Tag Archives: Reformasi

Mantan Pengacara Keluarga Cendana Siap Gagalkan Reformasi


SALAH SATU HASIL MONUMENTAL REFORMASI YANG DIPERJUANGKAN DENGAN TARUHAN NYAWA RAKYAT INDONESIA ADALAH BERHASILNYA MPR DI BAWAH NAKHODA TOKOH REFORMASI AMIN RAIS MENGAMANDEMEN UUD 1945. SEBAGAI SATU-SATUNYA YANG TERSISA DARI GEGAP GEMPITANYA PERJUANGAN REFORMASI YANG DIMOTORI GERAKAN MAHASISWA INDONESIA DEKADE 1990-AN. ANDAIKAN TAK ADA UNDANG-UNDANG DASAR HASIL AMANDEMEN, BISA DIKATAKAN REFORMASI TELAH GAGAL.

Meski Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tegas menolak memperpanjang masa jabatannya, Ketua Divisi Bidang Hubungan Masyarakat Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, bersikukuh dengan usulannya mengamandeman UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden yang hanya dua periode.

Alasan Presiden bahwa kekuasaan berlebih cenderung melahirkan penyelewengan tidak dipedulikannya. “Pak SBY tentu tetap kita hormati. SBY memang orang yang santun, rendah hati, dan jujur. Tapi usul SBY menjabat tiga periode itu sudah banyak yang melontarkan sebelum saya,” kata Ruhut di Gedung DPR, Kamis 19 Agustus 2010.

Ia justru mempertanyakan, kenapa orang-orang yang mewacanakan hal itu sebelum dirinya tidak diributkan oleh masyarakat. “Sebelum gua kok nggak ada yang ngoceh (komentar)? Giliran Ruhut ngomong, semua ikut ngoceh,” tukas Ruhut.

Ruhut pun lantas mengartikan bahwa dirinya jauh lebih diperhitungkan dibanding orang-orang tersebut, kendati harus menerima hujatan dari masyarakat maupun elit politik.

“Saya tak akan mengubah cara saya. Tidak ada yang bisa menghambat saya. Saya hidup mengalir seperti air. Jadi saya akan tetap bicara apa adanya,” tandas Ruhut.

Siap Debat

Anggota Komisi III DPR itu pun menegaskan, dirinya hingga saat ini tak ragu untuk berdebat soal amandemen konstitusi terkait perpanjangan masa jabatan presiden. “Saya bersedia berdebat soal amandemen konstitusi, karena UUD itu buatan manusia,” tukasnya.

“Semua yang buatan manusia itu bisa diubah! Hanya Al Qur’an dan Alkitab turunan langsung dari Tuhan yang tak bisa diubah,” tegas Ruhut.

Ia pun mengklaim banyak rakyat yang mendukung idenya meskipun sebagian lainnya menolak. Menurutnya, kemenangan mutlak Presiden SBY pada pemilu 2009 lalu membuktikan dukungan tersebut.

Ruhut pun mengingatkan fenomena di Amerika Serikat saat Bill Clinton sukses menjabat dua periode tanpa bisa diperpanjang lagi karena terbentur konstitusi AS. “Lihat saja ketika Bill Clinton diganti oleh George Bush. AS langsung menyerang banyak negara Arab,” tukas Ruhut.

Dengan demikian, ia menyimpulkan bahwa konstitusi tetap buatan manusia — sekalipun di negara demokrasi — tak ada yang sempurna, dan karenanya dapat diubah dengan tujuan demi kebaikan yang lebih besar.

Dicopas dari VIVAnews

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Politik

Pengkhianat Reformasi Itu Anggota DPR


Anggota DPR dari Partai Golkar Nurul Arifin menilai usulan Ruhut Sitompul untuk mengamandemen pasal UUD 1945 yang membatasi masa jabatan presiden dua periode itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap reformasi dan merusak tatanan konstitusi negara.

“Statement Ruhut (politikus dari Partai Demokrat) tentang masa jabatan presiden yang bisa diperpanjang sampai tiga kali adalah bentuk pengkhianatan terhadap reformasi,” kata Nurul dalam pesan singkatnya kepada ANTARA di Jakarta.

Menurut dia, amandemen UUD `45 yang sudah dilakukan empat kali sudah mengakomodasi perubahan demi terciptanya sistem demokrasi yang bertujuan mencegah otoritarianisme.

“Sangat tidak masuk akal apabila wacana tersebut direspons positif. Jangan lagi kita mengacaukan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama rakyat Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan agar masa jabatan Presiden bisa diperpanjang sampai tiga periode dengan pertimbangan belum ada tokoh yang mampu menyaingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia mengusulkan agar UUD 1945 diamandeman dengan memperpanjang masa jabatan Presiden.

Ia berharap Susilo Bambang Yudhoyono, yang dinilainya masih produktif dan dicintai rakyat dengan bukti terpilih dua kali sebagai presiden, bisa menjabat presiden untuk ketiga kalinya jika pasal tentang batasan itu diamandemen.

Banyak kalangan menolak wacana yang dilontarkan Ruhut tersebut. Tak terkecuali Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud Md.

Tak Paham Negara Konstitusi

Mantan Anggota Dewan Perimbangan Presiden Presiden Adnan Buyung Nasution menilai pengusul amandemen konstitusi untuk menambah masa jabatan Presiden adalah tidak memahami makna negara konstitusi.

“Orang yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan Presiden itu tidak mengerti makna negara konstitusional,” kata Adnan Buyung Nasution di sela acara seminar “Evaluasi Pelaksanaan Hasil Reformasi Konstitusi” di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Adnan Buyung menegaskan belajar dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia, kekuasaan yang terlalu lama cenderung menimbulkan konflik kepentingan.

“Pemimpin yang sudah terlalu lama berkuasa merasa menikmati kekuasannya dan enggan meninggalkan kekuasaan,” katanya.

Pengalaman sejarah masa lalu bangsa Indonesia ini, kata dia, sudah diperbaiki dalam amandemen UUD 1945 pada awal reformasi yang membatasi masa jabatan Presiden paling lama dua periode.

Belajar dari pengalaman tersebut, menurut Buyung, tidak perlu melayani usulan penambahan masa jabatan Presiden lebih dari dua periode.

“Apalagi usulan tersebut berasal dari perorangan, bukan resmi dari fraksi atau partai,” ujarnya.

Pengacara senior ini menambahkan, selama bertugas sebagai anggota Dewan Pertimbangtan Presiden (Wantimpres), Presiden Yudhoyono tidak pernah membicarakan masalah penambahan masa jabatan lebih dari dua periode.

Menurut dia, di negara demokrasi masa jabatan Presiden dua periode itu sudah cukup lama.

Bahkan, menurut dia, akan lebih baik lagi jika Indonesia mengurangi masa jabatan Presiden menjadin paling lama dua kali empat tahun seperti di negara-negara maju.

Dicopas dari ANTARA

2 Komentar

Filed under Politik