Category Archives: Umum

Gaza : Penjara Terbesar di Dunia!


AMNESTI INTERNASIONAL : EMPAT DARI LIMA PENDUDUK GAZA DALAM KEADAAN TAK BERDAYA

Perempuan itu  membuai bayinya yang kurus di dapur rumahnya yang sempit–di mana dia tinggal bersama 21 anggota keluarga lainnya–di Gaza, kota di Palestina yang diblokade militer Israel. Menghela nafas berat, dia memandangi putri kecilnya dengan nelangsa.

Saat itu, Olfat (25) dan anaknya baru pulang dari sebuah pusat kesehatan di  wilayah Al Sabara, dekat Gaza. Ibu muda itu cemas dengan kondisi anaknya yang tak normal. Doha namanya. Usianya sudah sembilan bulan, namun berat badannya hanya setengah dari berat rata-rata bayi seusianya. Kata dokter, Doha menderita malnutrisi.

“Aku tak punya uang untuk memberinya makan. Kami tak punya uang untuk memeberi makan diri kami sendiri,” kata Olfat, dengan suara tercekat, seperti dikabarkan laman Telegraph, 6 Mei 2010.

Beberapa mil dari Gaza, tepatnya di Beit Hanoun, Iyas Al Kafarna dihantui perasaan takut. Bocah 12 tahun itu tak pernah berani melangkahkan kaki ke luar rumah. “Perbatasan dengan Israel hanya empat mil dari sini. Aku berada di wilayah tembak mereka… Aku tak mau tentara Israel menembakku,” kata Iyas.

Menurut lembaga kemanusiaan Save the Children mayoritas anak di Gaza mengalami gangguan psikis berupa rasa takut berlebihan, insomnia, dan
depresi. Sekalipun tak terlihat, tentara Israel sepeti ‘hantu’. Mayoritas penduduk Gaza selalu menutup rapat-rapat gordin jendela. Mereka merasa selalu diawasi.

Masih di kota yang sama, nestapa lain dialami Rabah, seorang bocah tujuh tahun. Trauma fisik membuat kakinya kehilangan fungsi. Tim dokter dari Slovenia menawari perawatan gratis di negara mereka. Namun, permintaan agar Rabah bisa keluar Gaza selalu ditolak Israel. Tanpa alasan.

“Rabah hanya satu dari jutaan kisah serupa yang akan kau dengar di mana pun di Gaza. Di sini, jika kau kehilangan anggota badan, menderita infeksi, atau hanya terluka karena sayatan benda tajam, itu bisa berarti malapetaka,” kata Paolo Pellegrin, fotografer yang mengabadikan kehidupan masyarakat Gaza di bawah bayang-bayang Israel.

Dilindas Buldoser
Sudah tiga tahun Israel mengurung Gaza, sejak Juni 2007, baik di darat,
udara, maupun laut. Enam pintu keluar Gaza ditutup, termasuk Raffah yang berbatasan dengan Mesir. Lapangan terbang dihancurkan, pelabuhan dan laut dikepung Angkatan Laut Israel. Sekitar 1,5 juta penduduk Gaza terkurung tak berkutik.

Israel berdalih blokade itu untuk menghukum Hamas, partai berkuasa di
Palestina setelah menang pemilu 2006. Hamas dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan roket ke wilayah Israel. Pemerintah Israel beralasan blokade itu diperlukan untuk menyumbat aliran senjata ke wilayah Gaza.

Hanya saja, alih-alih semata senjata, blokade Israel menghalangi pasokan apa pun. Tak peduli apakah itu makanan, keperluan rumah tangga, ataupun bahan bangunan untuk menambal rumah yang bolong dihajar misil atau buldoser Israel.

Laporan Amnesti Internasional 2010 menyebutkan empat dari lima penduduk Gaza dalam keadaan tak berdaya. Mereka hidup bergantung pada bantuan internasional.

“Yang paling menderita adalah anak-anak, orang tua, tuna wisma, dan mereka yang sakit, termasuk mereka yang perlu mendapat perawatan di luar Gaza; bukan kaum militan yang bertanggung jawab menembakkan roket ke wilayah Israel,” Amnesti Internasional menyatakan.

Lebih jauh, lembaga itu menyebutkan militer Israel bahkan menyerang rumah sakit, petugas medis, serta relawan organisasi kemanusiaan internasional. Setidaknya 15 dari 27 rumah sakit di Gaza rusak berat bahkan hancur, 30 ambulans rusak, dan 16 petugas medis tewas.

Amnesti Internasional tidak menemukan bukti bahwa Hamas atau anggota
kelompok militan bersenjata bersembunyi di rumah sakit atau memanfaatkan bangunan itu menjadi markas sebagaimana yang selalu dijadikan alasan setiap serangan Israel.

“Ratusan penduduk sipil terbunuh akibat serangan jarak jauh militer Israel
yang dilancarkan dari pesawat tempur, helikopter, atau tank yang disiagakan beberapa kilometer dari target.”

“Para korban tidak tewas di tengah pertempuran atau saat menjadi perisai kelompok militan. Mereka tewas saat sedang tidur, mengerjakan aktivitas sehari-hari, atau saat bermain. Beberapa korban sipil, termasuk anak-anak, ditembak dari jarak dekat, dalam posisi yang tidak mengancam militer Israel,” demikian tertera dalam laporan Amnesti Internasional.

Penjara-terbuka

“Tidak, Israel tidak sedang menghukum Hamas, tapi menghukum seluruh masyarakat sipil Gaza atas kesalahan yang tidak mereka lakukan,” tulis pemenang Nobel Perdamaian 1976 asal Irlandia, Mairead Maguire.

