Meragukan Keampuhan Twitter


Sejumlah selebriti mulai meninggalkan situs mikrobloging Twitter. Penyanyi John Mayer, salah satunya. Pemilik akun dengan 3,7 juta followers ini menutup akun twitternya. Hal tersebut ia umumkan di Los Angeles.

Banyak selebriti yang mengatakan Twitter adalah media yang baik sebagai alat promosi serta alat komunikasi dengan para penggemar.  Namun, di balik itu ada sisi negatifnya juga.

John Mayer bukanlah selebriti pertama yang meninggalkan Twitter. Sebelumnya ada penyanyi Miley Cyrus yang juga dikenal sebagai Hannah Montana. Dia menutup akun Twitter-nya setahun lalu atas bujukan pacar barunya, Liam Hemsworth.

Bintang “HairSpray” Amanda Bynes juga termasuk. Dia telah menutup akun Twitter-nya minggu lalu tanpa pemberitahuan apapun kepada para penggemarnya. Bintang muda Disney Demi Lovato, 18 tahun, juga telah menulis ”Selamat tinggal Twitter” di akunnya beberapa waktu lalu.

“Manfaat Twitter bagi para selebritis adalah mereka bisa membuat siaran pers kepada para penggemar hanya dengan mengirimkan 140 karakter di akun Twitter,” ucap Robert Thompson, professor Televisi dan Budaya Populer di Universitas Syracuse.

Namun, banyak selebriti mengatakan tweet mereka juga sering dijadikan olok-olok ataupun gosip. Meskipun Bynes, 24 tahun, tidak memberikan penjelasan mengapa berhenti ‘berkicau’ di twitter, tampaknya ia memiliki hubungan buruk dengan para Twittervese. Bynes pernah terlibat perselisihan dengan pengguna lain yang tak setuju dengan tweet-nya, termasuk tentang seleranya pada lelaki.

“Banyak selebritis menyadari mitos bahwa keakraban mengembangkan kenistaan. Kita biasanya berpikir bahwa selebriti adalah orang-orang yang sulit dijangkau dan tak bisa diajak berkomunikasi,” kata Thompson. “Twitter membalikkan pandangan tersebut, namun beberapa selebriti mulai lelah dengan hal itu.”

Tanya saja penyanyi country, Le Ann Rimmes, pengguna aktif akun Twitter saat pernikahannya berakhir karena ia berselingkuh dengan aktor beristri, Eddie Cibrian. Setelah masing-masing bercerai dengan pasangannya, muncul foto mereka sedang berciuman yang memicu kemarahan.

Penyanyi tembang “Life’s Goes On” ini langsung diserang di Twitter. Ketika ia mencoba membela diri atas perbuatan itu, para pengikutnya justru membalas lebih parah.
Alhasil, Juli 2010 ia menutup akunnya dengan menuliskan kalimat,  “Sangat tidak sehat bagi saya dan keluarga jika harus membaca komentar-komentar itu”.

Namun, seminggu kemudian ia kembali dan mengaku rindu kepada para penggemarnya. Ia juga mengatakan kepada para penggemar betapa berharganya mereka.

Paul Levinson, pengarang “The New Media” mengatakan Twitter kini telah mencapai titik jenuh. Mereka yang bergabung karena rekan-rekan mereka ada di situs itu kini mulai mencari tahu apakah ini benar-benar media yang bisa bekerja dengan baik bagi mereka.

“Bagi beberapa orang, hal itu akan berlanjut menjadi hal terbaik yang bisa mereka lakukan. Namun bagi yang lainnya, ini merupakan beban, suatu luka,” ujarnya.

Pelawak Ricky Gervais bergabung di Twitter Desember lalu karena ia menjadi presenter Golden Globes dan para penggemar ingin ia terus berkomentar di Twitter. Sebulan kemudian ia keluar dari situs mikrobloging ini karena ia menganggap tidak mendapatkan apa-apa dari sana.

Lalu, apakah ini akan menjadi eksodus besar-besaran dari Twitter? Tidak juga.

Pemimpin dan editor website HollywodLife.com, Bonnie Fuller, mengatakan untuk satu selebriti yang keluar dari Twitter, ada 10 lainnya yang bergabung.

“Ada banyak manfaat yang didapat selebriti dari Twitter. Mereka melihatnya sebagai kesempatan besar untuk berkomunikasi dengan para penggemar dan mendapat tanggapan,” kata Fuller.

Ia mencontohkan artis Kim Kadarshian yang bergabung di Twitter untuk mempromosikan dirinya sendiri, produk dengan namanya, serta membantu karirnya.

Adapun John Mayer, menurut juru bicaranya mengatakan telah menutup akun Twitternya karena telah menyelesaikan turnya dan bersiap kembali untuk masuk ke dapur rekaman.
Pemenang Grammy ini menggunakan Twitter untuk berkomunikasi dengan para penggemarnya, termasuk sumpah serapah wawancaranya dengan majalah Playboy mengenai kehidupan seksnya.

Penulis bluesy hits “Gravity” yang juga mantan kekasih Jenifer Anniston ini mengaku tetap aktif di Facebook, website pribadinya JohnMayer.com, serta situs blog terbarunya, Tumblr. Minggu lalu ia memposting ungkapannya bahwa ia telah memilih situs yang benar. Meski baru memiliki 50 ribu pengikut, ia mengaku telah kecanduan Tumblr dari pada saat ia memulai bergabung di Twitter.

Apakah ia akan terus bertahan dengan Tumblr, masih harus dilihat lagi. Buktinya, pada posting terakhir 12 September, ia berterima kasih kepada para penggemar yang telah membantu konsernya berjalan lancar dengan menuliskan kalimat “Dan inilah waktunya saya untuk menghilang sementara.”

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Jejaring Sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s