Kado Ulang Tahun (I)


Oleh : Syamsuddin

(Cerita ini terinspirasi dari kisah seorang teman satu kost yang pernah kuberi “beberapa’ buah kado)

Malam itu aku duduk-duduk dengan beberapa orang teman di depan tempat kost-ku. Sebelum jam sembilan semua teman-temanku sudah pada bubar, sehingga akupun segera masuk ke kamarku.

Tak lama berselang kudengar banyak suara langkah perlahan-lahan di luar. Lalu ada yang mengetuk pintu, dan aku membukakan pintu kamarku yang tak dikunci. Kulihat hampir semua teman-temanku serumah telah berdiri di sana, dan satu orang diantaranya memegang selembar kertas seukuran poster yang di pinggirnya ditempeli bunga-bunga dan dibagian tengah ada tulisan ‘Selamat Ulang Tahun’ dalam ukuran besar. Kemudian seorang teman yang lain datang membawa kue. Diiringi tepuk tangan dan nyanyian.

Aku begitu terharu menerima ketulusan perhatian teman-temanku, bercampur rasa heran dengan hatiku yang bertanya-tanya. Darimana mereka tahu tanggal lahirku? Padahal aku penghuni baru di rumah itu. Aku mempersilahkan mereka masuk.

Ternyata semua itu hanya ide satu orang saja. Seorang teman yang bernama Tino dan kamarnya bersebelahan denganku. Aku sudah tak ingat kalau dia pernah menanyakan tanggal lahirku sewaktu kami sama-sama mendengarkan acara di sebuah radio, saat saat awal aku berada di sini.

Setelah semua masuk ke kamarku, kuenya diletakkan di sebuah meja kecil di tengah ruangan. Lilinnya dinyalakan dan aku disuruh meniupnya  sekaligus memotong kue.

Sebelum aku melakukannya, kulihat teman yang punya ide itu berdiri. “Tunggu sebentar, aku sudah menyiapkan ‘mahkotanya’!” katanya.

Dia kembali membawa sebuah topi dari karton berbentuk kerucut yang dihiasi dengan spidol dan dipuncaknya ada jambul dari tali rafia. Lalu topi itu dipasangkan di kepalaku.

Lampu dimatikan, aku meniup lilin. Tapi kurasakan masih ada orang yang memegangi topi di kepalaku. Tiba-tiba aku menjerit, semua teman-teman terdiam. Sewaktu lampu menyala, aku sudah basah kuyup tersiram air.

Rupanya di dalam topi berbentuk kerucut itu digantungkan kantong plastik berisi air yang telah dicampur batu es, sewaktu tali rafia berbentuk jambul di atasnya ditarik, cantolannya lepas dan jatuh ke kepalaku.

Semua yang hadir tertawa sambil menyalamiku. Keharuanku langsung hilang, tapi aku merasa senang.

Setelah memotong kue, kembali kulihat teman sebelah kamarku itu berdiri. “Tunggu sebentar, aku sudah menyiapkan ‘hadiah’nya!’ katanya.

Ketika kembali, dia membawa sebuah kado berupa kotak besar sehingga tak muat melewati pintu kamarku.


Jika Anda Menyukai Cerita ini Mohon KLIK DISINI


Cerita Terkait :

2 Komentar

Filed under Humor

2 responses to “Kado Ulang Tahun (I)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s