Dengan kedua matanya, Mairead melihat sendiri bagaimana porak porandanya Gaza dan derita warganya saat mengunjungi wilayah itu di tahun 2008. Mairead yang mulai renta tak tinggal diam. Pada 2009 dia mencoba menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan, dan gagal. Tentara Israel menyerbu kapal dia dan rekan-rekannya, menahan para aktivis selama seminggu, sebelum akhirrnya mendeportasi mereka ke negara masing-masing.

Dengan lantang, Mairead menuding Israel telah melanggar hukum internasional termasuk Konvensi Jenewa. Dia juga mengecam beberapa negara dan lembaga-lembaga dunia yang mendiamkan aksi brutal itu.

“Israel mengubah Gaza menjadi penjara-terbuka terbesar di dunia. Penduduknya dikurung dari darat, laut, dan udara,” Mairead menulis.

Derita Gaza diperparah aksi-aksi militer Israel, terkhusus Operasi “Cast
Lead” sejak Desember 2008 hingga Januari 2009. Ketika itu bom dan fosfor putih dijatuhkan ke pemukiman penduduk sipil. Akibatnya, 1.400 orang tewas, termasuk lebih dari 400 anak-anak. Sisa-sisa fosfor mempolusi tanah dan meracuni penduduk Gaza. Kanker pun menyebar.

“Di mana harapan untuk mereka? Di mana cinta untuk Gaza? Komunitas internasional gagal melindungi Gaza dan tidak bersikap tegas menentang kebrutalan Israel,” kata Mairead yang kini berada di Kapal Rachel Corrie dalam perjalanan menuju Gaza.

Kapal Rachel Corrie–demikian dinamai untuk menghormati aktivis kemanusiaan AS yang tewas dilindas buldoser Israel–akan mencoba menembus Gaza, paska serangan militer Israel ke Freedom Flotilla yang menewaskan 19 relawan dan melukai puluhan lainnya.

Sebenarnya, Kapal Rachel Corrie bergabung dengan Mavi Marmara memasuki Gaza. Namun, karena ada kerusakan mesin, Kapal Rachel Corrie tidak bisa melanjutkan perjalanan. Baru saat ini Kapal Rachel Corrie kembali berlayar menuju Gaza

Toh, Mairead menulis, masyarakat Gaza adalah masyarakat yang tak pernah menyerah. “Apapun yang kulihat di Gaza hancur. Tapi penduduk yang aku temui di jalan semua tersenyum.”

Juga dengarlah analisis Fernando Rossi, politisi Italia yang mengunjungi Gaza pada 2008, “Israel menyangka Gaza akan seperti Yugoslavia. Setelah dibombardir, orang akan mengabaikan Hamas. Israel salah besar. Makin kejam mereka disiksa, makin kuat mereka.”

Amnesty International- BBC- Telegraph

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Kenapa Harus Ada Misi Maut Menembus Blokade Israel?


BAYANGAN tragedi itu masih melekat di ingatan Ferry Nur. Berada di atas kapal Mavi Marmara, kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, dia menjadi saksi sekaligus korban dari serangan tentara Israel.

Ferry sedang shalat berjamaah ketika kapal itu mendekati perairan Israel. Dia berada di lantai dua. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di geladak, dan imam mempercepat shalat. Setelah jamaah bubar, dia berlari ke lantai tiga.

Kapal mereka rupanya dicegat tentara Israel. “Saya dengar jelas sekali mereka menurunkan tentara di dekat nakhoda,” ujar Ferry, koordinator Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), kepada wartawan.

Selanjutnya, kegaduhan tambah menggila. Sleeping bag dan tikar berterbangan. Lalu ada letusan gas air mata serta peluru timah. Sejumlah korban jatuh, dan meninggal.

Ferry sempat melihat ke sisi kiri. Ada dua kapal perang, dan tiga kapal cepat. Dia dan rekannya yang berada di sisi kapal, lalu menyemprotkan air. Mereka mencegah tentara dari kapal perang Israel memanjat Mavi Marmara. Terdengar rentetan suara tembakan.

Dua rekannya, Oktvianto Baharudin (aktivis Kispa) tertembak di tangan dan kaki. Surya Fahrial, seorang jurnalis Suara Hidayatullah ditembak di bagian dada. “Dalam tempo satu jam, kapal berhasil diambil alih mereka,” ujar Ferry.

Tentara Israel lalu memborgol relawan. “Ada yang kepalanya ditendang, dipukuli. Mereka teriak-teriak ‘Sit down! Sit down!’”. Nahkoda diambilalih dan kapal dibelokkan ke Pelabuhan Ashdod.

Selama 12 jam, tangan mereka terborgol, bentakan bertubi-tubi, tak boleh ke toilet, dan tak ada makan dan minum. “Kami juga tidak diperbolehkan shalat, sehingga kami sholat sambil jongkok atau duduk dengan tangan terborgol,” Ferry mengisahkan.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada 31 Mei lalu. Tentara Israel menyerang para peserta konvoi “Armada Kebebasan untuk Gaza” (Freedom Flotilla to Gaza) – yaitu misi tak resmi pembawa bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina di Gaza, yang diblokade Israel selama tiga tahun.

Armada terdiri dari enam kapal. Para awaknya yang tak bersenjata itu, dicegat oleh pasukan komando, dan kapal angkatan laut Israel di perairan internasional. Mereka dilarang bergerak menuju perairan Gaza.

Aksi cegat itu berujung pada insiden berdarah. Sedikitnya sembilan aktivis tewas oleh berondongan tembakan tentara Israel. ??Dunia mengecam aksi brutal Israel itu. Masyarakat internasional menilai aksi itu sebagai pembajakan di laut netral, dan kejahatan internasional. PBB dan sejumlah negara pun menyerukan penyelidikan atas insiden Flotilla.

Tapi Israel berkilah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pejabatnya, menyatakan penembakan itu untuk membela diri, setelah pasukan mereka diserang begitu turun dari helikopter. Bagi Israel, pencegatan itu mereka lakukan untuk memastikan tak ada penyelundupan material yang bisa digunakan Hamas, organisasi radikal yang kini menguasai Gaza, untuk dijadikan senjata.

Seorang wartawan Israel malah menyebut selama ini Hamas menggunakan banyak bahan selundupan untuk membuat roket yang ditembakkan ke wilayah Israel. Soal kebutuhan di Gaza, seperti makanan, tak pernah diblokade. Selama ini bantuan ke Gaza harus melalui mereka, dan sudah tersalurkan. Tapi banyak yang meragukan pernyataan Israel itu, termasuk dari para pegiat yang ikut dalam armada “Freedom Flotilla to Gaza.”

Di tengah hujan kecaman terhadap Israel, berbagai upaya internasional tengah dilancarkan untuk menanggapi tragedi itu. Namun, masalah ini mungkin berbuntut panjang. Tak penyelesaian yang jelas,  konflik di Timur Tengah kian parah dan nasib penduduk Palestina di Gaza pun tidak menentu.

***

Tentu, yang menjadi pertanyaan mengapa Ferry Nur, dan para pembela Gaza dari berbagai penjuru dunia, nekad menembus blokade Israel?

Konvoi Freedom Flotilla adalah potret bangkitnya solidaritas dunia atas penderitaan rakyat Palestina di Gaza yang dizalimi Israel. Konvoi dari pelbagai bangsa, agama dan kelompok ini menunjukkan derita Palestina bukan soal agama atau politik belaka, tapi krisis kemanusiaan. Dia bukan cuma urusan orang Arab atau Palestina, tapi keprihatinan dunia.

Di Indonesia, yang terkenal garang atas sikap Israel kepada Palestina, para pegiat kemanusiaan bagi Gaza itu pernah datang berkunjung.  Suatu hari, seorang perempuan Palestina-Amerika datang berkunjung ke kantor Mer-C, lembaga kemanusiaan yang berbasis di Jakarta. Nama perempuan itu Huwaida. “Huwaida datang menewarkan kesempatan berlayar bersama ke Gaza,” ujar dr Joserizal Jurnalis, pengurus Mer-C Indonesia.

Dari situ koordinasi pun berlanjut. “Awalnya kami ingin membeli kapal, namun dana yang terkumpul dari berbagai iklan dan promosi tidak cukup,” ujar Joserizal. Karena keterbatasan dana, akhirnya mereka memutuskan menyewa kapal Mavi Marmara. Dari Indonesia, ada 12 relawan yang ikut. Latar belakang mereka beragam. Ada dokter, insinyur, jurnalis, ahli pendidikan dan lain-lain.

Misi ini, kata Joserizal, jelas misi sipil, dan bukan militer. Ada beragam bangsa dan agama yang turut bergabung. Mereka disatukan rasa kemanusiaan karena blokade Israel bertahun-tahun di Gaza membatasi pasokan makanan, listrik, obat-obatan. “Warga Palestina yang mencari ikan hanya boleh batas dua mil, lebih dari itu mereka akan ditembaki Israel,” kata Joserizal.

Di samping berupaya membuka blokade Israel dan memberi bantuan logistik, para relawan Indonesia memiliki tujuan lain. Mer-C, misalnya, ingin membuka rumah sakit.

Sementara, lembaga lain dari Indonesia, seperti Sahabat Al Aqsha pun punya tujuan tak kalah mulia. “Kami ingin beri bantuan untuk anak yatim dari sektor pendidikan. Kami pun fokus ke pembangunan sumber air, listrik biogas dan member santunan anak yatim,” kata Amirul, pengurus Sahabat Al Aqsha.

***

Kebijakan Israel atas Gaza memang menggemaskan. Tak kurang, International Crisis Group (ICG) melihat selama bertahun-tahun, dunia telah bersabar dengan kebijakan Israel yang mengucilkan  Gaza, dengan harapan bisa melemahkan Hamas.

Kebijakan itu, kata ICG, bukan cuma didukung Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lain. Bahkan Mesir, dan dibiarkan oleh negara-negara Arab lain, yang kebetulan tak sepaham dengan militansi politik Hamas. Penutupan Perlintasan Rafah sejak 2007 menjadi buktinya.

Masalahnya, pengucilan atas Gaza itu tak bisa melucuti kekuatan Hamas di sana. Sebaliknya, pengucilan berupa blokade dan penutupan perbatasan Gaza oleh Israel dan Mesir itu justru membuat rakyat setempat kian menderita.

Bahan-bahan kebutuhan pokok sulit didapat di Gaza. Aliran listrik dan air bersih padam. Pokoknya Gaza dijadikan seperti “Kota Mati” tapi masih dihuni oleh orang-orang yang setengah mati untuk bertahan hidup.

