Monthly Archives: Juni 2010

Kesejahteraan Telah Dinikmati Hampir 0,0000027% Warga Indonesia, Semuanya Perwira Polisi!


MEMILIKI KEKAYAAN RATA-RATA DI ATAS 1 MILYAR  UNTUK UKURAN RAKYAT INDONESIA, TENTU SUDAH BISA DIKATAKAN SEJAHTERA. KESEJAHTERAAN SEBAGAIMANA YANG DIAMANATKAN PEMBUKAAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945, YANG MERUPAKAN CITA-CITA BANGSA INDONESIA. SAYANGNYA ITU BARU DIRASAKAN OLEH SEGELINTIR ORANG. ORANG-ORANG ITU ADALAH PERWIRA POLISI YANG DI REKENING MEREKA TERDAPAT TRANSAKSI MENCURIGAKAN BERDASARKAN LAPORAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK), SEHINGGA HARUS DITELUSURI OLEH MARKAS BESAR KEPOLISIAN RI.

Berikut ini sebagian dari warga Indonesia yang telah masuk kategori sejahtera dengan  transaksi yang dicurigai PPATK itu.

1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur
Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)

Tuduhan:

Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.

“Saya baru tahu dari Anda.”
Mathius Salempang, 24 Juni 2010


2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri

Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005)

Tuduhan:

Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.

“Dana itu bukan milik saya.”
Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010

3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian
Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008)

Tuduhan:
Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

“Berita itu sama sekali tidak benar.”
Budi Gunawan, 25 Juni 2010

4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian
Kekayaan: Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008)

Tuduhan:

Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.

“Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.”
Badrodin Haiti, 24 Juni 2010

5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal
Kekayaan: Rp 1.587.812.155 (per 2008)

Tuduhan:
Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.

“Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.”
(M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)

6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri
Kekayaan: belum ada laporan

Tuduhan:

Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.

“Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.”
Bambang Suparno, 24 Juni 2010

Sumber : TEMPO Interaktif

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Copy Paste

“Rekening Gendut Perwira Polisi” Menggendutkan Oplah Majalah Tempo


Menggantikan sekitar 30 ribu eksemplar majalah yang hilang di pasaran di kawasan Jakarta,  Sirkulasi Majalah TEMPO mencetak ulang edisi terbarunya dengan cover  “Rekening Gendut Perwira Polisi”.

Menurut Kepala Divisi Sirkulasi dan Distribusi TEMPO Windalaksana, pencetakan ulang  dilakukan Selasa (29/6), pukul 05.00 WIB. “Pagi ini sudah dicetak dan diluncurkan ke pasaran. Kami juga telah menerima laporan bahwa hingga saat ini, tak ada kendala di lapangan,” ujarnya. Sehingga dia menjamin bahwa konsumen bisa mendapatkan majalah TEMPO di tingkat eceran.

Seperti diketahui, Majalah Tempo Edisi terbaru, Senin (28/6) hilang dari pasaran, karena diborong sejak pukul 04.00 WIB oleh sekelompok orang. Salah satu agen Majalah Tempo di kawasan Pramuka mengaku, tumpukan majalah yang baru keluar dari percetakan itu sudah diborong.

“Subuh, sudah diborong orang mirip polisi. Tapi mereka tidak berpakaian dinas” kata Afran Saragih kepada Tempo, Senin (28/6). Membawa mobil, tumpukan majalah itu diangkut dari lapak Saragih di kawasan Pramuka, sebelum Tempo sempat beredar di lapangan. Saragih mengaku, menerima 700 eksemplar Majalah Tempo dan pagi itu sudah tak tersisa satu pun di Lapak.

Terbit dengan Cover ” Rekening Gendut Perwira Polisi”, Majalah pekan ini bergambar seorang polisi tengah memegang seutas tali yang diikatkan pada tiga babi kecil berwarna merah muda diduga menjadi sebab habisnya majalah Tempo dari peredaran.

Sumber : TEMPO Interaktif

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Dengan 110.000 Calon Pengguna : Ada Apa di Domain Baru Situs Porno .XXX?


Situs-situs porno akhirnya mendapat lokalisasi di internet setelah Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) menyetujui pembentukan domain internet baru dengan akhiran .XXX. Domain ini dirancang untuk memarkir situs-situs porno yang selama ini bertebaran di domain umum, seperti .COM, .NET, dan domain lainnya.

Di satu sisi, domain tersebut khusus untuk melokalisasi pengguna internet yang ingin melihat pornografi. Di sisi lain, kehadiran domain tersebut juga diharapkan lebih memudahkan bagi pengguna komputer untuk menyaring situs-situs pornografi yang tidak diinginkan.

Konferensi ICANN yang digelar di Brussels, Belgia, Jumat (25/6/2010), sepakat usulan domain .XXX bisa dilanjutkan proses pembuatannya sebagai top level domain (TLD) baru. Sebelumnya, ICANN tiga kali menolak usulan yang sama sejak tahun 2005, tetapi hasil evaluasi terakhir usulan tersebut tidak bisa ditolak sesuai panduan dan ketentuan yang telah diterapkan pada usulan domain baru yang lain seperti .BIZ untuk bisnis. Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Internet

Pangdam Udayana Meloncat dari Pesawat Sebelum Jatuh


Kegiatan “Terbang Gembira atau Joy Flight ” di Bandara Ngurah Rai, berakhir sedih. Satu dari empat pesawat yang mengikuti kegiatan tersebut, pesawat jenis KT-1 B Woong Bee milik TNI-AU yang ditumpangi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto bersenggolan dengan pesawat lain dan jatuh kemudian terbakar di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis sekitar pukul 15.30 Wita. Pesawat itu jatuh saat hendak landing di bandara, Kamis. Sebelumnya, pesawat itu terbang dan melakukan gerakan aerobatik bersama empat pesawat lainnya.

Pesawat ini rencananya terbang dengan rute Ngurah Rai, Tanah Lot, Gianyar, Padang Bai, Uluwatu kembali di Ngurah Rai.

Terbang Gembira atau Joy Flight yang diselenggarakan oleh Pangkalan TNI AU Ngurah Rai dalam rangka memperkenalkan pesawat KT-1 B Woong Bee kepada Muspida Bali. Pesawat yang akan digunakan untuk mendidik instruktur penerbang Angkatan Udara.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto dikabarkan selamat dari kecelakaan itu setelah terlempar dengan kursi pelontar dan terjun dengan payung parasut.

Mayor Pnb Andi Wijanarko, pilot pesawat berkode Jupiter 630 itu juga selamat setelah terlontar dan menggunakan parasut sebelum pesawat jatuh dan terbakar. Dikabarkan bahwa sesudah jatuh ke seberang Ngurah Rai, ada bunyi ledakan beberapa kali dan terlihat asap tebal.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

VUVUZELA, Terompet Paling Terkenal di Dunia


Ini Piala Dunia pertama yang pertandingannya konstan diiringi suara lebah. Jutaan lebah. Mirip lalat juga. Bukan karena stadion letaknya dengan tempat pembuangan akhir sampah di Afrika Selatan, tapi bunyi dengung itu berasal dari vuvuzela, semacam terompet khas sana. Bahannya dari plastik. Ketika berbunyi berbarengan sestadion, suaranya luar biasa bising.

Nah, jadilah vuvuzela kontroversial. Ada yang bilang vuvuzela bisa merusak pendengaran, karena bunyi bising konstan menderu gendang telinga. Ada juga yang khawatir tak bisa mendengar pengumuman bila, amit-amit, stadion harus dievakuasi. Ruth MecNerney, dokter asal Inggris, kepada AP mengatakan vuvuzela berpotensi menyebarkan virus demam dan flu, “Mengingat banyaknya udara yang ditiupkan lewat vuvuzela,” kata dia.

Kebisingan vuvuzela juga bisa mengganggu pemain. Pelatih harus berteriak lebih keras ke anak-anak yang tengah merumput di lapangan. Tim Denmark misalnya, jadi tak bisa berkomunikasi. “Kami harus menggunakan kontak mata,” kata kiper Thomas Sorensen.

Kata Sorensen, apa pun yang ia teriakkan kepada para bek tak bisa terdengar. Bermain untuk Stoke City di Inggris, ia sudah terbiasa dengan kebisingan chant para pendukung. Tapi vuvuzela, wah beda lagi. Ah, mungkin itu sebabnya dua kali bola nyelonong ke gawangnya saat melawan Belanda.

Tapi, keinginan sejumlah pihak untuk menyingkirkan bahkan melenyapkan vuvuzela dari ritual Piala Dunia, setidaknya di Afrika Selatan, segera pupus. Dengan alasan vuvuzela adalah ikon sepakbola setempat, maka Presiden FIFA Sepp Blatter pun menegaskan menolak permintaan melarang vuvuzela.

Demikian juga dengan Panitia penyelenggara Piala Dunia 2010 yang menyatakan tidak akan melarang Vuvuzela (terompet khas Afrika Selatan) selama turnamen.

