Tag Archives: Tetralogi

INILAH STRATEGI PERANG MELAWAN PORNOGRAFI! (IV)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)

Tak salah apabila kita mengingat kembali himbauan Bill Clinton suatu ketika saat masih menjabat sebagai Presiden AS. “We must recognize that in the end, the responsibility for our children’s safety will rest largely with their parents. Cutting-edge technology and criminal prosecutions cannot substitute for responsible mothers and fathers. Parents must make the commitment to sit down with their children and learn together about the benefits and challenges of the Internet. And parents, now that the tools are available, will hove to take upon themselves the responsibility of figuring out how to use them,”

Himbauan tersebut masih relevan hingga saat ini. Janganlah kita kemudian terhempas pada rasa aman yang semu, setelah kita dibombardir dengan berbagai jargon dari banyak pihak, bahwa mengatasi pornografi seakan bisa dilakukan (hanya) dengan teknologi yang ada saat ini. Bahkan jika memang masih diperlukan, berbagai jenis piranti lunak penyaring konten pornografi tersebut, tersedia di Internet dengan berbagai varian kualitas dan kelengkapan fitur, dari yang berbayar maupun tidak. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Internet

KONTEN DEWASA (III)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)


Berdasarkan sejumlah jajak pendapat dan studi yang dilakukan di Indonesia. fasilitas e-mail adalah hal yang paling utama digunakan oleh konsumen Internet. Sayangnya, spam (e-mail sampah) menghantui aktifitas e-mail siapapun dan dimanapun. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Barracuda Networks mengatakan bahwa pada sepanjang 2007 lalu, dari total trafik e-mail yang tercatat, 95% nya adalah spam. Kemudian menurut Symantec untuk data per Februari 2008 lalu, 6% dari seluruh e-mail spam, masuk dalam kategori untuk ’dewasa’ diatas 18 tahun.

Ini perlu menjadi pertimbangan pula, bagaimana menyaring konten pornografi. yang sengaja ataupun tidak, masuk langsung ke mailbox, termasuk ke mailbox anak-anak dan para remaja yang belum masuk dalam kategori dewasa. Pornografi Iewat e-mail lebih sulit pengidentifikasiannya (termasuk penyaringannya), karena sifatnya yang tidak terbuka seperti layaknya mengunjungi sebuah situs, kemudian lebih privasi karena terhantar langsung ke masing-masing individu, dan sifatnya cenderung yang ‘push-services‘, alias dapat terkirim tanpa harus mengaksesnya terus-menerus. Belum lagi maraknya sejumlah layanan yang memang mengkhususkan diri dalam menyediakan konten pornografi via e-mail Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

PORNO DAN PORNOGRAFI (I)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)

Diskusi mengenai pornografi kembali hangat di perbincangkan. Kali ini, bukan mengenai materi (konten) pornografinya, melainkan begitu beratnya ancaman hukuman bagi mereka yang menyebarluaskan informasi, terkait dengan pelanggaran kesusilaan (asusila). Mereka yang terbukti menyebarluaskan informasi tersebut dapat dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000, (satu miliar rupiah) sebagaimana diatur di dalam Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Konten pornografi memang bisa disaring, tetapi soal efektifitas, tunggu dulu. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab ketidakefektifan tersebut bukanlah melulu soal kecanggihan piranti lunak yang digunakan. Siapapun memang bisa mengunduh dan menginstal berlapis piranti lunak yang berfungsi memblok atau menyaring konten pornografi dari Internet, baik pada tingkat komputer personal (PC), server pada warnet hingga Internet Service Provider (ISP) sekalipun. Tetapi sangatlah naif bila ada kita percaya bahwa konten pornografi di Internet dapat efektif dihalau hanya dengan melakukan pemblokiran ataupun penyaringan secara teknologi. Alasannya bisa berangkat dengan mengkaji sejumlah aspek tren perilaku dan bisnis pornografi berikut ini.

Berdasarkan sebuah hasil riset yang dilansir oleh TopTenReviews, setiap detiknya lebih dari 28 ribu orang yang mengakses pornografi di Internet dengan total pengeluaran mencapai lebih dari US$ 3 ribu. Data tersebut juga menyebutkan setidaknya tiap detik ada 372 pengguna Internet yang mengetikkan kata kunci tertentu di situs pencari untuk mencari konten pornografi.

Adalah fakta bahwa masalah seks (pornografi) adalah topik nomor 1 (satu) yang dicari di Internet, menurut penelitian dari Sexual Recovery Institute. Studi lain juga menunjukkan bahwa 60% kunjungan di internet adalah menuju ke situs porno (MSNBC/Stanfford/Duquesne). Ilustrasi tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya demam pornografi melalui internet. Tidaklah mungkin 420 juta situs tersebut dibendung hanya dengan menggunakan Pasal 27 ayat 1 ITE. Banyak cara untuk menyebarluaskan materi pornografi dengan menggunakan internet selain daripada melakukan pemblokiran atas situs-situs pornografi misalkan saja dengan komunikasi secara peer to peer. (bersambung)

Sumber : InternetSehat.org

Photo from : anang

Tinggalkan komentar

Filed under Umum