Tag Archives: Guru

Seorang Guru Ketahuan Masturbasi Saat Mengajar


Seorang guru di sebuah sekolah Kristen di pinggiran kota Schaumburg, Illinois Amerika Serikat telah didakwa melakukan kejahatan, setelah ia dipecat karena diduga masturbasi di belakang podium saat mengajar.

Sebagaimana dilaporkan Kozlov Dana dari CBS 2, polisi Schaumburg mengatakan ia mungkin telah melakukannya selama 10 tahun terakhir atau lebih.

Paul LaDuke, 75, telah didakwa dengan delik eksploitasi seksual terhadap anak. LaDuke telah menjadi guru matematika di sekolah itu selama 26 tahun.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Perilaku

Gaji Guru Paling Rendah Rp 2.654.000 Pada Tahun 2011


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah Wahyudin Noor Aly mengkhawatirkan rencana kenaikan gaji pegawai negeri sipil pada 2011, akan memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat. “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan 16 Agustus lalu telah menyampaikan rencana kenaikan penghasilan aparat pemerintahan pada tahun 2011,” kata Wahyudin di Semarang, Jumat.

Menurut dia, terdapat dampak psikologis di masyarakat yang berkaitan dengan setiap kali disampaikan rencana kenaikan gaji oleh pemerintah.

Ia menjelaskan, sebelum rencana kenaikan gaji aparat pemerintah ini terealisasi, dipastikan akan terjadi lonjakan berbagai harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Akibatnya, lanjut dia, justru masyarakat sendiri yang akan menjadi korban dari kondisi tersebut.

“Harga-harga sudah akan naik lebih dahulu, sementara daya beli masyarakat tidak bertambah,” kata politikus Partai Amanat Nasional.

Kondisi ini, kata dia, tidak sejalan dengan program pemerintah yang akan berupaya untuk menekan angka kemiskinan. “Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok akan semakin menghimpit masyarakat,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurut dia, ke depan pemerintah tidak perlu mengumumkan rencana kenaikan gaji aparat pemerintahan ke masyarakat, untuk meminimalisasi dampak psikologis yang mungkin terjadi. Ia menuturkan, kenaikan penghasilan ini dapat dilakukan secara otomatis, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Selain itu, ia juga mengharapkan pemerintah menyiapkan alternatif jalan keluar untuk menghadapi kemungkinan terjadi lonjakan harga komoditas tersebut. “Dampak dari kenaikan harga ini harus mampu diimbangi pemerintah dengan berbagai program yang telah disiapkan,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah berencana menaikkan batas minimum gaji pegawai negeri terendah yang sebelumnya Rp 1.895.700 menjadi Rp 2 juta, sedangkan khusus bagi guru dengan pangkat terendah, pendapatannya meningkat dari Rp 2.496.100 menjadi Rp 2.654.000.

Selain pegawai negeri, pemerintah juga berencana menaikkan gaji anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian dengan pangkat terendah dari Rp 2.505.200 menjadi Rp 2.625.000.

Dicopas dari Republika.co.id

7 Komentar

Filed under PNS

Tunjangan Profesi Guru Bersertifikat Segera Cair


Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas), Fasli Jalal mengatakan, tunjangan profesi guru akan segera dicairkan. Ia mengakui, keterlambatan pemberian tunjangan profesi guru disebabkan belum adanya peraturan menteri keuangan (menkeu) yang menjadi dasar pencairan dana tersebut.

Fasli mengatakan, uang tunjangan profesi guru sudah masuk dalam Dana Alokasi Umum (DAU) daerah pada Januari 2010. Sedangkan tunjangan fungsional guru nonPNS (swasta) menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Akan tetapi, jika tiap daerah punya kebijakan sendiri, besarnya insentif guru terserah daerah.

”Karena tunjangan profesi guru akan dibayar ke daerah, kementerian keuangan ingin save. Mereka ingin verifikasi data guru bersertifikat terlebih dulu, jangan sampai ada guru yang haknya tidak dibayar,” jelas Fasli di Hotel Bidakara, Jakarta.