“Vuvuzela tidak akan pernah dilarang. Semua orang di dunia menyukai vuvuzela dan hanya sebagian kecil yang menentangnya. Tidak pernah ada pemikiran panitia untuk melarang vuvuzela selama turnamen,” kata juru bicara panitia penyelenggara Piala Dunia 2010, Rich Mkhondo.

Keberadaan terompet vuvuzela menjadi kontroversial sejak turnamen Piala Konfederasi tahun lalu, dimana beberapa pemain mengaku mereka tidak bisa berkomunikasi satu sama lain karena bunyi terompet yang nyaring.

“Lihatlah vuvuzela sebagai kebudayaan Afsel dan cara mereka memeriahkan Piala Dunia 2010. Tolong hormati vuvuzela sebagaimana anda menghormati budaya kami,” kata Mkhondo yang menambahkan vuvuzela juga digunakan suporter negara lain dalam menyemangati tim kesayangannya.

Di sebuah wawancara, pemain tengah Spanyol Andres Iniesta diminta mencoba vuvuzela. Ragu-ragu, ia mencoba. Sudah siap ia mengumandangkan bunyi membahana kepada pemirsa televisi yang menanti-nanti dengan cemas (mungkin). Tapi hasilnya, bah, bunyi ‘ngok’ pun tak keluar.

Iniesta menyerah! Ia memulangkan si vuvuzela ke tangan pembawa acara, yang dengan mudah membunyikan vuvuzela. Sebagai seorang atlet dengan determinasi tinggi, Iniesta tentu mencoba untuk kedua kalinya. Pfhuuuuuttt!!! Lagi-lagi ia gagal.

Vuvuzela vs Iniesta? 2-0!

Sejak Piala Dunia dibuka tanggal 11 Juni lalu, permintaan untuk Vuvuzela meningkat tajam di seluruh Afrika Selatan. “Sepertinya publisitas negatif menguntungkan kami,” kata Brandon Bernado pemilik situs vuvuzela.co.za dan pabrik yang bisa memproduksi 10.000 vuvuzela sehari.

“Produk kami sangat laris. Setiap kali kami membuat vuvuzela lagi, keesokan paginya semua sudah terjual,” katanya.

Menurut pencipta vuvuzela Neil van Schalkwyk yang membuat terompet ini tujuh tahun lalu, industri vuvuzela saat ini bernilai sekitar 50 juta Rand atau sekitar 6,45 juta dolar AS untuk wilayah Afrika Selatan dan Eropa.

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

OC Kaligis : Penyebar Video Porno Dibekuk, ………….


Tim kuasa hukum Ariel ‘Peterpan’ dan Luna Maya mendesak polisi terus memburu pelaku penyebar video. Bila si pelaku sudah dibekuk, selanjutnya tinggal kroscek dengan tiga artis yang wajahnya mirip dalam video mesum.

“Setelah itu baru dikonfrontasi. Jadi, siapa yang menyebarluaskan?” kata pengacara Ariel dan Luna, OC Kaligis.

Menurut pengacara senior yang bisa disapa OC ini, polisi akan memburu siapa pelaku yang mengedarkan video. Bila pemburuan itu membuahkan hasil, kata OC, akan ditelusuri lagi perangkat keras atau hard disk utama penyimpan gambar video.

“Tapi musti dicari hard disk-nya. Lalu dianalisis forensik digital. Setelah itu kalau yang ditangkap sudah ditemukan, dikonfrontasi. Dan dicari tahu diambilnya di mana,” kata dia.

Bila perangkat utama itu ditemukan, maka akan dicari tahu mengapa barang itu bisa kembali ditayangkan? Karena sebelumnya, OC menyebut video ini diduga dibuat empat tahun lalu.

“Bisa juga empat tahun yang lewat sudah di-delete, tapi bisa dibuka. kalau penyebarnya tertangkap, kan sudah habis cerita. Di situ baru ketahuan,” kata OC.

Ariel dan Luna Maya sudah membantah keras bahwa video itu berisi adegan yang diperankan mereka. Kedua artis top ini menyerahkan sepenuhnya pengusutan kepada polisi.

“Motifnya bisa banyak sekali. Mungkin, kan dalam dua tahun saya nggak keluar album, baru bulan depan. Ini pas banget satu bulan, terjadi hal ini. Ini kan pastinya lebih ke pembunuhan karakter,” kata Ariel

VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Roy Suryo : Video Porno Ariel dan Luna Telah Melibatkan Sejumlah Menteri dan Pemuka Agama


Sebagai seorang pakar telematika, Roy Suryo memang dituntut jeli. Ia menyampaikan temuan baru bahwa dalam video mirip Ariel dan Luna Maya yang beredar dalam dua versi (2 menit 37 detik, dan 6 menit 49 detik), terdapat tiga orang pelaku. Mereka adalah lelaki mirip Ariel, perempuan mirip Luna Maya, dan seorang lelaki berperut buncit.

Siapa gerangan lelaki berperut buncit yang dimaksud Roy? “Saya tidak bisa menjustifikasi sekarang. Tunggu saja. Saya berusaha mengidentifikasinya secara lebih cepat,” jawab Roy dalam sebuah perbincangan di kediamannya, kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Dalam kesempatan itu, Roy mengutarakan bahwa kasus tersebut bukanlah ranah privat, melainkan sudah menjadi ranah publik. Penjelasan Roy sekaligus membantah pendapat yang menyebut video porno mirip Ariel-Luna merupakan ranah privat. “Masalah ini sudah melibatkan banyak orang, termasuk Wakil Presiden Boediono, sejumlah menteri, pemuka agama, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Jadi, persoalan tersebut sudah menjadi milik publik,” katanya.

Atas dasar itu, Roy bersedia membantu pihak kepolisian untuk mengungkap siapa saja yang bersalah dalam peredaran video porno itu. “Jika yang mengedarkan, maka akan dikenakan Undang-Undang ITE, mereka yang mencuri akan dikenakan pasal pencurian, mereka yang melakukan perbuatan asusila akan digunakan Undang-Undang Pornografi,” ujarnya.

Yahoo! OMG

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Elza Syarif : Ariel, Luna, Cut Tari Diancam Pidana 12 Tahun Penjara dan Denda 6 Miliar


DENGAN BEREDARNYA VIDEO MESUM KETIGA ARTIS TERSEBUT, YANG JADI KORBAN ADALAH MASYARAKAT. ORANG TUA TERUTAMA IBU-IBU PADA RIBUT, KHAWATIR ANAK-ANAKNYA KE WARNET UNTUK LIHAT DAN DOWNLOAD VIDEO MEREKA, ITU SUDAH MERUSAK MORAL DAN PSIKOLOGI ANAK.

Terkait video mesum yang beredar, sejauh ini Ariel, Luna Maya dan Cut Tari masih berstatus korban dalam pemeriksaan pihak kepolisian. Ketiga artis yang mirip dalam video porno tersebut memang sudah memenuhi panggilan. Namun dari kacamata praktisi kuasa hukum, Elza Syarif, S.H, mereka bukanlah korban.

“Sekarang memang baru tahap awal pemeriksaan tapi menurut saya mereka itu bukan korban tapi pembuat video. Logika kita jangan terbolak-balik,”Ujar Elza. “Mereka pelaku dan pembuat,” imbuhnya.

Menurut Elza, dengan beredarnya video mesum mirip ketiga artis tersebut, yang jadi korban adalah masyarakat. “Orang tua terutama ibu-ibu pada ribut, khawatir anak-anaknya ke warnet untuk lihat dan download video mereka,” katanya. “Itu sudah merusak moral dan psikologi anak,” lanjutnya.

Lebih lanjut Elsa menuturkan, dalam pasal Undang-undang Pornografi setiap orang dilarang membuat, mengkoleksi, memproduksi dalam masalah penyimpangan senggama. Seandainya kebenaran terbukti dan pihak kepolisian menyatakan mereka bersalah, ada beberapa sanksi yang harus didapatnya. “Setiap orang yang melanggar dapat di pidana minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun atau denda 250 juta maksimal 6 milyar,”tutur Elza yang menyebutkan pasal 29 UU tentang Pornografi.

Kalaupun pihak kepolisian tidak dapat menjadikan mereka tersangka, ia yakin masyarakat yang akan menghukumnya. “Tapi sekarang bukan jaman jahiliyah, dicambuk. Kalau bisa dituntaskan, apa polisi mau melawan masyarakat?,” tanyanya.

Yahoo! OMG



1 Komentar

Filed under Umum

Ternyata Nilai Rekening Gayus Rp. 60 Miliar!


Markas Besar Polri menyita uang tunai Rp 60 miliar dari tersangka kasus pajak Gayus Tambunan. Uang itu akan dijadikan barang bukti untuk kasus dugaan korupsi.

“Telah disita uang tunai sekitar Rp 60 miliar yang dilakukan Direktur III Polri di safety box dari Gayus,” kata Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dalam acara sarasehan Ulang Tahun Purnawirawan Polri ke-11, Jakarta Selatan, Selasa 15 Juni 2010.

Menurut Kapolri, penyitaan dilakukan Direktorat III Tindak Pidana Korupsi pada Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim). Pengusutan masalah korupsi dalam kasus Gayus itu dilakukan setelah kasus dugaan mafia hukum sudah tuntas.

“Penyidikan kasus Gayus sudah hampir selesai untuk kasus mafia hukumnya. Sekarang soal masalah korupsinya sedang ditangani Direktur III Bareskrim,” kata Bambang Hendarso.

Saat ini, kata dia, barang bukti uang tunai Rp 60 miliar itu ada di tempat yang aman. Polri juga akan mencari tahu apakah barang bukti uang cash itu juga terkait kasus dugaan pencucian uang.

“Akan didalami apakah ada kaitan dengan money laundering dan lain-lain. Dan itu akan dijadikan barang bukti,” ujar Bambang Hendarso.

VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Roy Suryo : Tiga Video Mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari Tidak Diragukan Lagi, Asli!


Pengamat telematika Roy Suryo diminta Polri untuk menjadi salah satu dari dua saksi ahli kasus video porno mirip artis Ariel ‘Peterpan’, Luna Maya, dan Cut Tari. Roy memastikan, video ketiganya itu asli.

“Saya sudah bisa memastikan per hari ini. Videonya tidak diragukan lagi, asli,” kata Roy Suryo. Roy yang juga anggota DPR mengaku sudah memeriksa tiga video. Dua berisi mirip Ariel dan Luna Maya. Satu lagi berisi Ariel dan Cut Tari. Video Ariel-Luna direkam menggunakan telepon genggam dual kamera sekitar empat tahun silam. Sedangkan video Ariel-Cut Tari direkam dengan handphone jenis communicator dan dibuat sekitar tiga tahun lalu.

Keaslian yang dimaksud Roy Suryo dalam arti, bahwa video itu bukan rekayasa. Tidak adanya rekayasa dalam video itu contohnya adalah tidak ada efek dubbing dalam ketiga video itu.

“Video ini menjadi pangkal dari pemeriksaan yang lain,” kata pria bernama asli Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo ini.

Dengan begitu, menurut Roy, video ini memenuhi syarat seperti yang disebut dalam pasal 5 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), bahwa ada rekaman elektronik atau alat bukti cetaknya.

“Jadi, video ini sudah bisa menjadi alat bukti yang sah. Kalau tidak dipastikan kesahihan video ini, tidak boleh ada orang yang hanya gara-gara mirip lalu diperiksa,” ujarnya lagi.

Roy Suryo diminta Polri untuk menjadi saksi ahli khusus untuk menganalisa dari segi videografis. Sedangkan untuk pemeriksaan informatika, pelacakan Internet Protocol (IP) dan lain-lain itu akan dilakukan M Salahuddin.

Sebelumnya, Ariel dan Luna Maya sendiri sudah membantah kebenaran video itu adalah berisi mereka berdua. Kendati demikian, keduanya menyerahkan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Cut Tari juga membantah bahwa video itu adalah dirinya.

“Yang jelas kita tidak merasa dan kita tidak seperti apa yang orang tuduhkan,” kata Luna Maya kemarin.

VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Prediksi : Brasil vs Korea Utara, Angka Penuh Untuk Sebuah Nama Besar


Dua kali menghadapi tim-tim Asia di Piala Dunia, Brasil selalu bisa melesakkan empat gol; mengalahkan Cina 4-0 di Piala Dunia 2002, dan mempecundangi Jepang 4-1 di Piala Dunia 2006.

Brasil tak pernah kalah di laga pembuka Piala Dunia dalam 76 tahun. Spanyol menjadi satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Brasil di laga pembuka Piala Dunia, yaitu tahun 1934.

Namun Carlos Dunga, pelatih Brasil, tak ubahnya menghadapi sekumpulan orang misterius ketika menghadapi Korea Utara di Ellis Park. Bukan tidak mungkin laga ini menjadi mimpi buruk bagi Brasil.

Brasil kerap kesulitan menghadapi tim-tim yang bermain ultra-defensif. Sepanjang kualifikasi, Brasil tiga kali dipaksa bermain tanpa gol oleh Bolivia, Kolombia, dan Venezuela, di depan publiknya.

Dunga memperkirakan Korut, penghuni ranking terendah yang hadir di Piala Dunia 2010, akan menggunakan pendekatan sama. Terlebih, 80 persen pemain yang dibawa Korut ke Afrika Selatan berbasis di dalam negeri.

Kim Jong-hun, pelatih Korut, lebih misterius lagi. Ia tertutup bagi pers, dan tak banyak mengumbar kata. Laga pemanasan Korut juga tak banyak mendapat liputan media, sehingga Brasil harus banyak belajar dari tim-tim yang pernah menghadapinya.

Yang diketahui Dunga terbatas pada satu hal; Korut memiliki kenangan manis di Piala Dunia 1966, ketika menyingkirkan Italia, dan bermain luar biasa sebelum dikalahkan Portugal 5-3 di perempat final.

Masukan bagi Dunga datang dari Gerardo Martino, pelatih Paraguay. Menurut Martino, Korut adalah yang mampu bertahan dengan sangat baik, sangat cepat melakukan serangan balik, dan menyulitkan lawan di semua lini.

Sven-Goran Eriksson, pelatih Pantai Gading, punya kesan sama. Menurutnya, terlalu sedikit orang tahu tentang Korut, tapi mampu bermain dengan baik. Korut, lanjut Eriksson, memiliki sekumpulan pemain tak kenal lelah.

Hasil laga persahabatan Korut memang tidak mengesankan, tapi itu bukan alasan bagi Brasil untuk meremehkannya. Berbeda dengan Korut, hasil laga persahabatan Brasil sangat mengesankan, tapi tidak ada jaminan Tim Samba bisa menduplikasinya di laga pertama Grup G.

Brasil
15-10-2009 Brasil 0 – 0 Venezuela
15-11-2009 Brasil 1 – 0 Inggris
17-11-2009 Oman 0 – 2 Brasil
03-03-2010 Irlandia 0 – 2 Brasil
02-06-2010 Zimbabwe 0 – 3 Brazil

Korea Utara
18-03-2010 Meksiko 2 – 1 Korea Utara
22-04-2010 Afsel 0 – 0 Korea Utara
15-05-2010 Paraguay 1 – 0 Korea Utara
26-05-2010 Yunani 2 – 2 Korea Utara
06-06-2010 Nigeria 3 – 1 Korea Utara

Situasi Brasil
Julio Cesar kembali ke bawah mistar, setelah absen dalam laga persahabatan melawan Tanzania akibat cedera punggung. Satu-satunya yang membuat pening pelatih Carlos Dunga adalah memilih antara Elano dan Ramires.

Elano lebih berpengalaman. Ramirez punya bakat, dan berpotensi bersinar sejak laga pertama. Dunga tidak ingin ambil risiko dengan meninggalkan Elano. Ia menjadikannya sebagai starter. Ramires akan diberi kesempatan beberapa menit di babak kedua.

Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos, Felipe Melo, Gilberto Silva, Elano, Kaka, Robinho, Luis Fabiano.

Situasi Korea Utara
Pelatih Kim Jong-hun hanya akan kehilangan Kim Yong-jun, yang terkena larangan berlaga. Ia tidak terlalu gundah, karena Korut sama sekali tidak kehilangan kekuatan. An Yong-hak dan Jong Tae-se akan menjadi tumpuan negeri Stalinist terakhir di muka bumi.

Korut relatif hanya mengandalkan kekuatan mental, dan motivasi mengikuti jejak saudara mereka; Korsel, yang meraih kemenangan pertama. Serta memori 1966. Pilihan bagi Korut adalah meladeni kelebihan teknik Brasil dengan pendekatan fisik.

Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Ri Myong-guk, Ri Kwang-chon, Nam Song-chol, Pak Chol-jin, Ri Jun-il, Ji Yun-nam, Mun In-guk, An Yong-hak, Pak Nam-chol, Hong Yong-jo, Jong Tae-se.

Pemain Layak Diamati

Luis Fabiano: Memang sulit menyebut siapa pemain Brasil layak diamati dalam laga ini. Namun Luis Fabiano berpeluang mengawali upayanya meraih Golden Boot, dengan mengemas dua atau tiga gol pada laga perdana.

Jong Tae-Se: Publik Semenanjung Korea, bahkan seluruh Asia, menyebutnya Asian Rooney. Ia telah membuktikan kualitasnya ketika dua kali membobol gawang Yunani, dan sekali ke gawang Nigeria. Jika lini belakang Brasil mengabaikannya, Jong Tae-se akan menambah koleksi golnya.

Prediksi
Laga ini bukan tidak mungkin menjadi World Cup’s all-time shock bagi Brasil. Namun, siapa berani memprediksi Brasil akan tersungkur. Castrol World predictor memperkirakan peluang Brasil memenangkan laga mencapai 80 persen, meski Korut akan bermain ultradefensif.

