Tag Archives: FIFA World Cup 2010

Prediksi Seekor Gurita, Jerman Akan Mengalahkan Argentina


Seekor gurita (octopus), yang mungkin punya kekuatan batin, jago memilih pemenang dalam laga Piala Dunia 2010. Gurita berusia 2 tahun yang dinamai Paul itu lahir di Inggris dan kini hidup di sebuah akuarium di Jerman. Ia sudah 100 persen tepat meramalkan beberapa pertandingan.

Gurita berkaki delapan penghuni Sea Life di barat Kota Oberhausen, Jerman, itu kini menjadi oracle pesohor untuk empat babak sejauh ini, termasuk prediksi jitunya pada babak eliminasi Ahad lalu saat Jerman mengalahkan Inggris.

Selasa lalu, Paul diberi pilihan makanan dua kontainer plastik berbeda–salah satu wadah itu ada bendera Argentina dan satunya lagi bendera Jerman. Paul membuka wadah pertama yang berbendera Jerman. Dia bergerak hati-hati dan menghabiskan waktu sekitar 45 menit sebelum akhirnya memakan makanan dalam wadah. Itu menunjukkan Jerman berjuang keras untuk menang dalam perpanjangan waktu atau bahkan adu penalti.

Pekan lalu, Paul mengabaikan kontainer berbendera Inggris dan langsung “memilih” wadah berbendera Jerman–terbukti sebagai petunjuk Jerman bakal menang meyakinkan.

“Paul butuh waktu sangat lama dalam pikirannya hari ini untuk Argentina melawan Jerman,” ujar juru bicara Sea Life, Tanja Munzig, Selasa lalu. “Bahkan, setelah membuka wadah berbendera Jerman, dia berdiam lama sebelum masuk dan memakan kerang.”

Munzig membantah anggapan bahwa wadah-wadah itu dicurangi. Jenis makanan itu identik dan wadah tersebut selaras dengan urutan FIFA. Argentina berada di sisi kiri pada Selasa (karena pertandingan Sabtu nanti Argentina vs Jerman), sedangkan Inggris berada di sisi kanan pekan lalu (Jerman vs Inggris). “Tak ada trik, makanan di wadah-wadah itu sama dan semua dalam dua kontainer itu sama persis kecuali benderanya,” dia menegaskan. Anda percaya?

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Iklan

1 Komentar

Filed under Copy Paste

VUVUZELA, Terompet Paling Terkenal di Dunia


Ini Piala Dunia pertama yang pertandingannya konstan diiringi suara lebah. Jutaan lebah. Mirip lalat juga. Bukan karena stadion letaknya dengan tempat pembuangan akhir sampah di Afrika Selatan, tapi bunyi dengung itu berasal dari vuvuzela, semacam terompet khas sana. Bahannya dari plastik. Ketika berbunyi berbarengan sestadion, suaranya luar biasa bising.

Nah, jadilah vuvuzela kontroversial. Ada yang bilang vuvuzela bisa merusak pendengaran, karena bunyi bising konstan menderu gendang telinga. Ada juga yang khawatir tak bisa mendengar pengumuman bila, amit-amit, stadion harus dievakuasi. Ruth MecNerney, dokter asal Inggris, kepada AP mengatakan vuvuzela berpotensi menyebarkan virus demam dan flu, “Mengingat banyaknya udara yang ditiupkan lewat vuvuzela,” kata dia.

Kebisingan vuvuzela juga bisa mengganggu pemain. Pelatih harus berteriak lebih keras ke anak-anak yang tengah merumput di lapangan. Tim Denmark misalnya, jadi tak bisa berkomunikasi. “Kami harus menggunakan kontak mata,” kata kiper Thomas Sorensen.

Kata Sorensen, apa pun yang ia teriakkan kepada para bek tak bisa terdengar. Bermain untuk Stoke City di Inggris, ia sudah terbiasa dengan kebisingan chant para pendukung. Tapi vuvuzela, wah beda lagi. Ah, mungkin itu sebabnya dua kali bola nyelonong ke gawangnya saat melawan Belanda.

