Daily Archives: 28 Juli 2010

Lagu Dangdut Jadi Hit Dunia Maya


Pengguna Twitter di seluruh dunia bisa jadi bertanya-tanya, sore ini karena muncul “Keong Racun” di jajaran atas trending topics. Saat berita ini ditulis, kata kunci tersebut sudah di peringkat kedua.

Keong Racun rupanya judul sebuah lagu dangdut. Nah lho, bagaimana bisa begitu terkenal sehingga sampai menjadi pembicaraan hangat di Twitter?

Hal tersebut ternyata dipicu munculnya sebuah video klip lagu tersebut yang dibawakan dua gadis ABG (anak baru gede) di YouTube berdurasi 5.14 menit. Mereka menamakan dirinya Shinta dan Jojo. Meski hanya membawakan lipsync saja, tingkah keduanya yang kelihatannya merekam menggunakan kamera web menarik perhatian netter.

“Mantaaap… kalian lucu banget yah,” komentar salah satu pengguna YouTube. “Nice… you’r cute abis girls…bolehlah bikin ane kehibur,” lanjut tulisan lainnya. “Kreatif.”

Dari data di YouTube, video tersebut sebenanrnya sudah diunggah sejak 23 Juni 2010. Namun, baru ramai dibicarakan di Twitter hari ini. Sebelumnya, video tersebut menjadi pembicaraan hangat di forum internet terbesar di Indonesia Kaskus.

Boleh jadi Shinta dan Jojo sudah pantas disebut seleb internet saat ini jauh mengalahkan penyanyi Keong Racun aslinya yang menurut hasil pencarian Google bernama Lissa. Nah, apakah fenomena Keong Racun ini bakal mengangkat lagu tersebut atau hanya mengangkat nama Shinta dan Jojo? Tunggu saja!

Dicopas dari KOMPAS.com

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Selebritis

Jika Pencuri Gagap Teknologi


Inilah nasib pencuri yang tidak melek teknologi. Lha wong iPhone lagi dipakai untuk tes GPS tracking kok ya disambarnya juga. Alhasil, dalam waktu sepuluh menit saja, pencuri sial tersebut langsung digulung polisi.

Peristiwa ini terjadi di daerah pinggiran Mountain View, California, AS awal pekan lalu saat Covia Labs, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pelacakan berbasis GPS, sedang menguji aplikasi buatannya. Sejumlah karyawan diminta membawa iPhone dan mengaktifkan layana tersebut untuk mendemonstrasikan kemampuannya secara real time.

Tapi, saat simulasi dilakukan CEO Covia Labs yakni David Khan, tiba-tiba ada salah satu perangkat yang bergerak sangat cepat dan acak. Awalnya Khan mengira ada kerusakan pada salah satu alat saat melihat adanya kejanggalan tersebut. Namun, begitu salah satu karyawan kembali ke kantor dan melaporkan kehilangan iPhone yang dibawa, Khan segera melaporkannya ke polisi setempat.

Dalam waktu singkat polisi pun berhasil membekuk tersangka yang bernama Toure Horatio (31). Horatio ditahan atas tindakannya yakni melakukan sebuah pencurian berencana dan kepemilikan atas barang curian. Kejadian seperti ini memang bukan yang pertama kali terjadi. Tapi, ini membuktikan bagaimana teknologi sudah masuk ke dalam keseharian manusia.

Tak hanya pelacak GPS sebenarnya, aplikasi tersebut juga bis amengaktifkan mikrofon dan kamera iPhone dari jarak jauh. Andai pelaku menatap ke arah kamera, apa yang dibicarakannya bisa didengar dan mukanya bisa ketahuan dari jarak jauh.

Dicopas dari KOMPAS.com

Tinggalkan komentar

Filed under Teknologi

Agus Widjojo : Kerja Kodim dan Koramil Tidak Ada


Komando teritorial terendah yang dapat melakukan fungsi pertahanan hanyalah Komando Resort Militer. Dengan begitu, Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Rayon Militer (Koramil) sebaiknya dihapuskan. Hal ini dikatakan mantan Kepala Staf Teritorial TNI Letjen (Purn) Agus Widjojo di Jakarta, Rabu (28/7).