Elsaelsi : Brasil 2 – 0 Korut

Goal.com

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

FIFA World Cup 2010 : Warga Korea Utara Dukung Korea Selatan


Warga Korea Utara turut bersorak gembira saat negeri tetangganya Korea Selatan memenangkan pertandingan perdana melawan Yunani, meskipun kedua negara tengah dilanda ketegangan. Demikian dilaporkan surat kabar pro-Pyongyang.

“Pertandingan Korsel melawan Yunani telah menyita perhatian besar warga Korut,” kata Sinbo Chosun, yang diterbitkan di Tokyo. “Penduduk Pyongyang, tanpa pengecualian, bersorak untuk tim Korea Selatan.” Korea Selatan nyaman mengalahkan Yunani 2-0 di pertandingan grup pertama mereka pada hari Sabtu.

Korea Utara, yang memiliki kualifikasi untuk pertama kalinya dalam 44 tahun, bertemu Brasil malam nanti. Korea Utara hanya mendapatkan tayangan tunda Piala Dunia pada stasiun televisi resmi, karena gagal mendapatkan hak siar.

Chosun Sinbo, yang biasanya mencerminkan pemikiran resmi pemerintah komunis itu, mengatakan bahwa rakyat Korut terpaku di depan televisi sambil menonton permainan Park Ji-Sung dkk menghadapi mantan juara Euro 2004 itu. “Siapa yang ingin melihat bangsa dengan garis keturunan yang sama kalah?” tulis koran itu mengutip salah seorang warga Korut. “Apa yang kita benci bukanlah orang-orang Korea Selatan,” tetapi pemerintah konservatif mereka.

Hubungan kedua negara tersebut memang senantiasa memanas. Terakhir, Korsel menuduh Korut berada di belakang tenggelamnya salah satu kapal perang Korsel pada bulan Maret lalu. Namun Korea Utara menyangkal keterlibatan itu dan mengatakan bahwa pembalasan Seoul bisa memicu perang.

Stasiun TV Korsel, SB, mengatakan, ia memiliki hak penyiaran Piala Dunia untuk seluruh semenanjung, namun gagal mencapai kesepakatan dengan Korea Utara.

Kantor Berita Korea Selatan Yonhap melaporkan hari Selasa dari Afrika Selatan, FIFA telah menandatangani kesepakatan untuk mencoba menayangkan permainan secara langsung di Korea Utara. (Antara)

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga

Terancam Pidana 7 Tahun Penjara atau Denda Rp. 5 Miliar, Karena Menyiarkan FIFA World Cup 2010


Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) melakukan razia dan penyegelan terhadap PT Prima Vision, sebuah perusahaan TV berlangganan di Makassar.

Penyegelan dilakukan karena perusahaan milik Rahman Halid tersebut diduga melakukan siaran langsung pelaksanaan Piala Dunia 2010 secara ilegal.

Penyegelan dilakukan langsung oleh tim dari Mabes Polri di kantor PT Prima Vision di Jalan AP Pettarani Makassar, Senin, 14 Juni 2010. Tim tersebut dibantu oleh tim Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar serta dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Jakarta, serta dari PT. Dunia Digital, penyedia decorder resmi Matrix Bola, yang menjangkau siaran PD 2010.

Kuasa Hukum PT. Dunia Digital, Turman Panggabean mengatakan, kliennya terpaksa melakukan razia dan menyegel perusahaan TV berlangganan karena melakukan penyiaran tanpa izin dari PT. Electronic City Entertainment (ECE), sebagai pemegang lisensi utama siaran langsung PD 2010. PT. ECE sebelumnya telah bekerja sama dengan PT. Dunia Digital, sebagai agen resmi dan penyedia decorder merek Matrix Bola.

Menurut Turman, razia dan penyegelan dilakukan setelah sebelumnya mendapat laporan dari Kepolisian tentang adanya kegiatan nonton bareng yang tidak merelai siaran RCTI dan Global TV serta tidak menggunakan recorder Merk Matrix Bola. Siaran langsung tersebut justru menggunakan siaran S3 TV, sebuah siaran televisi dari luar negeri. Pelaksana nonton bareng kemudian menyampaikan, bahwa mereka menggunakan TV berlangganan milik Prima Vision.

“Kami menganggap itu adalah pelanggaran besar, karena pemegang lisensi dari PT ECE untuk pemutaran Piala Dunia 2010 adalah RCTI, Global TV dan PT Dunia Digital,” kata Turman kepada wartawan di Hotel Singgasana Makassar, semalam.

Menurut Turman kerja sama tersebut telah mendapat perlindungan hukum dari Mabes Polri serta dari Kementerian Hukum dan HAM. Lebih dari itu, atas perbuatan penyiaran PD 2010 secara ilegal, telah merugikan pihak PT. ECE, RCTI, Global TV serta PT. Dunia Digital hingga sekitar Rp 600 miliar, sesuai harga lisensi yang dibayar PT. ECE kepada FIFA World Cup South Africa.

Atas perbuatan tersebut, Turman menilai, PT Prima Vision telah melakukan pelanggaran terhadap UU tentang Hak Cipta, yang diatur dalam pasal 72 Nomor 19 tahun 2002. Turman juga mengatakan, bahwa PT. Prima Vision terancam pidana 7 tahun penjara dan/atau denda Rp. 5 miliar atas tindakan pembajakan itu. “Ini akan kami serahkan kepada pengadilan,” ujarnya lagi.

Sementara, pantauan VIVAnews, dalam razia tesebut, mereka menyita sebuah decoder yang mengambil siaran S3 TV. Hal itu akan dijadikan barang bukti atas pembajakan siaran langsung Piala Dunia 2010 oleh Prima Vision. Pihak Prima Vision sendiri tidak bisa berbuat apa-apa atas penyegelan itu.

VIVAnews

Tinggalkan komentar

Filed under Lainnya

Prediksi FIFA World Cup 2010 : Dengan Argentina di Final, Brazil Juara!


PEREMPAT FINAL

Prediksi Bagian Satu

2 Juli 2010

Belanda v Brazil, 2 – 2

(Brazil menang melalui tendangan penalti)

Uruguay v Ghana, 1 – 2

Prediksi Bagian Dua

3 Juli 2010

Argentina v Jerman, 3 – 1

Paraguay v Spanyol, 1 – 2

SEMI FINAL

Prediksi Bagian Dua

6 Juli 2010

Ghana v Brazil, 0 – 1

Prediksi Bagian Satu

7 Juli 2010

Argentina v Spanyol, 3 – 1

Prediksi Perebutan TEMPAT KETIGA

Spanyol v Ghana, 1 – 2

Prediksi Pertandingan FINAL

FIFA World Cup 2010

Brazil v Argentina, 2 – 1

7 Komentar

Filed under Olahraga

Prediksi : Afrika Selatan Melanjutkan Sejarah dengan 1 Gol


TAPI SETAHUN TERAKHIR, AFSEL BERUBAH TOTAL. TAK PERNAH KALAH DI 12 PERTANDINGAN SEJAK DITANGANI KEMBALI CARLOS ALBERTO PARREIRA ADALAH SALAH SATU BUKTINYA. PADA PERTANDINGAN PERTAMA PIALA DUNIA 2010 TIM ’BAFANA BAFANA’ JUGA TIDAK AKAN KALAH, MESKIPUN HANYA DENGAN HASIL IMBANG 1 – 1 LAWAN MEKSIKO.

Di tengah euforia pembukaan Piala Dunia 2010–yang ditandai pertandingan Afrika Selatan versus Meksiko di Soccer City Stadium, Johannesburg, Jumat malam–memang ada pertanyaan yang menggelitik. Apakah Afsel bisa meneruskan tren tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama? Seberapa jauh Afsel bisa melaju? Apakah mereka bisa meneruskan tren tuan rumah setidaknya lolos sampai babak kedua? Atau justru mereka akan jadi tuan rumah pertama yang gagal?

Fakta dan sejarah mencatat; 1. Tidak pernah ada tuan rumah yang kalah di pertandingan pertama. 2. Tidak pernah ada tuan rumah yang gagal melangkah ke babak selanjutnya.

Bagaimana dengan Afsel?

Sejak Uruguay 1930 sampai Jerman 2006–18 Piala Dunia–data menunjukkan tuan rumah tak pernah kalah di pertandingan pertama yang mereka lakoni; 12 kali menang dan 6 kali seri. Selama itu juga tak ada tuan rumah yang gagal di putaran pertama. Enam diantaranya bahkan menjadi juara; Uruguay (1930, 1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), dan Prancis (1998).

Dengan peringkat 83 versi FIFA, Afsel menjadi tuan rumah dengan ranking terendah sejak 1930. Apalagi di Grup A mereka harus bergabung dengan tim-tim yang berada di atas peringkat mereka. Selain Meksiko yang punya talenta pemain, di grup ini juga bercokol mantan juara dunia Uruguay, dan Prancis eks-juara lainnya yang juga runner-up empat tahun lalu.