Pada titik inilah, kebijakan pengucilan itu mendatangkan bumerang , sekaligus kemarahan dunia. Maksudnya memperlemah Hamas, tapi yang jadi korban adalah anak-anak dan perempuan yang tak berdaya. Konflik politik yang kian buruk, menyebabkan krisis kemanusiaan. Karena alasan tak tahan melihat penduduk Palestina menderita, inisiatif para pegiat kemanusiaan pun muncul. Konvoi Freedom Flotilla ke Gaza salah satunya.

“Serangan atas konvoi Flotilla itu tak lain adalah suatu gejala dari suatu pendekatan yang secara tersirat dibiarkan banyak pihak,” kata Robert Malley, pengamat Timur Tengah dari International Crisis Group (ICG). “Ini cukup jelas menggambarkan perlunya suatu perubahan kebijakan atas Gaza,” kata Malley dalam penjelasannya di laman ICG.

Maka, seperti yang direkomendasikan ICG, kebijakan atas Gaza perlu ditinjau kembali secara menyeluruh. Amerika Serikat, Uni Eropa dan pihak Kuartet harus kompak menyuarakan pencabutan permanen blokade atas Gaza.

Tuntutan tidak saja disuarakan kepada Israel, namun juga kepada Mesir – yang sementara ini membuka kembali perbatasan dengan Gaza setelah insiden Flotilla.

Penyaluran kembali bantuan kemanusiaan ke Gaza patut disambut baik. Tapi tak ada jaminan kalau pengucilan itu tak akan berlaku kembali. Gaza memang harus diawasi, tapi tak perlu sampai memblokade jalur perdagangan ke dan dari Gaza.

Bila Israel dan Palestina masih belum saling percaya, maka perlu dilibatkan pasukan internasional untuk memastikan keamanan di Gaza.  Tapi, konflik sepertinya belum akan selesai. Israel bisa jadi hanya mengulang langkah matinya terhadap Gaza.

Sementara armada bantuan kemanusiaan, para relawan yang bertaruh nyawa demi Gaza, akan terus mengalir. Seperti disebut aktivis Mer-C, dr. Joserizal: “Kita tidak akan mundur, dan akan menunjukkan Israel adalah musuh dunia dan musuh kemanusiaan”.

Yahoo!

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Obama Tunda ke Indonesia Demi Mendukung Israel


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatan Pembangunan Romahurmuziy menilai batalnya kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia dengan alasan terjadi tumpahan minyak di Teluk Meksiko adalah alasan yang mengada-ada. “Tumpahan minyak di laut adalah persoalan jangka menengah dan tidak membutuhkan perhatian mendadak, sehingga solusinya juga tidak secara mendadak,” kata Romahurmuziy

Dikatakannya, pembatalan itu menunjukkan ada kekhawatiran Obama terhadap respon masyarakat internasional termasuk Indonesia yang melakukan unjuk rasa anti-Israel. Romy (panggilan Romahurmuziy) menilai, Obama khawaatir di-fait accompli agar Amerika Serikat tidak menggunakan hak veto resolusi terhadap Israel oleh elemen masyarakat Indonesia yang mayoritas anti-Israel.

Pembatalan kunjungan Obama ke Indonesia ini, kata dia, juga menunjukkan Indonesia bukan negara prioritas dalam agenda kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Karena itu, Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR ini mengimbau pemerintah agar tidak perlu terlalu gembar-gembor soal rencana kedatangan Obama.

Menurut dia, Kementerian Luar Negeri lebih baik fokus pada upaya menggalang solidaritas internasional bagi kemerdekaan Palestina dan upaya boikot terhadap Israel.

Antara

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Mavi Marmara : Sang Saksi Bisu Tragedi Gaza


(ISRAEL RILIS VIDEO SERANGAN)

Israel merilis video penyerangan kapal berisi relawan pembawa bantuan kemanusian yang tergabung dalam Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) di antaranya kapal Mavi Marmara. Dalam video tersebut, tampak tentara Israel dipukuli dengan pipa dan kursi.

Pada Senin, Israel menyerang delapan kapal yang membawa ratusan aktivis pro-Palestina dan relawan pembawa bantuan kemanusiaan. Serangan tersebut telah menewaskan 19 orang dan melukai 30 relawan kemanusiaan yang ada di kapal itu. Akibatnya, dunia mengecam kekejaman Israel tersebut.

Penyerangan terjadi perairan internasional, 65 kilometer lepas pantai Gaza. Radio Tentara Israel mengklaim peluru dimuntahkan karena penumpang menyerang pasukan dengan benda tajam. Namun kabar itu dibantah Free Gaza Movement, penyelenggara misi kemanusiaan ini dengan mengatakan pasukan langsung menembak begitu mendarat di kapal.

Israel mengatakan sedikitnya lima tentara mereka terluka, dua di antaranya terluka serius. Menurut militer Israel, dua aktivis yang tewas dalam insiden tersebut menembak tentara dengan pistol.

“Mereka merencanakan serangan ini,” ujar juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Avital Leibovitch. “Tentara kami terluka karena kena pisau dan benda-benda besi.”

Kapal yang diserang tentara Israel akhirnya digiring ke Pelabuhan Israel di Ashdod. Sementara korban luka dievakuasi dengan helikopter ke rumah sakit di Israel.

Belum diketahui secara detail identitas korban tewas atau kondisi beberapa orang terkenal yang ikut dalam konvoi tersebut. Beberapa tokoh yang ikut di antaranya peraih Nobel Perdamaian 1976 Mauread Corrigan Maguire dari Irlandia Utara dan legislator Eropa Hedy Epstein.

