Kupon Qurban


Kata qurban yang sangat dekat dengan ibadah haji dan hari raya ‘Idul Adha, berasal dari bahasa Arab, artinya pendekatan diri, sedangkan maksudnya adalah menyembelih binatang ternak sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah. Hal ini dikenal dalam istilah Islam dengan udhiyah. Udhiyah secara bahasa mengandung dua pengertian, yaitu kambing yang disembelih waktu Dhuha dan seterusnya, dan kambing yang disembelih di hari ‘Idul Adha. Adapun makna secara istilah, yaitu binatang ternak yang disembelih di hari-hari Nahr dengan niat mendekatkan diri (taqarruban) kepada Allah dengan syarat-syarat tertentu (syarh minhaj).

Riwayat mengenai qurban sebagaimana termaktub dalam kitab suci tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim as. Karena beliaulah yang pertama diperintahkan Allah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Namun pada saat Nabi Ibrahim memenuhi perintah Allah tersebut, Allah membuktikan kekuasaan-Nya dengan menukar Ismail putra Ibrahim dengan seekor kambing.

Disyariatkannya qurban sebagai pengorbanan hamba kepada Allah SWT secara simbolik, bentuk ketaatan kepada-Nya dan rasa syukur atas nikmat kehidupan yang diberikan-Nya kepada manusia.

Ada dua sisi pandang terhadap hubungan berqurban yang berarti menyembelih binatang  dengan rasa syukur atas nikmat kehidupan. Pertama, adalah satu bentuk pengungkapan nikmat yang dianjurkan dalam Islam dengan memahami bahwa penyembelihan binatang tersebut merupakan sarana memperluas hubungan baik terhadap kerabat, tetangga, tamu dan saudara sesama muslim. Semua itu merupakan fenomena kegembiraan dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT kepada umat-Nya.

Kedua, sebagai bentuk pembenaran terhadap apa yang datang dari Allah SWT. Allah menciptakan binatang ternak itu adalah nikmat yang diperuntukkan bagi manusia, dan Allah mengizinkan manusia untuk menyembelih binatang ternak tersebut sebagai makanan bagi mereka. Bahkan penyembelihan ini merupakan salah satu bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Menurut kebiasaan kita di Indonesia, sebagai perwujudan sisi pertama dari hubungan rasa syukur dengan qurban, maka daging qurban akan dibagikan kepada orang-orang di sekitar kita. Jika qurban diselenggarakan di mesjid atau oleh suatu kepanitiaan, maka akan melibatkan lebih banyak orang sebagai penerima daging qurban.

Untuk memudahkan dan tertibnya pelaksanaan pembagian daging qurban, biasanya pihak panitia menyediakan sebentuk kupon. Kupon ini berfungsi sebagai alat ukur jumlah antara penerima daging qurban dengan persediaan daging qurban yang akan dibagikan. Jika anda terlibat dalam satu kepanitiaan penyelenggara qurban dan berencana untuk membuat kupon qurban, disini kusediakan beberapa format kupon qurban yang bias diunduh melalui tautan berikut.

Download :
KUPON QURBAN Format A | (PDF) | (Ms. Word)
KUPON QURBAN Format B  | (PDF) | (Ms. Word)
KUPON QURBAN Format C  | (PDF) | (Ms. Word)
KUPON QURBAN Format D  | (PDF) | (Ms. Word)
KUPON QURBAN Format E  | (PDF) | (Ms. Word)


Jika Anda Menyukai Postingan ini Mohon KLIK DISINI

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Administrasi

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s