Prestasi Afsel di Piala Dunia belum bisa dibanggakan. Bafana Bafana baru dua kali berhasil lolos ke putaran final, yaitu di Piala Dunia 1998 Perancis dan Piala Dunia 2002 di Jepang/Korea Selatan. Hasilnya, keduanya rontok di fase grup dengan rekor 2 kali kalah, 3 kali seri, dan hanya sekali menang.

Satu-satunya kemenangan didapatkan ketika gol tunggal Siyabonga Nomvethe menjebol gawang Slovenia di Daegu World Cup Stadium, Daegu, Korea Selatan. Empat tahun lalu mereka bahkan tak sanggup lolos ke Jerman.

Tapi setahun terakhir, Afsel berubah total. Tak pernah kalah di 12 pertandingan sejak ditangani kembali Carlos Alberto Parreira adalah salah satu buktinya. “Semua orang harus menghormati kami. Kami siap bertarung. Kami akan menghadapi semua pertandingan seperti partai final. Kami akan bertarung habis-habisan di semua pertandingan,” kata Parreira.

Parreira boleh menghibur diri. Satu persoalan, amunisi pemain yang dimiliki pelatih yang mengantar negaranya Brasil juara di Piala Dunia 1994, minim sekali. Dari 23 pemain, hanya 7 yang merumput di liga asing. Sisanya, 16 pemain, berlaga di kompetisi domestik. Barangkali hanya nama Steven Pienaar (Everton) dan Bernard Parker (FC Twente) yang cukup dikenal.

Persoalan lain, ya tentunya, Meksiko. Penampilan El Tri tengah menanjak. Mereka mengalahkan juara bertahan Italia 2-1, satu dari delapan kemenangan di 12 uji coba. Pelatih Javier Aguierre bahkan kebingungan memilih siapa penyerang yang akan dimainkannya lantaran banyak banyaknya striker dengan kualitas bagus.

Beberapa prediksi menyebutkan Aguierre akan memainkan pola 4-3-3. Bek Rafael Marquez (Barcelona) dan Carlos Salcido (PSV) akan mengawal lini belakang. Playmaker Andres Guardado (Deportivo la Coruna) mengatur serangan di tengah. Plus trio Giovani Dos Santos (Tottenham Hotspur), Carlos Vela (Arsenal), dan Javier ‘Chicarito’ Hernandez mengisi barisan penyerang. Nama terakhir adalah top skorer Liga Meksiko musim lalu dan musim depan akan jadi penghuni baru Manchester United.

Dengan reputasi tampil 13 kali di Piala Dunia, termasuk dua kali sebagai tuan rumah (1970 dan 1986), Tim Sombrero jelas lebih diunggulkan ketimbang tuan rumah.

Sekarang kita berandai-andai. Kalaupun Afsel mendapat poin dari Meksiko, dua mantan juara, Uruguay (16 Juni) dan Prancis (22 Juni) sudah menunggu. Catatn Uruguay; juara dunia dua kali, tampil di 10 kali Piala Dunia, juara Coppa America 14 kali, dan peringkat 16 dunia.

Prancis? Meski penampilan mereka belakangan ini mendapat sorotan tajam, juara dunia 1998 serta Euro 1984 dan 2000 ini adalah peringkat 9 dunia. Thierry Henry, Franck Ribery, Patrice Evra, Florent Malouda, Nicolas Anelka, dan Yoann Gourcuff berada di jajaran skuad Les Blues.

Rasanya, melihat data di atas tak sulit bagi kita untuk memperkirakan seberapa jauh Afsel bakal melangkah di Piala Dunia kali ini. Tapi ingat, ini adalah sepak bola, apapun bisa terjadi. Hal-hal lain–sejarah, dukungan penonton, dan jangan lupa keberuntungan–kadang mempengaruhi. Yang pasti, di antara tiupan Vuvuzela–terompet khas penonton Afsel–pesta dunia sudah dimulai.

Tinggalkan komentar

Filed under Olahraga

Penyebar Video Porno Ariel – Luna Maya Telah Tertangkap Identitasnya Melalui Alamat IP


Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bekerja sama dengan Polri telah berhasil mengidentifikasi pemosting pertama video porno mirip artis. “Kami bekerja sama dengan kepolisian sudah menemukan siapa yang memposting video tersebut,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Jumat (11/6).

Ia mengatakan, pihaknya bekerja secara maraton dalam beberapa waktu terakhir untuk mengungkap pelaku pemosting video porno mirip artis yang mengundang keresahan masyarakat itu. Gatot menambahkan, pihaknya juga telah memasang target sebelum Piala Dunia 2010 selesai kasus itu telah rampung. “Kami target sebelum Piala Dunia selesai, sudah kami serahkan kepada kepolisian,” katanya.

Gatot juga menegaskan, setelah pihaknya memberikan referensi maka kewenangan untuk melakukan tindakan penegakan hukum ada pada pihak kepolisian. “Ranah kami adalah pada siapa yang mendeliver, mengupload pertama bukan pada siapa pemainnya,” katanya

Pihaknya telah berhasil mengungkap pemosting video porno mirip artis itu pada Kamis kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. “Video diposting pada enam hari lalu dan posting pertama dilakukan pada 10 hari lalu oleh “somebody different”,” kata Gatot. Ia memastikan pelaku pemostingan video porno bukan hanya satu orang. Dan sampai saat ini pihaknya masih berkonsentrasi pada video porno versi satu dan dua.

Gatot menjelaskan, dari alamat Internet Protocol (IP) dapat diketahui bahwa pemostingan dilakukan di Indonesia dari alamat yang berbeda sehingga kemungkinan dilakukan oleh lebih dari satu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelaku tergabung dalam sindikat tertentu. “Pemerintah tidak sedang diam saja, kami melakukan proteksi dan untuk itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat,” katanya.

Liputan 6.com

1 Komentar

Filed under Umum

UNTUK RACHEL CORRIE


Salah satu dari flotilla enam kapal yang mencoba menembus blokade Israel di Gaza itu, dan diserang marinir Israel hingga sekitar sembilan korban tewas, diberi nama “Rachel Corrie”.

Tulisan ini dimuat kembali untuk mengenang pengorbanan mereka, orang-orang asing, dari pelbagai agama dan tanah air, yang mati untuk rakyat Palestina.

***

Rachel Corrie yang ada di surga, selalu kembalilah namamu. Semoga selalu kembali ingatan kepada seseorang yang bersedia mati untuk orang lain dalam umur 23 tahun, seseorang yang memang kemudian terbunuh, seakan-akan siap diabaikan di satu Ahad yang telah terbiasa dengan kematian.

Hari itu 16 Maret yang tak tercatat. Hari selalu tak tercatat dalam kehidupan orang Palestina, orang-orang yang tahu benar, dengan ujung saraf di tungkai kaki mereka, apa artinya “sementara”.

Juga di Kota Rafah itu, di dekat perbatasan Mesir, tempat hidup 140 ribu penghuni-yang 60 persennya pengungsi-juga pengungsi yang terusir berulang kali dari tempat ke tempat. Pekan itu tentara Israel datang, seperti pekan lalu, ketika 150 laki-laki dikumpulkan dan dikurung di sebuah tempat di luar permukiman. Tembakan dilepaskan di atas kepala mereka, sementara tank dan buldoser menghancurkan 25 rumah kaca yang telah mereka olah bertahun-tahun dan jadi sumber penghidupan 300 orang-orang-orang yang sejak dulu tak punya banyak pilihan.

Tentara itu mencari “teroris”, katanya, dan orang-orang kampung itu mencoba melawan, mungkin untuk melindungi satu-dua gerilyawan, mungkin untuk mempertahankan rumah dan tanah dari mana mereka mustahil pergi, karena tak ada lagi tempat untuk pergi.

Saya bayangkan kini Rachel Corrie di surga, sebab hari itu ia, seorang perempuan muda dari sebuah kota yang tenang di timur laut Amerika Serikat, memilih nasibnya di antara orang-orang di Rafah itu: mereka yang terancam, tergusur, tergusur lagi, dan tenggelam. Hari itu ia melihat sebuah buldoser tentara Israel menderu. Sebuah rumah keluarga Palestina hendak dihancurkan. Dengan serta-merta ia pun berlutut di lumpur. Ia mencoba menghalangi.

Tapi jaket jingga terang yang ia kenakan hari itu tak menyebabkan serdadu di mobil perusak itu memperhatikannya. Prajurit di belakang setir itu juga tak mengacuhkan orang-orang yang berteriak-teriak lewat megafon, mencoba menyetopnya. Buldoser itu terus. Tubuh itu dilindas. Tengkorak itu retak. Saya bayangkan Rachel Corrie di surga setelah itu; ia meninggal di Rumah Sakit Najar.

