Tag Archives: Wanita

Merenungi Budaya Intelektual di Hari Ibu


Di hari Ibu, yang jatuh pada 22 Desember, akan lebih afdal kita renungkan ihwal Bundo Kanduang—sebagai bagian senyawa dari budaya nasional. Dan, merujuk pada akar historisnya, Bundo Kanduang secara kultural adalah panggilan khusus terhadap perempuan  Minangkabau. Sedang pada ranah etimologi, Bundo berarti ibu, dan kanduang bermakna sejati. Jadi, Bundo Kanduang adalah ibu sejati yang pada dirinya bergayut  kodrat keibuan dan kepemimpinan  dalam bingkai  budaya—bukan  kepemimpinan dalam artian memburu jabatan publik/politik dengan dalih emansipasi, jender dan career of woman—seperti yang jadi fenomena kini.

Makanya, siapapun perempuan Minangkabau – apa ia amak, amak tuo, etek, amak tangah, amak adang perempuan kita dan sebagainya—pada  hakikatnya adalah Bundo Kanduang. Beliau adalah tempat menarik tali keturunan yang disebut matrilineal. Andai si ibu bersuku piliang, chaniago, bodi, koto, kutianyia, patapang, banuhampu, jambak, tanjuang dan sebagainya, maka anak yang dilahirkan mesti bersuku sama dengan ibunya. Bukan paralel dengan suku ayah seperti yang berlaku pada sistem patriarkhat.

Baca lebih lanjut

Iklan

4 Komentar

Filed under Minangkabau

Hadiah Sang Penyair


Perempuan Cina Itu Membuatku Bahagia Sekaligus Terluka (2)

Pertama kali kami berjumpa, ada selinapan kekaguman dalam batinku. Kagum akan keadaan diri yang dihadirkannya. Walau aku tak pernah tahu, apakah ini satu kenyataan ataukah hanya subyektifitas belaka.

Namun beberapa hari waktu berlalu, satu hal yang tak pernah lepas dari kesadaranku sampai kedua kalinya kami bertemu, hanyalah kecantikannya yang kuagungkan itu memang ada. Dan keakraban yang terjalin melalui sikap dan pembicaraan telah menunjukkan kepadaku sesuatu yang semakin memperbesar keagungan itu. Sehingga dari perhatian telah bisa kukatakan bahwa sesungguhnya kekagumanku padanya lebih banyak di sisi-sisi yang tak nampak daripada yang terlihat.

Ingin aku menggambarkan lebih jelas tentang dia, namun aku tak punya kemampuan untuk itu. Karena untuk memperoleh gambaran sebenarnya, kita hanya akan bisa mengerti melalui cinta dan merabanya melalui ketulusan hati. Dan bila aku berusaha melukiskan dengan untaian lisan mengenai wanita seperti dia, ia akan merupakan biasan sinar yang tak terlihat. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kisah