Daily Archives: 1 Juli 2010

Prestasi Baru Indonesia di Tingkat Internasional???


TEMBUS PERINGKAT EMPAT DUNIA PENGAKSES SITUS PORNO

Ketua Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera (JBDK) sebuah LSM di tanah air menyebutkan bahwa berdasarkan hasil survey yang dilakukan selama 2010, masyarakat Indonesia berada pada urutan ke empat di dunia yang suka membuka internet untuk situs pornografi.

“Pada tahun 2008 dan 2009, Indonesia berada pada urutan ke tiga dari beberapa negara di Asia setelah Vietnam, Kroasia dan beberapa negara Eropa lainnya,” kata Ketua Gerakan JBDK pusat, Peri Umar Farouk, saat tampil sebagai nara sumber pada sosialisasi Undang-Undang Nomor : 44/2008 tentang pornografi di Kendari.

Kegiatan advokasi dan edukasi terkait sosialisasi UU Pornografi itu difasilitasi oleh Dinas Perhubungan Sultra bekerjasama dengan Direktorat Kelembagaan Komunikasi Pemerintahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika pusat.

Menurut Peri, sosialisasi tentang UU Pornografi dipandang sangat penting, karena selama UU Nomor: 44/2008 itu lahir seakan-akan masyarakat belum tahu apa pengaruh UU itu dalam kehidupan sehari-hari, terutama berkenaan dengan masih maraknya fenomena pornografi di tanah air sebagai dampak dari teknologi internet.

Ia mengatakan, kegemaran masyarakat Indonesia yang mengakses dengan kata kunci “sex” pada jaringan internet, penggemarnya selain dari kalangan remaja dengan usia antara 14-26 dan 30-45 tahun merata di seluruh daerah di Indonesia, dengan mengakses selain di warung internet (warnet) juga dari perkantoran.

“Meski dalam UU pornografi itu menyebutkan bahwa yang tidak terjerat dalam hukum pidana adalah membuat, memiliki atau menyimpan materi pornografi untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri, namun dengan pertimbangan lain, setiap individu secara sukarela lebih aman membebaskan diri atau menjauhkan untuk tidak membuka situs pornografi,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Peri Umar, untuk tidak lebih meluasnya penggunaan internet yang mengakses situs berbau pornografi, pemerintah dan masyarakat wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi (pasal 17) dalam UU Pornografi tersebut.

Artinya bahwa, masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam pasal itu berhak mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Warga masyarakat yang melakukan pelanggaran apakah itu yang memproduksi, membuat, memperbanyak dan menyebarluaskan maka sanksi pidana penjara paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun atau denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar,” katanya.

Oleh karena itu, dengan kegiatan sosialisasi UU pornografi tersebut, meskipun sifatnya sangat singkat tetapi pemahaman terhadap pornografi khususnya bagi peserta yang ikut pertama kali ini bisa menyosialisasikan kepada orang lain ataukah tetangga terdekatnya.

Sudah saatnya, bagi lingkungan kerja, perusahaan atau koperasi membuat kebijakan-kebijakan dalam profesionalitas badan kepegawaiannya, yang berkaitan erat dengan pencegahan pornografi di lingkungan kerjanya.

“Bila perlu cantumkan pemberian sanksi yang berat untuk penyalagunaan fasilitas kantor berkenaan pornografi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat yang juga mantan politisi di DPRD Sultra, Kadir Ole mengatakan, mendukung langkah pemerintah dan masyarakat terkait dengan pemberlakuan UU pornografi dan sekaligus pemberian sanksi bagi mereka yang terbuka menggunakan akses internet untuk membuka situs pornografi.

Menurut Kadir, sebagai warga negara yang khawatir terhadap menggejalanya pornografi di tengah-tengah kehidupan masyarakat, layak untuk menuntut pemerintah serius dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana pornografi.

“Dengan kegiatan sosialisasi ini, tentu akan memberi nilai positif bagi proses pencegahan dan pelarangan terutama bagi anak-anak remaja kita yang kerap bersinggungan dengan industri teknologi informasi melalui komputer. Lebih berbahaya adalah anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD) dan SLTP yang tahu membuka jaringan internet,” katanya.

Setiap orang tua bangga bila anaknya yang pada usia dini sudah membuka internet, tetapi mereka menghadapi bahaya terkait maraknya video mesum mirip artis papan atas Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Semua orang tua was-was bila anaknya ke warnet lalu membuka internet pornografi tersebut.

Dicopas dari ANTARA News pada hari Kamis, 1 Juli 2010

Iklan

2 Komentar

Filed under Copy Paste

Prediksi Seekor Gurita, Jerman Akan Mengalahkan Argentina


Seekor gurita (octopus), yang mungkin punya kekuatan batin, jago memilih pemenang dalam laga Piala Dunia 2010. Gurita berusia 2 tahun yang dinamai Paul itu lahir di Inggris dan kini hidup di sebuah akuarium di Jerman. Ia sudah 100 persen tepat meramalkan beberapa pertandingan.

Gurita berkaki delapan penghuni Sea Life di barat Kota Oberhausen, Jerman, itu kini menjadi oracle pesohor untuk empat babak sejauh ini, termasuk prediksi jitunya pada babak eliminasi Ahad lalu saat Jerman mengalahkan Inggris.

Selasa lalu, Paul diberi pilihan makanan dua kontainer plastik berbeda–salah satu wadah itu ada bendera Argentina dan satunya lagi bendera Jerman. Paul membuka wadah pertama yang berbendera Jerman. Dia bergerak hati-hati dan menghabiskan waktu sekitar 45 menit sebelum akhirnya memakan makanan dalam wadah. Itu menunjukkan Jerman berjuang keras untuk menang dalam perpanjangan waktu atau bahkan adu penalti.

Pekan lalu, Paul mengabaikan kontainer berbendera Inggris dan langsung “memilih” wadah berbendera Jerman–terbukti sebagai petunjuk Jerman bakal menang meyakinkan.

“Paul butuh waktu sangat lama dalam pikirannya hari ini untuk Argentina melawan Jerman,” ujar juru bicara Sea Life, Tanja Munzig, Selasa lalu. “Bahkan, setelah membuka wadah berbendera Jerman, dia berdiam lama sebelum masuk dan memakan kerang.”

Munzig membantah anggapan bahwa wadah-wadah itu dicurangi. Jenis makanan itu identik dan wadah tersebut selaras dengan urutan FIFA. Argentina berada di sisi kiri pada Selasa (karena pertandingan Sabtu nanti Argentina vs Jerman), sedangkan Inggris berada di sisi kanan pekan lalu (Jerman vs Inggris). “Tak ada trik, makanan di wadah-wadah itu sama dan semua dalam dua kontainer itu sama persis kecuali benderanya,” dia menegaskan. Anda percaya?

Dicopas dari TEMPO Interaktif

1 Komentar

Filed under Copy Paste