Osama Bin Laden : Kematian Ini Menggembirakan


Perburuan sepuluh tahun Amerika Serikat terhadap sosok Osama Bin Laden akhirnya mencapai klimaks. Bermula semenjak insiden WTC tanggal 11 September 2001, peledakan gedung menara kembar dengan menabrakkan pesawat komersil yang dibajak, tuduhan langsung diarahkan kepada Osama Bin Laden sebagai pelakunya, sehingga bagi Amerika Serikat telah menjadikan Osama sebagai musuh masyarakat nomor satu di dunia.

Beragam pendapat menyikapinya. Ada yang setuju dengan Amerika Serikat untuk mencapnya sebagai teroris paling berbahaya. Ada juga yang kontra, sehingga menganggap Osama sebagai pahlawan. Sementara Osama Bin Laden sendiri, terlepas apakah memang dia yang mendalangi insiden WTC atau tidak, memang menganggap dirinya sebagai pejuang yang tengah berjihad di jalan Allah, dengan memilih Afghanistan sebagai medan jihadnya dan Amerika sebagai musuh nomor satunya.

Satu kondisi yang telah membuat Amerika Serikat memberikan respon yang represif. Dengan mengambil tajuk Perang Melawan Terorisme, negara adi daya itu telah mengobok-obok Afghanistan, menghancurkan Irak, dan kini Libya dengan dalih disana tempat bersembunyinya Osama Bin Laden. Keseluruhan dunia menyaksikannya, ribuan manusia tak berdosa telah meregang nyawa, ribuan anak telah kehilangan hidup atau ayahnya dan ribuan wanita menjadi janda atau syuhada, yang hanya karena sebuah dalih adanya Osama di negara mereka. Sementara tak satupun saksi membenarkan, keonaran semacam apa yang telah dilakukan seorang Osama, selain sebuah tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Propaganda Amerika Serikat memang telah berhasil membuat Osama Bin Laden dan Al Qaeda-nya menjadi sesuatu yang menakutkan. Setidak-tidaknya bagi negara-negara yang kepentingannya tak searah dengan Amerika. Bukan tindakan Osama Bin Laden yang ditakutinya, melainkan Amerika. Sebab andai saja Osama Bin Laden berniat melancong ke negara mereka, Amerika sudah bersiap-siap untuk mengirimkan misi bernilai ratusan ribu dolar dengan ribuan tentara yang lengkap dengan kapal induknya. Hanya dengan alasan karena tak mau menyerahkan Osama Bin Laden, Amerika bisa menginvasi sebuah negara, dengan akibat kehancuran dan kehilangan ribuan rakyatnya. Itulah teror nyata yang ada di depan mata kita selama ini.

Kemarin Barrack Obama dengan bangga mengabarkan kepada dunia, bahwa perjuangannya telah berhasil. Pasukan khusus yang diakui atas perintahnya telah menewaskan Osama Bin Laden di Pakistan. Sebagai hasil dari usaha hampir sepuluh tahun, tentu saja ini adalah sebuah kemenangan.

Mungkin inilah kematian paling menggembirakan yang pernah ada, sebab sesaat setelah Obama berkata, ratusan rakyat Amerika segera merayakannya. Dengan mengibarkan bendera dan berteriak USA! USA!, sampai hari ini mereka masih menari di sana.

Andaikan Osama sendiri memang merasa sebagai syuhada, tentunya kematian ini juga menggembirakan baginya. Sebab setiap orang yang merasa berjihad dijalan-Nya, tiada lain yang lebih disukainya selain kematian di tangan musuhnya.

Bagi negara-negara yang selama ini merasa terancam dan ketakutan akan tuduhan sebagai antek al Qaeda tentu juga punya alasan untuk bergembira. Kematian Osama Bin Laden (kalau berita ini benar adanya) akan mengakhiri petualangan Amerika unjuk kekuatan di negara mereka. Bukankah selama ini hanya itu alasan Amerika memerangi negara yang tak sejalan dengan keinginannya?

Gambarnya punyanya

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Opini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s