Daily Archives: 29 September 2010

Panggilan Ujian Ulang I bagi Angkatan 1, 2, 3, 4, dan 5 Kuota 2010 dan Ujian Ulang I dan II bagi Kuota 2009


Daftar Nama Peserta dan Bidang Studi yang ikut Ujian Ulang I bagi Angkatan 1, 2, 3, 4, dan 5 Kuota 2010 dan Ujian Ulang I dan II bagi Kuta 2009 dapat dilihat pada link berikut:

Peserta Ujian Ulang I Angkatan 1, 2, 3, 4, dan 5 Kuota 2010 dan Peserta Ujian Ulang I dan II Kuota 2009 di lingkungan Kemendiknas RI Rayon 06 UNP

Ujian Ulang dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Minggu/3 Oktober 2010

Pukul : 13.00  s.d. 15.40 WIB

Tempat : Lokal T  (Gedung Kuliah Tingkat UNP, Kampus UNP Air Tawar Padang)

Jadwal Ujian :

1. Ujian Tulis I (Bidang Studi) : pukul 13.00 s.d. 14.20 WIB

2. Istirahat 20 menit

3. Ujian Tulis II (PPG, PBM, PTK) : pukul 14.40 s.d. 15.40 WIB

Persyaratan:

1. Membawa tanda peserta PLPG

2. Membawa tanda pengenal (KTP/SIM dll)

3. Peserta wajib hadir 30 menit sebelum ujian dimulai.

Khusus Bagi peserta Kuota 2009 yang belum ikut Ujian Ulang I dan II, harap melapor ke Sekretariat PSG (Depan Gedung UPPL Kampus UNP Air Tawar) untuk melengkapi Biodata dengan membawa:

1. Fotokopi  SK Terakhir yang legalisir Kepala Sekolah sebanyak 1 lembar (SK yang sama dengan yang dilampirkan pada portofolio)

2. Fotokopi Ijazah Terakhir yang dilegalisir Instansi/Fakultas terkait sebanyak 1 lembar

3. Pas Foto berwarna ukuran 3 x 4 cm  sebanyak 4 lembar.

Hasil Ujian Ulang I bagi Angkatan 1, 2, 3, 4, dan 5 Kuota 2010 serta Hasil Ujian Ulang I dan II Kuota 2009


Hasil Ujian Ulang I bagi Angkatan 1, 2, 3, 4, dan 5 Kuota 2010 serta Hasil Ujian Ulang I dan II Kuota 2009 di lingkungan Kemendiknas tanggal 3 Oktober 2010 dapat dilihat pada link berikut ini:

Hasil Ujian Ulang Tanggal 3 Oktober 2010

Bagi peserta yang dinyatakan Lulus (L) Ujian Ulang,  penyerahan sertifikat menunggu informasi lebih lanjut melalui website ini,  sedangkan bagi peserta yang dinyatakan Ujian Ulang II (M) harap menunggu informasi ujian ulang melalui website ini juga.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Sertifikasi Guru

Politisi PAN yang Anggota DPRD Usulkan Tes Kegadisan Bagi Anak Sekolah


Beberapa hari belakangan ini, di berbagai jejaring sosial, marak dibicarakan soal tes kegadisan atau keperawanan bagi siswi sekolah. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana cara melakukan tes kegadisan itu?

Usul tes ini sendiri pertama kali muncul dari seorang politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang duduk di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Provinsi Jambi bernama Bambang Bayu Suseno. Bambang melontarkan wacana ini pertama kali di Jambi pada pertengahan September 2010 ini.

Apa perlunya tes itu dan bagaimana caranya? Untuk mengetahui lebih banyak soal konsep tes ini, media mewawancarai Bambang. Dalam wawancara, Bambang menyatakan bahwa berita yang beredar di sejumlah media massa sehubungan dengan tes ini perlu diluruskan.

“Bukan tes keperawanan, tapi tes kegadisan,” kata Bambang. “Kalau perawan, kesannya bagaimana gitu,” ujar Bapak tiga anak itu di awal wawancara. Apa bedanya?

Berikut wawancara lengkap dengan Bambang:

Bagaimana sebenarnya konsep tes kegadisan?

Konsep yang sebenarnya perlu diluruskan. Konsep ini lahir dari keprihatinan kami terhadap pergaulan bebas. Pergaulan yang luar biasa bebas di kota-kota besar. Ada fenomena longgarnya pengawasan orang tua. Kemudian pendidikan agama minim. Wacana ini kami gulirkan berangkat dari kegelisahan itu.

