Tag Archives: Polri

Polri : Seorang Teroris (Lagi) Berhasil Ditangkap


Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) KH. Abu Bakar Ba’asyir kembali ditangkap Mabes Polri. Dia ditangkap bersama istrinya, Aisyah bin Abdurrahman dan 11 orang lainnya. Dia dibekuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror dalam perjalanan pulang ke Solo,  Jawa Tengah. Ba’asyir ditangkap di Banjar Patroman (dulu bagian Ciamis), Jawa Barat. Ba’asyir ditangkap seusai mengisi pengajian. Tiga hari terakhir,  KH. Abu Bakar Ba’asyir berada di Jawa Barat mengisi pengajian di Bandung, Tasikmalaya dan beberapa kota lainnya.
Malam sebelum penangkapan, KH. Abu Bakar Ba’asyir mengakhiri pengajian di Tasik Malaya, Jawa Barat dan berencana kembali ke Solo. Dan pada hari Senin,  KH. Abu Bakar Ba’asyir ditangkap aparat kepolisian di Banjar Patroman.

Selasa pagi (10/8) Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mu`min, Sukoharjo, Jawa Tengah, KH Abu Bakar Ba`asyir ditengok dua putranya, Abdul Rohim dan Abdul Rosyid, di Badan Reserse dan Kriminal Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa.

Kedua putra Ba`asyir didampingi Koordinator Tim Pembela Muslim Ahmad Michdan dan Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committe (Mer-C) Jose Rizal Jurnalis.”Saya kemari untuk mengantarkan dua putra ustadz Ba`asyir, karena kemarin belum bisa menemui lantaran ayahnya ditangkap di jalanan dan ditahan,” kata dia di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Rohim mengatakan, dirinya tidak sempat menemui bapaknya karena saat Ba`asyir diambil dalam perjalanan dan langsung dibawa ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. “Saya datang membawakan pakaian yang dipesan bapak, karena saat penangkapan hanya menggunakan baju yang dikenakan di badan saja,” kata anak ketiga Ba`asyir.

Abu Bakar Ba`asyir ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror  beserta jajaran Polresta Banjar, tepat di depan markas Polresta Banjar, Senin (9/8) sekitar pukul 08.15 WIB. Ba`asyir kemudian dibawa ke Jakarta dan tiba di Mabes Polri Jakarta, Senin siang.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang mengatakan Abu Bakar Ba`asyir ditangkap karena diduga menerima laporan rutin terkait rencana peledakan bom di Indonesia.

Rochim mengatakan, dari awal dia tidak percaya apapun soal tuduhan yang ditujukan ke bapaknya, sebelum betul-betul dapat dibuktikan. “Kami tidak percaya apapun sebelum betul-betul dibuktikan, karena berdasarkan pengalaman yang dulu, ujung-ujungnya tuduhan itu tidak bisa dibuktikan,” katanya.

KH. Abu Bakar Ba’asyir sendiri  hingga hari ini masih enggan meladeni pertanyaan dari penyidik yang memeriksanya. Tindakan ini dilakukan Ba’asyir karena menolak tuduhan sebagai teroris.

“Kepada kami Ustad Abu berkata hanya akan berbicara di pengadilan,” kata Muhammad Rizieq Shihab usai menjenguk Ba’asyir di  Markas Besar Kepolisian.

Rizieg bersama presidium Forum Umat Islam lainnya, mengunjungi Ba’asyir di ruang tahanan Bareskrim.  Kepada rombongan, Ba’asyir menyebut sampai kapan pun tidak akan meladeni pertanyaan polisi. Baginya, kata Rizieq, pertanyaan dari  penyidik tidak masuk akal. Apalagi ia ditangkap hanya berdasarkan keterangan satu orang saksi, yang menyebut ia menjadi donatur aksi teroris di Aceh. “Ustad menyebut alasan penangkapannya juga tidak jelas,” kata Rizieq.

Dicopas dari Antara

Tinggalkan komentar

Filed under Polri

Kesejahteraan Telah Dinikmati Hampir 0,0000027% Warga Indonesia, Semuanya Perwira Polisi!


MEMILIKI KEKAYAAN RATA-RATA DI ATAS 1 MILYAR  UNTUK UKURAN RAKYAT INDONESIA, TENTU SUDAH BISA DIKATAKAN SEJAHTERA. KESEJAHTERAAN SEBAGAIMANA YANG DIAMANATKAN PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945, YANG MERUPAKAN CITA-CITA BANGSA INDONESIA. SAYANGNYA ITU BARU DIRASAKAN OLEH SEGELINTIR ORANG. ORANG-ORANG ITU ADALAH PERWIRA POLISI YANG DI REKENING MEREKA TERDAPAT TRANSAKSI MENCURIGAKAN BERDASARKAN LAPORAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK), SEHINGGA HARUS DITELUSURI OLEH MARKAS BESAR KEPOLISIAN RI.

Berikut ini sebagian dari warga Indonesia yang telah masuk kategori sejahtera dengan  transaksi yang dicurigai PPATK itu.

