak “Stop kau!”-dan sebab itu merdeka.

Goenawan Mohamad

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Ibu Bung Karno Melahirkan…..


Hari Ini 110 Tahun Lalu

6 Juni 1901, Bung Karno yang kita kenal sebagai “The Founding Father” lahir di Lawang Seketeng Surabaya, Ayahnya Raden Soekemi Sosrodihardjo, memberinya nama Koesno. Karena sering sakit – sakitan saat kecilnya dulu, akhirnya nama Kusno diganti dengan SOEKARNO. Setidaknya itulah, fakta yang hingga kini selalu kita ketahui. Sedang ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben, menjulukinya “Putera Sang Fajar”, karena Bung Karno dilahirkan saat fajar menjelang pagi.

Peristiwa itu terjadi 110 tahun yang lalu. Soekemi Sosrodihardjo sang ayah, juga Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben, tentu memiliki harapan besar pada sang jabang bayi yang mereka cintai dan sayangi itu. Sebuah harapan agar kelak jabang bayi, bisa membawa kebaikan dan kehidupan serta penghidupan yang layak bagi dirinya sendiri, kedua orang tuanya, juga kemakmuran bagi bangsanya.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Umum

Gaza : Penjara Terbesar di Dunia!


AMNESTI INTERNASIONAL : EMPAT DARI LIMA PENDUDUK GAZA DALAM KEADAAN TAK BERDAYA

Perempuan itu  membuai bayinya yang kurus di dapur rumahnya yang sempit–di mana dia tinggal bersama 21 anggota keluarga lainnya–di Gaza, kota di Palestina yang diblokade militer Israel. Menghela nafas berat, dia memandangi putri kecilnya dengan nelangsa.

Saat itu, Olfat (25) dan anaknya baru pulang dari sebuah pusat kesehatan di  wilayah Al Sabara, dekat Gaza. Ibu muda itu cemas dengan kondisi anaknya yang tak normal. Doha namanya. Usianya sudah sembilan bulan, namun berat badannya hanya setengah dari berat rata-rata bayi seusianya. Kata dokter, Doha menderita malnutrisi.

“Aku tak punya uang untuk memberinya makan. Kami tak punya uang untuk memeberi makan diri kami sendiri,” kata Olfat, dengan suara tercekat, seperti dikabarkan laman Telegraph, 6 Mei 2010.

Beberapa mil dari Gaza, tepatnya di Beit Hanoun, Iyas Al Kafarna dihantui perasaan takut. Bocah 12 tahun itu tak pernah berani melangkahkan kaki ke luar rumah. “Perbatasan dengan Israel hanya empat mil dari sini. Aku berada di wilayah tembak mereka… Aku tak mau tentara Israel menembakku,” kata Iyas.

Menurut lembaga kemanusiaan Save the Children mayoritas anak di Gaza mengalami gangguan psikis berupa rasa takut berlebihan, insomnia, dan
depresi. Sekalipun tak terlihat, tentara Israel sepeti ‘hantu’. Mayoritas penduduk Gaza selalu menutup rapat-rapat gordin jendela. Mereka merasa selalu diawasi.

Masih di kota yang sama, nestapa lain dialami Rabah, seorang bocah tujuh tahun. Trauma fisik membuat kakinya kehilangan fungsi. Tim dokter dari Slovenia menawari perawatan gratis di negara mereka. Namun, permintaan agar Rabah bisa keluar Gaza selalu ditolak Israel. Tanpa alasan.

“Rabah hanya satu dari jutaan kisah serupa yang akan kau dengar di mana pun di Gaza. Di sini, jika kau kehilangan anggota badan, menderita infeksi, atau hanya terluka karena sayatan benda tajam, itu bisa berarti malapetaka,” kata Paolo Pellegrin, fotografer yang mengabadikan kehidupan masyarakat Gaza di bawah bayang-bayang Israel.

Dilindas Buldoser
Sudah tiga tahun Israel mengurung Gaza, sejak Juni 2007, baik di darat,
udara, maupun laut. Enam pintu keluar Gaza ditutup, termasuk Raffah yang berbatasan dengan Mesir. Lapangan terbang dihancurkan, pelabuhan dan laut dikepung Angkatan Laut Israel. Sekitar 1,5 juta penduduk Gaza terkurung tak berkutik.