Belum lagi, ada survei mengatakan anak sekolah menengah sudah melakukan hubungan seks. Sampai enam puluh persen katanya. Jadi kami mewacanakan, perlu sebuah keluarga memberikan kiat pada anak. Konsep yang ditawarkan berupa tes kegadisan atau berupa tes keperjakaan.

Teknis tesnya bagaimana?

Berupa wawancara atau konseling. Berlaku untuk siswa laki-laki juga, tentu namanya tes keperjakaan. Tak ada tes diperiksa langsung (alat kelamin–red). Wawancara saja, konseling. Identitas juga dirahasiakan. Ini shock therapy untuk upaya pencegahan. Silakan mereka bohong atau jujur dalam konseling itu.

Kalau tak lulus tes?

Tak ada sanksi. Jadi, tidak serta-merta kalau tidak perawan tidak boleh sekolah. Bukan begitu. Ini maksudnya hanya untuk konseling kejiwaan. Bagi mereka yang masih gadis, ya dipesankan nanti untuk menjaganya. Kalau yang sudah tak gadis, ya kita beri bimbingan.

Sekarang kita lihat saja, ketika pendidikan dasar selesai, institusi pendidikan militer atau kedinasan juga melakukan tes ini. Kalau membuka penerimaan mahasiswa baru, kan ada tes begitu.

Sekarang bagaimana tes ini kita lakukan untuk mereka setelah tamat sekolah dasar. Untuk jenjang pendidikan wajib 12 tahun itulah. Saya lihat ini satu-satunya instrumen. Coba, ada instrumen apa lagi untuk memperbaiki akhlak anak?

Kemudian juga saya rencanakan tes urine. Ini jadi satu paket untuk mengetahui pengguna narkoba.

Apakah usul ini akan jadi peraturan daerah?

Tidak. Ini wacana pribadi. Karena saya wakil rakyat, mungkin diekspose. Kalau saya tukang becak, mana mungkin diekspose. Saya memikirkan ini bukan untuk Jambi saja, tapi untuk nasional. Jadi silakan diwacanakan di nasional.

Memang kemudian ada yang mengatakan ini melanggar hak asasi manusia, melanggar hak anak, melanggar konstitusi dan sebagainya. Tapi saya yakin, banyak pula yang mendukung saya. Jadi yang jelas urun rembuklah, bagaimana ini.

Sejak saya usulkan ini, saya banyak dapat telepon dari ibu-ibu. Intinya, mereka banyak mendukung saya. Saya tahu itu karena anak saya tiga, perempuan semua. Usianya enam tahun, tiga tahun dan dua tahun.

Apa jawaban Anda atas tuduhan melanggar hak asasi dan hak anak itu?

Secara hukum, tidak ada yang dilanggar. Saya sudah bicara dengan ahli hukum, apakah ada konsep saya ini mengganggu hak asasi? Ahli hukum bilang, tak ada yang dilanggar.

Katakanlah, ada anak sekolah yang diperkosa. Siapa yang me-manage korban? Di konseling ini, bisa dilakukan itu karena nanti ada tim konseling.

Dicopas dari VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Serba Serbi

Kado Ulang Tahun (III)


Oleh : Syamsuddin

Aku betul-betul merasa ‘dikerjain’ saat menerima kado ulangtahun dari temanku. Setelah membuka lebih dari dua puluh lima buah bungkusan yang hanya berisi bungkusan lain yang lebih kecil, dalam ‘kado’ terakhir aku hanya mendapatkan secarik kertas yang menerakan : “Sorry ya, aku lupa memasukkan isinya. Sehingga aku harus menggantungkannya di pohon jambu di depan rumah. Mohon diambil dalam dua detik.”

Rasanya aku tak ingin untuk mengambilnya. Tapi teman-teman pada memaksaku. Dengan ditemani beberapa orang aku berjalan ke halaman. Aku melihat sebuah kantong plastik warna hitam tergantung di salah satu cabang pohon, tapi terlalu tinggi untuk dijangkau dari bawah. Maka terpaksalah aku malam-malam memanjat pohon jambu.

Di dalam kantong plastik itu memang ada sebuah kado yang terbungkus rapi. Lalu aku diiringi teman-teman kembali ke kamarku. Dan kulihat teman yang memberi kado sudah tak ada di tempat duduknya semula, aku tak tahu dia telah ‘ngacir’ kemana. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Humor