Fasli mengatakan, dalam proses pencairan tunjangan profesi guru harus ada peraturan menkeu yang harus dibuat untuk menjadi dasar tranfer uang ke daerah. Oleh karena itu, kementerian keuangan meminta verifikasi guru yang berhak menerima tunjangan. Verifikasi yang dilakukan meliputi nama guru, nomor sertifikat, data mengajar 24 jam seminggu, dan yang lainnya.

”Banyak sekali yang harus diverifikasi, ada 580 ribu orang. Padahal, di Kemendiknas sudah ada datanya, kami hanya verifikasi jumlah mengajar 24 jam seminggu saja,” tutur Fasli.

Dalam sertifikasi itu disebutkan guru minimal mengajar 24 jam seminggu. Setelah disertifikasi banyak guru yang ketahuan hanya mengajar enam jam, delapan jam, dan lain sebagainya. Bagi sebagian guru mata pelajaran tertentu, sulit sekali mengikuti standar 24 jam karena banyak yang terpusat di kota. ”Guru yang inisiatif, dia bisa mengajar di sekolah lain. Atau mengajar mata pelajaran yang serumpun,” jelas Fasli.

Lebih lanjut, Fasli mengatakan, tunjangan profesi guru tidak dapat diberikan per bulan. Pasalnya, anggaran untuk profesi guru bukan berasal dari anggaran rutin. Oleh karena itu, harus dibayar periodik setiap enam bulan sekali.

Dicopas dari Republika.co.id

3 Komentar

Filed under Sertifikasi Guru

Gaji Guru Masih di Bawah UMP


Hingga kini masih banyak guru di pelosok yang gajinya jauh di bawah upah minimal provinsi (UMP), sehingga ini akan mempengaruhi kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.

Demikian pendapat yang mengemuka dari kalangan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Dialog Suara Daerah di Gedung DPD RI di Jakarta.

Hadir dalam dialog tersebut antara lain Mursyid (anggota DPD RI dari Aceh), Emanuel Babu Eha (NTT), dan M. Afnan Hadikusumo (DI Yogyakarta). Menurut Mursyid, banyak guru honorer terutama di sekolah-sekolah swasta hanya bergaji Rp100.000 atau Rp 200.000 per bulan, sehingga guru tersebut harus mencari tambahan di luar jam mengajar, yang membuat banyak guru letih saat mengajar. Ia juga menyoroti pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang menurut dia tidak tepat dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa didik. “Sebaiknya UN tidak dijadikan tolok ukur kelulusan siswa, ini karena kondisi sekolah di daerah satu dan lainnya tidak sama, baik sarana, prasarana maupun kualitas tenaga pengajarnya,” kata Mursyid. Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa belajar dari sistem kelulusan siswa didik terdahulu ketika kelulusan ditentukan oleh kepribadian, ujian sekolah dan ujian nasional, sehingga terasa adil bagi siswa, guru dan sekolah. Sedangkan Emanuel Babu Eha melihat bahwa hakikat pendidikan sebenarnya adalah membangun karakter bangsa yang bertanggung jawab, dan itu hanya bisa dilakukan oleh guru yang mengajar dengan penuh kasih sayang. “Guru itu seharusnya mencintai profesinya, bukan mencari kekayaan. Menurut saya, keberhasilan anak didik tidak seratus persen ditentukan oleh faktor kesejahteraan guru,” katanya. Ia menjelaskan, ada guru yang gajinya besar namun malas mengajar, sehingga murid-muridnya tidak terpacu untuk belajar serius. Bahkan banyak siswa beranggapan bahwa semua bisa dibeli dengan uang, termasuk `membeli’ nilai dari guru, dan hal ini mengakibatkan anak didik belajar seenaknya dan tidak menghormati guru.

Dicopas dari ANTARA News

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste