Salah Orang


Oleh : Syamsuddin

Dalam suatu perkemahan keakraban Gudep Pramuka di sekolahku. Entah kenapa secara tiba-tiba aku merasa tertarik terhadap seorang peserta putri. Dia adalah seorang anggota baru dan merupakan adik kelasku. Tapi aku belum mengenalnya dan bahkan tak berani untuk langsung mendekatinya. Yang kulakukan hanya sekedar memperhatikannya dari jauh. Tak usah ditanya apa penyebab ketertarikan ini.

Dari seorang teman sesama panitia aku tahu namanya, Junia Asmira. Dan aku berpikir keras bagaimana cara menarik perhatiannya. Aku ingin untuk memberi satu kesan bagus yang bisa membuatnya dekat denganku.

Tanpa diketahui seorang temanpun, aku memeriksa semua formulir isian yang dikumpulkan sebelum berangkat, berisi data-data pribadi seluruh anggota baru. Untuk mencari informasi tentang dia. Aku menemukan apa yang kucari, yang membuatku tahu mengenai semua yang menyangkut dirinya, termasuk nama bapaknya. Sewaktu melihat tanggal lahirnya, disana tertera ’28 November 1984’, sementara aku ingat kalau hari itu tanggal 28 November 2000. Ternyata dia berulang tahun hari itu! Aku merasa sangat senang, karena aku mendapatkan momentum yang sangat pas. Dan kupikir tak ada yang lebih berarti dan berkesan bagi seseorang daripada mengingatkan hari ulang tahun-nya disaat dia sendiri mungkin sedang tak mengingatnya.

Lalu aku menyusun rencana, aku akan merayakan hari ulangtahunnya dengan caraku. Untuk hadiah, kubungkus sebuah pin lambang Pramuka dan sebuah tali peluit warna merah, aku mendesain kartu ulang tahun sederhana yang berisi sebuah puisi!

Jam sebelas malam itu, kami punya acara bebas menjelang tidur. Aku meminta bantuan beberapa orang teman perempuan, untuk mengajaknya ke tempat yang lapang serta memeganginya di sekeliling orang-orang yang memandanginya.

Dengan bersemangat aku menenteng sebuah ember yang berisi air. Sebelum dia menyadari apa yang akan terjadi, aku mengangkat emberku tinggi-tinggi dan mengguyurnya dari belakang.

Semua peserta perkemahan itu berteriak membentuk lingkaran mengelilinginya. Menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun” sambil bertepuk tangan. Sementara kulihat dia masih terpaku ditempatnya berdiri dengan rasa kagetnya yang belum hilang.

Sewaktu salah seorang teman menyalaminya, dia menolak.

“Tanggal lahirku bukan sekarang! Aku lahir bulan Juni! Siapa yang bilang aku ulang tahun hari ini?!” katanya dengan nada tinggi.

Teman-teman menunjuk ke arahku yang masih memegang sebuah ember. Dia menatapku penuh kebencian lalu berlari ke tendanya. Gantian aku yang diteriaki orang-orang.

Rupanya ada dua orang dengan nama yang sama dalam perkemahan itu, tetapi dengan tanggal lahir yang berbeda. Sehingga dengan berat hati hadiah yang telah kusiapkan terpaksa kusimpan sendiri. Dan semenjak itu dia tidak pernah menegurku lagi.


Jika Anda Menyukai Cerita ini Mohon KLIK DISINI
Cerita Terkait :

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Humor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s