Tag Archives: Bencana

Tsunami Dahsyat Akan Kembali Hantam Jepang


Tsunami yang menerjang timur laut Jepang, Jumat pekan lalu diduga merupakan bencana ‘langganan’ yang berulang tiap 1000 tahun. Perkiraan ini disampaikan ahli seismologi Roger Musson.

Musson menjelaskan, ada kemiripan antara peristiwa pekan lalu itu dengan gelombang besar yang menyapu pantai Sendai tahun 869 Masehi. Menurutnya, saat itu gerakan bawah laut yang menghasilkan tsunami tak biasa terjadi di wilayah ini.

Musson, yang jadi kepala bagian Bahaya Gempa di British Geological Survey, menyarankan agar tsunami yang baru saja terjadi di Jepang diteliti dan dibandingkan dengan bencana tahun 869. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bencana

Relawan Tagana, Menantang Maut di Merapi


Mereka meninggal dalam tugas. Direlakan keluarga menjemput maut di daerah bencana.

Aries Widyatmoko. Usia 19 tahun. Seharian menolong pengungsi, Kamis petang 4 November 2010 itu, dia terlihat lelah. Ribuan  pengungsi  itu lari dari kampung-kampung di Kinahrejo, Cangkringan. Dihalau wedhus gembel yang dimuntahkan perut Merapi.

Aries memang dari Cangkringan, tapi kampungnya belum disergap awan panas. Pada erupsi pertama, Selasa 26 Oktober 2010 itu, petaka hanya sampai di kilometer 10 dari pucuk Merapi. Di luar radius itu masih aman. Dan Aris, seperti halnya sejumlah anak muda dari dusunnya, ramai-ramai menjadi relawan. Menolong para pengungsi. Mengangkut barang. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Kemanusiaan

Mentawai, Jaya dan Sengsara Karena Ombak


Awalnya saya cuma iseng minta ikut ke Mentawai sama Mr. Netto.Esok harinya Mr. Netto mau mengajak saya. Dan Pak de Bazoor menyuruh saya untuk beli tiket pesawat, dan mengurus semuanya tapi dia juga ikut membantu saya…

Setelah semuanya beres, besoknya saya berangkat ke Mentawai, dari Bali jam 01:05 mengunakan pesawat Lion Air dan transit ke Jakarta, terus jam 16:00 sore saya berangkat ke Padang. Mungkin hari itu nasib saya sedikit sial, karena saat mau mengambil barang, surfboard saya tidak ada, dan saya meninggalkan kaca mata saya di pesawat, ternyata surfboard saya tertinggal di Jakarta..lalu saya menunggu sampai pesawat berikutnya datang, untuk membawa papan selancar saya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Serba Serbi