Israel berdalih blokade itu untuk menghukum Hamas, partai berkuasa di
Palestina setelah menang pemilu 2006. Hamas dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan roket ke wilayah Israel. Pemerintah Israel beralasan blokade itu diperlukan untuk menyumbat aliran senjata ke wilayah Gaza.

Hanya saja, alih-alih semata senjata, blokade Israel menghalangi pasokan apa pun. Tak peduli apakah itu makanan, keperluan rumah tangga, ataupun bahan bangunan untuk menambal rumah yang bolong dihajar misil atau buldoser Israel.

Laporan Amnesti Internasional 2010 menyebutkan empat dari lima penduduk Gaza dalam keadaan tak berdaya. Mereka hidup bergantung pada bantuan internasional.

“Yang paling menderita adalah anak-anak, orang tua, tuna wisma, dan mereka yang sakit, termasuk mereka yang perlu mendapat perawatan di luar Gaza; bukan kaum militan yang bertanggung jawab menembakkan roket ke wilayah Israel,” Amnesti Internasional menyatakan.

Lebih jauh, lembaga itu menyebutkan militer Israel bahkan menyerang rumah sakit, petugas medis, serta relawan organisasi kemanusiaan internasional. Setidaknya 15 dari 27 rumah sakit di Gaza rusak berat bahkan hancur, 30 ambulans rusak, dan 16 petugas medis tewas.

Amnesti Internasional tidak menemukan bukti bahwa Hamas atau anggota
kelompok militan bersenjata bersembunyi di rumah sakit atau memanfaatkan bangunan itu menjadi markas sebagaimana yang selalu dijadikan alasan setiap serangan Israel.

“Ratusan penduduk sipil terbunuh akibat serangan jarak jauh militer Israel
yang dilancarkan dari pesawat tempur, helikopter, atau tank yang disiagakan beberapa kilometer dari target.”

“Para korban tidak tewas di tengah pertempuran atau saat menjadi perisai kelompok militan. Mereka tewas saat sedang tidur, mengerjakan aktivitas sehari-hari, atau saat bermain. Beberapa korban sipil, termasuk anak-anak, ditembak dari jarak dekat, dalam posisi yang tidak mengancam militer Israel,” demikian tertera dalam laporan Amnesti Internasional.

Penjara-terbuka

“Tidak, Israel tidak sedang menghukum Hamas, tapi menghukum seluruh masyarakat sipil Gaza atas kesalahan yang tidak mereka lakukan,” tulis pemenang Nobel Perdamaian 1976 asal Irlandia, Mairead Maguire.

Dengan kedua matanya, Mairead melihat sendiri bagaimana porak porandanya Gaza dan derita warganya saat mengunjungi wilayah itu di tahun 2008. Mairead yang mulai renta tak tinggal diam. Pada 2009 dia mencoba menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan, dan gagal. Tentara Israel menyerbu kapal dia dan rekan-rekannya, menahan para aktivis selama seminggu, sebelum akhirrnya mendeportasi mereka ke negara masing-masing.

Dengan lantang, Mairead menuding Israel telah melanggar hukum internasional termasuk Konvensi Jenewa. Dia juga mengecam beberapa negara dan lembaga-lembaga dunia yang mendiamkan aksi brutal itu.

“Israel mengubah Gaza menjadi penjara-terbuka terbesar di dunia. Penduduknya dikurung dari darat, laut, dan udara,” Mairead menulis.

Derita Gaza diperparah aksi-aksi militer Israel, terkhusus Operasi “Cast
Lead” sejak Desember 2008 hingga Januari 2009. Ketika itu bom dan fosfor putih dijatuhkan ke pemukiman penduduk sipil. Akibatnya, 1.400 orang tewas, termasuk lebih dari 400 anak-anak. Sisa-sisa fosfor mempolusi tanah dan meracuni penduduk Gaza. Kanker pun menyebar.

“Di mana harapan untuk mereka? Di mana cinta untuk Gaza? Komunitas internasional gagal melindungi Gaza dan tidak bersikap tegas menentang kebrutalan Israel,” kata Mairead yang kini berada di Kapal Rachel Corrie dalam perjalanan menuju Gaza.

Kapal Rachel Corrie–demikian dinamai untuk menghormati aktivis kemanusiaan AS yang tewas dilindas buldoser Israel–akan mencoba menembus Gaza, paska serangan militer Israel ke Freedom Flotilla yang menewaskan 19 relawan dan melukai puluhan lainnya.

Sebenarnya, Kapal Rachel Corrie bergabung dengan Mavi Marmara memasuki Gaza. Namun, karena ada kerusakan mesin, Kapal Rachel Corrie tidak bisa melanjutkan perjalanan. Baru saat ini Kapal Rachel Corrie kembali berlayar menuju Gaza

Toh, Mairead menulis, masyarakat Gaza adalah masyarakat yang tak pernah menyerah. “Apapun yang kulihat di Gaza hancur. Tapi penduduk yang aku temui di jalan semua tersenyum.”

Juga dengarlah analisis Fernando Rossi, politisi Italia yang mengunjungi Gaza pada 2008, “Israel menyangka Gaza akan seperti Yugoslavia. Setelah dibombardir, orang akan mengabaikan Hamas. Israel salah besar. Makin kejam mereka disiksa, makin kuat mereka.”

Amnesty International- BBC- Telegraph

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Kenapa Harus Ada Misi Maut Menembus Blokade Israel?


BAYANGAN tragedi itu masih melekat di ingatan Ferry Nur. Berada di atas kapal Mavi Marmara, kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, dia menjadi saksi sekaligus korban dari serangan tentara Israel.

Ferry sedang shalat berjamaah ketika kapal itu mendekati perairan Israel. Dia berada di lantai dua. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di geladak, dan imam mempercepat shalat. Setelah jamaah bubar, dia berlari ke lantai tiga.

Kapal mereka rupanya dicegat tentara Israel. “Saya dengar jelas sekali mereka menurunkan tentara di dekat nakhoda,” ujar Ferry, koordinator Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), kepada wartawan.

Selanjutnya, kegaduhan tambah menggila. Sleeping bag dan tikar berterbangan. Lalu ada letusan gas air mata serta peluru timah. Sejumlah korban jatuh, dan meninggal.

Ferry sempat melihat ke sisi kiri. Ada dua kapal perang, dan tiga kapal cepat. Dia dan rekannya yang berada di sisi kapal, lalu menyemprotkan air. Mereka mencegah tentara dari kapal perang Israel memanjat Mavi Marmara. Terdengar rentetan suara tembakan.

Dua rekannya, Oktvianto Baharudin (aktivis Kispa) tertembak di tangan dan kaki. Surya Fahrial, seorang jurnalis Suara Hidayatullah ditembak di bagian dada. “Dalam tempo satu jam, kapal berhasil diambil alih mereka,” ujar Ferry.

Tentara Israel lalu memborgol relawan. “Ada yang kepalanya ditendang, dipukuli. Mereka teriak-teriak ‘Sit down! Sit down!’”. Nahkoda diambilalih dan kapal dibelokkan ke Pelabuhan Ashdod.

Selama 12 jam, tangan mereka terborgol, bentakan bertubi-tubi, tak boleh ke toilet, dan tak ada makan dan minum. “Kami juga tidak diperbolehkan shalat, sehingga kami sholat sambil jongkok atau duduk dengan tangan terborgol,” Ferry mengisahkan.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada 31 Mei lalu. Tentara Israel menyerang para peserta konvoi “Armada Kebebasan untuk Gaza” (Freedom Flotilla to Gaza) – yaitu misi tak resmi pembawa bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina di Gaza, yang diblokade Israel selama tiga tahun.

Armada terdiri dari enam kapal. Para awaknya yang tak bersenjata itu, dicegat oleh pasukan komando, dan kapal angkatan laut Israel di perairan internasional. Mereka dilarang bergerak menuju perairan Gaza.

Aksi cegat itu berujung pada insiden berdarah. Sedikitnya sembilan aktivis tewas oleh berondongan tembakan tentara Israel. ??Dunia mengecam aksi brutal Israel itu. Masyarakat internasional menilai aksi itu sebagai pembajakan di laut netral, dan kejahatan internasional. PBB dan sejumlah negara pun menyerukan penyelidikan atas insiden Flotilla.

Tapi Israel berkilah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pejabatnya, menyatakan penembakan itu untuk membela diri, setelah pasukan mereka diserang begitu turun dari helikopter. Bagi Israel, pencegatan itu mereka lakukan untuk memastikan tak ada penyelundupan material yang bisa digunakan Hamas, organisasi radikal yang kini menguasai Gaza, untuk dijadikan senjata.

Seorang wartawan Israel malah menyebut selama ini Hamas menggunakan banyak bahan selundupan untuk membuat roket yang ditembakkan ke wilayah Israel. Soal kebutuhan di Gaza, seperti makanan, tak pernah diblokade. Selama ini bantuan ke Gaza harus melalui mereka, dan sudah tersalurkan. Tapi banyak yang meragukan pernyataan Israel itu, termasuk dari para pegiat yang ikut dalam armada “Freedom Flotilla to Gaza.”

Di tengah hujan kecaman terhadap Israel, berbagai upaya internasional tengah dilancarkan untuk menanggapi tragedi itu. Namun, masalah ini mungkin berbuntut panjang. Tak penyelesaian yang jelas,  konflik di Timur Tengah kian parah dan nasib penduduk Palestina di Gaza pun tidak menentu.

***

Tentu, yang menjadi pertanyaan mengapa Ferry Nur, dan para pembela Gaza dari berbagai penjuru dunia, nekad menembus blokade Israel?

Konvoi Freedom Flotilla adalah potret bangkitnya solidaritas dunia atas penderitaan rakyat Palestina di Gaza yang dizalimi Israel. Konvoi dari pelbagai bangsa, agama dan kelompok ini menunjukkan derita Palestina bukan soal agama atau politik belaka, tapi krisis kemanusiaan. Dia bukan cuma urusan orang Arab atau Palestina, tapi keprihatinan dunia.

Di Indonesia, yang terkenal garang atas sikap Israel kepada Palestina, para pegiat kemanusiaan bagi Gaza itu pernah datang berkunjung.  Suatu hari, seorang perempuan Palestina-Amerika datang berkunjung ke kantor Mer-C, lembaga kemanusiaan yang berbasis di Jakarta. Nama perempuan itu Huwaida. “Huwaida datang menewarkan kesempatan berlayar bersama ke Gaza,” ujar dr Joserizal Jurnalis, pengurus Mer-C Indonesia.

Dari situ koordinasi pun berlanjut. “Awalnya kami ingin membeli kapal, namun dana yang terkumpul dari berbagai iklan dan promosi tidak cukup,” ujar Joserizal. Karena keterbatasan dana, akhirnya mereka memutuskan menyewa kapal Mavi Marmara. Dari Indonesia, ada 12 relawan yang ikut. Latar belakang mereka beragam. Ada dokter, insinyur, jurnalis, ahli pendidikan dan lain-lain.

Misi ini, kata Joserizal, jelas misi sipil, dan bukan militer. Ada beragam bangsa dan agama yang turut bergabung. Mereka disatukan rasa kemanusiaan karena blokade Israel bertahun-tahun di Gaza membatasi pasokan makanan, listrik, obat-obatan. “Warga Palestina yang mencari ikan hanya boleh batas dua mil, lebih dari itu mereka akan ditembaki Israel,” kata Joserizal.

Di samping berupaya membuka blokade Israel dan memberi bantuan logistik, para relawan Indonesia memiliki tujuan lain. Mer-C, misalnya, ingin membuka rumah sakit.

Sementara, lembaga lain dari Indonesia, seperti Sahabat Al Aqsha pun punya tujuan tak kalah mulia. “Kami ingin beri bantuan untuk anak yatim dari sektor pendidikan. Kami pun fokus ke pembangunan sumber air, listrik biogas dan member santunan anak yatim,” kata Amirul, pengurus Sahabat Al Aqsha.

***

Kebijakan Israel atas Gaza memang menggemaskan. Tak kurang, International Crisis Group (ICG) melihat selama bertahun-tahun, dunia telah bersabar dengan kebijakan Israel yang mengucilkan  Gaza, dengan harapan bisa melemahkan Hamas.

Kebijakan itu, kata ICG, bukan cuma didukung Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lain. Bahkan Mesir, dan dibiarkan oleh negara-negara Arab lain, yang kebetulan tak sepaham dengan militansi politik Hamas. Penutupan Perlintasan Rafah sejak 2007 menjadi buktinya.

Masalahnya, pengucilan atas Gaza itu tak bisa melucuti kekuatan Hamas di sana. Sebaliknya, pengucilan berupa blokade dan penutupan perbatasan Gaza oleh Israel dan Mesir itu justru membuat rakyat setempat kian menderita.

Bahan-bahan kebutuhan pokok sulit didapat di Gaza. Aliran listrik dan air bersih padam. Pokoknya Gaza dijadikan seperti “Kota Mati” tapi masih dihuni oleh orang-orang yang setengah mati untuk bertahan hidup.

Pada titik inilah, kebijakan pengucilan itu mendatangkan bumerang , sekaligus kemarahan dunia. Maksudnya memperlemah Hamas, tapi yang jadi korban adalah anak-anak dan perempuan yang tak berdaya. Konflik politik yang kian buruk, menyebabkan krisis kemanusiaan. Karena alasan tak tahan melihat penduduk Palestina menderita, inisiatif para pegiat kemanusiaan pun muncul. Konvoi Freedom Flotilla ke Gaza salah satunya.

“Serangan atas konvoi Flotilla itu tak lain adalah suatu gejala dari suatu pendekatan yang secara tersirat dibiarkan banyak pihak,” kata Robert Malley, pengamat Timur Tengah dari International Crisis Group (ICG). “Ini cukup jelas menggambarkan perlunya suatu perubahan kebijakan atas Gaza,” kata Malley dalam penjelasannya di laman ICG.

Maka, seperti yang direkomendasikan ICG, kebijakan atas Gaza perlu ditinjau kembali secara menyeluruh. Amerika Serikat, Uni Eropa dan pihak Kuartet harus kompak menyuarakan pencabutan permanen blokade atas Gaza.

Tuntutan tidak saja disuarakan kepada Israel, namun juga kepada Mesir – yang sementara ini membuka kembali perbatasan dengan Gaza setelah insiden Flotilla.

Penyaluran kembali bantuan kemanusiaan ke Gaza patut disambut baik. Tapi tak ada jaminan kalau pengucilan itu tak akan berlaku kembali. Gaza memang harus diawasi, tapi tak perlu sampai memblokade jalur perdagangan ke dan dari Gaza.

Bila Israel dan Palestina masih belum saling percaya, maka perlu dilibatkan pasukan internasional untuk memastikan keamanan di Gaza.  Tapi, konflik sepertinya belum akan selesai. Israel bisa jadi hanya mengulang langkah matinya terhadap Gaza.

Sementara armada bantuan kemanusiaan, para relawan yang bertaruh nyawa demi Gaza, akan terus mengalir. Seperti disebut aktivis Mer-C, dr. Joserizal: “Kita tidak akan mundur, dan akan menunjukkan Israel adalah musuh dunia dan musuh kemanusiaan”.

Yahoo!

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Obama Tunda ke Indonesia Demi Mendukung Israel


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatan Pembangunan Romahurmuziy menilai batalnya kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia dengan alasan terjadi tumpahan minyak di Teluk Meksiko adalah alasan yang mengada-ada. “Tumpahan minyak di laut adalah persoalan jangka menengah dan tidak membutuhkan perhatian mendadak, sehingga solusinya juga tidak secara mendadak,” kata Romahurmuziy

Dikatakannya, pembatalan itu menunjukkan ada kekhawatiran Obama terhadap respon masyarakat internasional termasuk Indonesia yang melakukan unjuk rasa anti-Israel. Romy (panggilan Romahurmuziy) menilai, Obama khawaatir di-fait accompli agar Amerika Serikat tidak menggunakan hak veto resolusi terhadap Israel oleh elemen masyarakat Indonesia yang mayoritas anti-Israel.

Pembatalan kunjungan Obama ke Indonesia ini, kata dia, juga menunjukkan Indonesia bukan negara prioritas dalam agenda kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Karena itu, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR ini mengimbau pemerintah agar tidak perlu terlalu gembar-gembor soal rencana kedatangan Obama.

Menurut dia, Kementerian Luar Negeri lebih baik fokus pada upaya menggalang solidaritas internasional bagi kemerdekaan Palestina dan upaya boikot terhadap Israel.

Antara

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Mavi Marmara : Sang Saksi Bisu Tragedi Gaza


(ISRAEL RILIS VIDEO SERANGAN)

Israel merilis video penyerangan kapal berisi relawan pembawa bantuan kemanusian yang tergabung dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) di antaranya kapal Mavi Marmara. Dalam video tersebut, tampak tentara Israel dipukuli dengan pipa dan kursi.

Pada Senin, Israel menyerang delapan kapal yang membawa ratusan aktivis pro-Palestina dan relawan pembawa bantuan kemanusiaan. Serangan tersebut telah menewaskan 19 orang dan melukai 30 relawan kemanusiaan yang ada di kapal itu. Akibatnya, dunia mengecam kekejaman Israel tersebut.

Penyerangan terjadi perairan internasional, 65 kilometer lepas pantai Gaza. Radio Tentara Israel mengklaim peluru dimuntahkan karena penumpang menyerang pasukan dengan benda tajam. Namun kabar itu dibantah Free Gaza Movement, penyelenggara misi kemanusiaan ini dengan mengatakan pasukan langsung menembak begitu mendarat di kapal.

Israel mengatakan sedikitnya lima tentara mereka terluka, dua di antaranya terluka serius. Menurut militer Israel, dua aktivis yang tewas dalam insiden tersebut menembak tentara dengan pistol.

“Mereka merencanakan serangan ini,” ujar juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Avital Leibovitch. “Tentara kami terluka karena kena pisau dan benda-benda besi.”

Kapal yang diserang tentara Israel akhirnya digiring ke Pelabuhan Israel di Ashdod. Sementara korban luka dievakuasi dengan helikopter ke rumah sakit di Israel.

Belum diketahui secara detail identitas korban tewas atau kondisi beberapa orang terkenal yang ikut dalam konvoi tersebut. Beberapa tokoh yang ikut di antaranya peraih Nobel Perdamaian 1976 Mauread Corrigan Maguire dari Irlandia Utara dan legislator Eropa Hedy Epstein.

Mavi Marmara adalah salah satu kapal dari konvoi delapan kapal Armada Kebebasan (Freedom Flotilla), yang membawa bantuan untuk warga Gaza, di kapal tersebut ada 12 warga Indonesia yang belum diketahui nasibnya. Ke-12 warga Indonesia itu berasal dari lembaga swadaya masyarakat, yakni Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) serta lima wartawan, yaitu Al-Jazeera Indonesia, TV One, Hidayatullah.com, majalah Alia, dan Sahabat Al-Aqsha.

Berikut nama 12 WNI yang berada di Kapal Mavi Marmara :

Dari Mer-C:
1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan Abadi
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa:
1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
3. Okvianto Baharudin
4. Hardjito Warno

Dari Sahabat Al Aqsha – Hidayatullah:
1. Dzikrullah Ramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Sumber : Tempo

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Lowongan Kerja : PLN Butuh 5.604 Pegawai Baru


(KERJASAMA PT. PLN DENGAN 4 PERGURUAN TINGGI)

Pada tahun 2010 ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan sedikitnya 2.604 karyawan baru dari berbagai disiplin ilmu. Kemudian, tahun 2011 mendatang, PLN membutuhkan 3.000 pegawai baru yang diharapkan adalah sarjana yang baru lulus.

Kebutuhan pegawai baru pada tahun 2010 dan 2011 yang cukup banyak itu karena pegawai PT PLN saat ini sudah banyak yang pensiun serta untuk memenuhi target di proyek 10 ribu megawatt. Hal itu disampaikan kepada pers oleh Deputi Manajer Pengembangan Sumber Daya Manusia PT PLN Jateng dan DIY, Drs. Bayu Widyarto, Ak, usai melakukan proses seleksi mahasiswa baru Program Diploma Teknik Mesin dan Elektro UGM jalur PBU yang akan diproyeksikan menjadi pegawai PT. PLN, Selasa 25 Mei 2010

Untuk mencukupi kebutuhan pegawai baru, PT. PLN melakukan kerjasama dengan empat perguruan tinggi negeri di Jawa. Keempat Perguruan Tinggi tersebut adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip) dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).  Hari Selasa, 25 Mei itu merupakan realisasi kerjasama UGM dan PT. PLN merekrut pegawai baru melalui penjaringan di program Diploma Tiga (D3) Teknik Mesin dan Elektro.

Mereka yang lolos seleksi ini akan membiayai sendiri kuliahnya. Hanya saja setelah lulus mereka akan direkrut PT. PLN untuk menjalani Diklat Prajabatan selama setahun dan sesudah itu baru diangkat menjadi pegawai PT. PLN. Seleksi mahasiswa dilakukan pihak kampus dan PT. PLN, biaya ditanggung mahasiswa sendiri tetapi mereka memiliki kesempatan besar masuk sebagai karyawan PLN.

Program ini baru dibuka untuk tahun akademik 2010/2011. Untuk program pertama UGM memperoleh kuota 100 mahasiswa untuk dua jurusan, Undip juga 100 mahasiswa sedangkan Polines 48 mahasiswa.  Sementara UNS kemungkinan baru mulai tahun depan.

Untuk memenuhi kebutuhan pegawai PT. PLN menempuh cara lain, yaitu seleksi pegawai melalui program job fair. Sebagaimana yang ia lakukan dengan Engineering Carreer Center (ECC) Fakultas Teknik UGM selama ini. Program tersebut digelar secara gratis oleh pihak PLN. Semua mahasiswa bisa mengikuti program tersebut jika memenuhi syarat yang ditentukan.

Selain itu, PT. PLN juga membuka program co-operation. Sebuah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa semester tiga untuk magang di PT.PLN. Mereka yang mengikuti program ini wajib melakukan magang selama enam bulan. Dan kepada peserta magang diberikan uang saku sebesar Rp 850 ribu per bulan.

Menurut Radhian Krisnaputra, ST., M.Eng selaku Wakil Ketua Program Diploma Tehnik Mesin UGM Bidang Pengembangan dan Kerjasama, seleksi untuk mahasiswa D3 Tehnik Mesin dan Elektro kerjasama dengan PLN itupun dilakukan melalui dua program yaitu Program Penelusuran Bibit Unggul (PBU) dan melalui program Ujian Tulis (Utul) Ujian Masuk (UM) UGM. Pihak UGM melakukan seleksi awal melalui dua program itu, setelah itu nanti diseleksi kembali oleh PLN.

Sampai saat ini, setiap tahun D3 Teknik Elektro menerima 200 mahasiswa baru dan Teknik Mesin UGM menerima 240 mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut akan diseleksi 50 mahasiswa untuk masuk D3 Teknik Mesin dan 50 mahasiswa D3 Teknik Elektro kerjasama dengan PLN tersebut. Pihak perguruan tinggi yang bekerjasama dengan PLN bertanggungjawab menyediakan bibit unggulnya, sementara yang menyeleksi dan yang memakai adalah pihak PT. PLN.

Sumber : http://ugm.ac.id/dengan perubahan seperlunya

4 Komentar

Filed under Umum

KONTEN DEWASA (III)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)


Berdasarkan sejumlah jajak pendapat dan studi yang dilakukan di Indonesia. fasilitas e-mail adalah hal yang paling utama digunakan oleh konsumen Internet. Sayangnya, spam (e-mail sampah) menghantui aktifitas e-mail siapapun dan dimanapun. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Barracuda Networks mengatakan bahwa pada sepanjang 2007 lalu, dari total trafik e-mail yang tercatat, 95% nya adalah spam. Kemudian menurut Symantec untuk data per Februari 2008 lalu, 6% dari seluruh e-mail spam, masuk dalam kategori untuk ’dewasa’ diatas 18 tahun.

Ini perlu menjadi pertimbangan pula, bagaimana menyaring konten pornografi. yang sengaja ataupun tidak, masuk langsung ke mailbox, termasuk ke mailbox anak-anak dan para remaja yang belum masuk dalam kategori dewasa. Pornografi Iewat e-mail lebih sulit pengidentifikasiannya (termasuk penyaringannya), karena sifatnya yang tidak terbuka seperti layaknya mengunjungi sebuah situs, kemudian lebih privasi karena terhantar langsung ke masing-masing individu, dan sifatnya cenderung yang ‘push-services‘, alias dapat terkirim tanpa harus mengaksesnya terus-menerus. Belum lagi maraknya sejumlah layanan yang memang mengkhususkan diri dalam menyediakan konten pornografi via e-mail Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Umum