1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur
Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)

Tuduhan:

Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.

“Saya baru tahu dari Anda.”
Mathius Salempang, 24 Juni 2010


2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri

Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005)

Tuduhan:

Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.

“Dana itu bukan milik saya.”
Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010

3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian
Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008)

Tuduhan:
Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

“Berita itu sama sekali tidak benar.”
Budi Gunawan, 25 Juni 2010

4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian
Kekayaan: Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008)

Tuduhan:

Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.

“Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.”
Badrodin Haiti, 24 Juni 2010

5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal
Kekayaan: Rp 1.587.812.155 (per 2008)

Tuduhan:
Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.

“Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.”
(M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)

6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri
Kekayaan: belum ada laporan

Tuduhan:

Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.

“Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.”
Bambang Suparno, 24 Juni 2010

Sumber : TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

“Rekening Gendut Perwira Polisi” Menggendutkan Oplah Majalah Tempo


Menggantikan sekitar 30 ribu eksemplar majalah yang hilang di pasaran di kawasan Jakarta,  Sirkulasi Majalah TEMPO mencetak ulang edisi terbarunya dengan cover  “Rekening Gendut Perwira Polisi”.

Menurut Kepala Divisi Sirkulasi dan Distribusi TEMPO Windalaksana, pencetakan ulang  dilakukan Selasa (29/6), pukul 05.00 WIB. “Pagi ini sudah dicetak dan diluncurkan ke pasaran. Kami juga telah menerima laporan bahwa hingga saat ini, tak ada kendala di lapangan,” ujarnya. Sehingga dia menjamin bahwa konsumen bisa mendapatkan majalah TEMPO di tingkat eceran.

Seperti diketahui, Majalah Tempo Edisi terbaru, Senin (28/6) hilang dari pasaran, karena diborong sejak pukul 04.00 WIB oleh sekelompok orang. Salah satu agen Majalah Tempo di kawasan Pramuka mengaku, tumpukan majalah yang baru keluar dari percetakan itu sudah diborong.

“Subuh, sudah diborong orang mirip polisi. Tapi mereka tidak berpakaian dinas” kata Afran Saragih kepada Tempo, Senin (28/6). Membawa mobil, tumpukan majalah itu diangkut dari lapak Saragih di kawasan Pramuka, sebelum Tempo sempat beredar di lapangan. Saragih mengaku, menerima 700 eksemplar Majalah Tempo dan pagi itu sudah tak tersisa satu pun di Lapak.

Terbit dengan Cover ” Rekening Gendut Perwira Polisi”, Majalah pekan ini bergambar seorang polisi tengah memegang seutas tali yang diikatkan pada tiga babi kecil berwarna merah muda diduga menjadi sebab habisnya majalah Tempo dari peredaran.

Sumber : TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Penyebar Video Porno Ariel – Luna Maya Telah Tertangkap Identitasnya Melalui Alamat IP


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Polri telah berhasil mengidentifikasi pemosting pertama video porno mirip artis. “Kami bekerja sama dengan kepolisian sudah menemukan siapa yang memposting video tersebut,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Jumat (11/6).

Ia mengatakan, pihaknya bekerja secara maraton dalam beberapa waktu terakhir untuk mengungkap pelaku pemosting video porno mirip artis yang mengundang keresahan masyarakat itu. Gatot menambahkan, pihaknya juga telah memasang target sebelum Piala Dunia 2010 selesai kasus itu telah rampung. “Kami target sebelum Piala Dunia selesai, sudah kami serahkan kepada kepolisian,” katanya.

Gatot juga menegaskan, setelah pihaknya memberikan referensi maka kewenangan untuk melakukan tindakan penegakan hukum ada pada pihak kepolisian. “Ranah kami adalah pada siapa yang mendeliver, mengupload pertama bukan pada siapa pemainnya,” katanya

Pihaknya telah berhasil mengungkap pemosting video porno mirip artis itu pada Kamis kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. “Video diposting pada enam hari lalu dan posting pertama dilakukan pada 10 hari lalu oleh “somebody different”,” kata Gatot. Ia memastikan pelaku pemostingan video porno bukan hanya satu orang. Dan sampai saat ini pihaknya masih berkonsentrasi pada video porno versi satu dan dua.

Gatot menjelaskan, dari alamat Internet Protocol (IP) dapat diketahui bahwa pemostingan dilakukan di Indonesia dari alamat yang berbeda sehingga kemungkinan dilakukan oleh lebih dari satu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku tergabung dalam sindikat tertentu. “Pemerintah tidak sedang diam saja, kami melakukan proteksi dan untuk itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat,” katanya.

