Malaysia Kembali Lecehkan Indonesia


Indonesia akan mengirimkan teguran atau nota diplomatik ke Malaysia terkait insiden pelanggaran batas dan penembakan oleh Marine Police Malaysia terhadap Pengawas Perikanan Satker Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP di perairan Bintan, Kepulauan Riau.

“Tiga langkah yang dilakukan pemerintah kita untuk menyelesaikan masalah ini hal pertama Menteri Luar Negeri segera membuat teguran atau istilah diplomatiknya nota diplomatik pada Pemerintah Malaysia bahwa mereka (polisi Malaysia) telah melewati batas Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta.

Langkah kedua, ia mengatakan, pemerintah akan sesegera mungkin mengembalikan tiga Satker Pengawas Perikanan KKP yang ditahan Malaysia ke Indonesia. Ketiga, Pemerintah Indonesia akan meminta pihak Malaysia tidak mengulangi kejadian serupa di masa depan.

Namun demikian, ia menegaskan, sesuai arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maka penyelesaian kasus ini diselesaikan secara diplomatik dan menghindari konflik, sehingga tidak terjadi ketegangan baru antara kedua negara. Presiden mengetahui insiden ini setelah mendapat laporan dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

Permintaan Fadel Muhammad

Kementerian Luar Negeri diminta membuat surat teguran kepada Malaysia terkait insiden penahanan tiga petugas dari kementeriannya oleh polisi negara itu. “Saya meminta Menlu untuk membuat surat teguran kepada Malaysia karena mereka salah dan memasuki teritorial Indonesia,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad Jakarta.

Fadel juga meminta ketiga orang itu diselamatkan dan dijaga. “Saya sudah bicara dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia agar petugas KKP tidak disiksa dan segera dilepaskan,” katanya. Ia menambahkan, karena masalah itu sudah memasuki wilayah diplomasi, dirinya menyerahkan proses penyelesaian oleh Kementerian Luar Negeri dan duta besar Indonesia untuk Malaysia.

Dirinya juga sudah melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam arahannya, Presiden meminta agar diselesaikan dengan sebaik-baiknya. “Presiden mengatakan, ada dua langkah yang perlu dilakukan, pertama, kerjasama ekonomi dengan baik antara Indonesia dengan Malaysia seperti bagi hasil sehingga mereka tak mencuri lagi dan kedua, kita perkuat TNI AL agar bisa ikut bersama-sama mengawasi perairan kita,” kata Fadel.

Mantan Gubernur Gorontalo itu menambahkan, saat terjadi penahanan, ada pembicaraan di lapangan, dimana Malaysia minta agar diselesaikan di tempat. “Mereka minta tukar guling terhadap tahanan. Tapi saya bilang tidak bisa, harus diselesaikan dengan UU yang berlaku,” kata Fadel. Ia menambahkan, untuk tahun lalu, ada sekitar 14 kali pelanggaran yang dilakukan Malaysia dan selama 2010, sudah terjadi 10 kali pelanggaran dengan memasuki wilayah Indonesia.

Ternyata Pemerintah Indonesia bertindak cekatan untuk menyelesaikan masalah penangkapan tiga pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Batam oleh Polisi Diraja Malaysia itu. Dan pemerintah tetap akan mengedepankan upaya diplomatis untuk membebaskan tiga PNS Pemko Batam, Kepulauan Riau yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia di perairan Tanjungberakit, Bintan .

Menurut Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, Indonesia akan menempuh upaya diplomatis agar tiga PNS Pemko Batam itu bisa segera dilepaskan. “Sedang diselesaikan antar (pemerintah) kedua negara. Menlu sudah bekerja, kementerian DKP (Kelautan dan Perikanan) juga sedang menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan tiga WNI itu akan dibarter dengan tujuh nelayan Malaysia yang kini ditahan di Batam, mantan Panglima TNI itu mengaku belum bisa memastikan hal itu. Alasannya, proses penyelesaian oleh pemerintah kedua negara masih berjalan. “Ikuti saja prosesnya,” tandasnya.

Kronologis Kejadian

Untuk diketahui, insiden itu bermula ketika rombongan PNS Kepri yang menggunakan kapal Dolphin 015 memergoki lima kapal Malaysia yang sedang mencuri ikan di wilayah Tanjungberakit, Bintan. menurut Kepala Satuan Kerja Pengawasan Dinas Kelautan Karimun, Hermanto, lima kapal nelayan berbendera Malaysia itu diawaki tujuh orang. Hermanto dan rekan-rekannya  berhasil menangkap seluruh nelayan negeri jiran itu.

Selanjutnya, warga Malaysia berikut kapalnya digiring menuju ke arah Batam. Di tengah perjalanan, muncul kapal patroli Polisi Diraja Malaysia yang langsung memepet kapal Dolphin 015. Hermanto menuturkan, Polisi Malaysia malah mengklaim perairan Tanjungberakit adalah bagian dari wilayah mereka.

Adu mulut pun tak terelakkan dan berlangsung sekitar 15 menit. Menurut Hermanto, Polisi Malaysia dengan cara menghardik dan membentak-bentak memaksa rombongan PNS Kepri masuk ke kapal patroli Malaysia. Polisi Malaysia menarik paksa tiga anggota rombongan dari kapal Dolphin 015 yaitu Asriadi, Erwan, dan Selvogrevo Wewengkang.

Ketiganya adalah anggota Satuan Kerja Dinas Kelautan Kota Batam. Setelah berhasil mengambil tiga PNS  tersebut, kapal patroli Malaysia tancap gas meninggalkan Hermanto dan dua temannya di atas kapal Dolphin 015

Source : JPNN, Liputan 6.com dan Kompas

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s