Tag Archives: Penyair

Tuduhan Plagiat Sebagai Bagian Perseteruan Lekra-Manikebu


Oleh : Syamsuddin

Dari kemarin aku sudah tak berminat untuk menelusuri dari mana asal merebaknya isu plagiat yang dituduhkan terhadap Taufiq Ismail, penyair angkatan 66 yang sudah 58 tahun berbuat di ranah sastra itu. Mungkin saja itu hanya igauan sentimen dari orang-orang yang lebih ddasari suka dan tidak suka . Sehingga aku sudah merasa cukup dengan jawaban Taufiq Ismail yang menafikan tuduhan itu dalam postingan  Ternyata Puisi Kerendahan Hati Bukan Karya Taufiq Ismail di blog ini.

Namun ketika kubuka akun fesbuk-ku pagi ini, status pertama yang muncul di dinding adalah dari seorang teman yang mengambil nama Denai Sangdenai dengan men-share status Bramantyo Prijosusilo sebagaimana cropingan gambar di bawah ini : Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Sastra

Ternyata Puisi Kerendahan Hati Bukan Karya Taufiq Ismail


Adalah Bramantyo Prijosusilo, seorang pegiat sastra yang pernah bergabung dengan Bengkel Teater Rendra yang menghembuskan tuduhan tindakan plagiarisme itu di akun facebooknya. Tidak tanggung-tanggung, yang dituduh sebagai plagiator tersebut adalah Taufiq Ismail, penyair angkatan 66 pemilik buku kumpulan puisi “Tirani dan Benteng”, yang selama 55 tahun terakhir telah mengukuhkan diri sebagai penyair, sastrawan dan budayawan.

Tuduhan plagiarisme itu berawal dengan sangkaan segelintir orang terhadap sebuah puisi berjudul Kerendahan Hati yang katanya karya Taufiq Ismail. Puisi tersebut mirip dengan Be the Best of What You Are karya Douglas Malloch, penyair Amerika yang lahir pada tahun 1877. Sehingga dituduhlah Taufiq Ismail telah melakukan tindak plagiat atau menjiplak puisi tersebut. Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Sastra