Liputan 6.com

1 Komentar

Filed under Umum

Susno Duadji: “BUNGKUSAN ITU DISERAHKAN KE KAPOLRI JENDERAL BHD”


“YA SAYA MENERIMA BUNGKUSAN DARI SJAHRIR JOHAN YANG SAYA TIDAK TAHU ISINYA APA, SETELAH ITU SESUAI PESAN SJAHRIR JOHAN AGAR BUNGKUSAN ITU DISERAHKAN KE KAPOLRI JENDERAL BHD. KEMUDIAN BUNGKUSAN TERSEBUT SAYA POTRET, DISAKSIKAN ISTERI DAN ANAK SAYA, SETELAH ITU KEESOKAN HARINYA DINAIKAN KE MOBIL OLEH AJUDAN SAYA, DISAKSIKAN OLEH SOPIR. SESAMPAINYA DI KANTOR SAYA DIKAWAL PENGAMAN MEMBAWA BUNGKUSAN TERSEBUT KE RUANG KAPOLRI, STAF PRIBADI KAPOLRI JUGA TAHU KALAU SAYA SERING MENGHADAP KAPOLRI BHD “.

itulah penggalan tulisan Deliana Ermanintyas putri Susno Duaji yang di posting di Website susnoduadji.com, berikut tulisan lengkapnya :

PENYIDIK KENA SHAK MAT

Ditulis oleh Deliana Ermanintyas
Sabtu, 15 Mei 2010 19:57

Shak Mat adalah singkatan dari Skak Mati (Istilsah didalam permainan catur, semoga tidak salah menulisnya). Istilah ini papa ceritakan kepada kami saat menemani papa makan malam di dalam sel dua hari yang lalu. Kasus yang dituduhkan kepada papa jelas rekayasa, tanpa dudukung alat  bukti yang syah.

Ceritanya begini : Papa yang membongkar Mafia Hukum kasus arwana, hal ini ketahuan oleh papa karena ada salah satu Markus yang mengatakan kenal papa lewat kasus arwana di Pekanbaru, langsung papa ingat kembali wah…. kalau begitu mafia kasus Arwana dengan Mafia Pajak orangnya sama, jaksanya juga sama.

Suatu kemustahilan papa mau menerima uang dari SJ adalah karena SJ menerangkan pada papa bahwa pemegang saham PT ARWANA tersebut 50 % adalah Pak Komjen Makbul, wakapolri saat itu, jadi masak mengambil uang sogopk dari wakapolri, kedua sampai dengan papa lengser papa tidak pernah mau menyelesaikan/mempidanakan kasus itu karena bukti perdatanya cukup terang benderang, ketiga masak papa mau menepuk air didulang.

Pendek cerita Papa dituduh korupsi menerima suap atas kesaksian Sjahrir Johan, Haposan, dan seorang Polisi yang kayanya sedang bersama ke papa. Dalam kesaksian tersebut tak ada saksi yang tahu persis dengan penglihatan atau pendengaranya bahwa telah terjadi suap kepada papa oleh Sjahrir Johan. ALasan Polisi sudah cukup bukti karena tiga saksi ditambah saksi pemeriksa perkara yang tidak tau adanya suap.

Lantas Papa mengambil perumpamaan, dengan mengatakan : ok saya mau diperiksa asalkan anda penyidik konsekwen, tidak pilih kasih, dengan mengatakan demikian sebagai berikut ; KALAU SAYA KATAKAN YA SAYA MENERIMA BUNGKUSAN DARI SJAHRIR JOHAN YANG SAYA TIDAK TAHU ISINYA APA, SETELAH ITU SESUAI PESAN SJAHRIR JOHAN AGAR BUNGKUSAN ITU DISERAHKAN KE KAPOLRI JENDERAL BHD. KEMUDIAN BUNGKUSAN TERSEBUT SAYA POTRET, DISAKSIKAN ISTERI DAN ANAK SAYA, SETELAH ITU KEESOKAN HARINYA DINAIKAN KE MOBIL OLEH AJUDAN SAYA, DISAKSIKAN OLEH SOPIR. SESAMPAINYA DI KANTOR SAYA DIKAWAL PENGAMAN MEMBAWA BUNGKUSAN TERSEBUT KE RUANG KAPOLRI, STAF PRIBADI KAPOLRI JUGA TAHU KALAU SAYA SERING MENGHADAP KAPOLRI BHD “.

Sekarang apakah kesaksian saya, isteri saya, dua anak saya, sopir saya, ajudan saya dan pengawal saya dapat digunakan untuk menjerat BHD jadi tersangka (walau dia menolak keterangan semua saksi).

Kalau seandainya ya maka BHD harus jadi tersangka, harus ditangkap dan juga harus dijebloskan kedalam sel seperti saya. Sanggupkah penyidik ????  ternyata penyidik terdiam kena SHAK MAT !!! Semoga tulisan ini menjadi renungan para pembaca terhadap kasus yang direkayasakan untuk papa. Wah, papa ini ayak-ayak wae istilah nak !!! kami semua langsung geeeerrr,,,, ketawa, habis papa menghadapi masalah berat kayak gini menjelaskanya dengan guyonan, tapi masuk akal juga ya !

Sumber : andukot.wordpress.com

1 Komentar

Filed under Umum