Tag Archives: Merokok

Tiga Kali Merokok, Setelah Itu Mati………


Ketika duduk di kelas empat sekolah dasar, pertama kali aku bersentuhan dengan surat kabar aku pernah menemukan sebuah artikel di koran bekas yang berjudul “Benarkah Jika Tidak Merokok Tidak Jantan?”. Isinya menguraikan tentang bahaya merokok.  Sebagai seorang anak SD, aku mempercayai buku dan surat kabar seperti orang percaya pada kitab suci. Sehingga akupun menganggap kalau artikel tersebut adalah kebenaran hakiki. Untung saja aku telah dipertemukan dengan informasi yang benar.

Artikel itu sempat kusimpan sampai bertahun-tahun. Sampai aku masuk SMP, masa paling rentan bagi seorang anak untuk menghindari rokok, sudah terpaku di kepalaku sebentuk kesadaran jika merokok itu tidak baik, sebagaimana yang dijelaskan oleh artikel itu. Sehingga setiap ada teman-teman yang mengejekku karena tidak merokok, selalu kutunjukkan sobekan koran bekas itu untuk meyakinkan mereka tentang sikapku. Sikap yang selalu kubawa hingga saat ini, tak pernah menjadi seorang perokok.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Ada Rokok Seharga Rp. 200 Ribu Perbatang Beredar!


Rokok elektronik sudah ada di Indonesia. Beberapa pusat perbelanjaan sudah menjualnya. Namun, keberadaan rokok ini dipertanyakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kartono Muhammad. “Apakah badan POM sudah mengawasi keberadaan rokok ini,” katanya dalam workshop “Investigasi Fakta di Balik Mitos Industri Tembakau” di Hotel Santika.

Menurutnya, rokok elektronik kemungkinan masih memiliki kandungan nikotin. “Kandungan ini yang membuat orang tetap kecanduan,” katanya.

Ada kemungkinan, lanjutnya target konsumennya adalah remaja karena membidik gaya hidup yang bisa ditimbulkan saat merokok dengan rokok elektronik ini. “Ditakutkan, rokok ini dijadikan ‘tahap awal’ untu perokok pemula,” katanya.

Harga jual rokok elektronik ini mencapai Rp200 ribu. Bentuknya pun tak jauh berbeda dengan rokok pada umumnya. Dibagian ujung rokok, ada lampu yang jika rokok elektronik itu dihisap akan menyala. Asap yang keluar pun jauh lebih sedikit. Itu pun bukan asap yang keluar melainkan sejenis uap air.

Rokok ini bisa dihisap sampai 150 kali dan dapat di charge. Untuk isi ulangnya, per batang dijual Rp40-50 ribu. Keberadaan rokok ini dianggap perlu dicurigai keberadaannya. “Apakah sudah ada perizinannya,” kata Kartono.

Para produsen rokok, katanya, harus mulai mencari pengganti perokok yang sudah tua. Bisa saja, lanjutnya, anak-anak, remaja, dan perempuan dijadikan target untuk menjadi perokok baru dengan bentuk kemasan nikotin yang berbeda.

Dicopas dari Republika.online

3 Komentar

Filed under Copy Paste