Tag Archives: cerita

Datang dan Pergi Bagi Hati


Perempuan Cina Itu Membuatku Bahagia Sekaligus Terluka (6)

Sampai satu bulan empat belas hari semenjak terakhir dia meninggalkan aku, belum juga kudapatkan kesempatan untuk bertemu. Sehingga di keluasan cakrawala hati dan perasaan, aku serasa terasing bagaikan rembulan redup di malam tiada berbintang. Kesepian jauh di langit tinggi tanpa ada sesuatu yang bisa kugapai untuk menemani. Hanya lingkupan kabut pikiran menyelimuti diriku yang semakin hanyut dalam kegelapan. Yang membuatku tenggelam di kedalaman harapan yang selalu memaksaku untuk mendamba secercah sinar penerang kalbuku. Cahaya itu adalah pelitaku, dan pelita itu adalah dia, yang tersekat dalam batas ruang dan waktu.

Ternyata memang benar apa yang selama ini pernah kudengar bahwa kita akan menyadari betapa terkasihnya seseorang di kala kita telah berjauhan dengannya. Karena semenjak kepergian dia, aku merasa kehilangannya. Setiap saat kutemukan getar kerinduan di sudut hatiku, setiap saat kusaksikan gapaian kasih yang merengkuh dalam ketiadaan. Sehingga yang bisa kuucapkan hanyalah betapa aku sangat menyayangi dia.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kisah

Hantaran Bahagia dalam Catatan


Perempuan Cina Itu Membuatku Bahagia Sekaligus Terluka (4)

Hari itu adalah hari Minggu di awal Januari. Kuundang dia ke rumahku, dan dia datang tepat pada waktu yang dijanjikannya. Waktu dimana kusingkap segenap asa dan rasa dalam diriku, kupaparkan semua alasan yang memberati hatiku dan kubentang kebimbangan-kebimbangan yang kumiliki.

Aku bicara tentang kerinduan dan rasa takutku, bahwa aku takut kehilangan dia. Aku bicara tentang kekagumanku, bahwa aku menyukai dan mencintainya. Dan aku bicara tentang kesangsian dan keraguanku, bahwa masih ada perbedaan yang tersisa antara kami. Perbedaan yang membuatku tak sanggup memintanya untuk mencintaiku, karena mungkin aku tak akan bisa membahagiakannya. Oleh karena itu hanya kuharap kesediaannya menjadi adik-ku dalam persaudaraan.

“Janganlah engkau berpikir terlalu jauh tentang perbedaan itu, aku juga memiliki ketakutan yang sama, kalau engkau akan membenciku. Aku bukan tak menyukaimu, tapi kalau kita bisa berteman dalam persahabatan yang lebih indah, kenapa aku mesti kau anggap sebagai adik.” Hanya itu jawaban yang kuperoleh dari gerakan bibirnya menjalin kata.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kisah

Salah Orang


Oleh : Syamsuddin

Dalam suatu perkemahan keakraban Gudep Pramuka di sekolahku. Entah kenapa secara tiba-tiba aku merasa tertarik terhadap seorang peserta putri. Dia adalah seorang anggota baru dan merupakan adik kelasku. Tapi aku belum mengenalnya dan bahkan tak berani untuk langsung mendekatinya. Yang kulakukan hanya sekedar memperhatikannya dari jauh. Tak usah ditanya apa penyebab ketertarikan ini.

Dari seorang teman sesama panitia aku tahu namanya, Junia Asmira. Dan aku berpikir keras bagaimana cara menarik perhatiannya. Aku ingin untuk memberi satu kesan bagus yang bisa membuatnya dekat denganku. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Humor