Libya Kena Sanksi DK PBB, Qadafi Mengganti Namanya Menjadi Zayed


Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terhadap Libya dan pemimpinnya, Moammar Qadafi menyusul aksi kekerasan yang terjadi di negara Afrika Utara itu beberapa pekan terakhir.

Draf resolusi sanksi DK PBB itu menyangkut embargo perdagangan senjata, pembekuan aset kekayaan Qadafi, dan larangan bepergian bagi Qadafi dan sejumlah rekannya. PBB juga mengutip International Criminal Court untuk sanksi ini.

“Ini peringatan terbuka bagi pemerintah Libya. Mereka harus berhenti membunuh rakyatnya sendiri. Pihak yang terbukti membunuh rakyat Libya harus bertanggungjawab,” kata Susan Rice, duta besar AS untuk PBB.

Salah satu pembahasan yang panas diperdebatkan dalam menyusun sanksi PBB ini adalah soal bantuan kemanusiaan di Libya. “Dibutuhkan segala upaya untuk bisa memasukkan bantuan kemanusiaan ke Libya dan pengawalan keselamatan mereka.”

Sebelumnya, Sekjen PBB, Bank Ki-moon mendesak agar DK mengeluarkan keputusan yang tegas terhadap Presiden Libya. “Dalam situasi seperti ini, mengulur waktu berarti memperbanyak jatuh korban,” katanya.

Diperkirakan, sudah ribuan rakyat Libya tewas menyusul demonstrasi prodemokrasi di negara tersebut sejak dua pekan terakhir.

Qadafi Ganti Nama

Sementara itu di Sudan, gara-gara namanya sama dengan Pemimpin Libya Muammar Qadafi, seorang warga Sudan mempertimbangkan untuk mengganti namanya. Ia merasa malu memiliki nama sama dengan pemimpin yang kini dianggap kejam karena memberangus gerakan prodemokrasi di Libya.

“Saya malu dengan nama saya. Saya akan menggantinya sebagai bentuk dukungan saya ke masyarakat Libya,” kata Mohamed Qadafi, seperti dikutip dari the National.

“Saya punya banyak kawan di Libya. Sekarang mereka menderita. Tadinya saya mengagumi Qadafi, tapi sekarang saya tidak bisa lagi menggunakan namanya setelah apa yang ia lakukan ke rakyatnya sendiri,” sambung Qadafi.

Mohammed Qadafi lahir di Sudan pada 1979. Sepuluh tahun setelah Kolonel Muammar Qadafi mengambil alih pemerintahan Libya. “Ayah saya mengagumi Qadafi sehingga mereka memberi saya namanya,” kata pria yang bekerja sebagai kapten kapal ini.

Ia menerima perhatian luar biasa gara-gara namanya. Ketika ia bersekolah di Libya, pemerintah Libya bahkan memberinya beasiswa penuh untuk sekolah pelayaran. Qadafi juga membaca buku-buku yang ditulis Qadafi, termasuk The Green Book yang berisi pandangan politiknya.

Mau diganti nama apa? Qadafi mengaku belum tahu. “Itu yang sukar. Saya inginnya sih nama pemimpin Arab lainnya, tokoh yang baik, mungkin saya akan menamai Zayed,” katanya. Namun mengganti nama di Sudan bukanlah pekerjaan mudah. Ia harus ke pemerintahan lokal dan mengurus administrasi, termasuk mengganti nama anak-anaknya.

“Prosesnya bisa bertahun-tahun. Tapi prosesnya sepadan bagi kesengsaraan warga Libya,” katanya.

Dicopas dari SINI dan SINI

Gambarnya punyanya

Tinggalkan komentar

Filed under Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s