Daily Archives: 29 Agustus 2010

Pasukan Elite TNI Dikalahkan Dukun Pijat


Kepolisian Resor Kota Sukoharjo, Solo, mengungkap pembunuhan–yang diduga berantai–yang dilakukan Yulianto, seorang dukun pijat warga Desa Pucangan, Kartasura.

Yang ‘hebat’, salah satu korbannya adalah prajurit pasukan elit TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Kopral Dua TNI Santosa. “Dia anggota Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura,” kata Wakil Kepala Polres Sukoharjo, Komisaris Pol. Endras Setyawan, Senin, 23 Agustus 2010.

Santosa adalah satu dari dua mayat yang berhasil diidentifikasi polisi setelah ditemukan dikubur di pekarangan rumah Yulianto. Jenazah Santosa  ditemukan Sabtu kemarin, dikubur di sekitar kandang kambing milik sang dukun. Setelah menemukan mayat itu, polisi langsung menahan Yulianto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVAnews.com di lapangan, Santoso terlihat meninggalkan asrama Koppasus Kandang Menjangan, sekitar dua pekan lalu. Santosa mendatangi sang dukun untuk berobat. Sejak itu, korban tak pernah terlihat lagi di asramanya.

Jenazah kedua ditemukan hari ini, juga di halaman di sekitar rumah Yulianto. Jenazah ini belum berhasil didentifikasi. Saat ditemukan, mayat ini dikubur di kedalaman setengah meter.

“Melihat kondisinya jenazah yang tinggal kerangka, kemungkinan telah dikubur selama beberapa tahun. Penemuan kuburan ini berdasarkan pengakuan tersangka,” Endras menjelaskan.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan ada jenazah lain yang dikubur di situ. Namun hingga saat ini, Yulianto baru mengaku membunuh dua orang.

Karena Tidak Bayar

Identifikasi forensik yang dilakukan Kepolisian Resort Sukoharjo terhadap jenazah Kopral Dua Santoso, anggota TNI AD Grup 2 Kopassus Kandang Menjang, Kertasura, menyimpulkan ia dibunuh belum lama ini dengan cara dibekap.

Sebagaimana telah diberitakan, Santoso yang seorang prajurit komando terlatih itu tewas dibunuh seorang dukun pijat bernama Yulianto. Dalam aksinya, sebelum membunuh, pelaku terlebih dahulu memberikan minuman yang terbuat dari bunga kecubung. Tujuannya agar korban terlelap tidur.

“Saat tidur itulah, pelaku menghabisi korban hingga tewas, dengan cara dibekap. Korban tidak bisa melawan karena lemas akibat cairan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Sukiono, Rabu, 25 Agustus 2010.

Saat diperiksa polisi, Yulianto mengakui hanya membunuh dua orang dengan motif utang piutang. Ia juga mengaku membunuh prajurit Kopassus itu karena korban belum membayar uang pengobatan meski telah delapan kali berobat.

“Saat ditanya sih, alasannya karena masalah hutang piutang,” kata Sukiono.

Begitu pula dengan korban lainnya, Sugiyo. Yulianto juga membunuhnya dengan cara yang sama, lima tahun lalu.

Sebelum dibunuh dengan cara dibekap, Sugiyo juga diberi ramuan dari bunga kecubung yang membuat korban lemas. “Alasannya pun sama, soal hutang, karena kesal, lalu dibunuh,” ujar Sukiono.

Polisi terus menggali keterangan dari keluarga korban dan juga saksi-saksi lainnya, termasuk anak dan istri si dukun pijat. Aparat juga terus mendalami kemungkinan ada korban lain.

Dicopas dari VIVAnews

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Tentara

Presiden Hanya Pantau Letusan Gunung Sinabung


Gunung Sinabung meletus Minggu 29 Agustus 2010 pukul 00.08 Waktu Indonesia Barat.

Asap dan debu membumbung sampai ketinggian 1.500 meter dari bibir kawah.
Tindakan evakuasi segera dilakukan. 12.000 masyarakat yang tinggal di sekitar gunung diungsikan sejak Sabtu kemarin.

“Awalnya kami menduga, abu dan asap dipicu oleh turunnya, hujan. Tapi saat ini kami mengetahui itu diakibatkan tekanan magma,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, seperti dimuat Sydney Morning Herald, Minggu 29 Agustus 2010.

“Ini jelas berbahaya sehingga kami telah menaikkan level peringatan ke yang tertinggi, atau level merah.”

Seperti dimuat laman PVMBG hari ini, Gunung Sinabung berstatus ‘AWAS’.
Dijelaskan, aktivitas letusan dan sifat Gunungapi Sinabung tidak pernah tercatat, oleh karena itu tidak diketahui aktivitas letusannya.

“Karena letusannya tidak pernah tercatat sejak tahun 1600, maka Gunung Sinabung dikelompokkan dalam tipe B, dan tidak dilakukan pemantauan secara menerus.”

Aktivitas Gunung Sinabung terpantau hanya berupa manifestasi solfatara dan fumarola di dalam kawah aktif.

Cukup Melalui Twitter

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief menyampaikan perkembangan soal letusan Gunung Sinabung, Sumatera Utara lewat media jejaring Twitter.

Perkembangan soal ancaman gunung Sinabung meletus sudah disampaikan sejak beberapa hari lalu. Dalam dua hari ini, Andi Arief semakin intens menyampaikan perkembangan situasi yang terjadi di gunung yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumut tersebut.

“Pukul 00.08 ada letusan, sekarang sedang dilakukan evakuasi,” ujar Andi Arief dalam akun twitternya sejak Minggu dini hari. “Warga mulai mengungsi, muncul pancaran api.”

Dalam akunnya tersebut, Andi Arief menjelaskan, “Presiden SBY mengikuti terus perkembangan dan sudah dilaporkan soal terjadinya letusan ini.”

Hasil koordinasi dengan BNBP dan vulkanologi, komando ada di tangan Bupati Karo. Pemda dengan mengakuasi masyarakat sejauh radius 6 kilometer dari titik Gunung Sinabung, ke Kecamatan Brastagi dan Kecamana Kabanjahe.

Sejak 27 Agustus lalu, di akun twitternya Andi menyampaikan bahwa Gunung Sinabung di Sumatera Utara mengeluarkan asap tebal dan warga sudah dalam proses evakuasi menuju Brastagi.

Gunung Sinabung termasuk gunung berapi tipe B, artinya gunung ini aktif namun tidak dikenali letusannya sejak 2006. Karena tidak membahayakan, gunung tersebut tidak dipantau sebelumnya.

Dicopas dari VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Nasional