Mavi Marmara adalah salah satu kapal dari konvoi delapan kapal Armada Kebebasan (Freedom Flotilla), yang membawa bantuan untuk warga Gaza, di kapal tersebut ada 12 warga Indonesia yang belum diketahui nasibnya. Ke-12 warga Indonesia itu berasal dari lembaga swadaya masyarakat, yakni Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) serta lima wartawan, yaitu Al-Jazeera Indonesia, TV One, Hidayatullah.com, majalah Alia, dan Sahabat Al-Aqsha.

Berikut nama 12 WNI yang berada di Kapal Mavi Marmara :

Dari Mer-C:
1. Nur Fitri Moeslim Taher (Ketua Tim)
2. dr Arief Rachman
3. Abdillah Onim
4. Nur Ikhwan Abadi
5. Muhammad Yasin (Jurnalis TV One)

Dari Kispa:
1. H Ferry Nur (Ketua Kispa)
2. Muhendri Muchtar (Wakil Ketua Kispa)
3. Okvianto Baharudin
4. Hardjito Warno

Dari Sahabat Al Aqsha – Hidayatullah:
1. Dzikrullah Ramudya
2. Surya Fahrizal
3. Santi Soekanto

Sumber : Tempo

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Lowongan Kerja : PLN Butuh 5.604 Pegawai Baru


(KERJASAMA PT. PLN DENGAN 4 PERGURUAN TINGGI)

Pada tahun 2010 ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membutuhkan sedikitnya 2.604 karyawan baru dari berbagai disiplin ilmu. Kemudian, tahun 2011 mendatang, PLN membutuhkan 3.000 pegawai baru yang diharapkan adalah sarjana yang baru lulus.

Kebutuhan pegawai baru pada tahun 2010 dan 2011 yang cukup banyak itu karena pegawai PT PLN saat ini sudah banyak yang pensiun serta untuk memenuhi target di proyek 10 ribu megawatt. Hal itu disampaikan kepada pers oleh Deputi Manajer Pengembangan Sumber Daya Manusia PT PLN Jateng dan DIY, Drs. Bayu Widyarto, Ak, usai melakukan proses seleksi mahasiswa baru Program Diploma Teknik Mesin dan Elektro UGM jalur PBU yang akan diproyeksikan menjadi pegawai PT. PLN, Selasa 25 Mei 2010

Untuk mencukupi kebutuhan pegawai baru, PT. PLN melakukan kerjasama dengan empat perguruan tinggi negeri di Jawa. Keempat Perguruan Tinggi tersebut adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip) dan Politeknik Negeri Semarang (Polines).  Hari Selasa, 25 Mei itu merupakan realisasi kerjasama UGM dan PT. PLN merekrut pegawai baru melalui penjaringan di program Diploma Tiga (D3) Teknik Mesin dan Elektro.

Mereka yang lolos seleksi ini akan membiayai sendiri kuliahnya. Hanya saja setelah lulus mereka akan direkrut PT. PLN untuk menjalani Diklat Prajabatan selama setahun dan sesudah itu baru diangkat menjadi pegawai PT. PLN. Seleksi mahasiswa dilakukan pihak kampus dan PT. PLN, biaya ditanggung mahasiswa sendiri tetapi mereka memiliki kesempatan besar masuk sebagai karyawan PLN.

Program ini baru dibuka untuk tahun akademik 2010/2011. Untuk program pertama UGM memperoleh kuota 100 mahasiswa untuk dua jurusan, Undip juga 100 mahasiswa sedangkan Polines 48 mahasiswa.  Sementara UNS kemungkinan baru mulai tahun depan.

Untuk memenuhi kebutuhan pegawai PT. PLN menempuh cara lain, yaitu seleksi pegawai melalui program job fair. Sebagaimana yang ia lakukan dengan Engineering Carreer Center (ECC) Fakultas Teknik UGM selama ini. Program tersebut digelar secara gratis oleh pihak PLN. Semua mahasiswa bisa mengikuti program tersebut jika memenuhi syarat yang ditentukan.

Selain itu, PT. PLN juga membuka program co-operation. Sebuah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa semester tiga untuk magang di PT.PLN. Mereka yang mengikuti program ini wajib melakukan magang selama enam bulan. Dan kepada peserta magang diberikan uang saku sebesar Rp 850 ribu per bulan.

Menurut Radhian Krisnaputra, ST., M.Eng selaku Wakil Ketua Program Diploma Tehnik Mesin UGM Bidang Pengembangan dan Kerjasama, seleksi untuk mahasiswa D3 Tehnik Mesin dan Elektro kerjasama dengan PLN itupun dilakukan melalui dua program yaitu Program Penelusuran Bibit Unggul (PBU) dan melalui program Ujian Tulis (Utul) Ujian Masuk (UM) UGM. Pihak UGM melakukan seleksi awal melalui dua program itu, setelah itu nanti diseleksi kembali oleh PLN.

Sampai saat ini, setiap tahun D3 Teknik Elektro menerima 200 mahasiswa baru dan Teknik Mesin UGM menerima 240 mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut akan diseleksi 50 mahasiswa untuk masuk D3 Teknik Mesin dan 50 mahasiswa D3 Teknik Elektro kerjasama dengan PLN tersebut. Pihak perguruan tinggi yang bekerjasama dengan PLN bertanggungjawab menyediakan bibit unggulnya, sementara yang menyeleksi dan yang memakai adalah pihak PT. PLN.

