Daily Archives: 18 Agustus 2010

Anggota Paskibraka Putri Berjalan Telanjang Dari Barak


Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta, pernah menginvestigasi kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan dua senior terhadap anggota Paskibraka putri Jakarta.

“Kami sedang menyelidiki bagaimana kasus itu terjadi, sejauh ini, informasinya baru sepihak,” kata Kepala Bidang Informasi Publik, Pemerintah Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia

Kasus dugaan pelecehan seksual ini, kata Cucu, belum masuk ke kantor polisi, karena masih ditangani Dinas Pemuda dan Olahraga, sebagai dewan pembina Paskibraka Jakarta. Baca lebih lanjut

Iklan

7 Komentar

Filed under Serba Serbi

Pengkhianat Reformasi Itu Anggota DPR


Anggota DPR dari Partai Golkar Nurul Arifin menilai usulan Ruhut Sitompul untuk mengamandemen pasal UUD 1945 yang membatasi masa jabatan presiden dua periode itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap reformasi dan merusak tatanan konstitusi negara.

“Statement Ruhut (politikus dari Partai Demokrat) tentang masa jabatan presiden yang bisa diperpanjang sampai tiga kali adalah bentuk pengkhianatan terhadap reformasi,” kata Nurul dalam pesan singkatnya kepada ANTARA di Jakarta.

Menurut dia, amandemen UUD `45 yang sudah dilakukan empat kali sudah mengakomodasi perubahan demi terciptanya sistem demokrasi yang bertujuan mencegah otoritarianisme.

“Sangat tidak masuk akal apabila wacana tersebut direspons positif. Jangan lagi kita mengacaukan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama rakyat Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan agar masa jabatan Presiden bisa diperpanjang sampai tiga periode dengan pertimbangan belum ada tokoh yang mampu menyaingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia mengusulkan agar UUD 1945 diamandeman dengan memperpanjang masa jabatan Presiden.

Ia berharap Susilo Bambang Yudhoyono, yang dinilainya masih produktif dan dicintai rakyat dengan bukti terpilih dua kali sebagai presiden, bisa menjabat presiden untuk ketiga kalinya jika pasal tentang batasan itu diamandemen.

Banyak kalangan menolak wacana yang dilontarkan Ruhut tersebut. Tak terkecuali Ketua Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud Md.

Tak Paham Negara Konstitusi

Mantan Anggota Dewan Perimbangan Presiden Presiden Adnan Buyung Nasution menilai pengusul amandemen konstitusi untuk menambah masa jabatan Presiden adalah tidak memahami makna negara konstitusi.

“Orang yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan Presiden itu tidak mengerti makna negara konstitusional,” kata Adnan Buyung Nasution di sela acara seminar “Evaluasi Pelaksanaan Hasil Reformasi Konstitusi” di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Adnan Buyung menegaskan belajar dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia, kekuasaan yang terlalu lama cenderung menimbulkan konflik kepentingan.

“Pemimpin yang sudah terlalu lama berkuasa merasa menikmati kekuasannya dan enggan meninggalkan kekuasaan,” katanya.

Pengalaman sejarah masa lalu bangsa Indonesia ini, kata dia, sudah diperbaiki dalam amandemen UUD 1945 pada awal reformasi yang membatasi masa jabatan Presiden paling lama dua periode.

Belajar dari pengalaman tersebut, menurut Buyung, tidak perlu melayani usulan penambahan masa jabatan Presiden lebih dari dua periode.

“Apalagi usulan tersebut berasal dari perorangan, bukan resmi dari fraksi atau partai,” ujarnya.

Pengacara senior ini menambahkan, selama bertugas sebagai anggota Dewan Pertimbangtan Presiden (Wantimpres), Presiden Yudhoyono tidak pernah membicarakan masalah penambahan masa jabatan lebih dari dua periode.

Menurut dia, di negara demokrasi masa jabatan Presiden dua periode itu sudah cukup lama.

Bahkan, menurut dia, akan lebih baik lagi jika Indonesia mengurangi masa jabatan Presiden menjadin paling lama dua kali empat tahun seperti di negara-negara maju.

Dicopas dari ANTARA

2 Komentar

Filed under Politik