Category Archives: Pendidikan

Perguruan Tinggi yang Dibutuhkan Masyarakat


Memasuki milenium ketiga, berarti kita menginjakkan kaki di dunia tanpa batas. Sebab, milenium ketiga ditandai oleh informasi,  komunikasi dan iptek yang kian meroket dan tersebar dengan cepat. Dalam kondisi semacam itulah Perguruan Tinggi (PT) kita hidup dan mengembangkan diri. Dalam kerangka ini, paradigma lama yang masih melekat di sebagian PT perlu dikaji ulang.  Sistem sentralistik yang memosisikan PT di menara gading, memerlukan peninjauan visi-misi. Tidak saja Perguruan Tinggi  Negeri (PTN) tapi juga Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Baik yang di bawah binaan Departeman Pendidikan Nasional (Depdiknas) maupun yang berteduh di bawah payung  Kementerian Agama (Kemenag) dan lainnya.
Visi-misi di alam global yang sarat persaingan kini—tak terkecuali persaingan “memperebutkan” mahasiswa, setidaknya terpaut dua dimensi yang saling berjalin-kelindan. Pertama dimensi lokalisme, dan yang kedua dimensi globalisme. Yang disebut penggal awal, sejatinya PT kita memiliki unsur akuntabilitas, relevansi, kualitas, otonomi kelembagaan dan jaringan kerja sama. Sedang yang dibilang kedua, PT dituntut punya aspek kompetitif, mutu dan networking. Baik sesama PT dalam negeri maupun  dengan PT luar negeri.

Baca lebih lanjut

Iklan

3 Komentar

Filed under Pendidikan

Renungan Hari Pendidikan : Menjadikan Perguruan Tinggi Swasta Lebih Baik


Satu persoalan krusial yang menghadang di pelupuk mata pasca Ujian Nasional (UN), adalah mengatasi keterbatasan daya tampung perguruan tinggi negeri dalam penerimaan mahasiswa baru. Dikatakan rumit, peserta  seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) setiap tahun,  selalu mencapai angka fantastis, sehingga tidak pernah seimbang dengan daya tampung yang ada.
Menyikapi suasana gundah-gulana ini, bergaung segenggam usul-saran yang menyemburat dari pemerhati/pengamat pendidikan, agar stakeholders kependidikan selekasnya menukuk perguruan tinggi negeri dengan menggunakan pelbagai infrastruktur yang nyaris tidak berfaedah bagi kemaslahatan umum. Bila perlu, menjamah ke kabupaten/kota. Namun, usul—yang sekilas terkesan bernas ini, sejatinya dipertimbangkan masak-masak. Pasalnya? Bukankan di pelbagai pojok tanah  air tegak-berdiri lembaga pendidikan swasta. Apa tak lebih afdal, saatnya kita melirik lembaga pendidikan swasta tersebut. Pertimbangannya? Agar generasi kini tidak terkooptasi oleh yang serba negeri.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan

Unduh Gratis RPP Berkarakter – SD – SMP – SMA


RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi Dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian

Sebagai tambahan referensi guna membantu para guru dalam pengembangan dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), disini kusediakan beberapa contoh format RPP yang bisa diunduh (download) secara gratis untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Mudah-mudahan bermanfaat!

Baca lebih lanjut

17 Komentar

Filed under Pendidikan

Mempertengkarkan Pendidikan Karakter


Tulisan Budayawan Darman Moenir (DM) yang bertajuk: “Hentikan Program Pendidikan Berkarakter!” yang telah dimuat pada kolom Refleksi, terpampang penuh jumawa di halaman pertama sebuah media massa terbitan Sumatera Barat, agaknya tidak saja dibaca banyak orang (karena menyangkut kebutuhan publik)—lebih dari itu “menuai” (dalam tanda kutip) respons/tanggapan dari seabreg pakar/pemerhati pendidikan di daerah ini. Sebut saja: Nelson Alwi, mengetengahkan: “Kemuraman (Produk) Dunia Pendidikan Kita”; Henmaidi, Ph.D, menyirih-ceranakan pokok-pokok pikirannya: “Jebakan dalam Penyelenggaran Pendidikan Karakter; dan Prof Dr H Azmi, MA serta Karsa Scorpi juga menyuguhkan umpan-balik positifnya. Yang disebut penggal awal berjudul:  “Pendidikan Karakter Masihkah Perlu?” Sedang yang dibilang terakhir menghidangkan pokok bahasan: “Pendidikan Berkarakter Harus dengan Karakter Pendidikan”. Semuanya diterbitkan dalam media yang sama dengan waktu yang berbeda.

Polemik bernas berorientasi pencerdasan/pencerahan—yang dikuak DM tersebut—agaknya mengingatkan kita pada sebuah polimik, pada 1968. Al-kisah! Dengan memakai nama samaran A. Muchlis, Moehammad Natsir berpolemik secara tajam, cerdas dan dewasa dengan Ir. Soekarno. Adalah Majalah Pembela Islam dan Pedoman Masyarakat yang memuat/menurunkan polemik berkatuntang  tersebut. Persoalan apa yang dipolemikkan? Tidak lain adalah hal-ihwal kebangsaan dan kenegaraan serta pertautannya dengan doktrin dan kredo Islam. Yang membuat banyak orang berdecak kagum, polemik dihidangkan ke tengah khalayak tetap bertumpu pada Al-qur’an dan Sunnah Rasul yang shahih lagi mutawatir. Baik dalam bingkai tekstual maupun konstekstual (lazhiyah wa al-ma’nawiyah).

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Pendidikan

Referensi Lengkap Pendidikan Karakter – Download


Pendidikan Karakter adalah pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.
(Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter, 2010)

Prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005 – 2025 (UU No. 17 Tahun 2007) antara lain adalah mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila”. Salah satu upaya untuk merealisasikannya adalah dengan memperkuat jati diri dan karakter bangsa melalui pendidikan. Upaya ini bertujuan untuk membentuk dan membangun manusia Indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mematuhi aturan hukum, memelihara kerukunan internal dan antar umat beragama, melaksanakan interaksi antarbudaya, mengembangkan modal sosial, menerapkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dan memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dalam rangka memantapkan landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa.

Di dalam Perpres No. 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional disebutkan bahwa substansi inti program aksi bidang pendidikan di antaranya adalah Penerapan metodologi pendidikan yang tidak lagi berupa pengajaran demi kelulusan ujian (teaching to the test), Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Pendidikan