Daily Archives: 18 April 2010

Malam


Tak adil-lah anggapan

yang menjadikan

Malam mewakili penderitaan

Walau kebahagiaan adalah sinar

Sebagaimana cinta juga cahaya

Dan yang membatasi

rasa bahagia

Adalah kesuraman

Kegelapan dan kematian

Tapi

Dengan berakhirnya benderang siang

di sudut ufuk

Menyerahnya kemilau biasan mentari

di kaki malam

Tidak mengawali deraan kepedihan

Tidak berlanjutnya lilitan kesengsaraan

di kesunyian yang melarut

Karena,

Bukankah di lingkupan

kegelapan malam

Terlahirnya sajak-sajak paling indah

Dari bibir para penyair?

Bukankah di senyapnya

suara malam

Membangkitkan hasrat

Untuk ekspresikan bahana cinta

Yang membahagiakan?

Bukankah suasana malam

Telah hasilkan

Sejuta mimpi-mimpi indah?

Mimpi memang bukan kenyataan

Namun keindahan

Adalah simbol kebahagiaan

Tanjungpinang, 1999

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi-ku