Monthly Archives: Januari 2012

Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog


SEBUAH APRESIASI TERHADAP KREATIFITAS ANAK MUDA

Penghargaan ialah sesuatu yang diberikan pada perorangan atau kelompok jika mereka melakukan suatu keulungan di bidang tertentu. Penghargaan biasanya diberikan dalam bentuk medali, piala, gelar, sertifikat, plakat atau pita. Suatu penghargaan kadang-kadang disertai dengan pemberian hadiah berupa uang seperti Hadiah Nobel untuk kontribusi terhadap masyarakat, dan Hadiah Pulitzer untuk penghargaan bidang literatur. Penghargaan bisa juga diberikan oleh masyarakat karena pencapaian seseorang tanpa hadiah apa-apa. (An award is something given to a person or a group of people to recognize excellence in a certain field; a certificate of excellence. Awards are often signified by trophies, titles, certificates, commemorative plaques, medals, badges, pins, or ribbons. An award may carry a monetary prize given to the recipient, for example, the Nobel Prize for contributions to society or the Pulitzer Prize for literary achievements. An award may also simply be a public acknowledgment of excellence, without any tangible token or prize.)

{Wikipedia}

Begitulah ensiklopedi bebas Wikipedia mendefinisikan penghargaan atau award, sebagaimana yang kuketahui dan dipahami banyak orang selama ini. Namun dalam dunia perblogan (kalau versi komiknya dunia persilatan), digunakan juga istilah award dengan pengertian sedikit berbeda dan juga akan bisa dipahami secara berbeda, setidak-tidaknya menurut pemahamanku terhadap pengertian yang ditimbulkannya.  Sejatinya tetap sebuah penghargaan, namun award dalam dunia blogging hanyalah sarana silaturahmi antar sesama rekan blogger yang setingkat lebih baik dari kegiatan blogwalking dengan tujuan yang sama.

Di awal tahun ini, banyak rekan blogger yang telah dianugerahi award semacam ini. Salah satunya dan yang sedang hangat-hangatnya adalah The Seven Shadow, hasil kreasi seorang blogger yang tergabung atau menggabungkan diri dalam sebuah kelompok anak-anak muda yang menasbihkan diri sebagai blogger ataupun para blogger yang masih muda-muda (tapi bukan pemula!) dan menamai kelompoknya dengan nama yang diambil sebagai sebutan dari award ini. Baca lebih lanjut

Iklan

36 Komentar

Filed under Blog

Stop Censorship !!!


I’ve censored the following, in protest of a bill that gives any corporation and the US government the power to censor the internet–a bill that could pass THIS WEEK. To see the uncensored text, and to stop internet censorship, visit: http://americancensorship.org/posts/51017/uncensor 

(Aku sudah disensor pada kalimat berikut ini, sebagai protes atas RUU yang memberikan kekuatan kepada setiap perusahaan dan pemerintah AS untuk menyensor internet – RUU yang bisa lulus MINGGU INI. Untuk melihat teks yang disensor, dan untuk menghentikan sensor internet, kunjungi: http://americancensorship.org/posts/51017/uncensor) 

██████ ████ our ███████ ████████ ‘████████ in ██████’, █████ we ████ ████████ ████ ███████. And ████, █████ the █████ █████ to █████ how ████ ███████████ ████ ██████ ████████ ███████, ████ █████ ████ to ████ ██████. █████ you

Uncensor This


Jika Anda Menyukai Artikel ini Mohon KLIK DISINI dan sebarkan pada yang lain melalui jejaring di bawah ini

Tinggalkan komentar

Filed under Internet

Download Video Anak Semarang in Action.3gp


Ketika mengamati halaman site stats blog-ku pagi ini, hal pertama yang cukup menarik perhatianku adalah kotak istilah mesin pencari, karena pada baris pertama telah bertengger sebaris kalimat : anak semarang in action.3gp. Kusebut menarik, sebab sempat terpikir ini pasti kesalahan Google, yang telah mengarahkan pengunjung dengan kata kunci anak semarang in action.3gp menuju blog-ku. Sementara rasanya belum pernah aku menurunkan postingan tentang itu. Jangankan mau posting, tahupun tidak ada apa dengan anak semarang ini.

Klik pada gambar untuk memperjelas tampilannya

Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Blog

Mempertengkarkan Pendidikan Karakter


Tulisan Budayawan Darman Moenir (DM) yang bertajuk: “Hentikan Program Pendidikan Berkarakter!” yang telah dimuat pada kolom Refleksi, terpampang penuh jumawa di halaman pertama sebuah media massa terbitan Sumatera Barat, agaknya tidak saja dibaca banyak orang (karena menyangkut kebutuhan publik)—lebih dari itu “menuai” (dalam tanda kutip) respons/tanggapan dari seabreg pakar/pemerhati pendidikan di daerah ini. Sebut saja: Nelson Alwi, mengetengahkan: “Kemuraman (Produk) Dunia Pendidikan Kita”; Henmaidi, Ph.D, menyirih-ceranakan pokok-pokok pikirannya: “Jebakan dalam Penyelenggaran Pendidikan Karakter; dan Prof Dr H Azmi, MA serta Karsa Scorpi juga menyuguhkan umpan-balik positifnya. Yang disebut penggal awal berjudul:  “Pendidikan Karakter Masihkah Perlu?” Sedang yang dibilang terakhir menghidangkan pokok bahasan: “Pendidikan Berkarakter Harus dengan Karakter Pendidikan”. Semuanya diterbitkan dalam media yang sama dengan waktu yang berbeda.

Polemik bernas berorientasi pencerdasan/pencerahan—yang dikuak DM tersebut—agaknya mengingatkan kita pada sebuah polimik, pada 1968. Al-kisah! Dengan memakai nama samaran A. Muchlis, Moehammad Natsir berpolemik secara tajam, cerdas dan dewasa dengan Ir. Soekarno. Adalah Majalah Pembela Islam dan Pedoman Masyarakat yang memuat/menurunkan polemik berkatuntang  tersebut. Persoalan apa yang dipolemikkan? Tidak lain adalah hal-ihwal kebangsaan dan kenegaraan serta pertautannya dengan doktrin dan kredo Islam. Yang membuat banyak orang berdecak kagum, polemik dihidangkan ke tengah khalayak tetap bertumpu pada Al-qur’an dan Sunnah Rasul yang shahih lagi mutawatir. Baik dalam bingkai tekstual maupun konstekstual (lazhiyah wa al-ma’nawiyah).

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Pendidikan