Tapi, keinginan sejumlah pihak untuk menyingkirkan bahkan melenyapkan vuvuzela dari ritual Piala Dunia, setidaknya di Afrika Selatan, segera pupus. Dengan alasan vuvuzela adalah ikon sepakbola setempat, maka Presiden FIFA Sepp Blatter pun menegaskan menolak permintaan melarang vuvuzela.

Demikian juga dengan Panitia penyelenggara Piala Dunia 2010 yang menyatakan tidak akan melarang Vuvuzela (terompet khas Afrika Selatan) selama turnamen.

“Vuvuzela tidak akan pernah dilarang. Semua orang di dunia menyukai vuvuzela dan hanya sebagian kecil yang menentangnya. Tidak pernah ada pemikiran panitia untuk melarang vuvuzela selama turnamen,” kata juru bicara panitia penyelenggara Piala Dunia 2010, Rich Mkhondo.

Keberadaan terompet vuvuzela menjadi kontroversial sejak turnamen Piala Konfederasi tahun lalu, dimana beberapa pemain mengaku mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain karena bunyi terompet yang nyaring.

“Lihatlah vuvuzela sebagai kebudayaan Afsel dan cara mereka memeriahkan Piala Dunia 2010. Tolong hormati vuvuzela sebagaimana anda menghormati budaya kami,” kata Mkhondo yang menambahkan vuvuzela juga digunakan suporter negara lain dalam menyemangati tim kesayangannya.

Di sebuah wawancara, pemain tengah Spanyol Andres Iniesta diminta mencoba vuvuzela. Ragu-ragu, ia mencoba. Sudah siap ia mengumandangkan bunyi membahana kepada pemirsa televisi yang menanti-nanti dengan cemas (mungkin). Tapi hasilnya, bah, bunyi ‘ngok’ pun tak keluar.

Iniesta menyerah! Ia memulangkan si vuvuzela ke tangan pembawa acara, yang dengan mudah membunyikan vuvuzela. Sebagai seorang atlet dengan determinasi tinggi, Iniesta tentu mencoba untuk kedua kalinya. Pfhuuuuuttt!!! Lagi-lagi ia gagal.

Vuvuzela vs Iniesta? 2-0!

Sejak Piala Dunia dibuka tanggal 11 Juni lalu, permintaan untuk Vuvuzela meningkat tajam di seluruh Afrika Selatan. “Sepertinya publisitas negatif menguntungkan kami,” kata Brandon Bernado pemilik situs vuvuzela.co.za dan pabrik yang bisa memproduksi 10.000 vuvuzela sehari.

“Produk kami sangat laris. Setiap kali kami membuat vuvuzela lagi, keesokan paginya semua sudah terjual,” katanya.

Menurut pencipta vuvuzela Neil van Schalkwyk yang membuat terompet ini tujuh tahun lalu, industri vuvuzela saat ini bernilai sekitar 50 juta Rand atau sekitar 6,45 juta dolar AS untuk wilayah Afrika Selatan dan Eropa.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

FIFA World Cup 2010 : Warga Korea Utara Dukung Korea Selatan


Warga Korea Utara turut bersorak gembira saat negeri tetangganya Korea Selatan memenangkan pertandingan perdana melawan Yunani, meskipun kedua negara tengah dilanda ketegangan. Demikian dilaporkan surat kabar pro-Pyongyang.

“Pertandingan Korsel melawan Yunani telah menyita perhatian besar warga Korut,” kata Sinbo Chosun, yang diterbitkan di Tokyo. “Penduduk Pyongyang, tanpa pengecualian, bersorak untuk tim Korea Selatan.” Korea Selatan nyaman mengalahkan Yunani 2-0 di pertandingan grup pertama mereka pada hari Sabtu.

Korea Utara, yang memiliki kualifikasi untuk pertama kalinya dalam 44 tahun, bertemu Brasil malam nanti. Korea Utara hanya mendapatkan tayangan tunda Piala Dunia pada stasiun televisi resmi, karena gagal mendapatkan hak siar.

Chosun Sinbo, yang biasanya mencerminkan pemikiran resmi pemerintah komunis itu, mengatakan bahwa rakyat Korut terpaku di depan televisi sambil menonton permainan Park Ji-Sung dkk menghadapi mantan juara Euro 2004 itu. “Siapa yang ingin melihat bangsa dengan garis keturunan yang sama kalah?” tulis koran itu mengutip salah seorang warga Korut. “Apa yang kita benci bukanlah orang-orang Korea Selatan,” tetapi pemerintah konservatif mereka.

Hubungan kedua negara tersebut memang senantiasa memanas. Terakhir, Korsel menuduh Korut berada di belakang tenggelamnya salah satu kapal perang Korsel pada bulan Maret lalu. Namun Korea Utara menyangkal keterlibatan itu dan mengatakan bahwa pembalasan Seoul bisa memicu perang.

Stasiun TV Korsel, SB, mengatakan, ia memiliki hak penyiaran Piala Dunia untuk seluruh semenanjung, namun gagal mencapai kesepakatan dengan Korea Utara.

Kantor Berita Korea Selatan Yonhap melaporkan hari Selasa dari Afrika Selatan, FIFA telah menandatangani kesepakatan untuk mencoba menayangkan permainan secara langsung di Korea Utara. (Antara)

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga

Terancam Pidana 7 Tahun Penjara atau Denda Rp. 5 Miliar, Karena Menyiarkan FIFA World Cup 2010


Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) melakukan razia dan penyegelan terhadap PT Prima Vision, sebuah perusahaan TV berlangganan di Makassar.

Penyegelan dilakukan karena perusahaan milik Rahman Halid tersebut diduga melakukan siaran langsung pelaksanaan Piala Dunia 2010 secara ilegal.

Penyegelan dilakukan langsung oleh tim dari Mabes Polri di kantor PT Prima Vision di Jalan AP Pettarani Makassar, Senin, 14 Juni 2010. Tim tersebut dibantu oleh tim Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar serta dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Jakarta, serta dari PT. Dunia Digital, penyedia decorder resmi Matrix Bola, yang menjangkau siaran PD 2010.

Kuasa Hukum PT. Dunia Digital, Turman Panggabean mengatakan, kliennya terpaksa melakukan razia dan menyegel perusahaan TV berlangganan karena melakukan penyiaran tanpa izin dari PT. Electronic City Entertainment (ECE), sebagai pemegang lisensi utama siaran langsung PD 2010. PT. ECE sebelumnya telah bekerja sama dengan PT. Dunia Digital, sebagai agen resmi dan penyedia decorder merek Matrix Bola.

Menurut Turman, razia dan penyegelan dilakukan setelah sebelumnya mendapat laporan dari Kepolisian tentang adanya kegiatan nonton bareng yang tidak merelai siaran RCTI dan Global TV serta tidak menggunakan recorder Merk Matrix Bola. Siaran langsung tersebut justru menggunakan siaran S3 TV, sebuah siaran televisi dari luar negeri. Pelaksana nonton bareng kemudian menyampaikan, bahwa mereka menggunakan TV berlangganan milik Prima Vision.

“Kami menganggap itu adalah pelanggaran besar, karena pemegang lisensi dari PT ECE untuk pemutaran Piala Dunia 2010 adalah RCTI, Global TV dan PT Dunia Digital,” kata Turman kepada wartawan di Hotel Singgasana Makassar, semalam.

Menurut Turman kerja sama tersebut telah mendapat perlindungan hukum dari Mabes Polri serta dari Kementerian Hukum dan HAM. Lebih dari itu, atas perbuatan penyiaran PD 2010 secara ilegal, telah merugikan pihak PT. ECE, RCTI, Global TV serta PT. Dunia Digital hingga sekitar Rp 600 miliar, sesuai harga lisensi yang dibayar PT. ECE kepada FIFA World Cup South Africa.

