Tag Archives: Minangkabau

Merenungi Budaya Intelektual di Hari Ibu


Di hari Ibu, yang jatuh pada 22 Desember, akan lebih afdal kita renungkan ihwal Bundo Kanduang—sebagai bagian senyawa dari budaya nasional. Dan, merujuk pada akar historisnya, Bundo Kanduang secara kultural adalah panggilan khusus terhadap perempuan  Minangkabau. Sedang pada ranah etimologi, Bundo berarti ibu, dan kanduang bermakna sejati. Jadi, Bundo Kanduang adalah ibu sejati yang pada dirinya bergayut  kodrat keibuan dan kepemimpinan  dalam bingkai  budaya—bukan  kepemimpinan dalam artian memburu jabatan publik/politik dengan dalih emansipasi, jender dan career of woman—seperti yang jadi fenomena kini.

Makanya, siapapun perempuan Minangkabau – apa ia amak, amak tuo, etek, amak tangah, amak adang perempuan kita dan sebagainya—pada  hakikatnya adalah Bundo Kanduang. Beliau adalah tempat menarik tali keturunan yang disebut matrilineal. Andai si ibu bersuku piliang, chaniago, bodi, koto, kutianyia, patapang, banuhampu, jambak, tanjuang dan sebagainya, maka anak yang dilahirkan mesti bersuku sama dengan ibunya. Bukan paralel dengan suku ayah seperti yang berlaku pada sistem patriarkhat.

Baca lebih lanjut

Iklan

4 Komentar

Filed under Minangkabau

Ungkap Bangga Ketika Teman Berkarya


(KUMPULAN CATATAN DAN FOTO ERISON J. KAMBARI)

PASTIKAN ANDA TELAH LOGIN KE AKUN FACEBOOK SEBELUM MENGKLIK TAUTAN-TAUTAN DALAM POSTINGAN INI……………………

…SPECIAL NOTE…tentang IBU.

►►► Ketika Jatah Hidupku Berkurang Satu, Aku Ingat Ibu…! (184 kmtr)

…cerita tentang…;BUKITTINGGI dan RANAH MINANG-ku

“Surat Cinta” Untuk Bapak Walikota Bukittinggi (137 kmtr)
Bukittinggi…”Seribu Pesona Dengan Berjuta Tanda Tanya…” (92 kmtr)
Bukittinggi Tersentak..Musibah Longsor di Pasar Lereng (714 kmtr)
Dari Episode “Mencari Sawah Yang Hilang” (46 kmtr)
Karyamu Luar Biasa Intan…!!” (201 kmtr)
“Kripik Sanjai Rasa Sandal…” (69 kmtr)
“Istana Merdeka Di Kaki Bukit Di Tepi Telaga.” (130 kmtr)
“Tari Pasambahan Versi Baru…?” (12 kmtr)
Nasib Jam Gadang Dimalam Tahun Baru (67 kmtr)
“Pengemis Paling Legendaris” di Bukittinggi (215 kmtr)
“Urang Gadang Bukiktinggi” Dibalik Jeruji Besi… (45 kmtr) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Karya Teman