Negara Kelima E.S. Ito

Lidya, putri Komisaris Besar Detsus Antiteror terbunuh di kamar hotel esek-esek di Jakarta. Riantono, sang ayah, sangat murka. Dari tanda piramid yang terukir di ulu hati Lidya, dia mencurigai pembunuh putrinya adalah Kelompok Patriotik Radikal (KePaRad) yang ingin membalas dendam. … Baca lebih lanjut

Lidya, putri Komisaris Besar Detsus Antiteror terbunuh di kamar hotel esek-esek di Jakarta. Riantono, sang ayah, sangat murka. Dari tanda piramid yang terukir di ulu hati Lidya, dia mencurigai pembunuh putrinya adalah Kelompok Patriotik Radikal (KePaRad) yang ingin membalas dendam. KePaRad diincar polisi setelah menyebarluaskan pesan bernada subversif di dunia maya. Mereka menyatakan Indonesia yang sudah terlalu korup harus segera dibubarkan dan digantikan dengan Negara Kelima. Bertekad segera membekuk mereka, Riantono menginterogerasi dua tersangka KePaRad yang berhasil dibekuk. Namun keduanya hanya memberikan teka-teki lima negara yang membuat polisi semakin bingung. Akibat dugaan keterlibatan anggota teroris, kasus pembunuhan yang seharusnya ditangani Inspektur Satu Rudi Djatmiko dari bagian Reserse diambil alih Detsus Antiteror. Tetapi Rudi tidak menyerah begitu saja dan terus menyelidikinya secara pribadi. Namun sayang, belum sempat Rudi berbuat banyak, nasibnya berakhir sama dengan Lidya, dibunuh! Timur Mangkuto, polisi bagian data Detsus Antiteror, dituduh sebagai pembunuh Rudi yang merupakan sahabatnya sendiri. Demi untuk membalaskan kematian sahabatnya dan membersihkan namanya dari tuduhan pembunuhan, Timur Mangkuto bersama bekas pacar Rudi, Eva Duani seorang sejarawan, berusaha menyelidiki kasus pelik ini dengan memecahkan teka-teki lima negara KePaRad. Dari penyelidikan tersebut, mereka menarik kesimpulan mengejutkan, wilayah Indonesia ternyata adalah bagian dari Atlantis yang telah tenggelam ribuan tahun silam. Dari sini semuanya menjadi sangat menarik. Dengan menggunakan pengetahuan sejarah, geografis, logika dan imajinasinya yang kuat, Es Ito (sang penulis) berhasil menghubungkan legenda Yunani, mitos Atlantis, serta sejarah Nusantara kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit. Dengan meyakinkan dia menyatakan bahwa nenek moyang suku Minang adalah keturunan dari Alexander Agung, Keris Empu Gandring sebenarnya bukan keris sama sekali, dan yang paling hebat adalah teorinya tentang sebab tenggelamnya Atlantis yang dinyatakan karena meletusnya Gunung Krakatau ribuan tahun silam yang memicu berakhirnya jaman Es. Walaupun saya sangat menyukai “Negara Kelima” karena kehebatan penulisnya dalam mencampur sejarah dan legenda serta kritiknya yang tajam pada kepolisian yang dinyatakan sudah terlalu kotor, tetapi ada juga bagian-bagian yang menjadi kekurangan novel ini. Beberapa peristiwa terkesan kurang logis (seperti berhasil lolosnya Timur Mangkuto karena kegoblokan Kapolda), teka-teki yang terlalu “sejarah” sehingga sulit dipahami, penjelasan bertele-tele seputar negara kedua sampai keempat yang sebenarnya tidak terlalu berhubungan dengan inti cerita, dan endingnya yang terkesan sangat biasa sehingga mementahkan ekspektasi pembaca. However, salut buat Es Ito!! (Smith)

DOWNLOAD Buku Negara Kelima Format DWB

Tulisan ES Ito Lainya :
Malin Kundang
Surat Buat Firman

5 responses to “Negara Kelima E.S. Ito

  1. apakah penulis bisa membuktika bahwa keris empu gandring adalah bukan sebuah keris,,,.dan apakah penulis bisa menggambarkan bahwa kebobrokan kepolisian sudah begitu parah…

    • @Ghufron: Ini hanya sebuah novel Mas Ghufron, cerita fiksi. Tapi kehebatan si penulis justru karena dia sanggup mengaitkan dengan sejarah yang seolah nyata. Sehingga bisa dijadikan penyemangat bagi anak-anak muda seperti Mas Ghufron mungkin. Karena revolusi Bolsyevik di Rusia justru terinspirasi oleh sebuah novel karya Gorky. Soal polisi, seharusnya mungkin sipenulis yang menjawab, tapi menurut saya, kita nggak usah menutup matalah Mas. Demikian terimakasih, salam.

  2. Ocu Agus, JS

    Mantap….I like it

  3. mawar

    raihlah cita cita mu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s