Tag Archives: West Sumatra

Mempertengkarkan Pendidikan Karakter


Tulisan Budayawan Darman Moenir (DM) yang bertajuk: “Hentikan Program Pendidikan Berkarakter!” yang telah dimuat pada kolom Refleksi, terpampang penuh jumawa di halaman pertama sebuah media massa terbitan Sumatera Barat, agaknya tidak saja dibaca banyak orang (karena menyangkut kebutuhan publik)—lebih dari itu “menuai” (dalam tanda kutip) respons/tanggapan dari seabreg pakar/pemerhati pendidikan di daerah ini. Sebut saja: Nelson Alwi, mengetengahkan: “Kemuraman (Produk) Dunia Pendidikan Kita”; Henmaidi, Ph.D, menyirih-ceranakan pokok-pokok pikirannya: “Jebakan dalam Penyelenggaran Pendidikan Karakter; dan Prof Dr H Azmi, MA serta Karsa Scorpi juga menyuguhkan umpan-balik positifnya. Yang disebut penggal awal berjudul:  “Pendidikan Karakter Masihkah Perlu?” Sedang yang dibilang terakhir menghidangkan pokok bahasan: “Pendidikan Berkarakter Harus dengan Karakter Pendidikan”. Semuanya diterbitkan dalam media yang sama dengan waktu yang berbeda.

Polemik bernas berorientasi pencerdasan/pencerahan—yang dikuak DM tersebut—agaknya mengingatkan kita pada sebuah polimik, pada 1968. Al-kisah! Dengan memakai nama samaran A. Muchlis, Moehammad Natsir berpolemik secara tajam, cerdas dan dewasa dengan Ir. Soekarno. Adalah Majalah Pembela Islam dan Pedoman Masyarakat yang memuat/menurunkan polemik berkatuntang  tersebut. Persoalan apa yang dipolemikkan? Tidak lain adalah hal-ihwal kebangsaan dan kenegaraan serta pertautannya dengan doktrin dan kredo Islam. Yang membuat banyak orang berdecak kagum, polemik dihidangkan ke tengah khalayak tetap bertumpu pada Al-qur’an dan Sunnah Rasul yang shahih lagi mutawatir. Baik dalam bingkai tekstual maupun konstekstual (lazhiyah wa al-ma’nawiyah).

Baca lebih lanjut

Iklan

2 Komentar

Filed under Pendidikan

Refleksi Ulang Tahun Pasaman : Dengan Semangat Egaliter Mendayung Pasaman


Oleh H. Marjohan

Siapa tak kenal Pasaman? Tanah yang pernah melahirkan dua pahlawan perjuangan kemerdekaan RI. yaitu Tuankoe Imam Bonjol, bernama kecil Peto Syarief dan Pakiah (Faqih) Moehammad, gelar Tuanku Rao. Kedua beliau yang pernah menyauk sprit of Islam ke tempat turunnya wahyu (Makkah dan Madinah) inilah yang mentransformasikan substansi dan semangat Islam dalam kancah Gerakan/Perang Paderi menentang Belanda pada 1821-1837 silam!

Masih di zaman Belanda, Kabupaten Pasaman termasuk Afdeling Agam yang dikepalai  seorang Asisten Residen. Afdeling Agam tersebut meliputi empat Onder Afdeling masing-masing Agam Tuo, Maninjau, Lubuk Sikaping dan Onder Afdeling Ophir. Dan, bertumpu pada konsep plus presep yang dirancang-bangun oleh kolonial Belanda—yang nota bene tak bisa diungkai dari politik devide et impera-nya tiap Onder Afdeling dinakhodai seorang Contreleur, dan tiap Contreleur dipilah lagi menjadi Distrik.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Pasaman

Tour de Singkarak II : Perkawinan Serasi Olahraga dan Pariwisata


Turnamen balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) II mulai digelar pada hari Selasa, 1 Juni 2010 dan berlangsung hingga 6 Juni 2010 dengan menempuh jarak 551,7 kilometer. Semula direncanakan jarak tempuh Tour de Singkarak 2010 sekitar 600 km, dengan melewati Danau Kembar di Kabupaten Solok. Danau Kembar atau Danau Diatas dan Danau Dibawah yang direncanakan akan dilalui di etape keenam atau etape terakhir. Tetapi karena dinilai terlalu beresiko bagi pembalap, maka rute ini dibatalkan.

Jumlah negara yang semula diperkirakan akan mencapai 25 negara yang akan mengikuti Tour de Singkarak tahun ini yang ikut hanya 16 negara. Sebanyak 12 tim internasional dan 10 tim nasional akan mengikuti lomba yang memperebutkan hadiah total US$ 60.000 ini. Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Olahraga