Daily Archives: 29 Juli 2010

Panggilan MPLPG Angkatan 4 Kuota 2010 Rayon 06 UNP


Surat Pengantar Panggilan MPLPG Angkatan 4 (Kuota Tahun 2009 dan 2010) Kemendiknas DOWNLOAD DISINI

Berikut daftar nama, lokasi, dan bidang studi Angkatan 4 :

1. Guru Kelas SD, Asrama Haji

2. Guru Kelas SD, Wisma SLB

3. Guru Kelas SD, Balai Diklat Pertanian

4. Guru Kelas SD, Bakti Bunda

5. Guru Kelas SD, BLPT

6. Bahasa Indonesia SMP, Depsos

7. Matematika SMP, Bunda House

8. Matematika SMK, Bunda House

9. Bahasa Inggris SMP, Wisma Takana Juo

10. Keterampilan SMP, Wisma Takana Juo

11. Seni Budaya SMP, Hotel Prima

12. IPA SMP, Hotel Prima

13. IPS SMP, Balai Diklat Industri (BDI)

14. Bahasa Inggris SD, Balai Diklat Industri (BDI)

15. PKn SMP, LPMP

16. Guru SLB, LPMP

Postingan terkait :

Pengumuman PLPG Tahap 2 Tahun 2010 PSG Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Tahun 2010 Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Informasi Sertifikasi Guru Kuota 2010 Rayon 05 Universitas Riau

Pengumuman PLPG Tahap 3 Tahun 2010 PSG Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Panggilan MPLPG Angkatan 4 Kuota 2010 Rayon 06 UNP

RALAT Jadwal Pelaksanaan PLPG 2010 Rayon 34 UnPas

Informasi Sertifikasi Guru Tahun 2010 PSG Rayon 10 Universitas Pendidikan Indonesia Bandung

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Diknas Kuota 2010 Rayon 7 Unila

Sertifikasi Guru Kuota Tahun 2010

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru Tahun 2010 PSG Rayon 7 Universitas Lampung

Pangggilan MPLPG Angkatan 3 Kuota 2010 Rayon 06 UNP

Daftar Peserta PLPG Tahap 4 Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Undangan Peserta PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 46 Universitas Muhammadiyah Makassar

Daftar Panggilan Peserta PLPG Tahap I PSG Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

Pengumuman PLPG Tahap 2 Kuota 2010 PSG Rayon 13 Universitas Negeri Surakarta

Pengumuman Pelaksanaan PLPG Kuota 2010 Tahap 2 PSG Rayon 12 UNNES Semarang

Pengumuman Portofolio Sertifikasi Guru PSG Rayon 11 Universitas Negeri Yogyakarta

Pemanggilan Peserta PLPG Tahap I Tahun 2010 PSG Rayon 44 Universitas Muhammadiyah Malang

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Sertifikasi Guru Dalam Jabatan PSG Rayon 44 Universitas Muhammadiyah Malang

Daftar Peserta Tahap 1 dan Tempat Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Daftar Peserta Tahap 2 dan Tempat Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Daftar Peserta Tahap 3 dan Tempat Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru 2010 PSG Rayon 43 Universitas Nusantara PGRI Kediri

Pengumuman Peserta PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahap 4 Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Pengumuman Peserta PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahap 3 Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Jadwal Pelaksanaan PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Peserta PLPG Sertifikasi Guru Diknas Tahap 2 Tahun 2010 PSG Rayon 42 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Tahun 2010 Rayon 34 Universitas Pasundan Bandung

Pengumuman Peserta PLPG Sertifikasi Guru Tahap 3-4 PSG Rayon 13 UNS Surakarta

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Tahap 1 Kuota 2010 PSG Rayon 13 UNS Surakarta

Pengumuman PLPG Sertifikasi Guru Kemenag dan Diknas Kuota 2010 PSG Rayon 14 UNESA Surabaya

Link tentang Sertifikasi Guru Tahun 2010 Semua Rayon Se-Indonesia

Panggilan MPLPG Angkatan II PSG Rayon 06 UNP (Kuota 2010 dan 2009)

Pemanggilan MPLPG Angkatan I Diknas 2010 PSG Rayon 06 UNP

Daftar Nama Peserta Sertifikasi Guru Kuota 2009 Yang Direncanakan Menjadi Luncuran Ke Kuota 2010

Pengumuman Hasil Penilaian Portofolio Peserta Sertifikasi Guru Diknas Kuota 2010 PSG Rayon 06 UNP

2 Komentar

Filed under Sertifikasi Guru

Gara-gara Macet, Ibukota RI Akan Pindah ke Indonesia Timur


Lagi, wacana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa kembali bergulir. Keruwetan yang sungguh tak terperikan di Jakarta sebagai ibu kota negara melatarbelakangi munculnya wacana ini.