***

Rachel yang di surga, selalu kembalilah namamu. Korban dan kematian di hari ini menjadikan kita sebaya rasanya. Kau terbunuh di sebuah masa ketika tragedi dibentuk oleh berita pagi, dan makna kematian disusun oleh liputan yang datang dan pergi dengan sebuah kekuasaan yang bernama CNN. Tahukah kau, di seantero Amerika Serikat, tanah airmu, tak terdengar gemuruh suara protes yang mengikuti jenazahmu?

Tentu kita maklum, bukan singkat ingatan semata-mata yang menyebabkan sikap acuh tak acuh setelah kematianmu di hari itu. Bayangkanlah betapa akan sengitnya amarah orang dari Seattle sampai dengan Miami, dari Gurun Mojave sampai dengan Bukit Capitol, seandainya kau, seorang warga negara Amerika, tewas di tangan seorang Palestina yang melempar batu.

Tapi kau tewas di bawah buldoser tentara Israel; kau berada di pihak yang keliru, anakku. Itulah memang yang diutarakan beberapa orang di negerimu ketika mereka menulis surat ke The New York Times. Mereka menyalahkanmu. Sebab kau datang, bersama tujuh orang Inggris dan Amerika lain, untuk menjadikan tubuhmu sebuah perisai bagi keluarga-keluarga Palestina yang menghadapi kekuatan besar pasukan Israel di kampung halaman mereka.

Kau melindungi teroris, kata mereka. Meskipun sebenarnya kau datang dari Olympia, di dekat Teluk Selatan Negara Bagian Washington, bergabung dengan International Solidarity Movement, untuk mengatakan: “Ini harus berhenti.”

Kau salah, Rachel, kata mereka. Tapi kenapa? Dalam sepucuk e-mail bertanggal 27 Februari 2003 yang kemudian diterbitkan di surat kabar The Guardian, kau menulis, “Kusaksikan pembantaian yang tak kunjung putus dan pelan-pelan menghancurkan ini, dan aku benar-benar takut…. Kini kupertanyakan keyakinanku sendiri yang mendasar kepada kebaikan kodrat manusia. Ini harus berhenti.”

Saya bayangkan Rachel di surga, saya bayangkan ia agak sedih. Ia dalam umur yang sebenarnya masih pingin pergi dansa, punya pacar, dan menggambar komik lagi untuk teman-teman sekerjanya. Tapi di sini, di Rafah, ada yang ingin ia stop; bersalahkah dia? Beberapa kalimat dalam surat kepada ibunya menggambarkan perasaannya yang intens: “Ngeri dan tak percaya, itulah yang kurasakan. Kecewa.”

Ia kecewa melihat “realitas yang tak bermutu dari dunia kita”. Ia kecewa bahwa dirinya ikut serta di kancah realitas itu. “Sama sekali bukan ini yang aku minta ketika aku datang ke dunia ini,” tulisnya. “Bukan ini dunia yang Mama dan Papa inginkan buat diriku ketika kalian memutuskan untuk melahirkanku.”

Apa yang mereka inginkan, Rachel, dan apa yang kau minta?

Berangsur-angsur kau pun tahu: kau tak menghendaki sebuah rumah yang begitu nyaman, begitu “Amerika”, hingga si penghuni tak menyadari sama sekali bahwa ia sebenarnya berpartisipasi secara tak langsung dalam sesuatu yang keji, yakni “dalam pembantaian”.

***

Itulah sebabnya kau berangkat ke Palestina. “Datang ke sini adalah salah satu hal yang lebih baik yang pernah kulakukan,” begitu kau tulis pada 27 Februari 2003. “Maka jika aku terdengar seperti gila, atau bila militer Israel meninggalkan kecenderungan rasialisnya untuk tak melukai orang kulit putih, tolong, cantumkanlah alasan itu tepat pada kenyataan bahwa aku berada di tengah pembantaian yang juga aku dukung secara tak langsung, dan yang pemerintahku sangat ikut bertanggung jawab.”

Ia menuduh dirinya sendiri ikut bersalah. Tapi ia meletakkan kesalahan yang lebih besar pada pemerintahnya.

Rasanya ia betul. Saya kira ia bahkan bisa juga menggugat jutaan orang Amerika lain yang senantiasa membenarkan apa yang dilakukan Ariel Sharon-hingga dalam keadaan perang dengan Irak sekalipun, dari Washington, DC, datang tawaran satu triliun dolar untuk bantuan militer langsung kepada Israel, di celah-celah berita tentang orang Palestina yang ditembak dan dihalau, di antara kabar tentang anak-anak Palestina yang tewas. Bukan main-cuma beberapa hari setelah seorang Amerika tewas ditabrak buldoser di Kota Rafah!

Jika ada kepedihan hati di sana, kau pasti mengetahuinya lebih intim, Rachel. Dari lumpur Kota Rafah itu kau pasti mengerti apa yang jarang dimengerti orang Amerika: kekerasan bisa muncul di puing-puing itu, sebagai bagian dari usaha untuk, seperti kau katakan dalam suratmu, “melindungi fragmen apa pun yang tersisa”.

Kau akan bisa menunjukkan bahwa Usamah bin Ladin dan Saddam Hussein, dengan wajah mereka yang setengah gelap, menjadi penting karena mereka bisa bertaut dengan gaung Palestina di mana segalanya telah direnggutkan. Sampai hari ini, yang terdengar sebenarnya adalah sebuah gema dari geram bertahun-tahun yang terkadang kacau, terkadang keras, dan senantiasa kalah.

Senantiasa kalah-di Yerusalem, di Kabul, di Bagdad.

Tapi adakah kalah segala-galanya? Tidak, kau pasti akan bilang, semoga tidak. Dalam suratmu bertanggal 28 Februari, kau ceritakan kepada ibumu sesuatu yang menyebabkan engkau merasa lebih mantap sedikit, di antara perasaan pahitmu menyaksikan hidup yang dibangun oleh ketidakadilan. Tak semuanya ternyata hanya ngeri, tak percaya, dan kecewa. Di celah-celah luka yang merundung penghuni Palestina yang kau kenal di Rafah, kau menemukan sesuatu yang tidak pernah kau lihat dalam hidupmu sebelumnya: “…satu derajat kekuatan dan kemampuan dasar manusia untuk tetap menjadi manusia”. Dan kau punya sepatah kata untuk itu: dignity.

Tapi apa kiranya yang bisa didapat dari dignity, dari harga diri, yang menyebabkan manusia tak melata di atas debu sebelum menggadaikan segala-galanya? Tak banyak, juga sangat banyak.

Yang lemah akan tetap roboh. Tapi di depan tubuh yang tergeletak di lumpur, tubuh yang terjerembap dan menuding ketidakadilan, kemenangan sang superkuat sekalipun akan terhenti: ia hanya ibarat sebuah buldoser yang sekadar menghancurkan. Genggaman itu kosong. Penaklukan itu ilusi.

Ya, Rachel yang ada di surga, semoga namamu selalu akan kembali. Kini memang saya bimbang. Tapi masih ingin saya percaya bahwa tak mustahil akan ada sebuah ruang di mana yang lemah tak terusir, dan yang lain bisa sewaktu-waktu berteriak “Stop kau!”-dan sebab itu merdeka.

Goenawan Mohamad

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Ibu Bung Karno Melahirkan…..


Hari Ini 110 Tahun Lalu

6 Juni 1901, Bung Karno yang kita kenal sebagai “The Founding Father” lahir di Lawang Seketeng Surabaya, Ayahnya Raden Soekemi Sosrodihardjo, memberinya nama Koesno. Karena sering sakit – sakitan saat kecilnya dulu, akhirnya nama Kusno diganti dengan SOEKARNO. Setidaknya itulah, fakta yang hingga kini selalu kita ketahui. Sedang ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben, menjulukinya “Putera Sang Fajar”, karena Bung Karno dilahirkan saat fajar menjelang pagi.

Peristiwa itu terjadi 110 tahun yang lalu. Soekemi Sosrodihardjo sang ayah, juga Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben, tentu memiliki harapan besar pada sang jabang bayi yang mereka cintai dan sayangi itu. Sebuah harapan agar kelak jabang bayi, bisa membawa kebaikan dan kehidupan serta penghidupan yang layak bagi dirinya sendiri, kedua orang tuanya, juga kemakmuran bagi bangsanya.

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Umum

Gaza : Penjara Terbesar di Dunia!


AMNESTI INTERNASIONAL : EMPAT DARI LIMA PENDUDUK GAZA DALAM KEADAAN TAK BERDAYA

Perempuan itu  membuai bayinya yang kurus di dapur rumahnya yang sempit–di mana dia tinggal bersama 21 anggota keluarga lainnya–di Gaza, kota di Palestina yang diblokade militer Israel. Menghela nafas berat, dia memandangi putri kecilnya dengan nelangsa.

Saat itu, Olfat (25) dan anaknya baru pulang dari sebuah pusat kesehatan di  wilayah Al Sabara, dekat Gaza. Ibu muda itu cemas dengan kondisi anaknya yang tak normal. Doha namanya. Usianya sudah sembilan bulan, namun berat badannya hanya setengah dari berat rata-rata bayi seusianya. Kata dokter, Doha menderita malnutrisi.