Atas perbuatan tersebut, Turman menilai, PT Prima Vision telah melakukan pelanggaran terhadap UU tentang Hak Cipta, yang diatur dalam pasal 72 Nomor 19 tahun 2002. Turman juga mengatakan, bahwa PT. Prima Vision terancam pidana 7 tahun penjara dan/atau denda Rp. 5 miliar atas tindakan pembajakan itu. “Ini akan kami serahkan kepada pengadilan,” ujarnya lagi.

Sementara, pantauan VIVAnews, dalam razia tesebut, mereka menyita sebuah decoder yang mengambil siaran S3 TV. Hal itu akan dijadikan barang bukti atas pembajakan siaran langsung Piala Dunia 2010 oleh Prima Vision. Pihak Prima Vision sendiri tidak bisa berbuat apa-apa atas penyegelan itu.

VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Lainnya

Prediksi FIFA World Cup 2010 : Dengan Argentina di Final, Brazil Juara!


PEREMPAT FINAL

Prediksi Bagian Satu

2 Juli 2010

Belanda v Brazil, 2 – 2

(Brazil menang melalui tendangan penalti)

Uruguay v Ghana, 1 – 2

Prediksi Bagian Dua

3 Juli 2010

Argentina v Jerman, 3 – 1

Paraguay v Spanyol, 1 – 2

SEMI FINAL

Prediksi Bagian Dua

6 Juli 2010

Ghana v Brazil, 0 – 1

Prediksi Bagian Satu

7 Juli 2010

Argentina v Spanyol, 3 – 1

Prediksi Perebutan TEMPAT KETIGA

Spanyol v Ghana, 1 – 2

Prediksi Pertandingan FINAL

FIFA World Cup 2010

Brazil v Argentina, 2 – 1

7 Komentar

Filed under Olahraga

Prediksi : Afrika Selatan Melanjutkan Sejarah dengan 1 Gol


TAPI SETAHUN TERAKHIR, AFSEL BERUBAH TOTAL. TAK PERNAH KALAH DI 12 PERTANDINGAN SEJAK DITANGANI KEMBALI CARLOS ALBERTO PARREIRA ADALAH SALAH SATU BUKTINYA. PADA PERTANDINGAN PERTAMA PIALA DUNIA 2010 TIM ’BAFANA BAFANA’ JUGA TIDAK AKAN KALAH, MESKIPUN HANYA DENGAN HASIL IMBANG 1 – 1 LAWAN MEKSIKO.

Di tengah euforia pembukaan Piala Dunia 2010–yang ditandai pertandingan Afrika Selatan versus Meksiko di Soccer City Stadium, Johannesburg, Jumat malam–memang ada pertanyaan yang menggelitik. Apakah Afsel bisa meneruskan tren tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama? Seberapa jauh Afsel bisa melaju? Apakah mereka bisa meneruskan tren tuan rumah setidaknya lolos sampai babak kedua? Atau justru mereka akan jadi tuan rumah pertama yang gagal?

Fakta dan sejarah mencatat; 1. Tidak pernah ada tuan rumah yang kalah di pertandingan pertama. 2. Tidak pernah ada tuan rumah yang gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Bagaimana dengan Afsel?

Sejak Uruguay 1930 sampai Jerman 2006–18 Piala Dunia–data menunjukkan tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama yang mereka lakoni; 12 kali menang dan 6 kali seri. Selama itu juga tak ada tuan rumah yang gagal di putaran pertama. Enam diantaranya bahkan menjadi juara; Uruguay (1930, 1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), dan Prancis (1998).

Dengan peringkat 83 versi FIFA, Afsel menjadi tuan rumah dengan ranking terendah sejak 1930. Apalagi di Grup A mereka harus bergabung dengan tim-tim yang berada di atas peringkat mereka. Selain Meksiko yang punya talenta pemain, di grup ini juga bercokol mantan juara dunia Uruguay, dan Prancis eks-juara lainnya yang juga runner-up empat tahun lalu.

Prestasi Afsel di Piala Dunia belum bisa dibanggakan. Bafana Bafana baru dua kali berhasil lolos ke putaran final, yaitu di Piala Dunia 1998 Perancis dan Piala Dunia 2002 di Jepang/Korea Selatan. Hasilnya, keduanya rontok di fase grup dengan rekor 2 kali kalah, 3 kali seri, dan hanya sekali menang.

Satu-satunya kemenangan didapatkan ketika gol tunggal Siyabonga Nomvethe menjebol gawang Slovenia di Daegu World Cup Stadium, Daegu, Korea Selatan. Empat tahun lalu mereka bahkan tak sanggup lolos ke Jerman.

Tapi setahun terakhir, Afsel berubah total. Tak pernah kalah di 12 pertandingan sejak ditangani kembali Carlos Alberto Parreira adalah salah satu buktinya. “Semua orang harus menghormati kami. Kami siap bertarung. Kami akan menghadapi semua pertandingan seperti partai final. Kami akan bertarung habis-habisan di semua pertandingan,” kata Parreira.

Parreira boleh menghibur diri. Satu persoalan, amunisi pemain yang dimiliki pelatih yang mengantar negaranya Brasil juara di Piala Dunia 1994, minim sekali. Dari 23 pemain, hanya 7 yang merumput di liga asing. Sisanya, 16 pemain, berlaga di kompetisi domestik. Barangkali hanya nama Steven Pienaar (Everton) dan Bernard Parker (FC Twente) yang cukup dikenal.

Persoalan lain, ya tentunya, Meksiko. Penampilan El Tri tengah menanjak. Mereka mengalahkan juara bertahan Italia 2-1, satu dari delapan kemenangan di 12 uji coba. Pelatih Javier Aguierre bahkan kebingungan memilih siapa penyerang yang akan dimainkannya lantaran banyak banyaknya striker dengan kualitas bagus.

Beberapa prediksi menyebutkan Aguierre akan memainkan pola 4-3-3. Bek Rafael Marquez (Barcelona) dan Carlos Salcido (PSV) akan mengawal lini belakang. Playmaker Andres Guardado (Deportivo la Coruna) mengatur serangan di tengah. Plus trio Giovani Dos Santos (Tottenham Hotspur), Carlos Vela (Arsenal), dan Javier ‘Chicarito’ Hernandez mengisi barisan penyerang. Nama terakhir adalah top skorer Liga Meksiko musim lalu dan musim depan akan jadi penghuni baru Manchester United.

Dengan reputasi tampil 13 kali di Piala Dunia, termasuk dua kali sebagai tuan rumah (1970 dan 1986), Tim Sombrero jelas lebih diunggulkan ketimbang tuan rumah.

Sekarang kita berandai-andai. Kalaupun Afsel mendapat poin dari Meksiko, dua mantan juara, Uruguay (16 Juni) dan Prancis (22 Juni) sudah menunggu. Catatn Uruguay; juara dunia dua kali, tampil di 10 kali Piala Dunia, juara Coppa America 14 kali, dan peringkat 16 dunia.

Prancis? Meski penampilan mereka belakangan ini mendapat sorotan tajam, juara dunia 1998 serta Euro 1984 dan 2000 ini adalah peringkat 9 dunia. Thierry Henry, Franck Ribery, Patrice Evra, Florent Malouda, Nicolas Anelka, dan Yoann Gourcuff berada di jajaran skuad Les Blues.

Rasanya, melihat data di atas tak sulit bagi kita untuk memperkirakan seberapa jauh Afsel bakal melangkah di Piala Dunia kali ini. Tapi ingat, ini adalah sepak bola, apapun bisa terjadi. Hal-hal lain–sejarah, dukungan penonton, dan jangan lupa keberuntungan–kadang mempengaruhi. Yang pasti, di antara tiupan Vuvuzela–terompet khas penonton Afsel–pesta dunia sudah dimulai.

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga