Tag Archives: Spanyol vs Belanda

Final Terbrutal Sepanjang Masa


Afrika Selatan menorehkan rekor baru: Partai Final Terkotor Sepanjang Masa. Kerasnya laga memaksa Wasit Howard Webb asal Inggris mengeluarkan 14 kartu kuning dan satu kartu merah.

Belanda tersiram sembilan kartu, termasuk kartu kuning kedua sekaligus merah bagi bek John Heitinga. Adapun Spanyol lima kartu. Catatan ini jauh melampaui rekor sebelumnya, enam kartu kuning yang dilayangkan Wasit Romuald Arppi Filho asal Brasil saat memimpin partai pamungkas Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Jerman Barat.

Kerasnya permainan Belanda, yang berhasil menyulut emosi Spanyol, membuat wasit tidak punya pilihan. Hujan kartu kuning diawali penyerang Belanda Robin van Persie saat pertandingan baru berlangsung 15 menit. Carles Puyol, yang menekel Arjen Robben dari belakang, menyusul satu menit kemudian.

Saat jeda, sudah lima pemain diganjar peringatan. Termasuk tindakan horor Nigel de Jong yang melompat sambil menendang dada Xabi Alonso di menit 28. “Para pemain benar-benar menyulitkan Mr Webb! Namun hingga kini dia masih menangani pertandingan dengan OK,” tulis Bek Inggris Rio Ferdinand di Twitter.

Di babak kedua, wasit berpangkat sersan di Kepolisian Yorkshire itu kembali bekerja keras dan bolak-balik mengeluarkan kartu kuning dari sakunya. Satu diantaranya untuk protes keras Robben. Menjelang akhir babak kedua, sayap kanan Belanda ini mendapat kesempatan emas dengan berhadap-hadapan dengan kiper Iker Casillas. Puyol menariknya dari belakang, namun Robben tidak terjatuh.

Webb memberikan advantage dan tidak menghentikan permainan karena Robben berada di posisi memungkinkan untuk mencetak gol. Keputusan itu diprotes Robben. “Saya tidak bisa bergerak karena kiper sudah terlalu dekat,” ujar bintang 26 tahun itu.

Menurutnya, keputusan itu mengubah jalannya pertandingan. “Pelanggaran Puyol patut diganjar kartu kuning kedua dan memberikan kami tendangan bebas,” kata Robben.

Alih-alih, malah Belanda yang diganjar kartu merah. Heitinga, yang kalah cepat, terpaksa menjatuhkan Andres Iniesta di menit 109. Bolongnya lini pertahanan memudahkan Iniesta mencetak gol kemenangan, tujuh menit kemudian. Webb mengacuhkan protes Pasukan Oranye, yang hanya menyisakan Kiper Maarten Stekelenburg dan pengatur serangan Wesley Sneijder sebagai pemain yang tidak tercatat di kartu.

Pelatih Belanda Bert van Marwijk menolak tudingan bermain kasar, walaupun juga mengakui ada beberapa tekel horor seperti yang dilakukan De Jong. “Itu bukan gaya kami, tapi kami bertanding untuk menang,” katanya.

Menurutnya, tensi tinggi selalu muncul di partai puncak, terlebih di Final Piala Dunia. “Emosi pemain selalu tinggi,” ujar Van Marwijk. Sang pelatih menyorot kepemimpinan wasit. Webb, yang dibantu hakim garis Darren Cann dan Michale Mullarkey, merupakan pengadil di partai perdana Spanyol di Afrika Selatan.

Partai itu mengejutkan dunia dengan keoknya Juara Eropa. Media Spanyol menjadikan Webb sebagai kambing hitam karena mengesahkan gol Swiss yang berbau off-side. “Marahnya publik Spanyol berdampak pada kepemimpinannya di partai ini,” kata Van Marwijk.

Menurut Dirk Kuyt, wasit terlalu gampang melayangkan kartu kuning untuk Belanda. “Itu menghilangkan kesempatan kami meraih piala,” katanya. Senada, Robben menuding Webb tak layak memimpin pertandingan pemuncak itu. “Final Piala Dunia membutuhkan wasit kelas dunia,” ujarnya.

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

Paul Octopus vs Mani the Parrot = Spanyol vs Belanda


Ketika Paul gurita di akuarim Sea Life Oberhausen meramalkan Jerman akan kalah dari Serbia di penyisihan grup, tidak seorangpun warga Jerman yang kesal. Namun sejak ramalan hewan tak bertulang belakang itu tepat ketika meramal Spanyol bakal mendepak Die Manschaft dari semi final sontak Paul menjadi hewan paling diburu.

“Lemparkan Paul di wajan penggorengan,” tulis harian Berlin, merangkum keinginan seluruh rakyat Jerman yang lebih menginginkan Paul menjadi santapan di atas piring.

Kini kemungkinannya akan terbalik. Warga Spanyol kemungkinan akan memburu Mani, seekor burung kakatua yang meramalkan Belanda akan mengalahkan Spanyol pada babak final untuk meraih gelar pertama Piala Dunia.

Mani sehari-hari menjadi asisten tuannya seorang peramal. Peramal itu yakin jika tebakan hewan peliharaannya jitu. “Saya yakin 100 persen, apapun yang dipilih Mani akan tepat,” kata peramal yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Mani terbiasa membantu memprediksi hubungan cinta maupun keuangan para pelanggannya. Namun kali ini ia menebak tim Oranye yang akan meraih gelar. Keluar dari sangkarnya dengan langkah yang gontai, Mani berjalan ke depan dan memilih kartu putih di depannya yang di belakangnya terdapat bendera Belanda. Di sebelahnya padahal terdapat kartu putih berbendera Spanyol.

Sebaliknya, Paul Si Gurita mengabaikan kotak yang ditandai dengan bendera Belanda. Hal tersebut menyiratkan Paul Si Gurita memilih Spanyol bakal menjuarai Piala Dunia 2010.

Laga final akan digelar di Soccer City, Johannesburg hari Minggu. Wasit Inggris Howard Webb akan memimpin laga ini.

Berikut link video Mani ketika memilih Belanda yang akan memenangkan Piala Dunia 2010.

http://media.brisbanetimes.com.au/national/selections/mani-the-parrot-tips-holland-1683104.html?&exc_from=strap

Dicopas dari TempoInteraktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste