Daily Archives: 15 September 2010

Penikaman Jemaat HKBP Ditangani Presiden


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta bersikap tegas terhadap tindak kekerasan yang dialami jemaat HKBP Pondok Indah Timur, Bekasi.

“Negara telah gagal dalam memberikan jaminan perlindungan atas kebebasan beragama. Kami mendesak Presiden untuk berbicara langsung dan menyatakan sikap tegasnya atas ancaman terhadap keberagaman di Indonesia,” ujar perwakilan Forum Solidaritas Kebebasan Beragama, Sere Tambunan, dalam jumpa pers di kantor Kontras.

Sere mengatakan tindakan presiden sangatlah ironis dan diskriminatif. SBY sangat sigap menyurati Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan atas rencana pembakaran Al-Quran oleh Pastor Terry Jones di Amerika Serikat. “Namun untuk konteks dalam negeri, Presiden permisif terhadap berbagai tindak kekerasan berbasis agama,” katanya.

Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Didi Irawadi Syamsudin mendesak aparat kepolisian untuk segera menindak tegas pelaku penusukan pendeta gereja HKBP di Bekasi.

“Kalau polisi tidak bisa menuntaskan masalah ini, ini akan jadi preseden buruk bagi perjalanan anak bangsa ke depan,” ujarnya.

Ia menilai bahwa insiden penusukan pendeta gereja HKBP di Bekasi hari Minggu kemarin dapat mengancam kerukunan umat beragama. “Penusukan pendeta di suasana lebaran bukan saja tindakan yang menodai suasana hari lebaran tapi lebih dari itu bisa berpotensi disintegrasi bangsa,” kata Didi.

Tindakan kekerasan yang terjadi, lanjut Didi, justru akan berakibat pada munculnya kekerasan baru. “Atau terjadi siklus kekerasan,” jelasnya. Selain itu, kekerasan tersebut juga dapat menimbulkan pengalaman traumatik bagi semua pihak.

Lebih lanjut, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait juga mengatakan pemerintah harus mengambil sikap tegas jika tidak mau dianggap melakukan pembiaran terhadap kekerasan tersebut. “Pemerintah jangan hanya mengutuk tapi action yang paling penting,” kata lelaki yang juga menjabat sebagai anggota DPR komisi XI ini.

Maruarar mengatakan harapan masyarakat ke pemerintah masih ada tapi hanya tinggal sedikit lagi. “Kalau ini tidak dimanfaatkan yang akan rugi pemerintah sendiri,” ujarnya.

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Hukum

Mahalnya Sebuah Silaturahmi


Korban kecelakaan lalu lintas yang tewas selama arus mudik Lebaran 2010 sebanyak 128 jiwa. Jumlah kecelakaan lalu lintas terbesar ditempati Jawa Barat pada posisi tertinggi.

“Jumlah kecelakaan lalu lintas mulai tanggal 3 hingga 7 Oktober 2010, sebanyak 643 kasus, dengan 128 jiwa tewas, 165 jiwa luka berat dan 325 jiwa luka ringan,” kata Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI, Komisaris Besar Marwoto Soeto di Jakarta.

Menurut Marwoto, mayoritas kasus kecelakaan lalu lintas didominasi pengendara mobil pribadi dengan tempat tertinggi kecelakaan Jawa Barat, Jawa Timur, serta jalur utama, alternatif wilayah Pantai Utara (Pantura).

“Angka kriminalitas selama selama operasi Ketupat 2010 sebanyak 1.223 kasus terbanyak kejahatan konvensional, seperti pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan,” kata Marwoto.

Marwoto mengatakan angka kecelakaan lalu lintas dan kejahatan tersebut dihimpun dari enam kepolisian daerah yang masuk Rabu sore yakni Lampung, Banten, Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, dan Bali.

“Titik rawan kejahatan pada arus mudik stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan,” kata Marwoto.

Kepolisian RI mengerahkan 89.521 personel pada operasi Ketupat 2010 dengan 2.592 pos pengamanan di seluruh Indonesia digelar selama 16 hari, mulai tanggal 3 sampai 18 September.

Posko pengamanan berdiri pada titik yang memiliki potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas.

Pada operasi kali ini, sesuai dinamika di lapangan ada enam polda yang melakukan penambahan khusus personel dari Brigade Mobil (Brimob), di luar kekuatan personel yang ada pada masing-masing polda pada daerah-daerah kerawanan yang cukup tinggi.

Adapun enam polda yang menggunakan personel brimob antara 50 hingga 60 personel Brimob adalah Lampung, Banten, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Lalulintas

Profesor Harvard : BLT SBY Tak Akan Menjawab Permasalahan Kemiskinan


Kebijakan pemerintah memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat tak mampu mendapat kritik secara tak langsung dari Dekan Universitas Harvard Kennedy School Profesor David T. Ellwood. Menurutnya pemberian uang tunai tak akan menjawab permasalahan kemiskinan.

“Saya pernah bekerja dengan Presiden Clinton. Jika anda miskin kita akan tulis cek atau makanan. Semakin miskin anda semakin besar (bagian) anda. Itu membantu, tapi tidak menstimulasi pekerjaan dan keterampilan baru,” kata Ellwood  saat memberikan kuliah di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri di Istana Negara.

Ellwood mengatakan, pengentasan kemiskinan tak bisa dengan memberikan sejumlah uang atau makanan, melainkan dengan membuka sejumlah lapangan kerja baru. “Strategi yang bisa keluarkan masyarakat dari kemiskinan tidak dengan memberikan cek,” katanya. Pemberian cek atau uang tunai, Ellwood melanjutkan, “Tidak akan menghapus sebab utama kemiskinan.”

Selain itu Ellwood juga mengingatkan pengentasan kemiskinan tak cukup hanya dengan memperkuat pertumbuhan ekonomi semata, tapi juga harus ada jaminan pertumbuhan tersebut merata. Ia melihat banyak yang pertumbuhan ekonominya kuat namun hanya menguntungkan segelintir orang atau kelompok. “Ketika hujan turun, apakah dinikmati semua atau hanya segelintir,” katanya.

Ellwood juga menyoroti masalah korupsi. Menurutnya, korupsi tak hanya mengambil semua sumber daya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi tapi sekaligus juga menjadikan perekonomian tak sehat. “Dimana pemerintah tidak memiliki kredibilitas lagi,” katanya.

Kuliah Profesor Ellwood di Istana Presiden merupakan bagian dari acara Presidential Lecture yang mengambil tema “Creating Job, Reducing Poverty and Improving the Welfare of the People”.

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Nasional

Meragukan Keampuhan Twitter


Sejumlah selebriti mulai meninggalkan situs mikrobloging Twitter. Penyanyi John Mayer, salah satunya. Pemilik akun dengan 3,7 juta followers ini menutup akun twitternya. Hal tersebut ia umumkan di Los Angeles.

Banyak selebriti yang mengatakan Twitter adalah media yang baik sebagai alat promosi serta alat komunikasi dengan para penggemar.  Namun, di balik itu ada sisi negatifnya juga.

John Mayer bukanlah selebriti pertama yang meninggalkan Twitter. Sebelumnya ada penyanyi Miley Cyrus yang juga dikenal sebagai Hannah Montana. Dia menutup akun Twitter-nya setahun lalu atas bujukan pacar barunya, Liam Hemsworth.

Bintang “HairSpray” Amanda Bynes juga termasuk. Dia telah menutup akun Twitter-nya minggu lalu tanpa pemberitahuan apapun kepada para penggemarnya. Bintang muda Disney Demi Lovato, 18 tahun, juga telah menulis ”Selamat tinggal Twitter” di akunnya beberapa waktu lalu.

“Manfaat Twitter bagi para selebritis adalah mereka bisa membuat siaran pers kepada para penggemar hanya dengan mengirimkan 140 karakter di akun Twitter,” ucap Robert Thompson, professor Televisi dan Budaya Populer di Universitas Syracuse.

Namun, banyak selebriti mengatakan tweet mereka juga sering dijadikan olok-olok ataupun gosip. Meskipun Bynes, 24 tahun, tidak memberikan penjelasan mengapa berhenti ‘berkicau’ di twitter, tampaknya ia memiliki hubungan buruk dengan para Twittervese. Bynes pernah terlibat perselisihan dengan pengguna lain yang tak setuju dengan tweet-nya, termasuk tentang seleranya pada lelaki.

“Banyak selebritis menyadari mitos bahwa keakraban mengembangkan kenistaan. Kita biasanya berpikir bahwa selebriti adalah orang-orang yang sulit dijangkau dan tak bisa diajak berkomunikasi,” kata Thompson. “Twitter membalikkan pandangan tersebut, namun beberapa selebriti mulai lelah dengan hal itu.”

Tanya saja penyanyi country, Le Ann Rimmes, pengguna aktif akun Twitter saat pernikahannya berakhir karena ia berselingkuh dengan aktor beristri, Eddie Cibrian. Setelah masing-masing bercerai dengan pasangannya, muncul foto mereka sedang berciuman yang memicu kemarahan.

Penyanyi tembang “Life’s Goes On” ini langsung diserang di Twitter. Ketika ia mencoba membela diri atas perbuatan itu, para pengikutnya justru membalas lebih parah.
Alhasil, Juli 2010 ia menutup akunnya dengan menuliskan kalimat,  “Sangat tidak sehat bagi saya dan keluarga jika harus membaca komentar-komentar itu”.

Namun, seminggu kemudian ia kembali dan mengaku rindu kepada para penggemarnya. Ia juga mengatakan kepada para penggemar betapa berharganya mereka.

Paul Levinson, pengarang “The New Media” mengatakan Twitter kini telah mencapai titik jenuh. Mereka yang bergabung karena rekan-rekan mereka ada di situs itu kini mulai mencari tahu apakah ini benar-benar media yang bisa bekerja dengan baik bagi mereka.

“Bagi beberapa orang, hal itu akan berlanjut menjadi hal terbaik yang bisa mereka lakukan. Namun bagi yang lainnya, ini merupakan beban, suatu luka,” ujarnya.

Pelawak Ricky Gervais bergabung di Twitter Desember lalu karena ia menjadi presenter Golden Globes dan para penggemar ingin ia terus berkomentar di Twitter. Sebulan kemudian ia keluar dari situs mikrobloging ini karena ia menganggap tidak mendapatkan apa-apa dari sana.

Lalu, apakah ini akan menjadi eksodus besar-besaran dari Twitter? Tidak juga.

Pemimpin dan editor website HollywodLife.com, Bonnie Fuller, mengatakan untuk satu selebriti yang keluar dari Twitter, ada 10 lainnya yang bergabung.

“Ada banyak manfaat yang didapat selebriti dari Twitter. Mereka melihatnya sebagai kesempatan besar untuk berkomunikasi dengan para penggemar dan mendapat tanggapan,” kata Fuller.

Ia mencontohkan artis Kim Kadarshian yang bergabung di Twitter untuk mempromosikan dirinya sendiri, produk dengan namanya, serta membantu karirnya.

Adapun John Mayer, menurut juru bicaranya mengatakan telah menutup akun Twitternya karena telah menyelesaikan turnya dan bersiap kembali untuk masuk ke dapur rekaman.
Pemenang Grammy ini menggunakan Twitter untuk berkomunikasi dengan para penggemarnya, termasuk sumpah serapah wawancaranya dengan majalah Playboy mengenai kehidupan seksnya.

Penulis bluesy hits “Gravity” yang juga mantan kekasih Jenifer Anniston ini mengaku tetap aktif di Facebook, website pribadinya JohnMayer.com, serta situs blog terbarunya, Tumblr. Minggu lalu ia memposting ungkapannya bahwa ia telah memilih situs yang benar. Meski baru memiliki 50 ribu pengikut, ia mengaku telah kecanduan Tumblr dari pada saat ia memulai bergabung di Twitter.

Apakah ia akan terus bertahan dengan Tumblr, masih harus dilihat lagi. Buktinya, pada posting terakhir 12 September, ia berterima kasih kepada para penggemar yang telah membantu konsernya berjalan lancar dengan menuliskan kalimat “Dan inilah waktunya saya untuk menghilang sementara.”

Dicopas dari TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Jejaring Sosial