“Aku tak punya uang untuk memberinya makan. Kami tak punya uang untuk memeberi makan diri kami sendiri,” kata Olfat, dengan suara tercekat, seperti dikabarkan laman Telegraph, 6 Mei 2010.

Beberapa mil dari Gaza, tepatnya di Beit Hanoun, Iyas Al Kafarna dihantui perasaan takut. Bocah 12 tahun itu tak pernah berani melangkahkan kaki ke luar rumah. “Perbatasan dengan Israel hanya empat mil dari sini. Aku berada di wilayah tembak mereka… Aku tak mau tentara Israel menembakku,” kata Iyas.

Menurut lembaga kemanusiaan Save the Children mayoritas anak di Gaza mengalami gangguan psikis berupa rasa takut berlebihan, insomnia, dan
depresi. Sekalipun tak terlihat, tentara Israel sepeti ‘hantu’. Mayoritas penduduk Gaza selalu menutup rapat-rapat gordin jendela. Mereka merasa selalu diawasi.

Masih di kota yang sama, nestapa lain dialami Rabah, seorang bocah tujuh tahun. Trauma fisik membuat kakinya kehilangan fungsi. Tim dokter dari Slovenia menawari perawatan gratis di negara mereka. Namun, permintaan agar Rabah bisa keluar Gaza selalu ditolak Israel. Tanpa alasan.

“Rabah hanya satu dari jutaan kisah serupa yang akan kau dengar di mana pun di Gaza. Di sini, jika kau kehilangan anggota badan, menderita infeksi, atau hanya terluka karena sayatan benda tajam, itu bisa berarti malapetaka,” kata Paolo Pellegrin, fotografer yang mengabadikan kehidupan masyarakat Gaza di bawah bayang-bayang Israel.

Dilindas Buldoser
Sudah tiga tahun Israel mengurung Gaza, sejak Juni 2007, baik di darat,
udara, maupun laut. Enam pintu keluar Gaza ditutup, termasuk Raffah yang berbatasan dengan Mesir. Lapangan terbang dihancurkan, pelabuhan dan laut dikepung Angkatan Laut Israel. Sekitar 1,5 juta penduduk Gaza terkurung tak berkutik.

Israel berdalih blokade itu untuk menghukum Hamas, partai berkuasa di
Palestina setelah menang pemilu 2006. Hamas dianggap bertanggung jawab atas berbagai serangan roket ke wilayah Israel. Pemerintah Israel beralasan blokade itu diperlukan untuk menyumbat aliran senjata ke wilayah Gaza.

Hanya saja, alih-alih semata senjata, blokade Israel menghalangi pasokan apa pun. Tak peduli apakah itu makanan, keperluan rumah tangga, ataupun bahan bangunan untuk menambal rumah yang bolong dihajar misil atau buldoser Israel.

Laporan Amnesti Internasional 2010 menyebutkan empat dari lima penduduk Gaza dalam keadaan tak berdaya. Mereka hidup bergantung pada bantuan internasional.

“Yang paling menderita adalah anak-anak, orang tua, tuna wisma, dan mereka yang sakit, termasuk mereka yang perlu mendapat perawatan di luar Gaza; bukan kaum militan yang bertanggung jawab menembakkan roket ke wilayah Israel,” Amnesti Internasional menyatakan.

Lebih jauh, lembaga itu menyebutkan militer Israel bahkan menyerang rumah sakit, petugas medis, serta relawan organisasi kemanusiaan internasional. Setidaknya 15 dari 27 rumah sakit di Gaza rusak berat bahkan hancur, 30 ambulans rusak, dan 16 petugas medis tewas.

Amnesti Internasional tidak menemukan bukti bahwa Hamas atau anggota
kelompok militan bersenjata bersembunyi di rumah sakit atau memanfaatkan bangunan itu menjadi markas sebagaimana yang selalu dijadikan alasan setiap serangan Israel.

“Ratusan penduduk sipil terbunuh akibat serangan jarak jauh militer Israel
yang dilancarkan dari pesawat tempur, helikopter, atau tank yang disiagakan beberapa kilometer dari target.”

“Para korban tidak tewas di tengah pertempuran atau saat menjadi perisai kelompok militan. Mereka tewas saat sedang tidur, mengerjakan aktivitas sehari-hari, atau saat bermain. Beberapa korban sipil, termasuk anak-anak, ditembak dari jarak dekat, dalam posisi yang tidak mengancam militer Israel,” demikian tertera dalam laporan Amnesti Internasional.

Penjara-terbuka

“Tidak, Israel tidak sedang menghukum Hamas, tapi menghukum seluruh masyarakat sipil Gaza atas kesalahan yang tidak mereka lakukan,” tulis pemenang Nobel Perdamaian 1976 asal Irlandia, Mairead Maguire.

Dengan kedua matanya, Mairead melihat sendiri bagaimana porak porandanya Gaza dan derita warganya saat mengunjungi wilayah itu di tahun 2008. Mairead yang mulai renta tak tinggal diam. Pada 2009 dia mencoba menembus blokade Israel untuk mengirim bantuan, dan gagal. Tentara Israel menyerbu kapal dia dan rekan-rekannya, menahan para aktivis selama seminggu, sebelum akhirrnya mendeportasi mereka ke negara masing-masing.

Dengan lantang, Mairead menuding Israel telah melanggar hukum internasional termasuk Konvensi Jenewa. Dia juga mengecam beberapa negara dan lembaga-lembaga dunia yang mendiamkan aksi brutal itu.

“Israel mengubah Gaza menjadi penjara-terbuka terbesar di dunia. Penduduknya dikurung dari darat, laut, dan udara,” Mairead menulis.

Derita Gaza diperparah aksi-aksi militer Israel, terkhusus Operasi “Cast
Lead” sejak Desember 2008 hingga Januari 2009. Ketika itu bom dan fosfor putih dijatuhkan ke pemukiman penduduk sipil. Akibatnya, 1.400 orang tewas, termasuk lebih dari 400 anak-anak. Sisa-sisa fosfor mempolusi tanah dan meracuni penduduk Gaza. Kanker pun menyebar.

“Di mana harapan untuk mereka? Di mana cinta untuk Gaza? Komunitas internasional gagal melindungi Gaza dan tidak bersikap tegas menentang kebrutalan Israel,” kata Mairead yang kini berada di Kapal Rachel Corrie dalam perjalanan menuju Gaza.

Kapal Rachel Corrie–demikian dinamai untuk menghormati aktivis kemanusiaan AS yang tewas dilindas buldoser Israel–akan mencoba menembus Gaza, paska serangan militer Israel ke Freedom Flotilla yang menewaskan 19 relawan dan melukai puluhan lainnya.

Sebenarnya, Kapal Rachel Corrie bergabung dengan Mavi Marmara memasuki Gaza. Namun, karena ada kerusakan mesin, Kapal Rachel Corrie tidak bisa melanjutkan perjalanan. Baru saat ini Kapal Rachel Corrie kembali berlayar menuju Gaza

Toh, Mairead menulis, masyarakat Gaza adalah masyarakat yang tak pernah menyerah. “Apapun yang kulihat di Gaza hancur. Tapi penduduk yang aku temui di jalan semua tersenyum.”

Juga dengarlah analisis Fernando Rossi, politisi Italia yang mengunjungi Gaza pada 2008, “Israel menyangka Gaza akan seperti Yugoslavia. Setelah dibombardir, orang akan mengabaikan Hamas. Israel salah besar. Makin kejam mereka disiksa, makin kuat mereka.”

Amnesty International- BBC- Telegraph

Tinggalkan komentar

Filed under Umum

Kenapa Harus Ada Misi Maut Menembus Blokade Israel?


BAYANGAN tragedi itu masih melekat di ingatan Ferry Nur. Berada di atas kapal Mavi Marmara, kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, dia menjadi saksi sekaligus korban dari serangan tentara Israel.

Ferry sedang shalat berjamaah ketika kapal itu mendekati perairan Israel. Dia berada di lantai dua. Tiba-tiba terdengar suara gaduh di geladak, dan imam mempercepat shalat. Setelah jamaah bubar, dia berlari ke lantai tiga.

Kapal mereka rupanya dicegat tentara Israel. “Saya dengar jelas sekali mereka menurunkan tentara di dekat nakhoda,” ujar Ferry, koordinator Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), kepada wartawan.

Selanjutnya, kegaduhan tambah menggila. Sleeping bag dan tikar berterbangan. Lalu ada letusan gas air mata serta peluru timah. Sejumlah korban jatuh, dan meninggal.

Ferry sempat melihat ke sisi kiri. Ada dua kapal perang, dan tiga kapal cepat. Dia dan rekannya yang berada di sisi kapal, lalu menyemprotkan air. Mereka mencegah tentara dari kapal perang Israel memanjat Mavi Marmara. Terdengar rentetan suara tembakan.