“Kodim dan Koramil tidak memiliki fungsi pertahanan di daerah. Kerja mereka tidak ada. Semua tanggung jawab teritorial lebih baik diserahkan kepada pemerintah daerah setempat,” kata Agus dalam diskusi reformasi TNI.

Agus menambahkan, penghapusan Kodim dan Koramil sejalan dengan reformasi TNI untuk tak terlibat dalam politik. TNI juga sudah sepantasnya bila memusatkan perhatian pada peran pertahanan nasional dan tak lagi terlibat dalam masalah keamanan dalam negeri. “Masalah keamanan dalam negeri diserahkan kepada Polri,” tambah Agus, seperti ditulis Antara.

Pada masa lalu, menurut Agus, memang tidak ada pemisahan antara pembinaan teritorial dan komando teritorial. Bahkan, TNI juga terlibat dalam pembinaan teritorial yang sebenarnya urusan sipil. Namun, sejak pemisahan Polri dari TNI, untuk urusan ancaman dalam negeri TNI semestinya tak usah ikut campur lagi. Sebab, hal itu sudah menjadi urusan pemda dan kepolisian. Walau demikian, TNI masih bisa bergerak atas permintaan pemerintah pusat, daerah, atau polisi.

Dicopas dari Liputan 6.com

Tinggalkan komentar

Filed under Tentara

Indonesia Akan Segera Punya Nuklir


International Atomic Energy Agency (IAEA) atau badan energi atom dunia di bawah naungan PBB menegaskan bahwa Indonesia sudah siap memiliki energi bertenaga nuklir.

“Penegasan itu dikemukakan pada November 2009,” kata Deputi Bidang Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir BATAN Dr Taswanda Taryo di kampus ITS Surabaya, Rabu.

Ia mengemukakan hal itu setelah berbicara dalam seminar tentang “Teknologi dan Keselamatan PLTN” yang menampilkan Prof Mukhtasor PhD dari Dewan Energi Nasional (DEN) dan Ian Love dari Atomic Energy of Canada Limited (AECL).

Menurut Taswanda Taryo, penilaian badan energi atom dunia itu menunjukkan Indonesia lebih memiliki kesiapan dalam energi nuklir dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

“Penilaian IAEA itu meliputi empat kesiapan yakni sumberdaya manusia, pemangku kepentingan (stakeholder), industri, dan regulasi, karena kami (BATAN) memang sudah melakukan serangkaian penelitian sejak tahun 1980-an,” katanya.

Dengan penilaian itu, katanya, Indonesia sudah harus memasuki fase yang lebih nyata yakni proyek nuklir itu sendiri.

“UU 17/2007 sudah mengamanatkan adanya pemanfaatan nuklir di Indonesia pada kurun waktu 2015-2019, sehingga paling lambat kita sudah memiliki PLTN pada tahun 2019,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya membentuk “BATAN Incorporation” yang melibatkan pemangku kepentingan seperti BATAN, ESDM, Kemristek, LIPI, PLN, KLH, Kementerian Perindustrian, dan sebagainya.

“Mereka tergabung dalam Tim Pengembangan PLTN yang akan menentukan proyek PLTN secara teknis, seperti menentukan industri sebagai `owner`, teknologi, lokasi, perizinan, dan sebagainya,” katanya.

Ia mengatakan “owner” itu paling tidak akan terbentuk pada tahun 2011, namun bentuknya belum jelas, apakah BUMN atau swasta murni.

“Yang jelas, kalau lokasi kami sudah melakukan penelitian sejak tahun 1980-an. Intinya, lokasi harus di Pantura untuk menghindari lempengan bumi,” katanya.

Ditanya lokasi yang dimaksud, ia mengatakan BATAN sudah meneliti 70 lokasi, lalu disaring menjadi 14 lokasi dan sekarang tinggal empat lokasi, di antaranya Ujung Bumi (Jepara), Banten, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, anggota DEN Prof Mukhtasor PhD mengatakan pihaknya sudah melakukan serangkaian dialog dengan kelompok yang pro dan kontra dengan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).

“Pihak kontra itu umumnya mempersoalkan keselamatan dengan mencontohkan Chernobyl, padahal teknologi nuklir sekarang sudah sangat berbeda. Chernobyl itu teknologi usang. Dampak itu selalu ada, tapi kalau dampak dilarang ya pembangunan akan berhenti,” katanya.

Dosen FTK ITS Surabaya itu menambahkan hal yang terpenting adalah pembangunan dengan dampak terkendali, karena batubara akan habis 2020 dan pertumbuhan penduduk Indonesia menuntut segala bentuk energi mulai dari energi laut, surya, panas bumi, dan nuklir.

Dicopas dari Antara

2 Komentar

Filed under Teknologi

Wanita Jangan di Sunat !


Berbeda dengan sunat atau khitan pada laki-laki yang jelas mendatangkan manfaat – antara lain mencegah terjadinya infeksi dan kanker – khitan perempuan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan. Yang ada, justru membahayakan dan dapat menimbulkan risiko kematian

“Khitan bagi perempuan tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena itu, fakultas kedokteran tidak ada yang mengajarkan khitan untuk wanita. Kecil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, karena berada dalam area sensitif wanita dinilai sangat berbahaya. Mulai dari pembedahan sampai anastesi. yang paling parah dari khitan bisa menimbulkan kematian,” kata dr. Artha Budi Susila Duarsa, M. Kes  di sela peluncuran Buku Khitan Perempuan : Dari Sudut Pandang Sosial, Budaya, Kesehatan, dan Agama.

Khitan perempuan sendiri menurut Badan Kesehatan Dunia WHO terbagi atas 4, yaitu : Tipe 1, yaitu memotong seluruh bagian kl***ris (bagian mirip p**is pada tubuh pria), Tipe 2, yaitu memotong sebagian kl***ris, Tipe 3, yaitu menjahit atau menyempitkan mulut va**na (infibulasi), dan Tipe 4 yaitu menindik, menggores jaringan sekitar lubang va**na atau memasukkan sesuatu ke dalam va**na agar terjadi pendarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit va**na.

Meskipun pemberlakuan khitan perempuan di Indonesia hanya pada batas tipe 4, namun menurut dr. Artha, pemotongan kl***ris sendiri tidak boleh terjadi.

“Karena kl***ris memainkan peran penting dalam meningkatkan kenikmatan seksual seorang perempuan. Selain itu, melalui kl***ris dapat terjadi ekskresi kelenjar di sekitar va**na,” imbuh dr. Artha.

Tidak mengubah bentuk kl***ris dinilai dr. Artha sangat penting karena letak kl***ris yang dikelilingi oleh saraf menyebabkan sangat peka secara seksual.

“Menghilangkan kl***ris akan menurunkan kepekaan perempuan terhadap rangsangan seksual. Kl***ris juga berefek pada lubrikasi pada va**na. Semakin banyak lubrikasi pada va**na maka perempuan akan semakin siap ketika p**is dimasukkan. Jika tidak ada kl***ris, va**na akan kering dan masuknya p**is akan menyebabkan rasa sakit pada va**na sehingga timbul ketakutan pada perempuan untuk melakukan hubungan badan berikutnya,” kata dr. Artha.

Hal yang sama juga terjadi apabila melakukan infibulasi. Labia minora (bibir dalam) juga dipenuhi dengan saraf yang membuat bagian ini sensitif terhadap rangsangan seksual. Seperti kl***ris, memotong labia minora juga akan membuat perempuan kurang peka terhadap stimulasi seksual.

“Semuanya ini menyulitkan perempuan untuk mencapai orgasme. Menjahit mulut va**na akan menghambat masuknya p**is. Rasa sakit yang dialami perempuan akan mengerikan dan jika p**is berhasil melakukan penetrasi maka akan menyebabkan pendarahan,” kata dr. Artha.

Tinggi resiko kematian pada khitan perempuan membuat pemerintah Indonesia sendiri secara tegas melarang khitan bagi perempuan, karena melanggar UU Kekerasan Terhadap Perempuan.

Peraturan serupa juga diberlakukan parlemen Mesir mengesahkan UU tentang pelarangan khitan perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenakan  denda 185 USD sampai 900 dollar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan sampai dengan 2 tahun. Namun di Asia, praktik khitan sendiri hingga saat ini masih dilakukan di Pakistan, India, Bangladesh, dan Malaysia.

Dicopas dari Kompas.com

Tinggalkan komentar

Filed under Kesehatan