Wanita Jangan di Sunat !


Berbeda dengan sunat atau khitan pada laki-laki yang jelas mendatangkan manfaat – antara lain mencegah terjadinya infeksi dan kanker – khitan perempuan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan. Yang ada, justru membahayakan dan dapat menimbulkan risiko kematian

“Khitan bagi perempuan tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena itu, fakultas kedokteran tidak ada yang mengajarkan khitan untuk wanita. Kecil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, karena berada dalam area sensitif wanita dinilai sangat berbahaya. Mulai dari pembedahan sampai anastesi. yang paling parah dari khitan bisa menimbulkan kematian,” kata dr. Artha Budi Susila Duarsa, M. Kes  di sela peluncuran Buku Khitan Perempuan : Dari Sudut Pandang Sosial, Budaya, Kesehatan, dan Agama.

Khitan perempuan sendiri menurut Badan Kesehatan Dunia WHO terbagi atas 4, yaitu : Tipe 1, yaitu memotong seluruh bagian kl***ris (bagian mirip p**is pada tubuh pria), Tipe 2, yaitu memotong sebagian kl***ris, Tipe 3, yaitu menjahit atau menyempitkan mulut va**na (infibulasi), dan Tipe 4 yaitu menindik, menggores jaringan sekitar lubang va**na atau memasukkan sesuatu ke dalam va**na agar terjadi pendarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit va**na.

Meskipun pemberlakuan khitan perempuan di Indonesia hanya pada batas tipe 4, namun menurut dr. Artha, pemotongan kl***ris sendiri tidak boleh terjadi.

“Karena kl***ris memainkan peran penting dalam meningkatkan kenikmatan seksual seorang perempuan. Selain itu, melalui kl***ris dapat terjadi ekskresi kelenjar di sekitar va**na,” imbuh dr. Artha.

Tidak mengubah bentuk kl***ris dinilai dr. Artha sangat penting karena letak kl***ris yang dikelilingi oleh saraf menyebabkan sangat peka secara seksual.

“Menghilangkan kl***ris akan menurunkan kepekaan perempuan terhadap rangsangan seksual. Kl***ris juga berefek pada lubrikasi pada va**na. Semakin banyak lubrikasi pada va**na maka perempuan akan semakin siap ketika p**is dimasukkan. Jika tidak ada kl***ris, va**na akan kering dan masuknya p**is akan menyebabkan rasa sakit pada va**na sehingga timbul ketakutan pada perempuan untuk melakukan hubungan badan berikutnya,” kata dr. Artha.

Hal yang sama juga terjadi apabila melakukan infibulasi. Labia minora (bibir dalam) juga dipenuhi dengan saraf yang membuat bagian ini sensitif terhadap rangsangan seksual. Seperti kl***ris, memotong labia minora juga akan membuat perempuan kurang peka terhadap stimulasi seksual.

“Semuanya ini menyulitkan perempuan untuk mencapai orgasme. Menjahit mulut va**na akan menghambat masuknya p**is. Rasa sakit yang dialami perempuan akan mengerikan dan jika p**is berhasil melakukan penetrasi maka akan menyebabkan pendarahan,” kata dr. Artha.

Tinggi resiko kematian pada khitan perempuan membuat pemerintah Indonesia sendiri secara tegas melarang khitan bagi perempuan, karena melanggar UU Kekerasan Terhadap Perempuan.

Peraturan serupa juga diberlakukan parlemen Mesir mengesahkan UU tentang pelarangan khitan perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenakan  denda 185 USD sampai 900 dollar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan sampai dengan 2 tahun. Namun di Asia, praktik khitan sendiri hingga saat ini masih dilakukan di Pakistan, India, Bangladesh, dan Malaysia.

Dicopas dari Kompas.com

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s