Saat ini, tak kurang 59 persen populasi di Indonesia terpusat di Pulau Jawa, yang luasnya hanya 6,8 persen dari total daratan di Indonesia. Kemacetan pun telah menjadi pemandangan lazim di Jakarta, utamanya pada pagi dan sore hari.

Diperkirakan, kerugian material akibat kemacetan di DKI Jakarta mencapai Rp 17,2 triliun per tahun, atau nyaris setara dengan anggaran belanja dan pendapatan DKI Jakarta setiap tahunnya.

Data dari Tim Visi Indonesia 2033 juga menyebutkan, tak kurang 80 persen industri terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini menimbulkan pembangunan yang tak merata serta kesenjangan antara Pulau Jawa dan non-Jawa.

“Menurut saya, ibu kota itu wajib dipindahkan,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo. “Tak ada (gubernur) yang mampu. Sudah sekian gubernur, tetap sama saja kok,” tambah anggota Fraksi PDI-P ini.

Ketika dibangun oleh Belanda, sambung Ganjar, Jakarta hanya didesain menampung sekitar dua hingga tiga juta penduduk. Seiring dengan perkembangan zaman, kini tak kurang 10 juta orang memadati Jakarta setiap harinya. Pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa, sambung Ganjar, dinilai mampu merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah.

Hal senada ini disampaikan Direktur Kemitraan untuk Tata Pemerintahan yang Lebih Baik Wicaksono Sarosa, yang juga pemerhati isu-isu perkotaan. “Selama ini, kegiatan ekonomi di Jakarta hanya mendorong kemajuan segelintir daerah saja, seperti Jawa Barat dan Banten,” ujar Wicaksono, mengutip penelitian Profesor Budi Reksosudarmo.

Usulan pemindahan ibu kota juga disampaikan pemerhati lingkungan hidup, A Sonny Keraf, yang juga dosen Universitas Atma Jaya Jakarta. Usulannya merupakan langkah paling radikal. Namun banyak negara melakukan itu dan berhasil mengatasi kemacetan di ibu kota negaranya. Bung Karno, presiden pertama, telah berpikiran visioner menyiapkan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai calon ibu kota RI sejak 1960-an.

Melanjutkan visi Bung Karno, sebaiknya ibu kota baru berada di luar Jawa, khususnya di Indonesia bagian timur. Ada banyak keuntungan positif untuk itu.

Pertama, pemindahan ibu kota jangan dilihat sebagai beban ekonomi karena besarnya dana yang dialokasikan. Ini harus dilihat sebagai peluang ekonomi yang sangat menggiurkan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang yang akan mengerjakan persiapan, pembangunan, dan relokasi ibu kota tersebut. Akan dibutuhkan waktu 5-10 tahun untuk realisasi, dan itu peluang ekonomi yang sangat baik.

Kedua, dari segi politik, pemindahan ibu kota ke luar Jawa dan Indonesia bagian timur (IBT) akan serta-merta menggeser episentrum pembangunan nasional dari Jawa dan Indonesia bagian barat (IBB). Ini akan menjadi sebuah langkah dan peluang pemerataan pembangunan ke IBT untuk memberi kesempatan lebih besar bagi berkembangnya wilayah luar Jawa, khususnya IBT.

Ketiga, selain untuk mengatasi kemacetan di Jakarta dan sekitarnya, ini sekaligus menjadi peluang untuk membangun sebuah ibu kota baru dengan tata ruang, jaringan, dan pola transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan, ramah secara sosial dan psikis, atau jauh lebih manusiawi.

Kita bangun ibu kota baru dengan sistem transportasi multimoda yang ramah lingkungan, nyaman, aman, dan mudah dijangkau. Kita bangun sebuah ibu kota baru dengan hutan kota yang asri, tempat-tempat rekreasi umum yang ramah secara sosial, dengan berbagai fungsi sosial yang futuristik untuk kehidupan modern, tetapi dengan warna etnik yang khas.