Sumber : http://ugm.ac.id/dengan perubahan seperlunya

4 Komentar

Filed under Umum

KONTEN DEWASA (III)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)


Berdasarkan sejumlah jajak pendapat dan studi yang dilakukan di Indonesia. fasilitas e-mail adalah hal yang paling utama digunakan oleh konsumen Internet. Sayangnya, spam (e-mail sampah) menghantui aktifitas e-mail siapapun dan dimanapun. Sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Barracuda Networks mengatakan bahwa pada sepanjang 2007 lalu, dari total trafik e-mail yang tercatat, 95% nya adalah spam. Kemudian menurut Symantec untuk data per Februari 2008 lalu, 6% dari seluruh e-mail spam, masuk dalam kategori untuk ’dewasa’ diatas 18 tahun.

Ini perlu menjadi pertimbangan pula, bagaimana menyaring konten pornografi. yang sengaja ataupun tidak, masuk langsung ke mailbox, termasuk ke mailbox anak-anak dan para remaja yang belum masuk dalam kategori dewasa. Pornografi Iewat e-mail lebih sulit pengidentifikasiannya (termasuk penyaringannya), karena sifatnya yang tidak terbuka seperti layaknya mengunjungi sebuah situs, kemudian lebih privasi karena terhantar langsung ke masing-masing individu, dan sifatnya cenderung yang ‘push-services‘, alias dapat terkirim tanpa harus mengaksesnya terus-menerus. Belum lagi maraknya sejumlah layanan yang memang mengkhususkan diri dalam menyediakan konten pornografi via e-mail Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

GESANG


SANG KOMPONIS BENGAWAN SOLO ITU TELAH TIADA

Maestro keroncong Gesang akhirnya tutup usia pada pukul 18.10 hari Kamis (20/5). Kondisinya menurun sejak  siang di ruang perawatan ICU Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Surakarta.

Menurut salah satu keponakan, Ardani, Gesang meninggal dengan ditunggui banyak keluarga.

”Tidak ada pesan terakhir dari beliau,” ujar Ardani. Sebelum meninggal keluarga mengajak Gesang untuk mengucapkan lafal-lafal membesarkan nama Allah SWT.

Gesang dilarikan ke rumah sakit akibat kesehatannya menurun pada Rabu pekan lalu. Selanjutnya, Gesang harus dirawat di ruang ICU sejak Minggu (16/5) karena kesehatannya terus menurun. Rumah sakit membentuk sebuah tim untuk menangani kesehatan yang terdiri dari lima dokter spesialis yang berbeda.

Maestro yang Bersahaja

Tak banyak penyanyi atau pemusik Indonesia yang bisa melegenda di masyarakat. Satu dari yang sedikit itu adalah Gesang Martohartono. Lagu Bengawan Solo diciptakan pada 1940, saat ia berusia 23 tahun. Pada saat itu, ia tengah duduk di tepi Bengawan Solo.

Musisi senior kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917, tersebut selalu kagum dengan sungai itu sehingga terinspirasi untuk menciptakan sebuah lagu. Proses kreatif lagu ini memakan waktu sekitar enam bulan.

Tidak hanya di Tanah Air, Bengawan Solo juga memiliki popularitas di luar negeri, terutama di Jepang. Bahkan lagu ini sempat dipakai dalam salah satu film layar lebar di Negeri Sakura.

Gesang pertama kali menciptakan lagu pada 1938 berjudul Keroncong Piatu. Sementara lagu Bengawan Solo yang diciptakan pada 1940 adalah karyanya yang ketiga.

Namun tidak selamanya popularitas yang diraih Gesang menjamin tingkat kesejahteraan hidup. Kondisi ekonomi Gesang tak beranjak baik. Bahkan rumah hadiah tipe 21 di Perumahan Nasional Palur, Surakarta, Jateng, yang pernah dihuni bersama sang istri tetap dengan bentuk aslinya.

Meski demikian, sebagai seniman yang tak terlalu pusing memikirkan soal kemapanan, dia tidak pernah mengeluh, apalagi kecewa. Malah sebaliknya, Gesang bangga lantaran lagu hasil karyanya laris manis dan terus diproduksi. Dia juga tak pernah berpikir untuk menerima royalti dari setiap karyanya.

Setelah sang istri meninggal dunia dua tahun silam. Rumah tipe 36 di Perumnas Palur, Karanganyar, Surakarta, yang masih ditempati hingga tiga tahun silam, kini ditinggalkan. Gesang memilih pindah ke Kampung Kemplayan, rumah saudara kelimanya, Toyibi. Sedangkan rumah hadiah almarhum Soepardjo Roestam saat menjabat gubernur Jawa Tengah, dibiarkan ditempati keponakannya.

Sikap lugu Gesang yang tak memikirkan royalti, mengundang simpati PT Penerbit Karya Musik Pertiwi (PT PMP). Sejak 1996, perusahaan itu berjuang mengumpulkan keuntungan dari karya Gesang di seluruh dunia yang mencapai puluhan juta rupiah setiap tahun. Di usia senja, Gesang pun sempat menikmati hasil jerih payahnya secara materiil.

Saat ini, lagu-lagu yang diciptakan Gesang diakui sebagai aset nasional. Agar karya Gesang tetap abadi maka PT PMP menerbitkan buku berisi 44 partitur serta syair-syair lagu.

Semasa hidupnya, Gesang menikmati hari tua dengan bercengkerama bersama sejumlah burung kacer merah kesayangannya. Sesekali ia masih berusaha berjalan di sekitar rumah, menikmati alam pedesaan. Walaupun harus dilakukan dengan susah payah dan tertatih-tatih.

Kini, sang maestro keroncong itu telah pergi. Setelah dirawat selama sembilan hari, Gesang Martohartono mengembuskan napas terakhir dalam usia hampir 93 tahun di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/5). Sang maestro wafat pada pukul 18.10 WIB setelah kondisinya kembali menurun drastis sejak pukul 12.00 WIB Kamis siang.

