Satu Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjualan Tiket di GBK Karena Masuk Angin, Percaya ???


Kericuhan penjualan tiket laga Piala Suzuki AFF 2010 kembali terjadi, Minggu (26/12). Kericuhan bahkan dalam skala lebih parah dari kasus serupa sebelumnya di semifinal hingga mengakibatkan rusaknya fasilitas Stadion Utama Gelora Bung Karno, termasuk rumput lapangan tempat laga final kedua, Rabu mendatang.

Kerusuhan massa itu tidak lepas dari kecerobohan panitia pelaksana. Panitia menolak saran agar mereka membuka tempat penjualan tiket di beberapa kota. Akibatnya, para pengantre tiket terkonsentrasi di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, hingga meletus kericuhan.

“Kami melontarkan saran itu saat rapat koordinasi dengan panitia, Jum’at lalu, tapi mereka menolak,” kata Kepala Bidang Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno.

Sebagian massa telah mengantre sejak Sabtu malam. Panitia menjanjikan, Minggu kemarin, akan dijual 30.000 tiket di lima titik loket sekitar GBK mulai pukul 10.00. Namun, bukan hanya loket itu terlambat dibuka, melainkan ketidakpastian informasi yang membuat massa marah.

Sejumlah pengantre menuturkan, loket baru dibuka dua jam, tapi tiba-tiba tiket dinyatakan habis. “Mereka suruh kami masuk stadion untuk beli tiket, tetapi panitianya tidak ada,” kata Bayu, warga Cibubur, Jakarta Timur.

Belum hilang rasa lelah mengantre di depan loket, warga harus kembali mengantre dua kali. Pertama, mengantre masuk stadion dan mengantre memasuki tribune stadion. Karena tak kunjung ada kejelasan setelah menanti di tribune, massa menjelbol pagar pembatas dan memasuki lapangan.

Mereka mengejar petugas yang terlihat memegang tiket atau kupon, tanpa peduli harus menginjak rumput stadion. Benar-benar ricuh dan hampir tidak terkendali. Massa kesal dan melempari petugas dengan botol air minum. Seorang petugas jatuh  tergeletak akibat terkena lemparan itu hingga dilarikan ke rumah sakit.

Satu Tewas

Saat masih terjadi antrean di loket, seorang tewas di tengah kericuhan pengantre. “Orang itu adalah pemulung botol dan gelas plastik yang tinggal menggelandang di situ. Ia meninggal karena masuk angina. Ia tidak ikut mengantre,” kata Ajun Komisaris Tahmid, Kanit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang.

Terkait kericuhan penjualan tiket. Ketua Panitia Lokal Piala AFF Joko Driyono tak bisa dihubungi saat akan diminta konfirmasinya. Ketua Komisi Keamanan PSSI Azhar Suryobroto menyebut rendahnya kesadaran warga untuk tertib penyebab kericuhan.

Sumber Kompas ePaper

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesiana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s