Pilihan di Kalimantan lebih diutamakan mengingat Kalimantan bebas dari pusat gempa, demikian A. Soni Keraf.

Pemindahan ibu kota, terutama ke Indonesia bagian timur, dinilai menjadi sebuah langkah dan peluang pemerataan pembangunan di kawasan tersebut. Ini memberi kesempatan yang lebih besar bagi berkembangnya wilayah luar Jawa.

Dicopas dari Kompas.com

7 Komentar

Filed under Lingkungan

Penaklukan Kilimanjaro


Tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia dari perhimpunan penempuh rimba dan pendaki gunung Wanadri menyelesaikan tahap pertama pendakian Gunung Kilimanjaro (5.892 meter) di Tanzania, Rabu (28/7/2010) sore. Setelah mendaki sekitar tiga jam dari gerbang Marangu, pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB, seluruh anggota tim tiba di pemondokan Mandara (2.720 meter) untuk menginap.

Mandara merupakan pemondokan (hut) pertama yang disinggahi para pendaki Kilimanjaro. Untuk itu, tim akan melanjutkan pendakian pada Kamis ini menuju pemondokan Horombo yang berjarak 4,5 jam perjalanan dari Mandara.

Fasilitas pemondokan Mandara amat lengkap dan tertata rapi. Pondok kayu berbentuk limas segitiga. Tim menginap di pondok besar di lantai dua. Lantai bawah untuk bersantai para pendaki menikmati teh, susu, kopi, dan penganan serta makan malam.

Di sekitar pondok terdapat toilet yang juga bangunan kayu yang bersih dan tidak berbau. Pemondokan dikelilingi pepohonan dan vegetasi yang dipenuhi lumut. Sekitar 15 menit berjalan dari Mandara, terdapat sumber air panas.

Sebelum mencapai Mandara, tim menempuh pendakian sekitar 3,5 jam dari gerbang Marangu. T im berangkat dari penginapan Babylon, sekitar lima kilometer dari gerbang Marangu, pukul 10.00 WIB. Setelah antre untuk pendaftaran dan pendakian di Kantor Taman Nasional Kilimanjaro, tim mulai mendaki pukul 12.05 WIB.

Pendakian dibagi menjadi dua kelompok. Yang pertama beranggotakan lima pendaki ekspedisi, dua pendaki senior Wanadri, dan wartawan Kompas . Kelompok dua beranggotakan satu pendaki ekspedisi, satu pendaki senior Wanadri, dan wartawan serta juru kamera Metro TV.

Setiap kelompok didampingi dua pemandu. Adapun semua barang dan perlengkapan pendakian dalam tas besar dibawa portir yang lebih dulu berangkat. Anggota tim cuma membawa tas yang lebih kecil berisi jaket dan celana tahan angin badai, air minum, dan penganan manis dan gurih.

Setelah 1,5 jam mendaki, tim beristirahat di titik Kisambioni (2.200 meter) untuk menikmati makan siang. Makanan disediakan pemasak yang sudah dipesan sebelumnya dengan menu sup sayuran, roti tawar, biskuit, potongan pisang, semangka, tomat, dan paprika hijau. Minumannya jus nanas, teh, dan kopi.

Dicopas dari Kompas.com

Tinggalkan komentar

Filed under Nature

Orang Indonesia Korban Apartheid di District Six


District Six atau Distrik Enam (Indonesia) atau Distrik Ses (Afrika) bukan sembarang distrik. Ini wilayah bersejarah yang menumbuhkan komunitas warga coloured (berwarna) yang di dalamnya banyak keturunan Indonesia, begitu juga budaya indahnya. Namun, pemerintah apartheid mengusir mereka hingga menghancurkan perasaan, kemapanan, juga keutuhan mereka.

Areal ini terletak di Cape Town, Afrika Selatan. Di tempat itu orang-orang coloured yang sebagian besar mantan budak ditempatkan. Maklum, semasa apartheid, ada pemisahan permukiman berdasarkan ras dan warna kulit.

Nama District Six diberikan pemerintahan kulit putih pada 1867. Distrik ini dibatasi Sir Lowry Road di utara, Tennant Road di barat, De Waal Drive di selatan, dan Cambridge Street di timur.

Menjelang akhir abad ke-19, distrik ini sudah menjadi daerah yang amat ramai dan berkembang. Jumlah penduduknya sepersepuluh dari populasi di Cape Town. Penduduk yang dominan adalah Cape Malay atau coloured people. Dan, di antara warga Cape Malay itu, keturunan bekas budak dan tahanan politik Indonesia sangat dominan. Selain itu, penduduknya ada sedikit kulit hitam keturunan suku Xhosa, kulit putih, dan India.

Setelah Perang Dunia II, District Six sudah menjadi kosmopolitan. Lalu, tiba-tiba pada 11 Februari 1966, pemerintah mendeklarasikan District Six sebagai daerah khusus orang kulit putih lewat dekrit Group Areas Act. Penduduknya yang Cape Malay atau coloured dan hitam harus pindah. Ini membuat seluruh warga geram.

Sutradara David Kramer dan Taliep Petersen menggambarkan keresahan warga District Six dengan baik dalam opera mereka berjudul District Six. Opera ini mengambil setting pada 1967 ketika awal perpindahan diumumkan dan penduduk mulai didata pemerintah kulit putih.

Perpindahan kemudian dimulai pada 1968. Menjelang 1982, sudah ada 60.000 orang yang dipindah paksa ke Cape Flats, sejauh 25 kilometer dari District Six.

Alasan pemerintah waktu itu, District Six sudah berkembang menjadi daerah kriminal. Banyak perjudian, peredaran obat terlarang, dan kumuh. Namun, warga yakin bahwa alasan sebenarnya karena kulit putih ingin menempati District Six yang letaknya strategis dan sudah menjadi kota yang berkembang.

Banyak cerita duka dan nestapa pada periode pemindahan. Pemerintah aparheid tak peduli dengan protes warga. Mereka membuldozer rumah-rumah warga hingga rata. Hanya ada beberapa bangunan yang dipertahankan.

Ini duka yang terus diingat warga coloured atau Cape Malay. Dan, sebagian dari mereka punya darah Indonesia.

“Anda orang Indonesia harus tahu District Six. Ini tanah kebanggaan kami yang pernah direnggut dan menggoreskan banyak luka,” kata Chris Mullins (54), warga coloured asal Cape Town yang mengalami perpindahan itu.

“District Six adalah rumah kami, tetapi pemerintah apartheid kemudian mengusir kami ke daerah terpencil,” lanjutnya.

Setelah tumbangnya apartheid pada 1994, partai berkuasa African National Congress mengembalikan District Six kepada pemiliknya. Warga Cape Malay pun sebagian menemukan lagi tempatnya. Menjelang tahun 2003, pembangunan perumahan dimulai. Sebanyak 24 rumah akan menjadi milik orang yang berumur 80 tahun ke atas. Nelson Mandela, Presiden Afsel saat itu, menyerahkan sendiri kunci rumah secara simbolis kepada Ebrahim Murat (87) dan Dan Ndzabela (82). Tahun berikutnya, sekitar 1.600 keluarga dijadwalkan kembali ke District Six.

District Six menjadi bagian dari kisah pilu korban apartheid. Luka itu begitu dalam, hingga kisahnya masih diingat warga coloured atau Cape Malay. Bahkan, sebagian kisah itu terabadikan di dalam Museum District Six.

“Saya tak pernah melupakan kisah District Six. Anak saya pun tahu meski dia tak mengalaminya. Maka, saya selalu menyimpan semua lagu dan video yang bercerita atau berhubungan dengan District Six,” tutur Chris Mullins yang dengan baik hati memberi kopi semua koleksinya tentang District Six kepada Kompas.com.

Karim lain lagi. Bapak berumur 35 tahun ini masih kecil ketika terjadi perpindahan warga District Six. Namun, dia ikut merasakan luka yang dalam setelah tahu cerita dari orangtua atau tetangganya.

“Ceritakan kisah District Six ini kepada teman-teman Anda jika sudah pulang ke Indonesia,” kata Karim kepada Kompas.com dalam suatu percakapan tanggal 7 Juli 2010 lalu.

Dicopas dari Kompas.com

Tinggalkan komentar

Filed under Internasional