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

SEX (II)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)

Khusus untuk perilaku pengguna Internet di Indonesia, Google Trends memaparkan sejumlah data Ternyata meskipun jumlah pengguna Internet masih terkonsentrasi di ibukota, Jakarta hanya menduduki posisi ke-5 kota dengan jumlah pencari konten dewasa dengan memasukkan kata kunci yang sangat umum, ‘sex’. Setelah Jakarta, kemudian disusul oleh Bandung. Adapun jawaranya adalah kota Semarang. kemudian Yogyakarta, Medan dan kemudian disusul Surabaya.

Jika kita mencari dengan kata kunci ‘sex’ di Google, maka akan muncul 662.000.000 situs, 568.881 video, 157.000.000 gambar dan 111.057.569 blog. Maka dapatlah terbayang, bagaimana upaya untuk menyaring informasi dari sekian banyak sumber tersebut. Apalagi jika harus dipilah antara informasi ‘sex’ yang layak untuk keperluan pendidikan kesehatan, ilmu bercinta ataupun sekedar sebagai pemuas birahi belaka

Industri pornografi bukanlah industri kacangan. Bahkan pada tahun 2006 saja, gabungan penghasilan (revenue) dari sejumlah perusahaan teknologi papan atas semisal Microsoft, Google, Amazon, eBay, Yahoo! dan Apple, tak akan mampu mengimbangi pendapatan dari bisnis pornografi dengan pemasukan mencapai lebih dari US$ 97 miliar tersebut.

Dengan perputaran uang yang besar dan persaingan yang ketat, maka industri pornografi yang diyakini sebagai industri online paling menguntungkan, kerap menjadi perintis dalam kelahiran ataupun optimalisasi atas sejumlah teknologi baru yang kemudian setelah itu diadopsi secara luas dalam dunla Internet. Sejumlah teknologi tersebut, menurut penelitian yang dilakukan terpisah oleh USA Today, Adult Video News dan Nielsen/NetRatings, terbagi atas teknologi yang berdampak positif dan negatif.

Teknologi yang positif adalah video-audio streaming, layanan berbayar video¬ on-demand, piranti lunak digital-rights management, piranti lunak geo-location (program pelacak lokasi pengguna Internet), konten tersegmentasi dan layanan konten nirkabel melalui ponsel. Adapun teknologi yang negatif, setidaknya bagi sebagian kalangan, adalah spam. Menu Pop-ad dan cookies (program pelacak aktifitas di Internet).

Bahkan dipercaya pula bahwa layanan tayangan video olahraga dan musik yang dapat dinikmati melalui ponsel saat ini adalah hasil penggodokan yang dilakukan pada industri pornografi sebelumnya. Termasuk pula teknologi yang dapat menyajikan konten dan iklan di PC atau piranti nirkabel, berdasarkan demografi dan perilaku penggunanya.

Jadi sudah sewajarnya kita mengkaji ulang, bagaimana agar sebuah teknologi yang lawas dan biasa saja, seperti piranti lunak penyaring (filter) konten, dapat berhadap- hadapan dengan para jawara penghasil teknologi konten masa depan. Ini ibarat David melawan Goliath! (bersambung)

Sumber : InternetSehat.org

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

PORNO DAN PORNOGRAFI (I)


(TETRALOGI : PERANG MELAWAN PORNOGRAFI)

Diskusi mengenai pornografi kembali hangat di perbincangkan. Kali ini, bukan mengenai materi (konten) pornografinya, melainkan begitu beratnya ancaman hukuman bagi mereka yang menyebarluaskan informasi, terkait dengan pelanggaran kesusilaan (asusila). Mereka yang terbukti menyebarluaskan informasi tersebut dapat dipidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000, (satu miliar rupiah) sebagaimana diatur di dalam Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Konten pornografi memang bisa disaring, tetapi soal efektifitas, tunggu dulu. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab ketidakefektifan tersebut bukanlah melulu soal kecanggihan piranti lunak yang digunakan. Siapapun memang bisa mengunduh dan menginstal berlapis piranti lunak yang berfungsi memblok atau menyaring konten pornografi dari Internet, baik pada tingkat komputer personal (PC), server pada warnet hingga Internet Service Provider (ISP) sekalipun. Tetapi sangatlah naif bila ada kita percaya bahwa konten pornografi di Internet dapat efektif dihalau hanya dengan melakukan pemblokiran ataupun penyaringan secara teknologi. Alasannya bisa berangkat dengan mengkaji sejumlah aspek tren perilaku dan bisnis pornografi berikut ini.

Berdasarkan sebuah hasil riset yang dilansir oleh TopTenReviews, setiap detiknya lebih dari 28 ribu orang yang mengakses pornografi di Internet dengan total pengeluaran mencapai lebih dari US$ 3 ribu. Data tersebut juga menyebutkan setidaknya tiap detik ada 372 pengguna Internet yang mengetikkan kata kunci tertentu di situs pencari untuk mencari konten pornografi.

Adalah fakta bahwa masalah seks (pornografi) adalah topik nomor 1 (satu) yang dicari di Internet, menurut penelitian dari Sexual Recovery Institute. Studi lain juga menunjukkan bahwa 60% kunjungan di internet adalah menuju ke situs porno (MSNBC/Stanfford/Duquesne). Ilustrasi tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya demam pornografi melalui internet. Tidaklah mungkin 420 juta situs tersebut dibendung hanya dengan menggunakan Pasal 27 ayat 1 ITE. Banyak cara untuk menyebarluaskan materi pornografi dengan menggunakan internet selain daripada melakukan pemblokiran atas situs-situs pornografi misalkan saja dengan komunikasi secara peer to peer. (bersambung)

Sumber : InternetSehat.org

Photo from : anang

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Susno Duadji: “BUNGKUSAN ITU DISERAHKAN KE KAPOLRI JENDERAL BHD”


“YA SAYA MENERIMA BUNGKUSAN DARI SJAHRIR JOHAN YANG SAYA TIDAK TAHU ISINYA APA, SETELAH ITU SESUAI PESAN SJAHRIR JOHAN AGAR BUNGKUSAN ITU DISERAHKAN KE KAPOLRI JENDERAL BHD. KEMUDIAN BUNGKUSAN TERSEBUT SAYA POTRET, DISAKSIKAN ISTERI DAN ANAK SAYA, SETELAH ITU KEESOKAN HARINYA DINAIKAN KE MOBIL OLEH AJUDAN SAYA, DISAKSIKAN OLEH SOPIR. SESAMPAINYA DI KANTOR SAYA DIKAWAL PENGAMAN MEMBAWA BUNGKUSAN TERSEBUT KE RUANG KAPOLRI, STAF PRIBADI KAPOLRI JUGA TAHU KALAU SAYA SERING MENGHADAP KAPOLRI BHD “.

itulah penggalan tulisan Deliana Ermanintyas putri Susno Duaji yang di posting di Website susnoduadji.com, berikut tulisan lengkapnya :

PENYIDIK KENA SHAK MAT

Ditulis oleh Deliana Ermanintyas
Sabtu, 15 Mei 2010 19:57

Shak Mat adalah singkatan dari Skak Mati (Istilsah didalam permainan catur, semoga tidak salah menulisnya). Istilah ini papa ceritakan kepada kami saat menemani papa makan malam di dalam sel dua hari yang lalu. Kasus yang dituduhkan kepada papa jelas rekayasa, tanpa dudukung alat  bukti yang syah.

Ceritanya begini : Papa yang membongkar Mafia Hukum kasus arwana, hal ini ketahuan oleh papa karena ada salah satu Markus yang mengatakan kenal papa lewat kasus arwana di Pekanbaru, langsung papa ingat kembali wah…. kalau begitu mafia kasus Arwana dengan Mafia Pajak orangnya sama, jaksanya juga sama.

Suatu kemustahilan papa mau menerima uang dari SJ adalah karena SJ menerangkan pada papa bahwa pemegang saham PT ARWANA tersebut 50 % adalah Pak Komjen Makbul, wakapolri saat itu, jadi masak mengambil uang sogopk dari wakapolri, kedua sampai dengan papa lengser papa tidak pernah mau menyelesaikan/mempidanakan kasus itu karena bukti perdatanya cukup terang benderang, ketiga masak papa mau menepuk air didulang.

Pendek cerita Papa dituduh korupsi menerima suap atas kesaksian Sjahrir Johan, Haposan, dan seorang Polisi yang kayanya sedang bersama ke papa. Dalam kesaksian tersebut tak ada saksi yang tahu persis dengan penglihatan atau pendengaranya bahwa telah terjadi suap kepada papa oleh Sjahrir Johan. ALasan Polisi sudah cukup bukti karena tiga saksi ditambah saksi pemeriksa perkara yang tidak tau adanya suap.

Lantas Papa mengambil perumpamaan, dengan mengatakan : ok saya mau diperiksa asalkan anda penyidik konsekwen, tidak pilih kasih, dengan mengatakan demikian sebagai berikut ; KALAU SAYA KATAKAN YA SAYA MENERIMA BUNGKUSAN DARI SJAHRIR JOHAN YANG SAYA TIDAK TAHU ISINYA APA, SETELAH ITU SESUAI PESAN SJAHRIR JOHAN AGAR BUNGKUSAN ITU DISERAHKAN KE KAPOLRI JENDERAL BHD. KEMUDIAN BUNGKUSAN TERSEBUT SAYA POTRET, DISAKSIKAN ISTERI DAN ANAK SAYA, SETELAH ITU KEESOKAN HARINYA DINAIKAN KE MOBIL OLEH AJUDAN SAYA, DISAKSIKAN OLEH SOPIR. SESAMPAINYA DI KANTOR SAYA DIKAWAL PENGAMAN MEMBAWA BUNGKUSAN TERSEBUT KE RUANG KAPOLRI, STAF PRIBADI KAPOLRI JUGA TAHU KALAU SAYA SERING MENGHADAP KAPOLRI BHD “.

Sekarang apakah kesaksian saya, isteri saya, dua anak saya, sopir saya, ajudan saya dan pengawal saya dapat digunakan untuk menjerat BHD jadi tersangka (walau dia menolak keterangan semua saksi).

Kalau seandainya ya maka BHD harus jadi tersangka, harus ditangkap dan juga harus dijebloskan kedalam sel seperti saya. Sanggupkah penyidik ????  ternyata penyidik terdiam kena SHAK MAT !!! Semoga tulisan ini menjadi renungan para pembaca terhadap kasus yang direkayasakan untuk papa. Wah, papa ini ayak-ayak wae istilah nak !!! kami semua langsung geeeerrr,,,, ketawa, habis papa menghadapi masalah berat kayak gini menjelaskanya dengan guyonan, tapi masuk akal juga ya !

Sumber : andukot.wordpress.com

1 Komentar

Filed under Umum