Dua rekannya, Oktvianto Baharudin (aktivis Kispa) tertembak di tangan dan kaki. Surya Fahrial, seorang jurnalis Suara Hidayatullah ditembak di bagian dada. “Dalam tempo satu jam, kapal berhasil diambil alih mereka,” ujar Ferry.

Tentara Israel lalu memborgol relawan. “Ada yang kepalanya ditendang, dipukuli. Mereka teriak-teriak ‘Sit down! Sit down!’”. Nahkoda diambilalih dan kapal dibelokkan ke Pelabuhan Ashdod.

Selama 12 jam, tangan mereka terborgol, bentakan bertubi-tubi, tak boleh ke toilet, dan tak ada makan dan minum. “Kami juga tidak diperbolehkan shalat, sehingga kami sholat sambil jongkok atau duduk dengan tangan terborgol,” Ferry mengisahkan.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada 31 Mei lalu. Tentara Israel menyerang para peserta konvoi “Armada Kebebasan untuk Gaza” (Freedom Flotilla to Gaza) – yaitu misi tak resmi pembawa bantuan kemanusiaan ke wilayah Palestina di Gaza, yang diblokade Israel selama tiga tahun.

Armada terdiri dari enam kapal. Para awaknya yang tak bersenjata itu, dicegat oleh pasukan komando, dan kapal angkatan laut Israel di perairan internasional. Mereka dilarang bergerak menuju perairan Gaza.

Aksi cegat itu berujung pada insiden berdarah. Sedikitnya sembilan aktivis tewas oleh berondongan tembakan tentara Israel. ??Dunia mengecam aksi brutal Israel itu. Masyarakat internasional menilai aksi itu sebagai pembajakan di laut netral, dan kejahatan internasional. PBB dan sejumlah negara pun menyerukan penyelidikan atas insiden Flotilla.

Tapi Israel berkilah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pejabatnya, menyatakan penembakan itu untuk membela diri, setelah pasukan mereka diserang begitu turun dari helikopter. Bagi Israel, pencegatan itu mereka lakukan untuk memastikan tak ada penyelundupan material yang bisa digunakan Hamas, organisasi radikal yang kini menguasai Gaza, untuk dijadikan senjata.

Seorang wartawan Israel malah menyebut selama ini Hamas menggunakan banyak bahan selundupan untuk membuat roket yang ditembakkan ke wilayah Israel. Soal kebutuhan di Gaza, seperti makanan, tak pernah diblokade. Selama ini bantuan ke Gaza harus melalui mereka, dan sudah tersalurkan. Tapi banyak yang meragukan pernyataan Israel itu, termasuk dari para pegiat yang ikut dalam armada “Freedom Flotilla to Gaza.”

Di tengah hujan kecaman terhadap Israel, berbagai upaya internasional tengah dilancarkan untuk menanggapi tragedi itu. Namun, masalah ini mungkin berbuntut panjang. Tak penyelesaian yang jelas,  konflik di Timur Tengah kian parah dan nasib penduduk Palestina di Gaza pun tidak menentu.

***

Tentu, yang menjadi pertanyaan mengapa Ferry Nur, dan para pembela Gaza dari berbagai penjuru dunia, nekad menembus blokade Israel?

Konvoi Freedom Flotilla adalah potret bangkitnya solidaritas dunia atas penderitaan rakyat Palestina di Gaza yang dizalimi Israel. Konvoi dari pelbagai bangsa, agama dan kelompok ini menunjukkan derita Palestina bukan soal agama atau politik belaka, tapi krisis kemanusiaan. Dia bukan cuma urusan orang Arab atau Palestina, tapi keprihatinan dunia.

Di Indonesia, yang terkenal garang atas sikap Israel kepada Palestina, para pegiat kemanusiaan bagi Gaza itu pernah datang berkunjung.  Suatu hari, seorang perempuan Palestina-Amerika datang berkunjung ke kantor Mer-C, lembaga kemanusiaan yang berbasis di Jakarta. Nama perempuan itu Huwaida. “Huwaida datang menewarkan kesempatan berlayar bersama ke Gaza,” ujar dr Joserizal Jurnalis, pengurus Mer-C Indonesia.

Dari situ koordinasi pun berlanjut. “Awalnya kami ingin membeli kapal, namun dana yang terkumpul dari berbagai iklan dan promosi tidak cukup,” ujar Joserizal. Karena keterbatasan dana, akhirnya mereka memutuskan menyewa kapal Mavi Marmara. Dari Indonesia, ada 12 relawan yang ikut. Latar belakang mereka beragam. Ada dokter, insinyur, jurnalis, ahli pendidikan dan lain-lain.

Misi ini, kata Joserizal, jelas misi sipil, dan bukan militer. Ada beragam bangsa dan agama yang turut bergabung. Mereka disatukan rasa kemanusiaan karena blokade Israel bertahun-tahun di Gaza membatasi pasokan makanan, listrik, obat-obatan. “Warga Palestina yang mencari ikan hanya boleh batas dua mil, lebih dari itu mereka akan ditembaki Israel,” kata Joserizal.

Di samping berupaya membuka blokade Israel dan memberi bantuan logistik, para relawan Indonesia memiliki tujuan lain. Mer-C, misalnya, ingin membuka rumah sakit.

Sementara, lembaga lain dari Indonesia, seperti Sahabat Al Aqsha pun punya tujuan tak kalah mulia. “Kami ingin beri bantuan untuk anak yatim dari sektor pendidikan. Kami pun fokus ke pembangunan sumber air, listrik biogas dan member santunan anak yatim,” kata Amirul, pengurus Sahabat Al Aqsha.

***

Kebijakan Israel atas Gaza memang menggemaskan. Tak kurang, International Crisis Group (ICG) melihat selama bertahun-tahun, dunia telah bersabar dengan kebijakan Israel yang mengucilkan  Gaza, dengan harapan bisa melemahkan Hamas.

Kebijakan itu, kata ICG, bukan cuma didukung Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lain. Bahkan Mesir, dan dibiarkan oleh negara-negara Arab lain, yang kebetulan tak sepaham dengan militansi politik Hamas. Penutupan Perlintasan Rafah sejak 2007 menjadi buktinya.

Masalahnya, pengucilan atas Gaza itu tak bisa melucuti kekuatan Hamas di sana. Sebaliknya, pengucilan berupa blokade dan penutupan perbatasan Gaza oleh Israel dan Mesir itu justru membuat rakyat setempat kian menderita.

Bahan-bahan kebutuhan pokok sulit didapat di Gaza. Aliran listrik dan air bersih padam. Pokoknya Gaza dijadikan seperti “Kota Mati” tapi masih dihuni oleh orang-orang yang setengah mati untuk bertahan hidup.

Pada titik inilah, kebijakan pengucilan itu mendatangkan bumerang , sekaligus kemarahan dunia. Maksudnya memperlemah Hamas, tapi yang jadi korban adalah anak-anak dan perempuan yang tak berdaya. Konflik politik yang kian buruk, menyebabkan krisis kemanusiaan. Karena alasan tak tahan melihat penduduk Palestina menderita, inisiatif para pegiat kemanusiaan pun muncul. Konvoi Freedom Flotilla ke Gaza salah satunya.

“Serangan atas konvoi Flotilla itu tak lain adalah suatu gejala dari suatu pendekatan yang secara tersirat dibiarkan banyak pihak,” kata Robert Malley, pengamat Timur Tengah dari International Crisis Group (ICG). “Ini cukup jelas menggambarkan perlunya suatu perubahan kebijakan atas Gaza,” kata Malley dalam penjelasannya di laman ICG.

Maka, seperti yang direkomendasikan ICG, kebijakan atas Gaza perlu ditinjau kembali secara menyeluruh. Amerika Serikat, Uni Eropa dan pihak Kuartet harus kompak menyuarakan pencabutan permanen blokade atas Gaza.

Tuntutan tidak saja disuarakan kepada Israel, namun juga kepada Mesir – yang sementara ini membuka kembali perbatasan dengan Gaza setelah insiden Flotilla.

Penyaluran kembali bantuan kemanusiaan ke Gaza patut disambut baik. Tapi tak ada jaminan kalau pengucilan itu tak akan berlaku kembali. Gaza memang harus diawasi, tapi tak perlu sampai memblokade jalur perdagangan ke dan dari Gaza.

Bila Israel dan Palestina masih belum saling percaya, maka perlu dilibatkan pasukan internasional untuk memastikan keamanan di Gaza.  Tapi, konflik sepertinya belum akan selesai. Israel bisa jadi hanya mengulang langkah matinya terhadap Gaza.

Sementara armada bantuan kemanusiaan, para relawan yang bertaruh nyawa demi Gaza, akan terus mengalir. Seperti disebut aktivis Mer-C, dr. Joserizal: “Kita tidak akan mundur, dan akan menunjukkan Israel adalah musuh dunia dan musuh kemanusiaan”.

Yahoo!

Tinggalkan komentar

Filed under Umum