Tag Archives: Hari

Ketika Cinta Itu Tak Bernafas Lagi


Perempuan Cina Itu Membuatku Bahagia Sekaligus Terluka (5)

Cinta telah menunjukkan padaku betapa berharganya hari dan waktu. Satu hari ketidakhadirannya telah membuatku mengerti akan rasa sebuah kerinduan, beberapa hari ketiadaannya telah menghadirkan bayangannya memenuhi sudut-sudut pikiranku. Sebagaimana cinta melepaskanku dari kekangan kesepian dan kesunyian, demikian pula ia telah membuat kesepian dan kesunyian itu sebagai sosok-sosok gelap yang tambah mengerikan bagiku. Hanya keberadaan dia yang terasa memberikan arti.

Meskipun sampai dengan dua kali pertemuan kami dalam waktu-waktu berikutnya, masih terasa desah-desah nafas cinta mengalir dari dadaku, masih kupandang cinta dan kasih sayang bermain di sisi tempat dudukku yang diteduhi naungan sayap-sayapnya, dan masih dituntunnya aku dalam perjalanan yang mengikuti langkah-langkahnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kisah

Hantaran Bahagia dalam Catatan


Perempuan Cina Itu Membuatku Bahagia Sekaligus Terluka (4)

Hari itu adalah hari Minggu di awal Januari. Kuundang dia ke rumahku, dan dia datang tepat pada waktu yang dijanjikannya. Waktu dimana kusingkap segenap asa dan rasa dalam diriku, kupaparkan semua alasan yang memberati hatiku dan kubentang kebimbangan-kebimbangan yang kumiliki.

Aku bicara tentang kerinduan dan rasa takutku, bahwa aku takut kehilangan dia. Aku bicara tentang kekagumanku, bahwa aku menyukai dan mencintainya. Dan aku bicara tentang kesangsian dan keraguanku, bahwa masih ada perbedaan yang tersisa antara kami. Perbedaan yang membuatku tak sanggup memintanya untuk mencintaiku, karena mungkin aku tak akan bisa membahagiakannya. Oleh karena itu hanya kuharap kesediaannya menjadi adik-ku dalam persaudaraan.

“Janganlah engkau berpikir terlalu jauh tentang perbedaan itu, aku juga memiliki ketakutan yang sama, kalau engkau akan membenciku. Aku bukan tak menyukaimu, tapi kalau kita bisa berteman dalam persahabatan yang lebih indah, kenapa aku mesti kau anggap sebagai adik.” Hanya itu jawaban yang kuperoleh dari gerakan bibirnya menjalin kata.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kisah